Claim Missing Document
Check
Articles

Sertifikasi halal produk makanan dalam etika berbisnis pada pelaku UMKM Melfazen, Oktriza; Rahmawan, Naufal Faris; Rachma, Irnia Cahaya; Hasanah, Maftuhatul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i2.20542

Abstract

Pendampingan sertifikasi halal makanan telah menjadi hal yang penting dalam bisnis makanan, terutama di negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim. Sertifikasi halal memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi oleh umat muslim telah memenuhi standar kehalalan yang diterima secara agama. Namun, dalam melakukan pendampingan sertifikasi halal makanan, etika berbisnis juga harus diperhatikan.Etika berbisnis berkaitan dengan bagaimana sebuah perusahaan beroperasi secara moral dan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, dan konsumen. Oleh karena itu, pendampingan sertifikasi halal makanan harus dilakukan dengan memperhatikan etika berbisnis yang baik. Melalui program KSM-T kelompok 36 memproses sertifikasi halal untuk sejumlah UMKM makanan di dusun Krajan desa Randuagung sebagai suatu cara meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dihasilkan dan berimbas pada peningkatan nilai ekonomi produk yang dihasilkan para pelaku UMKM setempat.
Kontrol Temperatur pada Proses Fermentasi Kakao menggunakan Kontrol Logika Fuzzy Dewatama, Denda; Mandayatma, Eka; Hariyadi, Herman; Melfazen, Oktriza
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Elkolind Vol. 10, No. 1, 2023
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v10i1.2756

Abstract

Produksi kakao perkebunan Indonesia di tahun 2019 sebesar 774.195 ribu ton dimana 99 persen dihasilkan oleh Perkebunan Rakyat. Hasil pendapatan petani kakao sangat minim karena mayoritas menjual hasil panen dalam bentuk kakao kering. Salah satu peningkatan nilai ekonomis dari kakao adalah fermentasi. Proses fermentasi optimal pada temperatur 450C – 500C. Pada penelitian ini dibuat alat yang dapat mengontrol temperatur pada ruang fermentasi dengan menggunakan sensor temperatur DS18B20 sebagai pendeteksi temperatur ruangan. Alat ini juga dilengkapi dengan RTC DS3231 sebagai acuan dalam mengaktifkan motor atau pengaduk biji kakao yang difermentasi, sehingga didapatkan hasil fermentasi yang merata. Kontrol logika fuzzy (KLF) digunakan untuk mengontrol kestabilan temperatur dengan set point 470C, digunakan parameter 3 keanggotaan error, 3 keanggotaan delta error dan 4 keanggotaan keluaran. Hasil pembahasan dan pengujian, yaitu: Respon time sebesar 36 menit, peak time sebesar 42 menit, persen overshoot sebesar 0,98 persen, settling time sebesar 50 menit, error steady state sebesar kurang lebih 0,8 persen.
Sistem Speed Sensorless Vertical Axis Wind Turbine dengan Fuzzy Time Series Model Chen Melfazen, Oktriza; Dewatama, Denda; M. Taqijuddin Alawiy
Jurnal Elektronika dan Otomasi Industri Vol. 11 No. 3 (2024): Jurnal Elkolind Vol. 11 No. 3 (September 2024)
Publisher : Program Studi Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/elkolind.v11i3.6821

Abstract

Pemanfaatan energi angin sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu di wilayah Indonesia perlu pengolahan dengan cermat, karena kecepatan angin rata-rata harian yang berkisar antara 2,5 – 6 m/s merupakan kategori kecepatan angin kelas rendah hingga menengah. Penelitian tentang prediksi kecepatan angin pada Vertical-Axis Wind Turbine (VAWT) menggunakan klasifikasi fuzzy time series ini dimaksudkan untuk menggantikan sensor kecepatan dalam mendeteksi dan mendapatkan potensi kecepatan angin terbaik untuk menghasilkan tegangan listrik maksimal sepanjang catur wulan pertama dalam satu tahun. Algoritma fuzzy time series Chen mampu melakukan prediksi kecepatan angin untuk menghasilkan tegangan listrik pada sistem VAWT 800 Watt sehingga sistem dapat beroperasi dengan mode tanpa sensor namun tetap dapat mengukur kecepatan angin dengan akurasi hingga 70%.