Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Tesa Arsitektur

A Healthy-Productive Dwelling Model Based On Optimizing Of Space Bani Noor Muchamad; Naimatul Aufa; Ira Mentayani
Tesa Arsitektur Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v15i2.887

Abstract

ABSTRACT This research has a long-term aim to help the government’s program in alleviating poverty and creating a healthy environment. The aim will be achieved by an implementation and trial of existing Optimizing of Space based on occupancy profiles. The trial and implementation were performed by using modeling techniques, both 3D graphic model and mock up model. The modeling techniques were performed through a design experiment process in a laboratory. It was selected based on the characteristics of the low economic, education and knowledge capacities, and the low level of awareness of the society in the slum areas. The result of the research is a healthy and productive dwelling model for the occupants. This innovation of a healthy and productive dwelling model can be a frame of reference for a mass dwelling establishment or construction done by the government, private companies (CSR), or NGOs in order to upgrade the slum areas and alleviate poverty. Keywords: poverty; slum area; modeling. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan jangka panjang untuk membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan permukiman dan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Tujuan ini akan dicapai melalui pengimplementasian sekaligus pengujian Konsep Optimalisasi Ruang berbasis profil penghuni yang telah ada. Implementasi dan pengujian Konsep Optimalisasi Ruang dilakukan dengan menggunakan metode pemodelan, baik model 3D grafis maupun maket (mock up). Metode pemodelan dilaksanakan melalui proses eksperimentasi desain di laboratorium. Metode pemodelan dipilih berdasar karakteristik kemampuan ekonomi, pendidikan/pengetahuan, dan tingkat kesadaran masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman kumuh yang masih rendah. Hasil penelitian adalah model hunian yang produktif dan sehat bagi penghuninya. Temuan inovasi model hunian produktif dan sehat ini dapat dijadikan acuan untuk pembangunan/pengadaan hunian massal yang dilaksanakan melalui program pemerintah, swasta (CSR), ataupun swadaya masyarakat untuk penataan permukiman kumuh dan pengentasan kemiskinan. Keywords: kemiskinan; permukiman kumuh; pemodelan
IDENTIFIKASI POLA SPASIAL PERMUKIMAN BANTARAN SUNGAI MARTAPURA DI KAWASAN KOTA BANJARMASIN (Identification of Spatial Settlement Patterns Along the Martapura River in Banjarmasin City) Aulia Syafitri; Ermilia Puteri; Naimatul Aufa; Ira Mentayani
Tesa Arsitektur Vol 22, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v22i1.12104

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan jumlah kebutuhan ruang yang diperlukan untuk tempat tinggal, fasilitas umum, dan infrastruktur lainnya. Sementara itu, peningkatan jumlah ruang dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan sebuah kawasan, baik dari segi pembangunan fisik maupun ekonomi, sehingga kawasan tersebut mengalami transformasi yang signifikan. Hal ini mempengaruhi pertumbuhan pola spasial permukiman pada sebuah kawasan. Fenomena ini memengaruhi pertumbuhan pola spasial permukiman pada sebua kawasan yang dibentuk dari karakteristik elemen pembentuk permukiman diantaranya alam, manusia, masyarakat, bangunan, dan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pola spasial permukiman bantaran Sungai Martapura di Kota Banjarmasin. Metode yang digunakan ialah kualitatif. Analisis spasial dilakukan terhadap data yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan penduduk lokal. Hasil analisis menemukan empat pola spasial permukiman di bantaran Sungai Martapura, yaitu: pola linier satu sisi, pola linier dua sisi, pola curvalinier, dan pola acak tidak beraturan. Pola acak tidak beraturan merupakan pola spasial unik, yang memberikan gambaran tentang dinamika pola spasial permukiman bantaran Sungai Martapura di Kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi yang lebih efektif dalam pelestarian lingkungan sungai, pengelolaan risiko bencana, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di bantaran sungai.