Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Operating Cash Flow, Operating Capacity, Sales Growth, dan Leverage Terhadap Financial Distress Silfi Alfiani; Regina Jansen Arsjah
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 10 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i10.9243

Abstract

This study examines the relationship between operating cash flow, operating capacity, sales growth, and leverage on financial distress in cyclical consumer sector companies in Indonesia during the 2021-2023 period. Using a quantitative approach and panel data regression model, this study aims to identify operational and structural indicators that play a role in reflecting the financial condition of companies. The findings show that operating cash flow has a positive effect on financial distress, contrary to the initial assumption that higher cash flow reflects financial resilience. On the other hand, operating capacity and sales growth have no effect on financial distress. Leverage shows a negative effect on financial distress, indicating that firms with higher levels of debt in certain contexts can better manage financial stress. These results highlight the importance of understanding operational dynamics and capital structure contextually in an effort to anticipate potential corporate financial crises.
Kepemilikan Korporasi dan Ukuran Dewan Terhadap Kinerja Perusahaan: Peran Moderasi Leverage Suryawanti, Ades; Arsjah, Regina Jansen
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i1.63247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan korporasi dan ukuran dewan terhadap kinerja perusahaan dengan leverage sebagai pemoderasi pada perusahaan sektor basic material yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel sebanyak 372 observasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan data panel. Pengujian hipotesis dilakukan melalui analisis regresi data panel untuk menguji pengaruh individual serta peran moderasi leverage. Model regresi panel yang digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM), sebagaimana ditetapkan berdasarkan hasil uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan korporasi berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kepemilikan korporasi belum tentu diikuti oleh peningkatan kinerja. Sementara itu, ukuran dewan tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan. Lebih lanjut, leverage terbukti mampu memoderasi hubungan antara kepemilikan korporasi dan kinerja perusahaan dengan memperkuat pengaruh positifnya. Sebaliknya, leverage memoderasi hubungan antara ukuran dewan dan kinerja perusahaan dengan arah pelemahan. Temuan ini menunjukkan bahwa struktur kepemilikan dan mekanisme governansi perusahaan tidak berdiri sendiri dalam memengaruhi kinerja, melainkan sangat dipengaruhi oleh kebijakan pendanaan perusahaan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi manajemen, investor, dan regulator dalam merancang struktur governansi dan kebijakan leverage yang optimal guna meningkatkan kinerja perusahaan.
Do ESG Score and Cash Holding Drive Firm Value? Insights from Institutional Ownership in Indonesia Alfriansyach, Reza Virly; Arsjah, Regina Jansen
Golden Ratio of Auditing Research Vol. 6 No. 2 (2026): February - June
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grar.v6i2.1966

Abstract

This study examines the effect of ESG score and cash holding on firm value, as well as the moderating role of institutional ownership, using a sample of 91 energy companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2021–2024. ESG performance is measured through content analysis based on 93 GRI disclosure indicators. At the same time, firm value is proxied by Tobin's Q. Using unbalanced panel data and Random Effects Model estimation, the findings reveal that ESG scores do not significantly influence firm value, indicating that the Indonesian capital market has not yet fully valued sustainability initiatives as a driver of corporate value. In contrast, cash holding demonstrates a strong positive effect, suggesting that liquidity remains a critical financial signal in the energy sector, which is characterized by high volatility and substantial investment needs. The moderating analyses show that institutional ownership does not strengthen the ESG value relationship and even weakens the positive impact of cash holding on firm value, reflecting the passive monitoring role of institutional investors in emerging markets. Overall, the study provides empirical evidence that firm value in Indonesia is more sensitive to financial fundamentals than sustainability practices, while external governance mechanisms remain limited in effectiveness. These insights contribute to the corporate governance and sustainable finance literature and offer practical implications for companies, investors, and regulators regarding the strategic integration of ESG and financial policies.
PENGARUH ESG DISCLOSURE, ESG FINANCIAL MATERIALITY DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Sundani, Ni Nyoman; Arsjah, Regina Jansen
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 1 (2026): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/5ap0r772

Abstract

Penelitian ini bertujuan menginvestigasi dampak dari Keterbukaan Informasi Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang bersifat material secara finansial, serta praktik Tata Kelola Perusahaan terhadap Ukuran Nilai Entitas Bisnis. Pendekatan empiris yang diterapkan dalam studi ini adalah metode kuantitatif, dengan pemanfaatan analisis regresi data panel yang difasilitasi oleh perangkat lunak EViews versi 13. Implementasi Model Efek Acak (Random Effect Model - REM) dipilih sebagai kerangka analisis model, berdasarkan evaluasi hasil uji pemilihan model yang relevan. Data empiris yang digeluti bersumber dari data sekunder yang dihimpun dari laporan tahunan entitas bisnis di sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rentang waktu 2022 hingga 2024. Analisis statistik menunjukkan bahwa seluruh prediktor independen menunjukkan koefisien pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap variabel dependen, yang dibuktikan dengan nilai probabilitas untuk setiap prediktor yang diperoleh berada di bawah ambang batas signifikansi 0,05. Secara spesifik, Keterbukaan Informasi ESG menampilkan nilai probabilitas sebesar 0,012, mengindikasikan adanya hubungan positif dengan nilai perusahaan. Sementara itu, Materialitas Finansial ESG menghasilkan nilai probabilitas sebesar 0,021, yang secara substansial membuktikan bahwa penyampaian informasi ESG yang relevan secara finansial memiliki kapasitas untuk mengoptimalisasi valuasi perusahaan. Tata Kelola Perusahaan juga berpengaruh signifikan dengan probabilitas 0,033, menunjukkan bahwa praktik tata kelola yang baik mendukung peningkatan nilai perusahaan. Selain itu, variabel nilai perusahaan dalam model memiliki probabilitas 0,000 dan menjadi faktor paling dominan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa ESG Disclosure, ESG Financial Materiality, dan Tata Kelola Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap nilai perusahaan.