Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERSEPSI LITERASI KEUANGAN, KEMANFAATAN, KEMUDAHAN, DAN RISIKO TERHADAP MINAT GENERASI Z DALAM MENGGUNAKAN QRIS Putri, Alma Nabila Kuntoro; Amelia Setiawan; Hamfri Djajadikerta
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2024): Ekasakti Jurnal Penelitian & Pegabdian (Mei 2024 - Oktober 2024)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v4i2.1125

Abstract

This research focuses on analyzing whether there is an influence of perceptions of financial literacy, usefulness, ease of use, and risk on Generation Z's interest in using QRIS. The research method used is quantitative, with data obtained through a Google Form questionnaire, resulting in 203 respondents. IBM SPSS Statistics 26 was used to process 150 samples, with a confidence level of 95% and a margin of error of 5%. The tests conducted included validity, reliability, normality, heteroscedasticity, multicollinearity, regression, partial tests (t-test), simultaneous tests (f-test), and finding the adjusted R². Previous research had similarities in the dependent variables, namely perceptions of financial literacy, usefulness, ease of use, and risk, while the update is the different dependent variable, which is Generation Z's interest in using QRIS. From the hypothesis testing results, it was concluded that perceptions of financial literacy, usefulness, ease of use, and risk have an influence on Generation Z's interest in using QRIS. The results of this study can be a consideration for those who want to research further with the same variables to compare with existing literature findings. Additionally, it can enhance readers' knowledge about factors that can increase interest in using QRIS.
Pengaruh Faktor-Faktor Fundamental terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode 2020-2024 Antonio Alfio; Amelia Setiawan; Hamfri Djajadikerta
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.13708

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, minat masyarakat Indonesia terhadap investasi di pasar modal menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah Single Investor Identification (SID) pada Agustus 2025 mencapai 17,59 juta. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pasar modal Indonesia juga diikuti oleh dinamika pergerakan harga saham yang semakin kompleks dan sensitif terhadap perubahan kebijakan, baik domestik maupun global. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor fundamental, khususnya earnings per share (EPS), book value per share (BVPS), dan dividend payout ratio (DPR) terhadap harga saham pada perusahaan perbankan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan hypothetico-deductive method dengan pendekatan kausalitas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 13 perusahaan perbankan yang menjadi sampel penelitian. Data laporan keuangan perusahaan diolah menggunakan Microsoft Excel dan dianalisis menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS dan DPR berpengaruh positif terhadap harga saham, sedangkan BVPS tidak dapat dibuktikan pengaruhnya terhadap harga saham. Secara simultan, ketiga variabel tersebut terbukti berpengaruh terhadap harga saham. Temuan ini menegaskan bahwa indikator profitabilitas dan kebijakan dividen merupakan faktor fundamental yang penting dalam penilaian saham perbankan.
Pengaruh FCF Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Harga Saham Dimediasi Oleh Profitabilitas Joseph Ferigandhi Bede; Amelia Setiawan; Hamfri Djajadikerta
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.14065

Abstract

Penurunan IHSG pada pertengahan Maret 2025 didorong oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis variabel yang dapat memengaruhi fluktuasi harga saham dalam industri konsumen non-siklik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Arus Kas Bebas (FCF) dan ukuran perusahaan diperiksa sebagai variabel independen, sedangkan profitabilitas diposisikan sebagai variabel mediasi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang diaudit dan dianalisis dengan SmartPLS 3.0 melalui pengujian model dalam dan luar. Hasil empiris menunjukkan bahwa baik ukuran perusahaan maupun FCF tidak memiliki dampak langsung pada harga saham, sedangkan profitabilitas menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Selain itu, baik FCF maupun ukuran perusahaan ditemukan secara signifikan memengaruhi profitabilitas. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa profitabilitas berhasil memediasi hubungan antara ukuran perusahaan dan harga saham, meskipun tidak memediasi hubungan antara FCF dan harga saham.
HOW GOOD ARE INTERNAL CONTROLS IN PREVENTING FRAUD IN GOVERNMENT? A LITERATURE REVIEW Enung Nurhayati; Hamfri Djajadikerta; Amelia Setiawan
INDONESIAN JOURNAL OF BUSINESS AND ECONOMICS Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian Journal Of Business And Economics
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the implementation of internal control in preventing fraud in the government sector. This study uses  the Systematic Literature Review (SLR) approach by analyzing 20 relevant national and international journal articles in the period 2016–2024. The results show that internally controlled controls that are designed and implemented effectively can narrow the chances of fraud, increase transparency, and strengthen governance accountability. However, there are a number of obstacles in its implementation, such as weak human resource capacity, lack of technology integration, and non-optimal organizational culture that supports integrity. In conclusion, internal control plays an important role in creating a clean and sustainable system of government, but its effectiveness is highly dependent on comprehensive structural, cultural, and technological support.