Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH VARIASI RASIO C/N TERHADAP KUALITAS KOMPOS DARI SAMPAH ORGANIK SECARA ANAEROB Renata Perwita Sari; Bambang Iswanto; Dwi Indrawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3508

Abstract

Tiga reaktor anaerob disiapkan untuk melihat pengaruh variasi karbon (C) terhadap nitrogen (N) (rasio C/N) terhadap kualitas kompos dari sampah organik, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses dekomposisi sampah yaitu pH, temperatur, dan kelembaban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan fosfor (P), kalium (K nilai), kadar air, dan pH akhir kompos dengan perbedaan tiga variasi rasio C/N dengan masing-masing 15, 21, dan 28 kemudian dari hasil analisis tersebut dibandingkan dengan kriteria kompos organik yang sesuai dengan SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik domestik. Sampah yang digunakan terdiri dari sampah sayuran, buah-buahan dan sampah dedaunan. Reaktor dibuat dengan memakai pemanas listrik untuk mencapai suhu pada fase termofilik (45-60oC), dilakukan pula resirkulasi leachate tiap reaktor. Setelah 45 hari proses dekomposisi, hasil menunjukkan bahwa variasi rasio C/N masing-masing kompos menghasilkan kandungan unsur hara yang masih berada pada kisaran yang ditetapkan oleh SNI 19-7030-2004. Variasi optimum dalam pengujian kualitas kompos adalah dengan rasio C/N 15, hal ini disebabkan karena semua parameter telah memenuhi standar, sedangkan untuk rasio C/N 21 dan 28 meskipun kandungan pH belum memenuhi standar, tetapi untuk parameter kadar air, fosfor dan kalium telah memenuhi kriteria yang ditetapkan.
POTENSI MATERIAL HASIL LANDFILL MINING DI TPA CIKUNDUL, KOTA SUKABUMI Tuffahati Widad; Pramiati Purwaningrum; Dwi Indrawati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3535

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi dari material hasil penambangan zona yang akan direhabilitasi di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Cikundul. Perkiraan volume galian diperoleh dari data luas zona dan tinggi zona yang berasal dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kota Sukabumi, kemudian untuk berat hasil komponen material penambangan diperoleh berdasarkan data komposisi sampah dan timbulan sampah. Hasil penambangan terdiri dari material halus, material kasar, dan residu. Material halus dan material kasar dapat dimanfaatkan kembali sedangkan residu ditimbun kembali di TPA. Volume material halus yang dapat dimanfaatkan sebagai tanah penutup dan material konstruksi sebesar 166.643,55 m3, sedangkan untuk total volume material kasar yang masih dapat dimanfaat untuk didaur ulang seperti plastik, logam, dan kaca sebesar  73.563,01 ton. Perkiraan total penjualan material halus sebesar Rp8.332.177.527,38, sedangkan perkiraan total penjualan material kasar sebesar Rp125.396.493.774,32. Material penambangan dari komposisi organik berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai tanah urug konstruksi dan tanah penutup harian TPA. Material hasil penambangan seperti logam, plastik, dan kaca berpotensi untuk didaur ulang. Material yang tidak dapat dimanfaatkan kembali maka menjadi residu dan diurug kembali ke TPA. 
Optimasi Model Bioreaktor Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga di Perkotaan (Model Optimazion on Urban Domestic Organiz Waste Treatment Bioreactor) Bambang Iswanto; Dwi Indrawati; Diana Irvindiaty Hendrawan
Seminar Nasional Kota Berkelanjutan 2018: Prosiding Seminar Nasional Kota Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/psnkb.v1i1.2905

Abstract

Sampah dari rumah tangga terutama di perkotaan memerlukan penanganan yang efisien dan mempunyai nilai manfaat. Salah satu manfaat dari pengolahan sampah organik adalah biogas. Penelitian ini mengembangkan bioreaktor untuk mengolah sampah organik rumah tangga. Bioreaktor terbuat dari drum yang dilapisi aluminium dan dilengkapi dengan valve, pemanas listrik, digital thermometer, digital humidity meter, digital pH meter, penampung gas, barometer dan flow meter. Bioreaktor berukuran tinggi 860 mm dengan diameter 580 mm. Empat bioreaktor disiapkan untuk melihat pengaruhperombakan bahan organik sampah terhadap produksi biogas. Satu bioreaktor tanpa penambahan pemanas listrik, 3 bioreaktor mamakai pemanas listrik dengan temperatur 35oC, 45oC dan 55oC.Pemberian suhu 55oC dimana merupakan fase thermofilik pada pembuatan kompos, meningkatkan laju biodegradasi bahan organik dan dihasilkan jumlah gas sebesar 21,9 gmol per liter dengan persamaan y = 0,1208 x 2 – 0,3769 x + 0,2864 dan R² = 0,9947.Kata Kunci: bioreaktor, fase thermofilik, sampah organik, suhu,
PENGARUH KOMPOSISI SAMPAH PASAR TERHADAP KUALITAS KOMPOS ORGANIK DENGAN METODE LARVA BLACK SOLDIER FLY (BSF) Wita Nirmala; Pramiati Purwaningrum; Dwi Indrawati
Prosiding Seminar Nasional Pakar PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAKAR 2020 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.6807

Abstract

Tingginya kepadatan penduduk dan keragaman aktivitas manusia mengakibatkan munculnya persoalan pada pelayanan dan prasarana perkotaan, salah satunya adalah permasalahan sampah. Sampah pasar menjadi salah satu penyumbang sampah organik di perkotaan, sehingga diperlukannya pengolahan sampah organik untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos organik dengan metode larva BSF. Larva BSF digunakan sebagai pendegradasi sampah pasar. Media yang dipakai adalah sampah pasar berupa sayuran dan buah-buahan yang dicacah dengan variasi komposisi sampah 100% sayuran, 100% buah-buahan, dan 80% sayuran 20% buah-buahan. Reaktor penelitian yang digunakan yaitu ember plastik. Berdasarkan hasil analisis, setiap sampel sampah pasar setelah didegradasi oleh larva BSF memiliki kandungan C-Organik dengan rentang 39,08-47,46%, N dengan rentang 2,297-3,744%, P dengan rentang 1,156-3,387% dan K dengan rentang 5,090-9,744% sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan SNI 19-7030-2004.
ANALISIS ASPEK TEKNIS OPERASIONAL PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN TELUKJAMBE TIMUR, KABUPATEN KARAWANG Annisa Fitriani; Pramiati Purwaningrum; Dwi Indrawati
Prosiding Seminar Nasional Pakar PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAKAR 2020 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.6816

Abstract

Kecamatan Telukjambe Timur memiliki jumlah penduduk sebesar 113065 jiwa, dengan sistem pengelolaan sampah yang belum memadai dan masih banyak masyarakat yang memilih membuang sampah dipinggir jalan ataupun di bantaran sungai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sumber, komposisi dan laju timbulan sampah, serta untuk mengevaluasi kondisi eksisting aspek teknis pengelolaan sampah. Data timbulan sampah diperoleh dengan menggunakan metode SNI 19-3964-1994 mengenai Metode Pengambilan dan Pengukuran Contoh Timbulan dan Komposisi. Selain itu melakukan observasi secara langsung, wawancara kepada masyarakat dan studi literatur untuk mendapatkan kondisi eksisting pengelolaan sampah di Kecamatan Telukjambe Timur. Hasil penelitian diketahui laju timbulan sampah sesabar 2,25(l/o/h) terdapat 2 pola  pengumpulan dan pengangkutan sampah yang diterapkan 1) pola individual langsung, sampah dari sumber langsung dikumpulkan dan diangkut menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan alat angkut berupa dumptruck berkapasitas 6 m3, 2) pola individual tidak langsung, sampah dari sumber dikumpulan menggunakan gerobak sampah berkapasitas 1 m3 dan 2 m3 ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) untuk selanjutnya dipindahkan ke alat angkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Laju Timbulan Sampah Kecamatan Telukjambe Timur sebesar 2,25 (l/orang/hari) dengan komposisi sampah organik 59,86% dan sampah non organik 40,14%. Terdapat 2 jenis pewadahan yaitu 1) Pewadahan Individual, disediakan secara mandiri oleh masyarakat di masing-masing rumah, untuk daerah pemukiman teratur dengan wadah seperti bin & bak beton, 2) Pewadahan Komunal, tempat penampungan sementara yang digunakan secara bersama-sama yang terdapat pada daerah pemukiman tak teratur dengan wadah bak container kapasitas 6 m3.
TINJAUAN SOSIOEKONOMI PEMANFAATAN FESES SAPI DENGAN TEKNOLOGI VERMICOMPOSTING Ratnaningsih Ruhiyat; Dwi Indrawati; Etty Indrawati; Lailautsiami Lailautsiami
Journal of Environmental Engineering and Waste Management Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : President University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.095 KB) | DOI: 10.33021/jenv.v3i2.463

Abstract

The Cibodas village is located in Pasir Jambu subdistrict at Bandung Regency, majority community livelihood edged is dairy cattle and agriculture. The problem of waste management in terms of cattle manure that could potentially produce methane (CH4) as one of the greenhouse gases (GRK), and when the cattle manure dumped into the River then it can pollute the rivers directly. The purpose of this study is to see how big the benefits of social and economic aspects of the utilization of cattle manure at the farmer scale. A series of Research include : 1) collect opinions and responses to ranchers, livestock farmers and administrators, by filling the questionnaire against the management of the cattle manure, 2) Observations of operational  at the process of vermicomposting  in two locations, namely in kampong Papak Manggu and kampong Injeman Cibodas village, during the activities of Demontration plot. The observed data covering 1) production process of vermicomposting (worm production and the weight of the raw materials, daily activities, results of casting, mass balance and quality of organic fertilizer) 2) Required total working hour of process of vermicomposting 3) Space and facilities requirement 4) cost and price analysis. The research show that vermicompost is suitable to be implemented in processing cattle manure, base on the following reason : a) cleaning of the environment b) minimum labor requirement c) providing  additional income d)  availability of organic fertilizer.
Sistem Pembelajaran Dari Rumah Melalui Model Daring TK Al Muhajirin Kota Malang Saat Pandemi Covid-19 Dessy Farantika; Dwi Indrawati
Jurnal Pendidikan : Riset dan Konseptual Vol 5 No 1 (2021): Volume 5, Nomor 1, Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.389 KB) | DOI: 10.28926/riset_konseptual.v5i1.326

Abstract

Sistem pembelajaran dari rumah melalui model dalam jaringan saat pandemi covid 19 merupakan salah satu sistem pembelajaran yang dilakukan dirumah yang melibatkan kerjasama antara orangtua dan sekolah untuk tetap melaksanakan pembelajaran melalui bermain. Pembelajaran ini untuk mestimulus perkembangan anak melalui kegiatan yang dirancang oleh guru dan dilaksanakan oleh orangtua dirumah bersama anak dengan pendampingan guru. Fokus penelitian ini digunakan untuk mengetahui perencanaan pelaksanaan, evaluasi dan kendala sistem pembelajaran melalui bermain dari rumah melalui model dalam jaringan TK Al Muhajirin Kota Malang. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengetahui secara mendalam dan terfokus.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PKK DALAM PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS 3R TERINTEGRASI BANK SAMPAH DI DESA CIBODAS, KECAMATAN PASIRJAMBU, KABUPATEN BANDUNG Dwi Indrawati; Pramiati Purwaningrum; Ratningsih Ruhiyat; Etty Indrawati
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 3, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1915.042 KB) | DOI: 10.25105/juara.v3i1.12942

Abstract

Community empowerment, which is the practice of implementing 3R by utilizing or recycling household solid waste, aims to increase the community's knowledge and skills in utilizing household solid waste into economic value products. Having this knowledge and skills will increase people's interest and willingness to use household solid waste, which in turn will maintain environmental quality by reducing the amount of solid waste and making the environment greener. This community service activity in Cibodas Village, Pasirjambu District starts from the preparation, implementation, monitoring, and evaluation stages, as well as preparing reports and activity outputs. Activities are carried out offline while still observing health protocols, which are mandatory to wear masks, maintain distance, and always wash hands with soap and running water or use hand sanitizers. In this activity, the implementation is carried out by utilizing material delivery technology through the MS Power point application, delivery interactions through banners/posters, demonstrations of waste sorting and processing practices, as well as the design of 3R-based household waste management patterns that are integrated with the Waste Bank. In the implementation of counseling and training held at the Cibodas Village Office, all participants seemed enthusiastic in gaining additional knowledge and skills in 3R-based household solid waste management and had the motivation to change behavior in placing solid waste in segregated containers.
Upaya Pengendalian Pencemaran Sungai yang diakibatkan oleh Sampah Dwi Indrawati
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 5 No. 6 (2011)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1522.342 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v5i6.692

Abstract

Timbulan sampah dari hari ke hari cenderung meningkat dan bervariasi, sehingga seringkali sampah menjadi masalah karena pengelolaan yang belum baik. Pola pikir, pola sikap, dan pola tindak yang masih keliru terhadap sampah telah menimbulkan permasalahan sosial, lingkungan, dan kesehatan. Permasalahan lingkungan antara lain terjadinya kerusakan dalam sistem air, sehingga terjadi pencemaran air yang disebabkan aktivitas membuang sampah ke badan air. Ditinjau dari segi kualitas, kondisi perairan sungai di wilayah DKI Jakarta semakin menurun. Menurunnya kondisi tersebut salah satunya disebabkan karena pembuangan sampah ke sungai. Kegiatan pembuangan sampah ke sungai umumnya dilakukan oleh penduduk yang tinggal dan/atau beraktivitas di bantaran sungai. Oleh karena itu, prioritas untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke sungai lebih ditekankan kepada masyarakat yang tinggal dan/atau beraktivitas di dekat sungai. Upaya pengendalian pencemaran sungai yang diakibatkan oleh sampah masih terbatas dan diperparah dengan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya serta kurangnya penegakan hukum bagi pelanggar pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan holistik bagi pengendalian pencemaran sungai yang diakibatkan oleh sampah, agar dapat dipertahankan kualitas lingkungan perairan yang baik. Pemerintah hendaknya mengeluarkan kebijakan yang pada dasarnya merangsang penduduk untuk melakukan pengelolaan sampah dengan pendekatan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle).Keywords: Waste, management, environmental, pollution, issue. 
LIMBAH LUMPUR SEBAGAI BAHAN CAMPURAN BATAKO Dwi Indrawati; Devitamurti Bestari
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY Vol. 6 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.298 KB) | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v6i1.697

Abstract

Limbah bahan berbahaya dan beracun yang mengandung logam berat hasil proses pengecatan.di instalasi pengolahan air limbah Limbah Panasonic Manufacturing Indonesia diteliti untuk menentukan karakteristik limbah lumpur industri elektronik, parameter logam berat yang paling banyak diikat dalam agregat, pengaruh kadar lumpur dalam agregat terhadap tegangan tekan batako, dan mengetahui kadar limbah lumpur yang paling optimal untuk dijadikan bahan campuran dalam pembuatan batako yang aman dari segi kimia mobilitas logam berat dan fisik dari tegangan tekan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Nusantara Water Centre, serta Laboratorium Teknik Lingkungan dan Laboratorium Beton Teknik Sipil Universitas Trisakti. Metode penelitian yang dilakukan yaitu uji leaching pada lumpur dan pasir untuk menentukan kadar Fe, Cu, Pb, Cr, Cd, Ni, dan Co. Ukuran batako yang diperlukan untuk laboratorium 5 x 5 x 5 cm 3 untuk uji kuat tekan dan uji leaching (TCLP) 15 x 15 x 15 cm 3 dengan perbandingan lumpur dan semen 10 / 100 ; 20 / 100 ; 25 / 100 dan 30 / 100 . Hasil analisis lumpur memperlihatkan konsentrasi Pb (0,12 mg/L), Co (< 0,05 mg/L), Ni (6,39 mg/L), Cd (<0,01 mg/L), Fe (0,24 mg/L), Cr (<0,02 mg/L) dan (Cu 0,05 mg/L). Hasil analisis fraksi pasir untuk semua logam berat berada di bawah baku mutu PP No. 85 Tahun 1999. Hasil uji TCLP memperlihatkan, logam berat Ni dan Fe paling banyak diikat dalam agregat. Hasil uji kuat tekan menunjukkan bahwa terjadi penurunan tegangan tekan bersamaan dengan penambahan lumpur. Dilihat dari uji leaching dapat disimpulkan sampai dengan rasio berat lumpur 0,3 terhadap semen, hasilnya masih di bawah baku mutu berdasarkan PP No. 85 Tahun 1999. Dari uji leaching dan uji kuat tekan dapat disimpulkan bahwa sampel dengan rasio berat lumpur 0,2 memiliki kuat tekan batako 85 kg/cm 2 yang memenuhi persyaratan Peraturan Beton Indonesia Tahun1971 dan memenuhi baku mutu PP No. 85 Tahun 1999 tentang baku mutu TCLP zat pencemar dalam limbah. Kata kunci: lumpur, batako, solidifikasi, uji leaching, kuat tekan