Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Teknologi 3D Rope Evaporator dalam Usaha Peningkatan Produksi Garam Rakyat di Desa Olio, Nusa Tenggara Timur Kevin Cleary Wanta; Vincent; Yeremias Juma; Arry Miryanti; Herry Santoso; Judy Retti B. Witono
Journal of Appropriate Technology for Community Services Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jattec.vol4.iss2.art7

Abstract

Desa Olio, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memproduksi garam. Selama ini, produksi garam dilakukan secara konvensional di mana tambak garam secara horizontal digunakan sebagai media penguapan air laut. Akan tetapi, penggunaan tambak garam ini memiliki kelemahan, seperti produksi garam yang terbatas akibat pengaruh iklim dan membutuhkan waktu produksi yang lebih lama. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk mengenalkan dan menerapkan teknologi 3D rope evaporator sebagai media penguapan air laut yang mampu memberikan hasil positif terhadap produksi garam. Penggunaan teknologi ini mampu meningkatkan laju penguapan sehingga jumlah garam yang diproduksi semakin banyak. Teknologi ini dibangun secara prototipe di lahan milik petani garam, kemudian diuji coba dan dievaluasi perfomansinya. Hasil uji coba tersebut kemudian disosialisasikan di mana 3D rope evaporator yang dibangun mampu mempercepat proses penguapan air laut dan mampu menghasilkan produk garam yang lebih halus dan lebih putih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini jelas tidak hanya berhenti saat ini saja. Ke depannya, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan fokus kegiatan yang berbeda di antaranya pendampingan dan konsultasi terkait tahap scale up teknologi, pemurnian garam, dan diversifikasi produk garam.
Analisis kelayakan finansial dan non finansial untuk pendirian pabrik pakan ikan berbasis maggot Wanta, Kevin Cleary Wanta Cleary; Julianto, Shelvia; Fynn, Vincentius Felix; Miryanti, Arry; Kumalaputri, Angela Justina; Santoso, Herry; Tjuaja, Rudy; Witono, Judy Retti
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.80087

Abstract

Sektor perikanan di Indonesia tergolong sebagai sektor yang sangat besar, baik dalam hal produksi maupun konsumsinya. Kondisi ini menyebabkan kegiatan budidaya ikan juga akan meningkat seiring dengan kebutuhannya. Salah satu masalah yang dihadapi dalam kegiatan tersebut adalah masalah pakan ikan yang mahal. Untuk itu, pendirian pabrik pakan ikan yang murah dengan produk yang memenuhi standar nutrisi merupakan peluang besar. Studi ini mempelajari tentang evaluasi ekonomi terhadap kelayakan finansial dan non finansial dari pabrik pakan ikan berbasis maggot. Analisis kelayakan finansial yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai ROI, PBP, NPV, IRR, dan BEP sebesar 20,84%, 5,48 tahun, Rp 307.103.117, 15,36%, dan 32,11%, secara berurutan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, seluruh parameter kelayakan finansial menunjukkan bahwa pabrik pakan ikan berbasis maggot ini layak untuk didirikan. Tidak hanya itu, pendirian pabrik tersebut juga memberikan pengaruh positif secara non finansial. Aspek lingkungan, teknikal, sosial-ekonomi, dan pasar mendukung kelayakan pendirian pabrik ini. Lebih jauh, pabrik pakan ikan ini juga mendukung usaha untuk mengatasi permasalahan sampah organik. Kegiatan budidaya maggot dengan menggunakan sampah organik ini akan tumbuh karena maggot yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku utama untuk produksi pakan ikan.
Analisis kelayakan finansial dan non finansial untuk pendirian pabrik pakan ikan berbasis maggot Wanta, Kevin Cleary Wanta Cleary; Julianto, Shelvia; Fynn, Vincentius Felix; Miryanti, Arry; Kumalaputri, Angela Justina; Santoso, Herry; Tjuaja, Rudy; Witono, Judy Retti
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.80087

Abstract

Sektor perikanan di Indonesia tergolong sebagai sektor yang sangat besar, baik dalam hal produksi maupun konsumsinya. Kondisi ini menyebabkan kegiatan budidaya ikan juga akan meningkat seiring dengan kebutuhannya. Salah satu masalah yang dihadapi dalam kegiatan tersebut adalah masalah pakan ikan yang mahal. Untuk itu, pendirian pabrik pakan ikan yang murah dengan produk yang memenuhi standar nutrisi merupakan peluang besar. Studi ini mempelajari tentang evaluasi ekonomi terhadap kelayakan finansial dan non finansial dari pabrik pakan ikan berbasis maggot. Analisis kelayakan finansial yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai ROI, PBP, NPV, IRR, dan BEP sebesar 20,84%, 5,48 tahun, Rp 307.103.117, 15,36%, dan 32,11%, secara berurutan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, seluruh parameter kelayakan finansial menunjukkan bahwa pabrik pakan ikan berbasis maggot ini layak untuk didirikan. Tidak hanya itu, pendirian pabrik tersebut juga memberikan pengaruh positif secara non finansial. Aspek lingkungan, teknikal, sosial-ekonomi, dan pasar mendukung kelayakan pendirian pabrik ini. Lebih jauh, pabrik pakan ikan ini juga mendukung usaha untuk mengatasi permasalahan sampah organik. Kegiatan budidaya maggot dengan menggunakan sampah organik ini akan tumbuh karena maggot yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku utama untuk produksi pakan ikan.
Analisis kelayakan finansial dan non finansial untuk pendirian pabrik pakan ikan berbasis maggot Wanta, Kevin Cleary; Julianto, Shelvia; Fynn, Vincentius Felix; Miryanti, Y.I.P. Arry; Kumalaputri, Angela Justina; Santoso, Herry; Tjuaja, Rudy; Witono, Judy Retti B.
Jurnal Rekayasa Proses Vol 17 No 2 (2023): Volume 17, Number 2, 2023
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.80087

Abstract

Sektor perikanan di Indonesia tergolong sebagai sektor yang sangat besar, baik dalam hal produksi maupun konsumsinya. Kondisi ini menyebabkan kegiatan budidaya ikan juga akan meningkat seiring dengan kebutuhannya. Salah satu masalah yang dihadapi dalam kegiatan tersebut adalah masalah pakan ikan yang mahal. Untuk itu, pendirian pabrik pakan ikan yang murah dengan produk yang memenuhi standar nutrisi merupakan peluang besar. Studi ini mempelajari tentang evaluasi ekonomi terhadap kelayakan finansial dan non finansial dari pabrik pakan ikan berbasis maggot. Analisis kelayakan finansial yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai ROI, PBP, NPV, IRR, dan BEP sebesar 20,84%, 5,48 tahun, Rp 307.103.117, 15,36%, dan 32,11%, secara berurutan. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, seluruh parameter kelayakan finansial menunjukkan bahwa pabrik pakan ikan berbasis maggot ini layak untuk didirikan. Tidak hanya itu, pendirian pabrik tersebut juga memberikan pengaruh positif secara non finansial. Aspek lingkungan, teknikal, sosial-ekonomi, dan pasar mendukung kelayakan pendirian pabrik ini. Lebih jauh, pabrik pakan ikan ini juga mendukung usaha untuk mengatasi permasalahan sampah organik. Kegiatan budidaya maggot dengan menggunakan sampah organik ini akan tumbuh karena maggot yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku utama untuk produksi pakan ikan.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI GARAM DESA OLIO, PROVINSI NTT MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN GARAM KONSUMSI BERYODIUM Wanta, Kevin Cleary; Santoso, Herry; Miryanti, Arry; Witono, Judy Retti B.
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i1.2381

Abstract

Petani garam di Desa Olio, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan metode konvensional untuk memproduksi garam. Garam tersebut memiliki harga jual yang tidak stabil. Bahkan, dalam kondisi ekstrem, harga jual dari garam tersebut sangat rendah. Akibatnya, kesejahteraan para petani garam masih berada pada tingkat yang rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam dengan cara menaikkan nilai ekonomis dari produk tersebut. Salah satu usaha untuk mewujudkan tujuan tersebut adalah dengan memproduksi garam konsumsi beryodium. Garam ini memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan lebih stabil. Bentuk kegiatan pengabdian ini berupa kegiatan pelatihan dan pendampingan. Tim pengabdi memberikan bekal materi tentang produksi garam konsumsi beryodium. Kemudian, tim pengabdi juga menghibahkan satu unit alat produksi, yang berupa ribbon mixer. Kegiatan pengabdian ini berhasil dilakukan sesuai dengan rencana. Pelaksanaan kegiatan ini mampu memberikan dampak positif. Hal ini terlihat dari adanya perubahan motivasi, inisiatif, dan perilaku para petani garam di mana para petani sudah memulai untuk membuat usaha produksi garam konsumsi beryodium. Dengan melihat adanya perubahan yang positif, tim pengabdi melakukan pendampingan kepada para petani garam tersebut. Kegiatan pendampingan ini terus dilakukan karena ke depannya, realisasi usaha ini masih membutuhkan persiapan yang banyak dan tantangan yang akan dihadapi oleh petani garam masih besar
Budidaya maggot: solusi alternatif pengolahan limbah organik di kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur Kevin Cleary Wanta; Yansen Hartanto; Y.I.P. Arry Miryanti; Herry Santoso; Judy Retti B. Witono
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22242

Abstract

Abstrak Permasalahan limbah organik merupakan hal yang kompleks untuk diselesaikan. Kondisi serupa juga dialami di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana volume limbah organiknya sangat tinggi. Selama ini, pengolahan limbah organik yang dilakukan masih belum memberikan hasil yang optimal. Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengolahan limbah organik masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan wawasan masyarakat dalam pengolahan limbah organik melalui budidaya maggot. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan ada dua, yaitu seminar dan pelatihan. Kegiatan ini melibatkan berbagai komunitas atau instansi terkait di Kota Kupang, seperti Dinas Lingkungan Hidup, biara, sekolah, restoran, hotel, pelajar, dan lain-lain. Keberhasilan kegiatan ini diukur melalui tahapan pre- dan post-test di mana proses evaluasi memberikan hasil yang positif. Pemahaman peserta terhadap materi meningkat tajam dari 0,98 menjadi 3,15 (dari skala 4). Lebih jauh, 80% responden juga menyatakan kesediaannya untuk menerapkan ilmu yang diberikan. Meskipun target kegiatan telah tercapai, tantangan untuk membudidayakan maggot sebagai solusi alternatif pengolahan limbah organik masih banyak. Oleh karena itu, kerja sama dan partisipasi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat harus ditingkatkan ke depannya. Kata kunci: limbah organik; budidaya; maggot; kupang Abstract The problem of organic waste is a complex matter to solve. This condition is also experienced in Kupang City, East Nusa Tenggara (NTT) Province, where the volume of organic waste is very high. So far, the processing of organic waste that has been carried out has yet to provide optimal results. Community awareness and participation in processing organic waste still need to improve. This service activity aims to increase community awareness, participation, and insight into processing organic waste through maggot cultivation. There are two forms of activities carried out, namely seminars and training. This activity involves various communities or related institutions in Kupang City, such as the Environmental Service, monasteries, schools, restaurants, hotels, students, etc. The success of this activity is measured through the pre- and post-test stages, where the evaluation process shows positive results. The participants' understanding of the material increased sharply from 0.98 to 3.15 (on a scale of 4). Furthermore, 80% of respondents also expressed willingness to apply the knowledge provided. Even though the activity target has been achieved, there are still many challenges in cultivating maggots as an alternative solution for processing organic waste. Thus, cooperation and participation from government, industry, academics, and society must be increased in the future. Keywords: organic waste; cultivation; maggot; kupang