Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kesesuaian Ukuran Kapal dengan Dokumen pada Kapal Jala Cumi (CAST NET) Di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Cirebon Dedi Supriadi; Nurhayati .; Didha Andini Putri
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.363 KB)

Abstract

Markdown merupakan terteranya gross tonnage (GT) kapal pada dokumen yang tidak sesuai dengan fisik kapal sesungguhnya.Markdown menimbulkan banyak kerugian baik dari pihak pemerintah maupun pemilik kapal sehingga Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menerbitkan Peraturan Nomor UM.003/47/DJPL/15 tentang verifikasi atau pengukuran ulang untuk menanggulangi praktik markdown.Penelitian ini bertujuan untuk menghitung GT kapal berdasarkan Ldek serta membandingkan dengan dokumen awal pada kapal dan menghitung dan membandingkan GT kapal dengan rumus Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  dengan rumus Nomura dan Yamazaki.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif.Analisis pengukuran GT kapal pada penelitian ini untuk mendapatkan hasil GT dari 2 metode pengukuran dengan menggunakan rumus Nomura dan Yamazaki serta rumus Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Hasil penelitian menunjukan dari 12 kapal jala cumi (cast net) yang telah diukur ulang pada saat penelitian terbukti 100% GT kapal pada dokumen awal tidak sesuai dengan fisik sesungguhnya (markdown).Perbandingan GT kapal dengan menggunakan rumus Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  dan Nomura mendapatkan hasil yang berbeda karena konversi dan coefficient of block (Cb) yang digunakan pada kedua rumus tersebut berbeda.Pada rumus Direktorat Jenderal Perhubungan Laut  menggunakan konversi 0.25 dan coefficient of block 0.70, sedangkan pada rumus Nomura menggunakan konversi 0.353 dan coefficient of block 0.56.
PENGARUH LIMBAH AIR PANAS PADA KUALITAS HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN LAUT DI SEKITAR PLTU SUMURADEM KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT Didha Andini Putri; Lisa Sahara
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 17, No 4 (2021): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.17.4.262-270

Abstract

PLTU adalah pusat pembangkit listrik yang menggunakan tenaga uap sebagai penggerak utama turbin guna menghasilkan tenaga listrik. Sistem ini bekerja dengan menggunakan air sebagai cairan kerja oleh karena itu kebanyakan PLTU di bangun di daerah pesisir. Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumur Adem, Kabupaten Indramayu berada di pesisir dinilai memberikan dampak positif bagi ketersediaan listrik bagi pulau Jawa dan Bali. Tujuan penelitian untuk mengetahui cemaran limbah air panas, kandungan logam berat Pb, Cd, dan Hg terhadap komposisi dan kualitas hasil tangkapan nelayan jaring rampus di peraiaran laut sekitar PLTU Sumur Adem terutama nelayan desa Ujung Gebang kab. Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif Komposisi hasil tangkapan ikan selama trip adalah ikan kembung, kuro, colet, dan rajungan. Kandungan logam berat merkuri (Hg) didalam badan air pada perairan PLTU SumurAdem berkisar antara 0,00-0,003 ppm pada 2 stasiun berbeda sedangkan kandungan logam berat timbal Pb berkisar 0,00-0,12 ppm. Sedangkan kadar cadmium tidak di temukan. Salinitas memiliki rata-rata 30%o. Kecerahan masih memiliki kategori optimal mulai dari 1,45-4,35 meter. pH memiliki nilai 6-7 ppt. Suhu pada penelitian saat di lapangan berkisar 27-300C dengan rata-rata suhu permukaan laut bulanan melalui satelit citra aqua MODIS di peroleh 29-330C pada bulan April-Juni 2018. Uji organoleptik mendapatkan hasil pada ikan 1 memiliki nilai uji skor 7.0 pada ikan 2 adalah 7.0 pada ikan 3 diperoleh nilai terbesar yaitu 7,5 pada ikan 4 diperoleh nilai 7.0 dan ikan 5 diperoleh nilai 7.0  Nilai rata-rata Uji sensori secara keseluruhan mendapatkan nilai insang paling kecil dengan rata-rata 4,1-5,2. The existence of the Sumur Adem Steam Power Plant (PLTU), Indramayu Regency, which is on the coast, agreed to have a positive impact on electricity users in Java and Bali. The PLTU is the center of a power plant that uses steam power as the main driver of the turbine to produce electricity. This system works by using water as a working liquid by most PLTUs built in the coastal area. The aim of the study is to find out the source of hot water, sources of heavy metals Pb, Cd, and Hg for the application and quality of SumurAdem PLTU, especially fishermen in Ujung Gebang village. Indramayu. The research method used is a descriptive method that provides an overview of hot air emissions from fisheries biota. The composition of fish catches by rampet nets during the trip is mackerel, kuro, colet, and crab. The heavy metal content of mercury (Hg) in the water body at the SumurAdem PLTU meeting changed between 0.00-0.003 ppm at 2 different stations containing heavy lead metal (pB) from 0.00 to 0.12 ppm. While cadmium levels were not found. Salinity has an average of 30% o. Brightness still has optimal categories ranging from 1.45-4.35 meters. pH has a value of 6-7 ppt. Temperature in the current study in the field produces 27-300C with an average sea surface temperature through satellite aqua MODIS imagery obtained 29-330C in April-June 2018. Organoleptic test to obtain results in fish 1 with a test score of 7.0 in fish 2 is 7.0, in fish 3 is , 7.5 in fish 4, value 7 is obtained and fish 5 has interval value 7.0 Average value The overall sensory test gets the lowest gill value with an average of 4.1 -5.2.
Bioakumulasi Logam Berat pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Cirebon Beradasarkan Musim yang Berbeda Dewi Nurhayati; Didha Andini Putri
Akuatika Indonesia Vol 4, No 1 (2019): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.328 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v4i1.23484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bioakumulasi dari logam berat  timbal (Pb), kadmium (Cd), merkuri (Hg) pada kerang hijau (Perna viridis), sedimen, dan air pada budidaya kerang hijau di perairan Cirebon, Jawa Barat berdasarkan variasi musim yang berbeda.  Penelitian dilakukan pada musim hujan (Februari) dan musim kemarau (Juli). Kerang hijau, Sedimen, dan air  diambil dari tempat budidaya kerang hijau perairan bondet Cirebon. Sampel diambil pada usia panen yaitu usia 6 bulan pemeliharaan. Sampel air laut, sedimen, dan kerang hijau diambil   sebanyak  3 kali ulangan. Pengujian logam berat mengikuti SNI 01-2354.6-2006. diukur di laboratorium Balai Pengujian dan Pembinaan Mutu Hasil Perikanan (BPPMHP) Cirebon, Jawa Barat. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan Pb pada sedimen mengalami peningkatan pada musim panas dibandingkan dengan musim hujan yaitu dari 3,66±0,77 mg/Kg menjadi 5,99±0,16 mg/Kg (P<0,05). Kadar Pb pada kerang hijau musim hujan tidak berbeda nyata dibandingkan dengan musim panas (4,99±0,84  mg/Kg menjadi 3,77±0,75 mg/Kg) (P>0,05). Kadar Cd pada sedimen dan kerang hijau dimusim panas tidak berbeda nyata dibandingkan dengan musim hujan (1,08±0,14 mg/Kg menjadi 0,71±0,22 mg/Kg) (P>0,05). Sedangkan kadar Cd pada kerang hijau musim hujan 0,87±0,14  mg/Kg lebih tinggi dibanding musim panas yaitu 0,3±0,1 mg/Kg (P<0,05). Kadar Hg sedimen dimusim panas (0,00±0,01) tidak berbeda nyata dibanding dimusim hujan (0,05±0,06 mg/Kg) (P>0,05). Kadar Hg pada kerang hijau musim hujan 0,03±0,04  mg/Kg juga tidak menunjukkan nilai yang berbeda nyata (P>0,05) dibanding musim panas yaitu 0,02±0,02 mg/Kg.
Efektifitas Komposisi Hasil Tangkapan Bubu Lipat (Fish Trap) di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Gebang Mekar Kabupaten Cirebon Didha Andini Putri; Iik Ilpah
Barakuda'45 Vol 1 No 1 (2019): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1655.194 KB) | DOI: 10.47685/barakuda45.v1i1.15

Abstract

Kabupaten Cirebon adalah wilayah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki wilayah laut dengan potensi perikanan tangkap dengan panjang garis pantai 54 km2.Desa Gebang Mekar merupakan desa dengan penduduk hampir 90% berpenghasilan dari hasil perikanan.Salah satunya dengan melakukan usaha penangkapan Bubu Lipat (fishing basket).Alat tangkap bubu memberikan kontribusi yang besar bagi analisa usaha hasil tangkapan perikanan laut.Keberhasilan hasil usaha alat tangkap bubu lipat dilihat dari aspek finansial.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan data primer dan data sekunder.Komposisi hasil tangkapan yang didapatkan selama penelitian yaitu : Rajungan,Ikan, Udang, Balakutak. Total hasil penangkapan selama penelitian adalah sebanyak 675 ekor. Hasil tangkapan terbanyak adalah rajungan sebanyak 368 ekor. Hasil tangkapan utama selama penelitian adalah rajungan, dan hasil tangkapan sampingan yaitu : ikan, udang, balakutak. Data hasil tangkapan yang dihasilkan yaitu hasil tangkapan utama 55% dan hasil tangkapan sampingan 45%.
Analisa Usaha Perikanan Tangkap Bolga (Mini Purse Seine) Dengan Hasil Tangkapan Teri (Engraulidae) di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon Jawa Barat Didha Andini Putri; Safanah Dewi
Barakuda'45 Vol 1 No 2 (2019): Edisi November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.412 KB) | DOI: 10.47685/barakuda45.v1i2.45

Abstract

Pada tahun 2015 nelayan di Kabupaten Cirebon mulai belajar dan mengganti alat tangkap serta perahu mereka dengan alat tangkap bolga (mini purse seine) dengan hasil tangkapan utamanya adalah teri (Engraulidae). Bolga (mini purse seine) dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan alat tangkap lainnya seperti garok, kejer, rampus dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya investasi, pendapatan dan keuntungan serta bagaimana kelayakan usaha alat tangkap bolga (mini purse seine) di Desa Gebang Mekar Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Kelayakan usaha bolga (mini purse seine) ini menghasilkan beberapa perhitungan yang menyatakan usaha perikanan tangkap ini layak. Penelitian alat tangkap Mini Purse Seine memperoleh penerimaan sebesar Rp.1.376.100.000;/tahun dan memperoleh keuntungan sebesar Rp.764.710.000 /tahun. Usaha alat tangkap bolga di Desa Gebang Mekar tidak membutuhkan waktu yang lama untuk balik modal, yaitu hanya selama 9,5 bulan. Hal tersebut yang menjadi alasan beberapa nelayan beralih menggunakan alat tangkap bolga (mini purse seine).
Analisis Perbandingan Efisiensi Teknis Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bondet Dan Karangreja di Perairan Cirebon Didha Andini Putri; Andi Perdana Gumilang
Barakuda'45 Vol 4 No 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.77 KB) | DOI: 10.47685/barakuda45.v4i1.198

Abstract

Facilities at TPI is deemed very important for the fishermen and the fishery business, because the Fish Auction Place is one of factors moving and increasing business and welfare of the fishermen. The purpose of this research was to identify facilities and equipments, analyze efficiency of physical condition and comparing efficiency of TPI Bondet and Karangreja in Regency of Cirebon. This study used descriptive research method. The method analysis to measure of the fish auction efficiency used by KEP.01/MEN/2007 concern to Quality and Safety of Fish Product in Production Process, Cultivation and Distribution. The research result that TPI Bondet and Karangreja facilities that is in the form of TPI building and TPI Office, meanwhile for its equipments such as basket, auctioneer seat, handcart, weigh, loudspeaker and lamps are still less adequate. TPI Bondet and Karangreja are valued still not efficient, as there were still many variable not meet criteria in accordance with indicators. TPI Bondet is more superior with obtaining score 35, whereas TPI Karangreja obtained score 26, means it these two TPI enters category efficient enough TPI
Analysis Identification of Composition Catches Bubu Naga Operated in Cangkring Pond Waters, Indramayu Regency, West Java Abdul Hadi; Didha Andini Putri; Lukman Fitrahsaeri
Barakuda'45 Vol 4 No 2 (2022): Edisi November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v4i2.316

Abstract

The residents of Cangkring Village, Centigi District, mostly work as fishermen. One type of fishing gear used for catching is the dragon trap, with the main target catch being shrimp. This study aimed to determine the composition of the main catch and by-products of dragon traps and determine the effectiveness of the environmental friendliness of using dragon traps operated in Cangkring waters, Cantigi sub-district, Indramayu Regency. The method used in this research is a descriptive method using primary data and secondary data. The composition of the catches obtained during the study was Penaeus merguensis, Metapenaeus monoceros, Scylla spp, and others such as milkfish, eel, and mullet. The total catch during the study was 39.9 kg. The biggest catch was Penaeus merguensis, as much as 22.1 kg. The main catch during the research was Penaeus merguensis, and the by-catch was: Metapenaeus monoceros, Scylla spp, and others. The resulting catch data is 55% main catch and 45% by-catch. A comparison of HTSU with HTS shows that using dragon traps still needs to be environmentally friendly. However, from the aspect of the utilization of the catch, only a small amount is not utilized (discard catch), namely 2.5%.
Effectiveness And Composition Of Anco Net (Lift Net) In Bungko Lor Waters, Cirebon District, West Java Andini Putri, Didha; Susilawati, Evi; Jatnika, Danu
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6 No 1 (2024): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v6i1.523

Abstract

Cirebon Regency is topographically located at an altitude of 0-130 km above sea level and is located along the north coast of Java. Geographically and demographically, Cirebon Regency is very suitable for the development of capture fisheries potential, seen from the livelihoods of the population who work as fishermen. The potential of fishery resources in cirebon district revealed a situation is very possible to be developed in order to economic development in cirebon.The net anco ( elevator net ) is one of kinds of tools catch the fish environment friendly. very simpleOne of those potential fishing in bungko lor need to further review, relating to the operation of an instrument. The community fishermen bungko lor cirebon district is still hampered on increased productivity in an effort do police operations. The purpose of this study is to find the effectiveness and composition of the fish anco (elevator net) that is operated on day and night of the results of the water at around 6 catch bungko lor .A method of descriptive of the receipt of the data is survey and direct observation in the field as well as in data collection by staying tightly focused in a case .The sampling method of collected data based on fishermen time operating in waters bungko lor later in analysis using chi-square t test and test it. Catch the elevator anco ( net ) during research consisting of 4 types of shrimp jerbung ( penaeus merguiensis deman ), shrimp windu ( penaeus monodon ), fish mullet ( moolgarda seheli ), and bloso ( glossogobius giuris ).Shrimp jerbung catch is the most during the research 37,1 kg of ( 82 % ), shrimp windu 4,8 kg of ( 9 % ), fish mullet 3,9 kg of 7 % and fish bloso 0,9 kg of 2 %.
The Abundance and Community Structure of Phytoplankton in the Ir. H. Djuanda Reservoir Following the Implementation of the “Citarum Harum” Program Sentosa, Agus Arifin; Suryandari, Astri; Hadi, Abdul; Putri, Didha Andini; Gumilang, Andi Perdana; Kusumaningtyas, Dyah Ika; Sarbini, Rakhmat; Susilawati, Evi; Dwiatmojo, Santoso; Hendrawan, Andika Luky Setiyo; Astuti, Iswari Ratna
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 1 (2025): Edisi April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v7i1.585

Abstract

The Ir. H. Djuanda Reservoir in Purwakarta Regency is one of the priority areas in the implementation of the Citarum Harum programme, which focuses on restoring the environmental quality of the Citarum River. This study aims to determine the abundance and community structure of phytoplankton in Ir. H. Djuanda Reservoir after the implementation of the Citarum Harum Programme. This study used purposive sampling method at 11 stations in Ir. H. Djuanda Reservoir in August 2024. Phytoplankton abundance was measured based on APHA and community structure was analysed using ecological indicators including diversity, variability and dominance indices. Water quality assessment was determined using the STORET method as the analytical instrument. Statistical analyses were also conducted to assess differences in phytoplankton abundance between stations. The results showed that the phytoplankton community in Ir. H. Djuanda Reservoir during the study consisted of five classes and 31 genera with low diversity and evenness and no dominance. Phytoplankton abundance ranged from 389,048 - 710,536 cells/L and differed between stations (P<0.05). The relative abundance of Cyanophyceae (46.60%) was almost equal to Chlorophyceae (43.45%) indicating a change in the environment for the better. This study is expected to be one of the references for monitoring and evaluation materials for the implementation of the Citarum Harum programme as empirical evidence that there has been a change in the water quality status of Ir. H. Djuanda Reservoir from heavily polluted to moderately to lightly polluted.
Squid Catching Productivity with Cast Net at the Nusantara Kejawanan Fishing Port, West Java Sentosa, Agus Arifin; Riyanto, Jagad Slamet; Hadi, Abdul; Suryandari, Astri; Putri, Didha Andini; Wahyuningsih, Sri; Kusumaningtyas, Dyah Ika; Hendrawan, Andika Luky Setiyo; Hedianto, Dimas Angga; Susilawati, Evi; Indriatmoko, Indriatmoko; Widarmanto, Nanang; Gumilang, Andi Perdana; Sudarto, Sudarto; Astuti, Iswari Ratna; Indrianto, Rachmat
Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7 No 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47685/barakuda45.v7i2.701

Abstract

The Nusantara Fishing Port (PPN) Kejawanan is located in the Lemahwungkuk District of Cirebon City. Cast nets are a widely used fishing gear for catching squid. This study aims to describe how cast nets are operated and to analyze variations in squid catch productivity per trip and per gross tonnage (GT) of the vessel. The method used was a survey method through direct observation and interviews to obtain technical data on fishing operations and catch results. Observations were made on seven (7) cast net vessels per month (n = 7 vessels/month) during the period January–March 2024. The results of the study show that during January–March 2024, the highest productivity value occurred in January at 7,349 kg/trip and the lowest value was 6,224 kg/trip in February. Meanwhile, the highest productivity per GT of vessel catch was in January at 183.73 kg/GT of vessel, and the lowest was in February at 121.02 kg/GT. This variation in productivity between months occurred in the context of the season and was related to a combination of technical operational factors and fishing environmental conditions.