Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hubungan Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Responden Prolanis Terhadap Pengobatan Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan Wulan Agustin Ningrum; Ainun Muthoharoh; Nuniek Nizmah Fajriyah; M Syaeful Bahrie
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.707 KB)

Abstract

Diabetes melitus merupakan Penyakit yang dikarenakan gangguan metabolisme glukosa akibat kekurangan insulin baik secara absolut maupun relatif, dengan multi etiologi seperti kerusakan sel beta pankreas, penurunan sekresi insulin, dan konsumsi gula yang terlalu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan tingkat pengetahuan pengobatan pasien diabetes melitus tipe II Prolanis di Wilayah Kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan. Metode penelitian diskriptif korelasi dengan desain cross sectional selanjutnya dianalisis menggunakan chi square. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 35 responden pasien diabetes tipe II. Pengambilan data menggunakan kuesioner selama bulan Mei 2019. hasil uji chi square menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik dengan pengetahuan pengobatan pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditandai dengan nilai (P value > 0.05)
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Terhadap Tindakan Pengobatan Mandiri Penyakit Kutu Air Nailati Syarifah; Wulan Agustin Ningrum; Nina Zuhana; Ainun Muthoharoh
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.727 KB)

Abstract

Pengobatan mandiri merupakan suatu tindakan penggunaan obat-obatan tanpa resep dokter yang dilakukan oleh masyarakat atas keinginan diri sendiri. Dalam melakukan pengobatan mandiri diperlukan pengetahuan dan sikap yang baik untuk menghasilkan tindakan pengobatan mandiri yang tepat. Pekalongan merupakan waterfrontcity yang memiliki risiko tinggi mengalami banjir rob. Salah satu dampak terjadinya banjir rob yaitu terjadinya penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap tindakan pengobatan mandiri penyakit kutu air akibat dampak rob di Kelurahan Panjang Wetan tahun 2020. Metode penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini berdasarkan teknik nonprobability sampling dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 96 responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik pengujian chi square. Hasil dari penelitian ini sebagian besar responden 75% memiliki tingkat pengetahuan kurang, sebagian besar responden 78% memiliki sikap yang negatif serta sebagian besar responden 75% memiliki tindakan yang negatif terhadap pengobatan mandiri. Tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap tindakan pengobatan mandiri penyakit kutu air dengan nilai signifikasi sebesar 0,276 serta didapatkan nilai odds ratio sebesar 1,750, sedangkan ada hubungan antara sikap masyarakat terhadap tindakan pengobatan mandiri penyakit kutu air dengan nilai signifikasi sebesar 0,000).
EVALUASI KETEPATAN DOSIS OBAT PASIEN DEPRESI RAWAT JALAN DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Diyas Septyarini; Ainun Muthoharoh; Yulian Wahyu Permadi; Wulan Agustin Ningrum
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.102 KB)

Abstract

Depresi merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa yang sering dijumpai di masyarakat. Berdasarkan guidline American Psychiatric Associationpada pasien yang telah menerima pengobatan kurang lebih 8 minggu dan setelah itu tidak mengalami perbaikan gejala yang dialami pasien depresi maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengoptimalkan atau penyesuaian dosis. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengevaluasi ketepatan dosis obat yang digunakan dalam pengobatan pasien depresi rawat jalan di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan tahun 2018–2019. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode deksriptif dan pengambilan data rekam medis secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel secara systematic random sampling dengan jumlah populasi 830 dan sampel yng digunakan sebnayak 93 sampel. Hasil dari penelitian ini didapatkan persentase terkait kelengkapan identitas pasien (100%), pasien depresi paling banyak perempuan (68,8%), dengan kelonpok umur dewasa awal 21-40 tahun (71%), pekerjaan pada pasien depresi yaitu ibu rumah tangga (31,2%), depresi yang dialami yaitu depresi berat dengan gejala psikotik (92,5%), obat golongan antidepresan fluoxetin yang paling banyak digunakan dengan ketepatan dosis (37,6%), obat golongan antipsikotika risperidon yang paling banyak digunakan dengan ketepatan dosis (37,6%), obat golongan psikotropik golongan IV hexymer yang paling banyak digunakan dengan ketepatan dosis (40,9%). Beberapa pasien masih ada yang tidak tepat dosis sehingga diharapkan perlu adanya peningkatan kewaspadaan dalam memberikan dosis obat agar gejala pasien semakin membaik.
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Ketepatan Swamedikasi Maag pada Pelajar MAN 01 Kota Pekalongan Tahun 2022 Devi Melinia; Yulian Wahyu Permadi; Wulan Agustin Ningrum; Ainun Muthoharoh
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maag merupakan suatu peradangan mukosa lambung yang mempunyai sifat akut, kronik, difus, atau lokal, serta mempunyai karakteristik anoreksia, begah (perasaan penuh diperut), epigastrium terasa tidak nyaman, mual serta muntah. Swamedikasi yaitu pengobatan terhadap suatu penyakit maupun gejala yang ringan dilakukan menggunakan obat kimiawi atau obat tradisional yang didapatkan tanpa menggunakan resep dokter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan ketepatan pelajar terhadap swamedikasi maag. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 88 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan menggunakan media google form. Analisis data yang digunakan adalah alat bantu SPSS 2016. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 69% responden memiliki pengetahuan swamedikasi yang cukup. Ketepatan swamedikasi menunjukan bahwa 72% responden memiliki tingkat ketepatan swamedikasi yang tepat. Kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan pelajar MAN 01 Kota Pekalongan mengenai penyakit maag terhadap tindak swamedikasi maag dengan signifikansi 0,0000 dan nilai koefisien korelasi 0,853.
Faktor-faktor Swamedikasi Yang Memengaruhi Tingkat Pengetahuan Siswa SMK Jurusan Farmasi Se- Kabupaten Pekalongan Yang Tersuspek COVID-19 Dimasa Pandemi Diana Rosmalinda; Wulan Agustin Ningrum; Ainun Muthoharoh; Yulian Wahyu Permadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh masyarakat dalam mencegah atau mengobati penyakit ringan pada diri sendiri. Di masa pandemi COVID- 19, tingginya angka kematian dan cepatnya penyebaran virus menyebabkan masyarakat melakukan pengobatan sendiri untuk penyakit ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan swamedikasi pada masa pandemi dan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara faktor yang memengaruhi swamedikasi terhadap tingkat pengetahuan siswa SMK jurusan farmasi se-Kabupaten Pekalongan yang tersuspek Covid-19 dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan teknik purposive sampling dan dianalisis dengan uji chi-square dan uji rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi siswa yang tersuspek COVID-19 sebesar 72,8% dengan pengetahuan baik. Dari hasil analisis uji korelasi pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap faktor yang mempengaruhi swamedikasi pada masa pandemi karena nilai signifikansinya > 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah tingkat pengetahuan siswa SMK Farmasi Kabupaten Pekalongan yang tersuspek COVID-19 tergolong baik (72,8%) dan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi swamedikasi selama pandemi
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Tradisional Dan Obat Modern Terhadap Swamedikasi Demam Pada Anak Lia Amalia; Yulian Wahyu Permadi; Ainun Muthoharoh; S Slamet
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam merupakan suatu penyakit yang dialami tubuh dengan adanya infeksi yang menyebabkan suhu tubuh melebihi normal (> 37,5˚C). Penyembuhan demam dapat diobati dengan cara pengobatan mandiri (swamedikasi) yang merupakan suatu tindakan pengobatan penyakit ringan dengan menggunakan obat tradisional atau obat modern tanpa adanya resep dokter. Obat tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan demam seperti ramuan tumbuhan, sedangkan obat modern yang umumnya digunakan yaitu dengan obat golongan bebas dan obat bebas terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional dan obat modern terhadap swamedikasi demam pada anak di kelurahan Kertoharjo. Metode pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 102 responden. Pengukuran pada penelitian ini berupa kuesioner dengan hasil berupa angket. Angket tersebut dianalisis menggunakan uji deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional dan obat modern yaitu 58,8% (sangat baik), 30,4% (baik), 7,8% (cukup) dan 2,9% (kurang). Swamedikasi demam pada anak diperoleh hasil 51% (sangat baik), 40,2% (baik) dan 8,8% (kurang). Kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikansi pada tingkat pengetahuan terhadap swamedikasi demam pada anak.
Indonesian anti-inflammation herbs mechanism: mini review Nuniek Nizmah. F Mochtar; Eko Mugiyanto; Wirasti wirasti; Vanesa Maharani; Novel Umarella; Hilda Fitria Wulandari; St. Rahmatullah; Widyastuti Handayani; Dwi Bagus Pambudi; Riska Kurnia Oktaviani; Achmad Vandian Nur; Yuliah Wahyu Permadi; Ainun Muthoharoh; Thanh-Hoa Vo; Muh. Nur Khoiru Wihadi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v16i2.1453

Abstract

This mini-review aims to provide an overview of some commonly used anti-inflammatory herbs in Indonesia. Inflammation is a complex physiological response that plays a role in various diseases, and herbal remedies have been used traditionally in Indonesian culture for their potential anti-inflammatory properties. We utilize Portal Garuda as the primary database for searching herbs with anti-inflammatory activity using the keyword "anti-inflamasi”. The selected herbs discussed in this review include turmeric (Curcuma longa), ginger (Zingiber officinale), clove (Syzygium aromaticum), and cinnamon (Cinnamomum sp.). These herbs have been reported to possess anti-inflammatory effects through various mechanisms, such as inhibition of pro-inflammatory enzymes and cytokines, antioxidant activity, and modulation of immune responses. Moreover, these herbs have also demonstrated safety profiles in traditional use. However, further scientific research is needed to elucidate the specific bioactive compounds responsible for their anti-inflammatory effects and to determine the optimal dosages and formulations for therapeutic use. The exploration of Indonesian anti-inflammatory herbs could contribute to the development of natural and affordable options for managing inflammatory conditions, complementing conventional treatments, and promoting overall health and well-being.
Perpesi Tentang Penggunaan Antigout Konvensional-Fitoterapi Terhadap Efektivitas Terapi Pasien Gout Arthritis di Puskesmas Kedungwuni I Sisca Windy Prastika; Wulan Agustin Ningrum; Ainun Muthoharoh; St. Rahmatullah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v16i2.1502

Abstract

Based on data from the Pekalongan District Health Office in 2022 the highest gout arthritis occurs in the Kedungwuni area. Gout arthritis patients at Kedungwuni I Public Health Center use conventional antigout-phytotherapy to treat gout arthritis. One of the factors that influence a person in solving health problems is perception. Good perception results in good therapeutic effectiveness. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions about the use of conventional antigout-phytotherapy on the effectiveness of therapy for gout arthritis patients at the Kedungwuni I Public Health Center. This type of research was non-experimental with an observational method. This study uses a prospective design. Sampling of 36 respondents using total sampling with purposive sampling technique. Data was collected using a validated questionnaire, consisting of statements of perceptions about the use of conventional antigout-phytotherapy. The data obtained was carried out by univariate analysis and bivariate analysis. The results of the univariate analysis showed that the majority of respondents were female (80.6%); aged 45-59 years (55.6%); work as a housewife (44.4%); graduated from elementary school (58.3%); suffer from gout arthritis for a long time (52.8%); type of conventional drug used Allopurinol (100%); The most widely used phytotherapy was soursop leaf decoction (33.3%). Most of the respondents have a good perception (52.8%); and the effectiveness of therapy is good as seen from controlled uric acid levels (66.7%). The results of bivariate analysis using the Chi Square test obtained a significance value of 0.002 (p <0.05), which means that there is a relationship between perceptions about the use of conventional antigout-phytotherapy to the effectiveness of therapy
Persepsi dan Perilaku Swamedikasi Penyakit Jamur Kulit di Kelurahan Panjang Wetan Kota Pekalongan Tahun 2020 Viya Amalia; Ainun Muthoharoh; Fitriyani Fitriyani; Wulan Agustin Ningrum
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i1.156

Abstract

Kelurahan Panjang Wetan Kota Pekalongan merupakan salah satu daerah di wilayah pesisir yang rawan terhadap kejadian bencana banjir rob. Salah satu dampak signifikan banjir rob adalah masalah kesehatan, yaitu timbulnya penyakit jamur kulit. Salah satu respon seseorang apabila merasakan sakit yaitu dengan melakukan tindakan mengobati sendiri (swamedikasi) yang salah satunya dipengaruhi oleh persepsi seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi tentang penyakit jamur kulit terhadap perilaku swamedikasi di Kelurahan Panjang Wetan Kota Pekalongan tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental dengan metode deskriptif korelatif. Desain penelitian menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 96 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data diambil dengan menggunakan lembar kuesioner yang telah tervalidasi, terdiri dari penyataan persepsi tentang penyakit jamur kulit dan perilaku swamedikasi. Data yang diperoleh kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh informasi untuk melakukan swamedikasi berasal dari pengalaman pribadi atau keluarga (71,9%); penyakit jamur kulit yang pernah dialami akibat rob ialah kutu air (tinea pedis) (97,9%); obat yang paling banyak digunakan ialah salep 88® (33,3%), salep 24® (31,3%), soffel® (13,5%). Sebagian besar responden memiliki persepsi tentang penyakit jamur kulit buruk (68,8%) dan perilaku swamedikasi buruk (51%). Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi square didapat nilai signifikansi sebesar 0,563 (p>0,05), yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara persepsi tentang penyakit jamur kulit terhadap perilaku swamedikasi.
Evaluasi Kuantitas Penggunaan Antibiotik Pasien Demam Tifoid di Instalasi Rawat Inap RSUD Kraton Pekalongan Tahun 2019 Ulfatun Alkhodiyah; Ainun Muthoharoh; Yulian Wahyu Permadi; St Rahmatullah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i1.157

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella thypi. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat merugikan pasien serta menyebabkan resistensi obat terhadap bakteri Salmonella thypi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menjadi prediksi awal kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Instalasi Rawat Inap RSUD Kraton Pekalongan tahun 2019. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Pengambilan data secara acak sistematik dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan. Evaluasi dilakukan menggunakan metode ATC/DDD sesuai dengan ketentuan WHO 2020. Sebanyak 96 data rekam medik yang masuk kriteria inklusi. Jenis kelamin perempuan sebanyak 53 pasien dengan kategori umur dewasa madya (41-60 tahun). Penyakit penyerta yang banyak dialami pasien adalah DHF, Bronchopneumonia dan Hipertensi. Sebanyak 70 pasien menjalani rawat inap selama 4-7 hari. Hasil evaluasi penggunaan antibiotik yang paling banyak digunakan untuk pengobatan demam tifoid di RSUD Kraton Pekalongan tahun 2019 adalah ceftriaxon dengan jumlah DDD/100 patient-days sebesar 45,23. Perlunya evaluasi lebih lanjut secara prospektif.