Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DERAJAT FLAT FOOT MEMENGARUHI KESEIMBANGAN STATIS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN Ni Made Mas Manik; I Wayan Sugiritama; Made Widnyana; Ni Luh Nopi Andayani
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 1 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i01.p20

Abstract

Pendahuluan: Masa pertumbuhan dan perkembangan anak menyebabkan terjadinya penebalan jaringan lunak pada telapak kaki bagian medial. Penebalan ini mengakibatkan telapak kaki tidak memiliki lengkungan sehingga terlihat rata dan menempel pada permukaan tanah yang disebut dengan flat foot. Flat foot merupakan gangguan musculoskeletal yang dapat memengaruhi keseimbangan statis. Flat foot menjadi perhatian khusus karena banyak ditemui pada anak. Deformasi terus menerus pada arkus medial longitudinal dapat menyebabkan ankle overpronation dan perubahan struktural yang memberi efek negatif pada keseimbangan dengan mengubah area kontak telapak kaki pada permukaan tanah, strategi otot dan sendi dalam sebuah gerakan. Tujuan penelitian yaitu membuktikan adanya korelasi antara flat foot dengan keseimbangan statis pada anak usia 10-12 tahun di Kecamatan Sukawati. Metode: Jenis desain penelitian yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik consecutive sampling. Jumlah sampel penelitian yaitu 46 anak sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2022 di Sekolah Dasar daerah Kecamatan Sukawati. Variabel yang diukur dalam penelitian ini yaitu flat foot dengan alat ukur wet footprint test dan keseimbangan statis dengan alat ukur stork standing test. Hasil: Berdasarkan uji korelasi spearman’s rho diperoleh nilai p=0,002 dimana p<0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,454. Simpulan: Terdapat korelasi antara derajat flat foot dengan keseimbangan statis pada anak usia 10-12 tahun di Kecamatan Sukawati dengan kekuatan korelasi cukup dan searah. Korelasi yang searah berarti semakin buruk derajat flat foot maka semakin buruk pula keseimbangan statis sampel dan sebaliknya. Kata Kunci: flat foot, keseimbangan statis, anak usia 10-12 tahun
INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KEJADIAN LBP NON SPESIFIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA YANG MEMILIKI AKTIVITAS FISIK RENDAH Nilam Sari; Made Widnyana; Made Krisna Dinata; Putu Adiartha Griadhi
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p06

Abstract

Pendahuluan: Staf kantor merupakan pegawai yang bertugas mengurus pekerjaannya dibalik meja seperti staf administrasi. Pegawai kebanyakan bekerja dengan menggunakan komputer untuk menunjang pekerjaan mereka. Postur kerja yang statis seperti duduk dalam jangka waktu lama serta durasi menatap ke layar komputer berpotensi terjadinya kelelahan serta nyeri dan ketegangan pada otot area leher hingga menjalar ke otot kepala bagian belakang sehingga terjadinya nyeri kepala atau tension headache. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui hubungan antara lama duduk dan sikap kerja dengan kejadinya tension headache pada staf pengguna komputer di Kota Singaraja. Metode: Penelitian ini menggunakan cross-sectional study yang dilakukan di wilayah Kantor Sekretariat Daerah di Kota Singaraja. Penelitian ini menggunakan teknik sampling simple random sampling dan jumlah subjek sebanyak 50 orang yang terdiri dari staf kantor pengguna komputer yang berusia 30-64 tahun. Hasil: : Hasil uji analisis menggunakan chi-square didapatkan nilai p=0,645 yang berarti tidak terdapat hubungan antara lama duduk dengan kejadian tension headache dan p=0,452 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara sikap kerja dengan kejadian tension headache. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama duduk dan sikap kerja dengan kejadian tension headache pada staf kantor pengguna komputer di Kota Singaraja. Kata Kunci: lama duduk, sikap kerja, tension headache, staf kantor
Lingkar Pinggang Berpengaruh Terhadap Siklus Menstruasi pada Siswi Sekolah Menengah Atas Usia 15-16 Tahun Desak Ayu Suhita Apsari Pradnyandewi; Ni Luh Nopi Andayani; Agung Wiwiek Indrayani; Made Widnyana
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 2 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/mifi.2024.v12.i02.p06

Abstract

Pendahuluan: Lingkar pinggang merupakan salah satu alat yang digunakan dalam mengukur distribusi lemak dalam tubuh. Umumnya bagi wanita, indikator ini digunakan sebagai prediktor gangguan siklus menstruasi. Remaja Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi usia yang paling tepat dalam deteksi dini gangguan siklus menstruasi. Wanita usia 15 tahun memiliki fungsi reproduksi yang sangat baik, namun apabila setiap remaja memiliki lingkar pinggang yang berbeda maka fungsi reproduksi belum tentu bekerja dengan optimal. Deteksi dini tentunya sangat diperlukan, mengingat gangguan siklus menstruasi yang berlangsung lama dapat berdampak pada penurunan kesuburan seseorang yang menyebabkan sulit untuk mengalami kehamilan nantinya. Berdasarkan pemaparan tersebut, adanya penelitian bertujuan untuk membuktikan pengaruh lingkar pinggang terhadap siklus menstruasi siswi SMA usia 15-16 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional study. Teknik sampling pada sampel penelitian dilakukan menggunakan simple random sampling, pada bulan Agustus-Oktober 2022. Sampel penelitian terpilih sebanyak 71 orang siswi usia 15-16 tahun SMA, dan telah melewati seleksi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran lingkar pinggang dilakukan menggunakan alat ukur metlin, sedangkan data siklus menstruasi diambil menggunakan wawancara. Proses analisis data penelitian menggunakan analisis univariat, dan uji chi-square. Hasil: Analisis uji chi-square menunjukkan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05), yang menandakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar pinggang dengan siklus menstruasi pada siswi usia 15-16 tahun. Simpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara lingkar pinggang dengan siklus menstruasi. Lingkar pinggang dengan ukuran ?80cm berisiko lebih tinggi terhadap munculnya gangguan siklus menstruasi. Kata Kunci: lingkar pinggang, siklus menstruasi, remaja.
The Relationship between Work Attitudes and Complaints of Musculoskeletal Pain in Laundry Workers Chandrayana, Made Handy; Widnyana, Made; Antari, Ni Komang Ayu Juni; Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 5 No. 2 (2024): Personalized Physiotherapy
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v5i2.4858

Abstract

Introduction: Musculoskeletal pain complaints are complaints in the form of mild to severe pain due to joints, ligaments, tendons, and skeletal muscles disorders. One of the factors causing complaints of musculoskeletal pain is ergonomics or work posture. Jobs that has a high risk of experiencing musculoskeletal pain complaints is the laundry business because the work activities are carried out with poor work postures such as twisting, bending and repeating for a long time. This research aims to understand the correlation between work postures and musculoskeletal pain complaints, especially in laundry workers. Methods: This research applies a cross sectional approach in analytical observational method. Sampling used purposive sampling technique with a sample of 47 people. Work posture was measured using the Ovako Work Posture Analysis System (OWAS), while musculoskeletal pain complaints were measured using the Nordic Body Map (NBM) questionnaire. Results: Based on the results of the non-parametric spearman rank analysis test, the value obtained was ρ=0.002 (ρ<0.05) and the correlation coefficient r=0.441. Conclusion: Based on the research results, it can be concluded that there is a significant relationship, sufficient strength, and the same direction between work postures and musculoskeletal pain complaints among laundry workers in Denpasar, Bali