Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Faktor–Faktor Yang Memengaruhi Minat Baca Buku Fiksi Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP N 17 Semarang Eka Santi Aprilia; Nanik Setyawati; Suyoto Suyoto
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i3.779

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca buku fiksi. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi yaitu penggabungan antara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukaan dengan cara observasi, wawancara, dan angket. Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif melalui proses reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penyimpulan/penarikan kesimpulan (verivication). Penyajian analisis data dilakukan dengan secara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat baca buku fiksi pada peserta didik kelas VIII SMP N 17 Semarang tahun pelajaran 2023/2024 adalah faktor internal dan eksternal. Faktor Internal berupa kebiasaan dan jenis kelamin, sedangkan faktor eksternal berupa ketersediaan buku, lingkungan keluarga, dan lingkungan sekitar.
Penggunaan Bahasa Gaul pada Aplikasi Tiktok Mahasiswa Prodi PBSI FPBS UPGRIS Tahun 2023 Diah Laeli Umihani; Nanik Setyawati; Zainal Arifin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i3.864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa gaul pada aplikasi TikTok mahasiswa Prodi PBSI FPBS UPGRIS tahun 2023 dan faktor yang mempengaruhi penggunaan bahasa gaul pada aplikasi TikTok mahasiswa UPGRIS Prodi PBSI FPBS tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan pendekatan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk gaul kata yang tidak beraturan dan tidak bisa dirumuskan terdiri dari 58 kata, bentuk bahasa gaul cenderung menyingkat kata terdiri dari 67 kata dan bentuk bahasa gaul menggunakan partikel terdiri dari 46 kata.
Penerapan Model Project Based Learning Berbantu Media Gambar dalam Pembelajaran Menulis Puisi pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Kendal Tahun Pelajaran 2023/2024 Lina Nur Chandra; Nanik Setyawati; Arisul Ulumuddin
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i3.894

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan penerapan model Project Based Learning berbantu media gambar dalam pembelajaran menulis puisi pada peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Kendal tahun pelajaran 2023/2024. Pemerolehan data penelitian ini bersumber dari data tes dan nontes. Data tes meliputi pretest dan posttest, sedangkan data nontes meliputi angket, observasi, wawancara. Pengambilan sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran atau pendekatan kualitatif deskriptif yang didukung dengan data kuantitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara formal dan informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran Project Based Learning berbantu media gambar dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis puisi karena mengalami peningkatan hasil rerata penilaian peserta didik yaitu dari nilai pretest sebesar 66,40 ke posttest sebesar 88,43 dengan peningkatan sebesar 22. Adapun hasil data nontes seperti angket, wawancara, dan observasi menunjukan bahwa peserta didik merasa senang mengikuti pembelajaran, sehingga kelas menjadi lebih kondusif. Meningkatkan minat belajar dan pemahaman materi pada peserta didik meningkat, sehingga keterampilan menulis puisi meningkat. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan sumber acuan untuk peneliti lain dan dapat menjadi sebuah inovasi baru dalam menggunakan model pembelajaran bagi pendidik.
Repetisi sebagai Sarana Pembangun Kepaduan dalam Teks Motivasi di Instagram Nanik Setyawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i4.957

Abstract

Kehadiran teks motivasi dapat memberi manfaat kepada khalayak luas. Teks motivasi yang padu dapat dibangun melalui sarana repetisi. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud repetisi sebagai sarana pembangun kepaduan dalam teks motivasi di Instagram. Penelitian kualitatif ini melakukan pengumpulan data dengan menyimak pemakaian repetisi di Instagram, menyadap, dan dilanjutkan dengan mencatat. Metode agih dan metode padan digunakan untuk menganalisis data. Data yang telah dianalisis disajikan oleh peneliti dengan metode informal. Peneliti berhasil menemukan beberapa jenis repetisi dalam teks motivasi di Instagram, yaitu repetisi tautotes dan repetisi anafora masing-masing berjumlah 6 data, repetisi epizeuksis dan repetisi epistrofa masing-masing dengan 4 data, repetisi mesodiplosis terdapat 2 data; dan repetisi simploke hanya 1 data; sedangkan repetisi epanalepsis dan repetisi anadiplosis tidak ditemukan. Implikasi dari penelitian ini ditujukan kepada para pegiat bahasa agar dapat memanfaatkan repetisi yang tepat guna menjaga kekohesifan dan keestetisan karyanya. Kata Kunci: repetisi, sarana pembangun kepaduan, teks motivasi, instagram
Fungsi Sindiran Mengkritik dalam Bahasa Roasting Kiky Saputri di Kanal YouTube Lapor Pak Selma Ainur Rohimah; Nanik Setyawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1456

Abstract

Abstract
Kohesi Leksikal pada Majalah Sunday! Edisi 2022 Tri Vani Winda Devi; Nanik Setyawati
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Kohesi Leksikal pada Majalah Sunday! edisi 2022 sehingga dapat mengetahui wujud-wujud penggunaan kohesi leksikal dan penjelasan terkait wujud-wujud kohesi leksikal pada majalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang disesuaikan dengan aspek yang dibahas. Data yang diperoleh pada penelitian ini berasal dari kalimat yang terdapat pada artikel-artikel majalah Sunday! edisi 2022 dan terdapat bukti adanya penggunaan kohesi leksikal. Penentuan sampel data menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode teknik simak dan catat. Kemudian, untuk analisis data menggunakan metode agih dan metode padan. Kedua metode tersebut juga dibagi mennjadi teknik dasar dan teknik lanjutan. Metode padan menggunakan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjuutan menggunakan teknik HBS. Metode agih menggunakan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL) dan teknik lanjutannya berupa ganti, lesap, sisip. Pada penyajian data peneliti mengggunakan metode penyajian dengan informal dan deskriptif. Hasil penelitian dari majalah Sunday! edisi 2022 ditemukan adanya wujud-wujud kohesi leksikal yang diantaranya berupa penggunaan repetisi dengan 6 jenis repetisi yaitu epizeuksis, tautotes, anafora, mesodiplosis, anadiplosis, epistrofa. Kedua adanya penggunaan sinonim dengan 4 jenis sinonim berupa sinonim bebas dengan terikat, kata dengan kata, kata dengan frasa, dan frasa dengan frasa. Selanjutnya ada antonim yang terdapat bukti penggunaan antonim dari 3 jenis antonim yaitu oposisi mutlak, oposisi kuub, oposisi hubungan. Terakhir juga ditemukan adanya penggunaan wujud kohesi leksikal berupa hiponim, kolokasi dan ekuivalensi pada majalah Sunday! edisi 2022.
Ideologi dan Representasi Sosial dalam Wacana Barak Militer Dedi Mulyadi: Pendekatan Norman Fairclough Drestha Surya Yogiswara; Nanik Setyawati; Icuk Prayogi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2742

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur linguistik dan retoris dalam teks berita yang membingkai wacana barak militer, mengidentifikasi dan menginterpretasikan ideologi yang terkandung, serta mendeskripsikan representasi sosial terhadap tokoh, kelompok sasaran, dan nilai-nilai sosial dibentuk dalam teks dan praktik wacana. Data penelitian berupa teks berita media daring BBC News Indonesia, Okezone News, Tempo.co, Kompas.com, dan Jawa Pos. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dengan teknik simak dan catat. Analisis menggunakan model tiga dimensi wacana Norman Fairclough. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur linguistik dan retoris dalam teks berita yang membingkai wacana barak militer berupa labelisasi dan eufemisme sebagai mekanisme kuasa simbolik, struktur kontras dan negasi sebagai strategi legitimasi, pilihan leksikal formal dan teknis sebagai bentuk rasionalisasi kebijakan, serta metafora dan hiperbola sebagai pembentuk persepsi moral dan krisis; ideologi yang tecermin berupa ideologi kritis humanistik, tekno-birokratis dan reformis, hak anak dan etika sosial, paternalistik-moral dan kolaboratif, serta disiplin-ekonomistik; dan representasi sosial terhadap tokoh dan sasaran dalam wacana meliputi representasi anak dan KDM. Anak direpresentasikan sebagai korban sistem sosial dan pendidikan yang gagal memberikan perlindungan dan sebagai subjek moral yang perlu dibina, bukan korban. KDM direpresentasikan sebagai figur ayah bangsa dan pembimbing moral dan sebagai figur paradoksal antara moralitas dan kontrol sosial. Kemudian, nilai yang diusung adalah yang berakar pada empati, kebebasan, hak anak, serta demokrasi pendidikan; profesionalisme, rasionalitas, dan akuntabilitas publik; tanggung jawab moral, kemanusiaan, dan kolaborasi sosial; serta disiplin, ketertiban, dan nasionalisme produktif.
Pelatihan Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Komunikasi di Lingkup Sekolah Nanik Setyawati; Eva Ardiana Indrariani; Siti Lestari; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i2.1686

Abstract

Berdasarkan observasi awal dan wawancara oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang dengan kepala sekolah dan beberapa guru ditemukan adanya ketidaksantunan berbahasa oleh siswa dalam interaksi baik di dalam maupun di luar kelas. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan solusi konkret dan berkelanjutan dalam meningkatkan kesantunan berbahasa di SMPN 34 Semarang, khususnya kepada para siswa. Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pelatihan luar jaringan (luring) kepada para siswa. Pelatihan kesantunan berbahasa diberikan kepada siswa di kelas yang diidentifikasi memerlukan peningkatan kesantunan berkomunikasi. Penyampaian materi dengan ceramah oleh tim pengabdian, kemudian dilanjutkan berdiskusi (tanya jawab) dengan para siswa. Kegiatan pengabdian yang diikuti 66 siswa menghasilkan sesuatu yang positif. Hal tersebut dapat diketahui bahwa setelah pelatihan, para siswa lebih tepat dalam pemilihan kata (diksi), nada, dan sikap yang baik saat berinteraksi dengan sesama siswa maupun dengan para guru (yang lebih tua). Perihal kesantuanan berbahasa siswa tidak sebatas menjadi tanggung jawab pihak sekolah, namun diperlukan keterlibatan orang tua dan masyarakat.