Syaiful Amin
Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Historiopreneurship dan Peningkatan Income Generate di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang Tsabit Azinar Ahmad; Nurdian Susilowati; Edi Subkhan; Syaiful Amin
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 2 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i2.2782

Abstract

Untuk mengomunikasikan materi pembelajaran, perlu media pembelajaran yang sesuai. Hal ini bertujuan agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Namun demikian, media yang digunakan oleh guru masih sangat sederhana dan kurang bervariasi. Untuk itu, perlu dikembangkan unit produksi yang menghasilkan media-media pembelajaran yang menarik serta memberi pelatihan bagi guru tentang pemanfaatan media. Melalui kegiatan Program pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK), bermaksud menjadikan pusat industri dan pelatihan media pembelajaran, menghasilkan produk-produk yang berpotensi untuk produk industri kampus, dan menjadi pusat pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru sejarah dalam membuat media pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan mulai Januari – November 2018. Melalui kegiatan ini Secara keseluruhan pada tahun pertama telah berhasil menjual produk dengan total Rp 42.625.000. Besaran ini sebagian besar diperoleh dari penjualan buku sebanyak 79%. Kemudian, penjualan Poster hanya 13 % dan 8% diperoleh dari pelaksanaan pelatihan. Pada bidang kelembagaan dan fasilitas usaha, peralatan telah lengkap dan berjalan dengan baik. Akan tetapi sumber daya yang terbatas memerlukan perhatian lebih agar produksi terjalan. Pada bidang pemasaran produk telah dilakukan berbagai strategi dan pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial. Peluang usaha dalam penjualan buku sangat baik, terutama jika dapat menggandeng mitra lokal yang sesuai dengan tema buku.
Penguatan kemampuan guru Sejarah di abad 21 melalui pelatihan penulisan sejarah publik untuk guru MGMP Sejarah di Kabupaten Boyolali Nanda Julian Utama; Syaiful Amin; Nugroho Bayu Wijanarko; Junaidi Fery Lusianto; Muhammad Hastya Refanza; Nur Dhuha Indah Paramesty; Nathanael Agung Kristanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ability of 21st century teachers is a necessity that must be mastered by educators in order to be able to compete. Mastery of technology and various applications and the ability of teachers to conduct research must also develop so that there is no big gap between teachers and students in technology matters. In the field of history, the development of public history is an opportunity for teachers to develop a history learning base that refers to technology. In public history, a historian in this regard is a teacher who is free to explore a historical theme and present it as interestingly as possible. This training regarding the introduction and application of public history will be carried out in the environment of teachers in the History of Boyolali District Teachers' Meetings (MGMP). The purpose of this training is so that teachers understand what public history is, how it relates to learning in schools, and how to be actively involved in the development of history both based on education and for the community. Kemampuan Guru Abad 21 merupakan sebuah keniscayaan yang harus dikuasai oleh para pendidik agar mampu bersaing. Penguasaan teknologi dan berbagai aplikasi dan kemampuan guru dalam melakukan riset harus berkembang pula agar tidak terjadi gap yang jauh antara guru dan siswa dalam urusan teknologi. Dalam bidang sejarah, pengembangan sejarah publik menjadi sebuah peluang bagi guru untuk mengembangkan basis pembelajaran sejarah yang mengacu pada teknologi. Dalam sejarah publik juga seorang sejarawan dalam kaitan ini adalah guru bebas mengeksplor sebuah tema sejarah dan menyajikannya semenarik mungkin. Pelatihan ini mengenai pengenalan dan pengaplikasian sejarah publik ini akan dilakukan dilingkungan para guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kabupaten Boyolali. Tujuan diadakan pelatihan ini agar para guru memahami apa itu sejarah publik, bagaimana hubungannya dengan pembelajaran di sekolah, dan bagaimana terlibat aktif dalam pengembangan sejarah baik yang berbasis Pendidikan maupun untuk masyarakat.
Pemanfaatan Rumah PoHan Kota Lama Semarang sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas XII SMA N 14 Semarang Yasa Tria Ilma; Syaiful Amin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses persiapan, pelaksanaan, serta dampak pemanfaatan Rumah PoHan Kota Lama Semarang sebagai sumber belajar dalam meningkatkan minat belajar sejarah peserta didik kelas XII SMA Negeri 14 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan dilakukan melalui sinkronisasi kurikulum dengan koleksi arsip pameran "Ketika Api Menyala di Semarang". Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode outdoor learning berbasis inkuiri, di mana siswa berinteraksi langsung dengan artefak dan dokumen otentik. Pemanfaatan Rumah PoHan secara signifikan meningkatkan minat belajar siswa melalui stimulasi visual, keterlibatan emosional terhadap sejarah lokal, dan peningkatan retensi informasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penggunaan sumber sejarah lokal berbasis bukti primer mampu mereduksi kejenuhan belajar dan menciptakan pengalaman sejarah yang lebih hidup serta bermakna bagi peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan studi eksperimen guna menguji efektivitas situs sejarah local terhadap kemampuan berpikir kronologis, serta pengembangan media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) untuk memperluas aksebilitas sumber belajar Rumah PoHan secara digital.
Pengalaman Belajar Siswa dalam Penggunaan Media Puzzle Tokoh Pahlawan pada Pembelajaran Sejarah: Studi Fenomenologi di SMA Negeri 14 Semarang Adina Tricia Yulianti; Syaiful Amin
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e8vt8n42

Abstract

Pendidikan sejarah di sekolah menengah Indonesia menghadapi tantangan yang signifikaan dalam menciptakan keterlibatan belajar yang bermakna bagi siswa. Penelitian fenomenologis ini mengeksplorasi bagaimana tujuh siswa kelas XI di SMA Negeri 14 Semarang mengalami pembelajaran mengenai perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme melalui media puzzle tokoh pahlawan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan lima bulan setelah pembelajaran (Agustus 2025 hingga Januari 2026), observasi kelas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode fenomenologi Moustakas. Temuan penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami pembelajaran berbasis puzzle sebagai proses yang aktif, kolaboratif, dan sangat bermakna. Pendekatan visual-kinestetik membantu siswa memahami tokoh dan peristiwa sejarah secara lebih mendalam sekaligus mendorong interaksi sosial dan keterampilan pemecahan masalah. Jeda waktu lima bulan memungkinkan identifikasi pengalaman belajar yang benar-benar bermakna dan bertahan dalam memori jangka panjang, yang memunjukkan retensi pengetahuan lebih kuat dibandingkan metode ceramah tradisional. Secara metodologis, penelitian ini memberikan kontribusi melalui pembenaran pengumpulan data yang ditunda sebagai strategi yang disengaja untuk mengukur pembelajaran bermakna, serta menawarkan wawasan berharga bagi pendidik sejarah yang mencari pendekatan inovatif guna meningkatkan keterlibatan siswa dan retensi jangka panjang.
Implementation of Contextual Teaching and Learning Model on History Lesson to Improve Student’s Historical Thinking Skill Margaretha Setiona Marisi Sitorus; Syaiful Amin; Abu Hasan Ali
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED)
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.656

Abstract

The purpose of studying history for students is not limited to only understanding the what, who, and how aspect in history events. Through history, students need to understand the meaning of it and what does it has to do with their life in the present time. Contextual Teaching and Learning (CTL) model provide a real-life example as a context to their history study, thus, this model can improve their historical thinking skills since they can find the meaning of studying history and what it has to do in their life by themself. This study aims to understand how SMA Negeri 11 Semarang use Contextual Teaching and Learning (CTL) in history lesson to improve student’s historical thinking skills through study case method at Abu Hasan Ali, S.Pd.Gr’s history class. With Contextual Teaching and Learning (CTL) model, students can take part actively in their own study so they can understand the meaning of history and it correlation to their life. And through it, they also improve the skills that included in historical thinking skill such as think diachronically, synchronically, causally, interpretively, multi-perspectively, reflectively, critically, creatively, and contextually.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI DI SMA NEGERI 5 SEMARANG Fini Fajriana; Syaiful Amin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10956

Abstract

Indonesia is a multicultural country with ethnic, linguistic, religious, and cultural diversity, requiring multicultural education to instill the values ​​of tolerance and respect for differences, especially through history learning at the secondary school level. This study aims to describe teacher preparation in planning multicultural education, analyze its application in history learning, and explain the role of history learning in instilling multicultural values, especially in grade XI of SMA Negeri 5 Semarang. This study uses a qualitative approach with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed through a systematic process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that teachers have prepared and integrated multicultural values ​​into learning tools, although in-depth understanding of the concept is still limited, the application in History learning is carried out through lectures, discussions, and providing examples of historical events that reflect diversity, but the implementation is not yet fully optimal due to time constraints and variations in learning methods, history learning has an important role in instilling the values ​​of tolerance, mutual respect, and awareness of diversity to students, which is reflected in student attitudes in interactions in the classroom and school environment. ABSTRAK Indonesia merupakan negara multikultural yang keberagaman etnis, bahasa, agama, dan budaya sehingga memerlukan pendidikan multikultural untuk menanamkan nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan, khususnya melalui pembelajaran sejarah di tingkat sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan guru dalam merencanakan pendidikan multikultural, menganalisis penerapannya dalam pembelajaran sejarah, serta menjelaskan peran pembelajaran sejarah dalam menanamkan nilai-nilai multikultural khususnya di kelas XI SMA Negeri 5 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan persiapan dan mengintegrasikan nilai multikultural dalam perangkat pembelajaran meskipun pemahaman konsep secara mendalam masih terbatas, penerapan dalam pembelajaran Sejarah dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan pemberian contoh peristiwa sejarah yang mencerminkan keberagaman namun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan waktu dan variasi metode pembelajaran, pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan kesadaran akan keberagaman kepada peserta didik, yang tercermin dari sikap siswa dalam interaksi di kelas maupun lingkungan sekolah.