Syaiful Amin
Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Historiopreneurship dan Peningkatan Income Generate di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang Tsabit Azinar Ahmad; Nurdian Susilowati; Edi Subkhan; Syaiful Amin
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 2 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i2.2782

Abstract

Untuk mengomunikasikan materi pembelajaran, perlu media pembelajaran yang sesuai. Hal ini bertujuan agar pembelajaran dapat berjalan secara efektif. Namun demikian, media yang digunakan oleh guru masih sangat sederhana dan kurang bervariasi. Untuk itu, perlu dikembangkan unit produksi yang menghasilkan media-media pembelajaran yang menarik serta memberi pelatihan bagi guru tentang pemanfaatan media. Melalui kegiatan Program pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK), bermaksud menjadikan pusat industri dan pelatihan media pembelajaran, menghasilkan produk-produk yang berpotensi untuk produk industri kampus, dan menjadi pusat pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru sejarah dalam membuat media pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan mulai Januari – November 2018. Melalui kegiatan ini Secara keseluruhan pada tahun pertama telah berhasil menjual produk dengan total Rp 42.625.000. Besaran ini sebagian besar diperoleh dari penjualan buku sebanyak 79%. Kemudian, penjualan Poster hanya 13 % dan 8% diperoleh dari pelaksanaan pelatihan. Pada bidang kelembagaan dan fasilitas usaha, peralatan telah lengkap dan berjalan dengan baik. Akan tetapi sumber daya yang terbatas memerlukan perhatian lebih agar produksi terjalan. Pada bidang pemasaran produk telah dilakukan berbagai strategi dan pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial. Peluang usaha dalam penjualan buku sangat baik, terutama jika dapat menggandeng mitra lokal yang sesuai dengan tema buku.
Radikalisme dan Tantangan Perguruan Tinggi Syaiful Amin; Ganda Febri Kurniawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.339 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i3.59323

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana perguruan tinggi berperan dalam membina calon pemimpin masa depan yang pro terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Penelitian ini mengoperasikan metode deskriptif dan melibatkan 73 responden dari 8 fakultas yang ada di Universitas Negeri Semarang. Data dikumpulkan dengan teknik survey dan wawancara. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masih ada mahasiswa yang meragukan wacana radikalisme di kampus. Radikalisme masih dinilai sebagai propaganda negara yang bermakna bias. Dibutuhkan dialog interfaith bertema isu-isu keberagaman dan pencarian titik temunya. Hal itu bisa diupayakan melalui kegiatan bela negara bagi mahasiswa. Bela negara yang digagas yaitu kegiatan yang membiasakan mahasiswa terhadap perbedaan; etnis dan agama. Usulan ide ini mendapatkan apresiasi positif dari mahasiswa. Melalui kegiatan itu karakter mahasiswa yang pro terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan diperkuat dan mendapatkan hasil yang cukup positif. Dapat disimpulkan bahwa kampus dapat menjadi arena untuk membangun pola pikir dan keberpihakan mahasiswa pada kemanusiaan dan kebangsaan, serta meyakinkan mereka bahwa ancaman terhadap keberagaman itu nyata, seperti halnya radikalisme yang saat ini sedang berkembang dan mengganggu stabilitas negara.
Penguatan kemampuan guru Sejarah di abad 21 melalui pelatihan penulisan sejarah publik untuk guru MGMP Sejarah di Kabupaten Boyolali Nanda Julian Utama; Syaiful Amin; Nugroho Bayu Wijanarko; Junaidi Fery Lusianto; Muhammad Hastya Refanza; Nur Dhuha Indah Paramesty; Nathanael Agung Kristanto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 2 No. 12 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ability of 21st century teachers is a necessity that must be mastered by educators in order to be able to compete. Mastery of technology and various applications and the ability of teachers to conduct research must also develop so that there is no big gap between teachers and students in technology matters. In the field of history, the development of public history is an opportunity for teachers to develop a history learning base that refers to technology. In public history, a historian in this regard is a teacher who is free to explore a historical theme and present it as interestingly as possible. This training regarding the introduction and application of public history will be carried out in the environment of teachers in the History of Boyolali District Teachers' Meetings (MGMP). The purpose of this training is so that teachers understand what public history is, how it relates to learning in schools, and how to be actively involved in the development of history both based on education and for the community. Kemampuan Guru Abad 21 merupakan sebuah keniscayaan yang harus dikuasai oleh para pendidik agar mampu bersaing. Penguasaan teknologi dan berbagai aplikasi dan kemampuan guru dalam melakukan riset harus berkembang pula agar tidak terjadi gap yang jauh antara guru dan siswa dalam urusan teknologi. Dalam bidang sejarah, pengembangan sejarah publik menjadi sebuah peluang bagi guru untuk mengembangkan basis pembelajaran sejarah yang mengacu pada teknologi. Dalam sejarah publik juga seorang sejarawan dalam kaitan ini adalah guru bebas mengeksplor sebuah tema sejarah dan menyajikannya semenarik mungkin. Pelatihan ini mengenai pengenalan dan pengaplikasian sejarah publik ini akan dilakukan dilingkungan para guru dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Kabupaten Boyolali. Tujuan diadakan pelatihan ini agar para guru memahami apa itu sejarah publik, bagaimana hubungannya dengan pembelajaran di sekolah, dan bagaimana terlibat aktif dalam pengembangan sejarah baik yang berbasis Pendidikan maupun untuk masyarakat.
Pemanfaatan Rumah PoHan Kota Lama Semarang sebagai Sumber Belajar untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas XII SMA N 14 Semarang Yasa Tria Ilma; Syaiful Amin
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.4180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses persiapan, pelaksanaan, serta dampak pemanfaatan Rumah PoHan Kota Lama Semarang sebagai sumber belajar dalam meningkatkan minat belajar sejarah peserta didik kelas XII SMA Negeri 14 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan guru dan peserta didik, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan dilakukan melalui sinkronisasi kurikulum dengan koleksi arsip pameran "Ketika Api Menyala di Semarang". Pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode outdoor learning berbasis inkuiri, di mana siswa berinteraksi langsung dengan artefak dan dokumen otentik. Pemanfaatan Rumah PoHan secara signifikan meningkatkan minat belajar siswa melalui stimulasi visual, keterlibatan emosional terhadap sejarah lokal, dan peningkatan retensi informasi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penggunaan sumber sejarah lokal berbasis bukti primer mampu mereduksi kejenuhan belajar dan menciptakan pengalaman sejarah yang lebih hidup serta bermakna bagi peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian ini, direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan studi eksperimen guna menguji efektivitas situs sejarah local terhadap kemampuan berpikir kronologis, serta pengembangan media pembelajaran berbasis Virtual Reality (VR) untuk memperluas aksebilitas sumber belajar Rumah PoHan secara digital.
Pengalaman Belajar Siswa dalam Penggunaan Media Puzzle Tokoh Pahlawan pada Pembelajaran Sejarah: Studi Fenomenologi di SMA Negeri 14 Semarang Adina Tricia Yulianti; Syaiful Amin
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e8vt8n42

Abstract

Pendidikan sejarah di sekolah menengah Indonesia menghadapi tantangan yang signifikaan dalam menciptakan keterlibatan belajar yang bermakna bagi siswa. Penelitian fenomenologis ini mengeksplorasi bagaimana tujuh siswa kelas XI di SMA Negeri 14 Semarang mengalami pembelajaran mengenai perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme melalui media puzzle tokoh pahlawan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan lima bulan setelah pembelajaran (Agustus 2025 hingga Januari 2026), observasi kelas, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode fenomenologi Moustakas. Temuan penelitian menunjukan bahwa siswa mengalami pembelajaran berbasis puzzle sebagai proses yang aktif, kolaboratif, dan sangat bermakna. Pendekatan visual-kinestetik membantu siswa memahami tokoh dan peristiwa sejarah secara lebih mendalam sekaligus mendorong interaksi sosial dan keterampilan pemecahan masalah. Jeda waktu lima bulan memungkinkan identifikasi pengalaman belajar yang benar-benar bermakna dan bertahan dalam memori jangka panjang, yang memunjukkan retensi pengetahuan lebih kuat dibandingkan metode ceramah tradisional. Secara metodologis, penelitian ini memberikan kontribusi melalui pembenaran pengumpulan data yang ditunda sebagai strategi yang disengaja untuk mengukur pembelajaran bermakna, serta menawarkan wawasan berharga bagi pendidik sejarah yang mencari pendekatan inovatif guna meningkatkan keterlibatan siswa dan retensi jangka panjang.