Indonesia is a multicultural country with ethnic, linguistic, religious, and cultural diversity, requiring multicultural education to instill the values of tolerance and respect for differences, especially through history learning at the secondary school level. This study aims to describe teacher preparation in planning multicultural education, analyze its application in history learning, and explain the role of history learning in instilling multicultural values, especially in grade XI of SMA Negeri 5 Semarang. This study uses a qualitative approach with a case study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed through a systematic process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that teachers have prepared and integrated multicultural values into learning tools, although in-depth understanding of the concept is still limited, the application in History learning is carried out through lectures, discussions, and providing examples of historical events that reflect diversity, but the implementation is not yet fully optimal due to time constraints and variations in learning methods, history learning has an important role in instilling the values of tolerance, mutual respect, and awareness of diversity to students, which is reflected in student attitudes in interactions in the classroom and school environment. ABSTRAK Indonesia merupakan negara multikultural yang keberagaman etnis, bahasa, agama, dan budaya sehingga memerlukan pendidikan multikultural untuk menanamkan nilai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan, khususnya melalui pembelajaran sejarah di tingkat sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persiapan guru dalam merencanakan pendidikan multikultural, menganalisis penerapannya dalam pembelajaran sejarah, serta menjelaskan peran pembelajaran sejarah dalam menanamkan nilai-nilai multikultural khususnya di kelas XI SMA Negeri 5 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah melakukan persiapan dan mengintegrasikan nilai multikultural dalam perangkat pembelajaran meskipun pemahaman konsep secara mendalam masih terbatas, penerapan dalam pembelajaran Sejarah dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan pemberian contoh peristiwa sejarah yang mencerminkan keberagaman namun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan waktu dan variasi metode pembelajaran, pembelajaran sejarah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan kesadaran akan keberagaman kepada peserta didik, yang tercermin dari sikap siswa dalam interaksi di kelas maupun lingkungan sekolah.