Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

COMPARATIVE STUDY OF THE BEHAVIOUR OF BUILDING STRUCTURE OF HOTEL DAFAM LOTUS JEMBER BY USING MOMENT RESISTING FRAME AND ECCENTRICALLY BRACED FRAME: Studi Perbandingan Perilaku Struktur Gedung Hotel Dafam Lotus Jember dengan Menggunakan Moment Resisting Frame dan Eccentrically Braced Frame Short Link Kurniawan, Reza; Nurtanto, Dwi; Hayu, Gati Annisa
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 01 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1148.529 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i01.7435

Abstract

Eccentrically Braced Frame (EBF) is one of several types of braces that can be used in steel building. EBF has a good stiffness and ductility to withstand earthquake load. In EBF itself there are 3 types of links, namely: Long Link, Intermediate Link, and Short Link. Meanwhile, MRF of Moment resisting Frame is a structural system where the beams and columns are connected rigidly. MRF has a good ductility in accepting load even it has no lateral braces installed. In this research the Dafam Lotus Jember hotel consisting of 10 floors with total height of 33,6 m is modeled as a MRF system structure and steel structure equipped with EBF short link. The objective of this research is to compare the effectiveness of EBF and MRF in terms of displacement, axial force, shear force, and moment occurring in buildings. The modeling results show that EBF with short link has smaller displacement value compared to MRF. The difference between the two is 86,99%. In terms of axial force, shear force, and moment, EBF has smaller values than MRF. The differences are 79,76%, 53,91%, and 10,48% respectively. These results indicate that EBF has better capacity compared to MRF. Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat intensitas kegempaan yang tinggi. Ini menjadikan Indonesia tidak terhindarkan dari dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh gempa bumi, yaitu menyebabkan kerusakan insfrastruktur fisik. Peraturan gempa SNI 03-1726-2012 membahas mengenai bresing sebagai salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menangani masalah gempa. Eccentrically Braced Frame (EBF) adalah salah satu jenis bresing yang memiliki kekakuan dan daktilitas yang baik jika dibandingkan dengan Concentrically Braced Frame (CBF) yang hanya memiliki kekakuan yang baik. Selain itu terdapat pula Moment Resisting Frame (MRF) yaitu salah satu sistem struktur yang memiliki sifat daktail. Melihat permasalahan yang ada, maka pembahasan ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dari EBF menggunakan short link dengan MRF apabila diaplikasikan pada bangunan Hotel Dafam Lotus Jember 10 lantai yang memiliki tinggi 33,6 m. Adapun efektivitas yang dibadingkan disini adalah nilai story displacement dan gaya dalam (momen, gaya geser, dan gaya aksial) yang terjadi. Hasil analisa dengan bantuan program analisa struktur menunjukkan bahwa EBF menggunakan short link memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan MRF dalam menerima beban yang bekerja. Dari segi story displacement, selisih prosentasenya adalah 86,99% sedangkan untuk gaya dalam yang meliputi momen, gaya geser, dan gaya aksial, selisihnya secara berturut-urut adalah 79,76%, 53,91% dan 10,48%. Hal ini menunjukkan bahwa EBF menggunakan short link lebih efektif jika dibandingkan dengan MRF.
Sosialisasi Keselamatan Berkendara untuk Membentuk Generasi Berani Tanggap Lalu Lintas (BRANTAS) pada Pelajar Sekolah Menengah Pertama Di Jakarta Berbasis Video dan Game Edukasi Menggunakan Microsoft PowerPoint Utami, Adita; Hayu, Gati Annisa; Januriyadi, Nurul Fajar; Adriana, Ranny
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ilmu Komputer (ABDIKOM)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi aktivitas lalu lintas adalah kecelakaan. Peristiwa kecelakaan ini pada umumnya berpotensi terjadi ketika sarana prasarana transportasi yang tidak memenuhi standar keamanan maupun diakibatkan karena faktor perilaku pengemudi. Selain itu, berdasarkan penelitian terdahulu terkait faktor penyebab kecelakaan yang terjadi di jalan didominasi oleh faktor pelaku lalu lintas sebesar 67%, selanjutnya yaitu faktor teknis sebesar 22% dan dipengaruhi faktor lainnya sebesar 11%. SMP Ash Sholihin merupakan sekolah menengah pertama swasta yang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta. Menurut hasil wawancara tim PKM dengan perwakilan sekolah didapatkan siswa kelas 8 dan 9 berjumlah 110 orang dengan rentang usia 14-16 tahun. Pihak SMP Ash Sholihin telah melarang para siswa untuk menggunakan motor ke sekolah dikarenakan usia yang belum memenuhi untuk mendapatkan SIM. Tetapi yang terjadi diluar jam sekolah,  masih terdapat siswa mengendarai motor. Hal ini menunjukkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dikarenakan ketidakpahaman siswa terhadap bahaya mengemudi di usia yang belum seharusnya.  Oleh karena itu, untuk dapat meminimalisir permasalahan yang ada yaitu dengan cara melakukan Sosialisasi Keselamatan Berkendara pada remaja usia sekolah menengah pertama di SMP Ash Sholihin, Jakarta. Metode yang digunakan dengan memberikan ceramah, pemberian video dan game edukasi menggunakan aplikasi Microsoft PowerPoint. Hasil pre-test dan post-test yang diberikan kepada siswa paska sosialisasi menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman setelah mendapatkan materi.
PEMODELAN SAMBUNGAN LAS PADA STRUKTUR BALOK KOLOM BAJA BERBASIS PROGRAM ELEMEN HINGGA Gati Annisa Hayu; Machmud Budi Sulistyo
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.10.2.3615.375-384

Abstract

In steel construction the selection of types and installation details of connection is an important thing that cannot be ignored. There are three types of steel connections, namely bolts, welds, and rivets. Welding connections have a good strength if conducted in proper quality control. In addition, these connections are also inexpensive and easy to implement. The focus of this study is the modelling of welding connections which can produce outputs that are close to the experimental results. The modelling is done by using finite element program. There are two models carried out; Model-1 uses tie constraint interaction type, meanwhile Model-2 uses merge and chamfer type. Results show that Model-2 is closer to the experimental result with an accuracy of 97.75% for its ultimate load. The deformation that occurred in Model-2 also resembles the experiment deformation. In terms of energy dissipation, the experimental result is 78,036.396 kN.mm while the result of Model-2 is 94,456.982 kN.mm. Thus, the accuracy level of Model-2 is 82.62%.