Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Kapitalisme Visual dalam Konten TikTok Willie Saliem Izah, Nikmatul; Muyasaroh, Siti
HERITAGE Vol 13 No 2 (2025): In Press: Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/phb1v383

Abstract

Kemajuan teknologi digital melahirkan Generasi Alpha yang tumbuh sepenuhnya dalam ekosistem media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis wacana kapitalisme visual dalam konten berbagi yang diproduksi oleh Willie Salim. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model Analisis Wacana Kritis Fairclough, melalui tiga dimensi analisis: teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Data utama berupa video TikTok yang diunggah antara Januari 2023 hingga April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten berbagi menumbuhkan empati, solidaritas, dan inspirasi bagi anak-anak, sekaligus menampilkan distorsi makna kebaikan yang direduksi menjadi performa konsumtif, spektakuler, dan identik dengan popularitas digital. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian komunikasi digital dan praktis.
Analisis Wacana Sara Mills Wanita Berpotensi Grooming dan Stigmatisasinya di Kompas.com Periode Januari-Maret 2023 Naili Mauhibatillah; Yuwita, Nurma; Siti Muyasaroh
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus wanita jadi pelaku pelecehan merupakan kasus yang jarang terjadi, sehingga tidak heran jika kasus ini menjadi trending topik di cybermedia. Kompas.com adalah salah satu media yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia sebagai sumber informasi. Karena media massa merupakan pihak konstruksi sosial yang mendefinisikan realitas, maka peneliti akan menganalisis bagaimana wanita bisa berpotensi menjadi pelaku pelecehan dan bagaimana stigmatisasinya di Kompas.com dengan pendekatan wacana kritis Sara Mills. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan fokus penelitian pada pemberitaan wanita jadi pelaku pelecehan di cybermedia Kompas.com periode Januari hingga Maret 2023 menggunakan analisis wacana kritis Sara Mills. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab wanita berpotensi grooming yaitu faktor internal dari psikologis individu dan faktor eksternal dari lingkungan dan media. Analisis wacana kritis Sara Mills dari pemberitaan wanita jadi pelaku pelecehan di Kompas.com menunjukkan bahwa wanita cenderung diposisikan sebagai objek dalam teks. Selain itu, posisi subjek-objek menjelaskan adanya relasi terbentuknya stigma terhadap wanita jadi pelaku pelecehan. Pertama, wanita jadi pelaku pelecehan memiliki pelabelan buruk. Kedua, wanita jadi pelaku pelecehan merupakan wanita yang mengalami kerusakan karakter. Sehingga secara tidak langsung, posisi wanita seperti ini berada pada posisi yang dimarjinalkan dibandingkan dengan pria yang jadi pelaku pelecehan.
The Role of Corporate Social Responsibility in Strengthening Social Legitimacy Through Zakat Siti Muyasaroh; Nabrisi Rohid; Ahmad Ziddan Wildan Al-Islami; Atiqurrahman, Mohammad
Communicator: Journal of Communication Vol. 2 No. 2 (2025): Communication
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/comm.v2i2.170

Abstract

The management of corporate zakat is becoming an increasingly essential part of the governance of Islamic philanthropic institutions, especially as CSR regulations and tax incentives strengthen their legal foundation and social legitimacy. This research is motivated by the need to understand how the Amil Zakat Institution, especially NU-Care LazisNU, responds to these external pressures and integrates zakat into sustainability strategies and institutional communication. A qualitative approach is employed through in-depth interviews with zakat managers, analysis of the institution's annual report, and a review of supporting documents to explore the institution's managerial practices, communication patterns, and partnerships. The results of the study indicate that CSR regulation is the primary factor ensuring that zakat management is conducted systematically, professionally, and with a long-term orientation. Tax incentives serve as an additional driver, strengthening institutions' capacity to expand social programs. NU-Care LazisNU employs a two-way communication model through digital media, annual reports, proposals, and cross-sector partnerships. Zakat is positioned as a strategic instrument that supports six program pillars: education, health, economy, da'wah, social welfare, and humanitarian aid. These findings confirm that corporate zakat has evolved into a modern governance practice that strengthens the moral legitimacy and social effectiveness of institutions
Communication Model of Internalising Tolerance for Women in Islamic Boarding Schools M.W Wonuola; Wina Kurnia; Muyasaroh, Siti
Communicator: Journal of Communication Vol. 2 No. 2 (2025): Communication
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/comm.v2i2.223

Abstract

Women's empowerment is a crucial aspect of the strategic role of Islamic boarding schools, which encompasses women's contributions in education, politics, health, and the economy. This study aims to explore the dynamics of communication processes in women's empowerment at the Ngalah Islamic Boarding School in Kediri City and to formulate a communication model that captures these mechanisms. This study employs a qualitative case study approach and draws on Joseph A. Devito's communication model, which comprises the wheel, chain, circle, Y, and star models. Data was obtained through observation, in-depth interviews, and documentation of activities related to women's empowerment in the Pesantren environment. The results of the study show that the communication process used in women's empowerment in PP. Ngalah comprises three main models: the chain, wheel, and star models. The chain model is evident in the process of synchronising hierarchical information, such as in book recitation activities and routine meetings. The model is evident in the pattern of communication between the caregiver or central figure and the female students, mediated by Mauidloh Hasanah and health counselling. Meanwhile, model stars are seen in participatory and interactive communication patterns that develop in entrepreneurship training and skills programs. The combination of this third model reflects the communication strategy of Islamic boarding schools that are adaptive in empowering women holistically across the spiritual, social, and economic realms.
Pentahelix Peran Aktor Pentahelix Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan (Studi Strategi Komunikasi Pariwisata Desa Wisata Edelweiss Wonokitri Kabupaten Pasuruan) Heru Ardiansyah; Siti Muyasaroh
Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 2 (2025): Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/ittishol.v6i2.3901

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aktor Pentahelix dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, dengan fokus pada strategi komunikasi pariwisata di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Kabupaten Pasuruan. MenggunaKomunikasi Pariwisata dan metode penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan key informan, termasuk Kepala Desa Wonokitri, Ketua Pokdarwis, pemilik homestay, akademisi, dan koordinator media desa. Data dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pariwisata di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri telah diterapkan dengan baik oleh berbagai pihak. Namun, meskipun setiap aktor Pentahelix menjalankan perannya sesuai bidangnya, kurangnya sinergi di antara mereka menjadi kelemahan yang perlu diperbaiki. Penerapan strategi komunikasi yang melibatkan kolaborasi Pentahelix telah berhasil memperbaiki promosi dan produk wisata, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta memperkuat upaya konservasi dan aksesibilitas. Hal ini tidak hanya mendukung kesejahteraan masyarakat setempat tetapi juga memastikan keberlanjutan pariwisata di desa tersebut. Penelitian ini menyoroti pentingnya sinergi antaraktor dalam strategi komunikasi untuk mencapai pengembangan pariwisata berkelanjutan yang lebih efektif di Desa Wisata Wonokitri.
Peran Komunikasi Organisasi Pondok Pesantren Ngalah Dalam Membangun  Disiplin Dan Akhlak Santri Asrama A Arif Romadhoni; Siti Muyasaroh
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/bjq6nt53

Abstract

This study, entitled "The Role of Organizational Communication at Ngalah Islamic Boarding School in Building Discipline and Morals in Dormitory A Students," focuses on how organizational communication patterns are implemented within the boarding school and their impact on the character development of the students. A qualitative descriptive approach was used to provide an in-depth description of communication phenomena within the boarding school. Data were collected through three main techniques: observation, in-depth interviews, and documentation. Informants included dormitory administrators, religious teachers (ustadz/ustadzah), and students living in Dormitory A. Data analysis employed the Miles and Huberman interactive model, which encompasses data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that organizational communication in Dormitory A takes place in two main forms: formal and informal. Formal communication is reflected in the dissemination of rules, the holding of meetings, and the enforcement of rules that bind all students. Meanwhile, informal communication occurs in daily interactions, such as advice, personal guidance, and the role models demonstrated by the ustadz and dormitory administrators. These two forms of communication have been shown to complement each other in creating a conducive atmosphere within the boarding school. Formal communication fosters discipline and adherence to rules in students, while informal communication plays a role in fostering noble morals in accordance with Islamic boarding school values. Thus, organizational communication is a crucial instrument in shaping the holistic character of students. This research is expected to provide theoretical contributions to the development of organizational communication studies, as well as provide practical input for Ngalah Islamic Boarding School and similar educational institutions in designing more effective communication strategies for character development. Abstrak Penelitian ini berjudul “Peran Komunikasi Organisasi Pondok Pesantren Ngalah dalam Membangun Disiplin dan Akhlak Santri Asrama A”. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana pola komunikasi organisasi dijalankan di lingkungan pesantren serta dampaknya terhadap pembinaan karakter santri. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan secara mendalam fenomena komunikasi di pesantren. Data penelitian dikumpulkan melalui tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengurus asrama, ustadz/ustadzah, serta para santri yang tinggal di Asrama A. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi di Asrama A berlangsung dalam dua bentuk utama, yakni formal dan informal. Komunikasi formal tercermin melalui penyampaian aturan, pelaksanaan rapat, serta penegakan tata tertib yang mengikat seluruh santri. Sementara itu, komunikasi informal hadir dalam interaksi sehari-hari, seperti nasihat, bimbingan personal, hingga keteladanan yang diperlihatkan oleh ustadz dan pengurus asrama. Kedua bentuk komunikasi tersebut terbukti saling melengkapi dalam menciptakan suasana pesantren yang kondusif. Komunikasi formal menumbuhkan kedisiplinan dan kepatuhan santri terhadap aturan, sedangkan komunikasi informal berperan dalam pembinaan akhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai pesantren. Dengan demikian, komunikasi organisasi menjadi instrumen penting dalam membentuk karakter santri secara utuh. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi komunikasi organisasi, sekaligus menjadi masukan praktis bagi Pondok Pesantren Ngalah dan lembaga pendidikan serupa dalam merancang strategi komunikasi yang lebih efektif untuk pembinaan karakter.
Peran Komunikasi Organisasi Dalam Membangun Karakter Dan Etika Pada Generasi Z Pada Organisasi Ekstrakurikuler Kampus Universitas Yudharta Pasuruan Syarif Hidayatulloh; Siti Muyasaroh
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/acr65g29

Abstract

This study aims to analyze the role of organizational communication in developing the character and ethics of Generation Z students through their involvement in extracurricular organizations at Yudharta University, Pasuruan. Generation Z is known as a digital generation that grew up in the midst of information technology, thus facing challenges in communication skills, ethical development, and character building. This study used a qualitative descriptive method with data collection techniques through interviews, observations, and documentation of members and administrators of student organizations such as PMII, GMNI, MATAN, and PKPT IPNU-IPPNU. The results show that organizational communication plays a significant role in instilling important values, including responsibility, integrity, empathy, tolerance, leadership, and ethical communication. The communication process is two-way and open, both in formal forums such as meetings and in everyday informal interactions, thus facilitating the internalization of moral values. This communication pattern has proven effective in shaping students' character to be more adaptive, communicative, and ethical. This study concludes that extracurricular organizations are not only a forum for developing interests and talents, but also a strategic arena for preparing Generation Z students to face the demands of the digital era with strong character and good ethics. With targeted organizational communication, students can develop into individuals with integrity, leadership skills, and communication skills relevant to the needs of modern society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi organisasi dalam membangun karakter dan etika mahasiswa Generasi Z melalui keterlibatan mereka dalam organisasi ekstrakurikuler di Universitas Yudharta Pasuruan. Generasi Z dikenal sebagai generasi digital yang tumbuh dalam arus teknologi informasi, sehingga menghadapi tantangan dalam hal keterampilan komunikasi, pembentukan etika, dan penguatan karakter. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi terhadap anggota maupun pengurus organisasi mahasiswa seperti PMII, GMNI, MATAN, dan PKPT IPNU-IPPNU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi memiliki peran signifikan dalam menanamkan nilai-nilai penting, antara lain tanggung jawab, integritas, empati, toleransi, kepemimpinan, dan etika komunikasi. Proses komunikasi yang dibangun bersifat dua arah dan terbuka, baik dalam forum formal seperti rapat maupun dalam interaksi informal sehari-hari, sehingga memudahkan internalisasi nilai moral. Pola komunikasi yang demikian terbukti efektif dalam membentuk karakter mahasiswa agar lebih adaptif, komunikatif, dan beretika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi ekstrakurikuler bukan hanya wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga arena strategis untuk menyiapkan mahasiswa Generasi Z menghadapi tuntutan era digital dengan karakter yang kuat dan etika yang baik. Dengan komunikasi organisasi yang terarah, mahasiswa dapat berkembang menjadi pribadi yang berintegritas, mampu memimpin, serta memiliki keterampilan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Analisis Semiotika Tagline “Beli Semua Di Shopee” Dalam Membentuk Branding Shopee Farid Mubarok; Siti Muyasaroh
Al-Qolamuna: Journal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/87krm670

Abstract

Based on the increasing competition in the e-commerce industry in Indonesia, taglines play a crucial role as verbal communication elements in shaping brand image. The tagline "Buy Everything at Shopee" was chosen due to its consistency from 2017 to 2023 and its ability to reflect Shopee as a one-stop shopping platform. This study aims to explore the semiotic meaning of the tagline by applying Roland Barthes' theory (denotation, connotation, and myth) and examine its contribution to building Shopee's branding. The research method used was descriptive qualitative analysis using semiotic analysis techniques, while data sources were obtained from documentation of various Shopee promotional materials, theoretical literature, and industry reports. The results show that denotatively, this tagline implies an invitation to shop at Shopee; connotatively, it reflects ease, completeness, and efficiency; and at the myth level, it builds Shopee's image as the premier digital shopping solution. From a branding perspective, the tagline reinforces a friendly and modern brand personality, a brand promise of easy, one-stop shopping, and an emotional attachment with consumers. This study concludes that the tagline "Buy Everything on Shopee" is not simply a promotional phrase, but rather a strategic element in strengthening Shopee's brand identity amidst e-commerce competition. The recommendation is for Shopee to maintain tagline consistency in its communication campaigns, while continually adapting its narrative to digital trends and consumer needs. For further research, a comparative study with other e-commerce taglines (Tokopedia, Lazada, Blibli) or exploration of other verbal branding aspects such as slogans and jingles is recommended. Abstrak Dengan dasar fenomena meningkatnya persaingan industri e-commerce di Indonesia, di mana tagline berperan penting sebagai elemen komunikasi verbal dalam membentuk citra merek. Tagline “Beli Semua di Shopee” dipilih karena konsistensinya sejak 2017 hingga 2023 serta kemampuannya mencerminkan Shopee sebagai platform belanja serba ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna semiotik tagline dengan menerapkan teori Roland Barthes (denotasi, konotasi, dan mitos) serta mengkaji kontribusinya dalam membangun branding Shopee. Metode penelitian yang diterapkan berupa deskriptif kualitatif dengan teknik analisis semiotika, sedangkan sumber data diperoleh dari dokumentasi berbagai materi promosi Shopee, literatur teori, dan laporan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif tagline ini bermakna ajakan berbelanja di Shopee; secara konotatif mencerminkan kemudahan, kelengkapan, dan efisiensi; sedangkan pada level mitos membangun citra Shopee sebagai solusi utama belanja digital. Dari sisi branding, tagline memperkuat brand personality yang ramah dan modern, brand promise berupa kemudahan belanja serba ada, serta emotional attachment dengan konsumen. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tagline “Beli Semua di Shopee” bukan sekadar frasa promosi, melainkan elemen strategis dalam memperkuat identitas merek Shopee di tengah persaingan e-commerce. Saran yang diajukan adalah agar Shopee tetap mempertahankan konsistensi tagline dalam kampanye komunikasinya, sambil terus menyesuaikan narasi dengan tren digital dan kebutuhan konsumen. Untuk penelitian lanjutan, disarankan adanya kajian komparatif dengan tagline e-commerce lain (Tokopedia, Lazada, Blibli) atau eksplorasi aspek verbal branding lainnya seperti slogan dan jingle.