Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

DISKURSUS POSITIVISME DAN KEMUNGKINAN ADOPSI METODOLOGI DALAM RANAH ILMU-ILMU SOSIAL Marianus Ola Kenoba; Katarina Dhiki
Jurnal Education and Development Vol 9 No 2 (2021): Vol.9.No.2.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.074 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i2.2440

Abstract

Pengalaman tercerabutnya manusia dari akar sosio historisnya merupakan efek logis atas pemanfaatan epistemologi positivisme yang cenderung berwatak totaliter. Karakter totaliter di dalam logika positivisme, justru semakin memarjinalkan peran ilmu-ilmu sosial secara kontekstual.Akibatnya, ilmu-ilmu sosial terseret masuk ke dalam krisis pengetahuan yang serius. Jejak krisis ini,sebetulnya sudah dapat teridentifikasi melalui landasan epistemologis maupun landasan metodologisnya. Keterbatasan perangkat metodologis-epistemologis itu-lah yang telah menyebabkan absennya telaahmengenai pengalaman historis-biografis individual.Artikel ini bertujuan untuk menjajaki kemungkinan adopsi metodologi di dalam rumpun ilmu sosial yang mampu menjangkau pengalaman riil manusia dalam konteks historisitasnya. Sementara itu, metode yang digunakan di dalam artikel konseptual ini adalah model penelitian kepustakaan. Hasil riset tekstual ini memperlihatkan bahwa penerapan epistemologi positivisme di dalam ilmu-ilmu sosial telah melahirkan dilema alienasi terhadap manusia. Atas dasar itu-lah, ilmu-ilmu sosial positivis perlu menjajaki metode etnografi mikroskopis dalam bidang ilmu antropologi dan metode biografi imajinatif dalam bidang ilmu sastra. Spirit interdisipliner dan dekolonisasi di dalam aspek metodologis ini, memungkinkan ilmu-ilmu sosial untuk menata kembali narasi sosial secara imajinatif dan semakin mematapkan pijakan epistemologis maupun metodologisnya.
EFEK RASIONALITAS TEKNOLOGIS TERHADAP MANUSIA DAN LINGKUNGAN HIDUP Marianus Ola Kenoba
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.494 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.3734

Abstract

Ciri institusional masyarakat moderen adalah pemanfaatan jasa teknologi industri. Teknologi industri diadaptasi untuk menggantikan sistem teknologi klasik yang digunakan pada era pra-moderen. Teknologi klasik, cenderung dipandang secara naif karena keterbatasannya untuk melampaui “hukum” efisiensi dan efektivitas dalam sistem produksi. Oleh karena itu, mekanisme kerja teknologi klasik perlu diperbaharui. Hadirnya teknologi moderen di dalam peradaban, pada awalnya berkontribusi positif bagi umat manusia. Betapapun demikian, penerapan teknologi industri dalam masyarakat Indonesia menuai polemik. Kritik kontekstual mengarah pada problematika hegemoni ideologi teknokrasi. Artikel tekstual ini bertujuan untuk memperlihatkan konsep rasionalitas teknologis dan implikasi logisnya terhadap eksistensi manusia maupun lingkungan hidup (ekologi). Adapun metode yang digunakan pada riset tekstual ini yakni penelitian kepustakaan. Hasil riset memperlihatkan bahwa penerapan teknologi moderen di dalam pengalaman keseharian manusia telah mengasingkan manusia dari lingkungan hidupnya sendiri. Rasionalitas teknologis memiliki andil besar di dalam problem dehumanisasi dan degradasi lingkungan hidup (ekologi). Bagian akhir artikel ini, direkomendasikan agenda mendesak yang perlu didorong. Agenda tersebut yakni adopsi teknologi yang ramah terhadap manusia maupun ekologi di sekitarnya. Muaranya adalah terciptanya atmosfir mutualisme-simbiosis antara manusia, teknologi, dan lingkungan hidup (ekologi).
EKSES RASIONALITAS INSTRUMENTAL: PRAGMATISME, TEKNOKRASI DAN KETERASINGAN MANUSIA Marianus Ola Kenoba; Safina Husen; Susana Windira Uma
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 12 No 1 (2024): Vol 12 No 1 Januari 2024
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v12i1.5440

Abstract

Manusia adalah makluk yang unik sebab sejak masa praeksistensinya dibekali dengan kemampuan bernalar. Kemampuan bernalar ini-lah, yang kemudian menjadi entitas pembeda dengan makluk lainnya. Melalui akal budinya, manusia berinovasi menciptakan teknologi moderen untuk menaklukan alam. Dengan demikian, seluruh tindakan manusia selalu didasari oleh pilihan-pilihan rasional. Lebih dari itu, tindakan manusia tidak semata-mata distimulasi oleh opsi nilai-nilai sosial yang mengikatnya secara sosial. Bahkan, ada tendensi bahwa pertimbangan dominan tindakan manusia secara sosiologis lebih berorientasi pada rasionalitas sarana atau rasionalitas instrumental. Bekerjanya rasionalitas instrumental di dalam pikiran manusia, sebetulnya didasari oleh filsafat pragmatisme. Kata kunci utama dalam epistemologi pragmatisme adalah pengalaman empiris. Pengalaman empiris menuntut hadirnya bukti yang dapat diindrai oleh kelengkapan indrawi manusia. Jadi, pragmatisme telah membidani lahirnya sebuah diskursus intektual baru yakni teknokrasi. Teknokrasi merupakan sebuah diskursus moderen yang dihasilkan dari ketertundukan struktur intersubjektivitas manusia atas hegemoni dan dominasi ”logika” teknologi moderen. Paper ini bertujuan untuk menunjukan ekses-ekses logis atas pemanfaatan rasionalitas instrumental, filsafat pragmatisme, dan teknokrasi terhadap eksistensi manusia. Metode yang digunakan pada riset tekstual ini yakni hermeneutika kritis. Hasil riset menunjukan bahwa piranti saintisme yang tampil dalam “wajah” rasionalitas instrumental, pragmatisme, dan teknokrasi telah memungkinkan terjadinya patologi alienasi eksistensial terhadap manusia.