Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KESETARAAN GENDER Mohammad Muchlis Solichin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 1 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i1.193

Abstract

Dalam realitas aktual kehidupan masyarakat Muslim telah terjadi proses ketimpangan dalam relasi gender yang betul-betul berlawanan dengan semangat fitri Islam yang sangat menjunjung tinggi dan mendambakan kesetaraan gender, kesetaraan laki-laki dan perempuan. Ketimpangan dimaksud seringkali dijustifikasi oleh tafsir ajaran agama, sehingga untuk mengubahnya, sangat diperlukan kemauan secara kultural dan struktural dalam mengubah paradigma pendidikan agama Islam menuju equalitas gender. Tulisan ini berusaha mendeskripsikan pendidikan agama berbasis kesetaraan gender dengan mengemukakan beberapa model strategi dalam aplikasinya.
BELAJAR DAN MENGAJAR DALAM PANDANGAN AL-GHAZÂLÎ Mohammad Muchlis Solichin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2006)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v1i2.202

Abstract

Al-Ghazâlî merupakan tokoh pemikir Islam yang banyak memberikan karya monumental dalam berbagai kajian keislaman. Beliau dikenal luas sebagai seornag tokoh sufi, oleh karenanya tidak heran jika pemikirannya banyak diilhami oleh nilai-nilai tasawwuf, termasuk hasil pemikirannya dalam bidang pendidikan. Dalam hal belajar dan mengajar misalnya, al- Ghazâlî terinspirasi dengan pola kehidupan sufi, yaitu bagaimana seorang anak didik dan pendidik melaksanakan aktivitas belajar mengajarnya berdasarkan perspektif ajaran Islam. Sebagai titik tolak dari kedua aktivitas itu al-Ghazâlî menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar itu harus diniatkan sebagai aktivitas ibadah kepada Allah dan mencari keridhaan- Nya.
FITRAH; KONSEP DAN PENGEMBANGANNYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Mohammad Muchlis Solichin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2007)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v2i2.219

Abstract

Salah satu tujuan pendidikan Islam adalah membentuk manusia paripurna melalui pembiasaan, penanaman, pemberian hadiah (reward) dan hukuman (punishment). Tujuan pendidikan Islam sebagaimana diatas dapat diwujudkan dengan upaya mengarahkan, membimbing anak didik dan--yang lebih penting dari itu--menumbuhkembangkan potensi-potensi alamiah yang diterima anak sejak ia dilahirkan. Potensi-potensi itulah yang dikenal--dalam pendidikan Islam--sebagai fitrah. Fitrah dengan berbagai derivasinya dikembangakan melalui proses pembelajaran dalam pendidikan Islam dengan menekankan keseimbangan antara fitrah lahiriyah dan fitrah bâthiniyah.
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN DAN APLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Mohammad Muchlis Solichin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v3i1.226

Abstract

Islamisasi ilmu pengetahuan sejak kelahirannya mengundang para ahli untuk memperbincangkannya. Kalangan cendekiawan Muslim yang berpendapat pentingnya ilmu pengtahuan meyakini bahwa ilmu pengetahuan sangat urgen untuk diislamkan, mengingat ilmu pengetahuan—dalam pandangan mereka—telah teracuni nilai-nilai ideologi dan filosofi Barat yang banyak bertentangan dengan ajaran Islam. Adalah al-Faruqi dan al-Attas—dua tokoh sentral—ide islamisasi ilmu pengetahuan yang secara getol mempropagandakan ide itu dengan tujuan mengembalikan ilmu pengetahuan yang dinilai telah keluar dari kerangka aksiologisnya. Dalam pikiran mereka, ilmu pengetahuan yang berkembang saat ini bukan lagi untuk kemanfaatan manusia tapi telah mengarah kepada kerusakan dan kehancuran umat manusia.
PENDIDIKAN ISLAM KLASIK (Telaah Sosio-Historis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Masa Awal Sampai Masa Pertengahan) Mohammad Muchlis Solichin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2008)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v3i2.237

Abstract

Pendidikan Islam secara historis dimulai pada zaman Rasulullah SAW. dalam bentuk membimbing dan mendidik para sahabatnya dengan ajaran Islam yang merupakan penjelasan dari ayat-ayat al-Qur’an yang beliau terima dari Allah melalui Jibril. Pada masa itu, pendidikan Islam berkisar aktivitas baca tulis al-Qur’an beserta makna yang dikandungnya. Pasca wafatnya, pendidikan dilanjutkan oleh para sahabat, tabi’în, dengan pengembangan yang cukup signifikan, dengan ditambahnya materi pendidikan Islam—sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat muslim saat itu. Pada masa kekhalifahan Umayyah dan Abbasiyah, pendidikan Islam berkembang pesat baik materi, metode, dan tempat-tempat pendidikan sebagai imbas semakin berkembangnya komunitas muslim menjadi komunitas kosmopolit yang ditandai dengan maju pesatnya berbagai cabang ilmu pengetahuan.
TAZKIYAH AL-NAFS SEBAGAI RUH REKONSTRUKSI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM Mohammad Muchlis Solichin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2009)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v4i1.242

Abstract

Islamic education ia a mean of value transmission and islamic doctrines to the students in order to understand, internalize, and practice the islamic doctrines precisely. Meanwhile, the core of islamic doctrines is to implant good morals. And this the prophetic mission of Muhammad SAW, prefecting morals of humans. Inserting good morals as the soul of developing the planning, actuating, and evaluating islamic education. These efforts are very crucial to avoid misleading orientation of islamic education as mastering knowledge only (Islamology) without understanding, penetrating, and actuating in daily life. The efforts to reconstruct islamic educaton as exsplain above can be carried out by formulating instructional goals, designing curriculum, and implementing Islam by referring to pervading good morals (akhlak) through tazkiyah al-nafs.
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN PESANTREN SEBAGAI CHARACTER BUILDING MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPAN MODERN Mohammad Muchlis Solichin
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Islam, Budaya dan Pesantren
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v20i1.53

Abstract

Abstrak: Sebagai lembaga pendidikan tertua dan asli (indegenous) Indonesia, pesantren menampilkan suatu sistem pendidikan tradisional dengan mempertahankan tradisi dan tetap berlandaskan pada nilai-nilai dan ajaran Islam. Dalam perkembangannya, banyak pesantren yang menyelenggarakan pendidikan madrasah dan sekolah sebagai respon pesantren terhadap perkembagan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Dengan dikenalnya pendidikan sekolah dan madrasah, maka pesantren sebagai lembaga character building menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern yang cenderung materialis, oportunis, dan hedonis. Untuk itu, pesantren harus mampu merumuskan pendidikan yang berorientasi pada penamanaman nilai-nilai keislaman yang berdasarkan pada fithrah (potensi dasar) peserta didik.   Abstract: As the oldest and indegenous educational institution of Indonesian, pesantren featuring a traditional education system, maintains the tradition while still being based on the values ​​and teachings of Islam. In its development, many pesantrens adopt madrasah and school as education systems to respond the development and changes in society. Through the adoption of school and madrasah, pesantren as character building institution has to face modernity which tends to be materialistic, oppurtunistic, hedonic. For this reason, pesantren should be able to formulate its education by implementing Islamic values ​​ based on the human nature (basic potential).   Kata Kunci: Pendidikan, pesantren, character building, modern