Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS NILAI TOLERANSI PADA MATA PELAJARAN PPKN SEBAGAI UPAYA MENCEGAH TINDAKAN INTOLERANSI DI KELAS IX C SMPN 1 SEMITAU TAHUN PELAJARAN 2022/2023 Fusnika Fusnika; Agnesia Hartini; Hendrikus Meido Cali
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i2.2996

Abstract

The problem in research regarding the value of tolerance in Civics subjects as an effort to prevent acts of intolerance in class IX C of SMP Negeri 1 Semitau. The aim of the research is to describe the value of tolerance through PPKn lessons as an effort to prevent acts of intolerance by teachers to form the value of tolerance in students at SMP Negeri 1 Semitau. Data collection through observation, interviews and documentation. The data analysis techniques that the author uses are data presentation, data reduction, and drawing conclusions. Researchers used descriptive qualitative methods. The subjects and objects of research are PPKn subject teachers and students. The results of this research are that the tolerance value of students in Class IX C of SMP Negeri 1 Semitau is still low, namely there is a lack of respect and appreciation between each student and each other. Application of tolerance values to prevent intolerance in PPKn subjects in class IX C of SMP Negeri 1, namely through PPKn lessons. Efforts are being made to foster the value of tolerance to prevent intolerance in Civics subjects in class IX C of SMP Negeri 1, namely getting students to learn to appreciate and respect their classmates and teachers, in order to foster a spirit of tolerance and motivate students to be tolerant of each other. and there needs to be improvement from schools, namely teachers, so that the expected value of tolerance is realized in order to prevent intolerance. .Keywords: Keywords: Tolerance Values, PPKn Subjects, Intolerance.  
TRADISI LOKAL MAIK MANIK SEBAGAI UPAYA MEMPERKOKOH NILAI GOTONG ROYONG SUKU DAYAK SEBERUANG ENSILAT DESA NANGA DANGKAN Agnesia Hartini; Fusnika Fusnika; Chrisdess Wanda
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2025): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v10i2.5764

Abstract

Tradisi lokal Maik Manik serta cara masyarakat memperkokoh nilai gotong royong dalam tradisi Maik Manik. Maik Manik adalah ritual memandikan bayi pertama kali di sungai. Tradisi ini sarat nilai gotong royong, di mana keluarga dan masyarakat berpartisipasi aktif, memperkuat kebersamaan dan tolong-menolong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana tradisi lokal Manik Manik. Mendeskripsikan bagaimana cara memperkokoh nilai gotong royong dalam tradisi Maik Manik. Mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi lokal Maik Manik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif bentuk etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) tradisi Maik Manik bertujuan membebaskan bayi dari pengaruh negatif serta memberikan perlindungan spiritual melalui berbagai sesajen dan tindakan ritual. Ritual ini merupakan syarat penting agar bayi dianggap layak dan aman untuk dimandikan bebas di sungai. 2) Cara masyarakat Suku Dayak Seberuang Ensilat dalam memperkuat nilai gotong royong tercermin melalui partisipasi aktif seluruh anggota, dari tahap persiapan hingga pelaksanaan, yang menegaskan bahwa tradisi ini merupakan kegiatan yang mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan. 3) Tradisi Maik Manik pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat mencerminkan nilai religius, sosial, dan budaya lokal yang mendalam Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai tradisi lokal Maik Manik pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat, khususnya dalam aspek memperkokoh nilai gotong royong.Kata Kunci: Tradisi Lokal Maik Manik, Nilai Gotong Royong,  Suku Dayak Seberuang
NILAI-NILAI SIMBOL RITUS NOPAHTUNG SEBAGAI KEARIFAN LOKAL SUKU UUD DANUM KECAMATAN AMBALAU Agnesia Hartini; Mardawani Mardawani; Fusnika Fusnika; Vincensia Devi; Eduardus Edo; Hendrikus Galung
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6438

Abstract

Sebuah tradisi seperti ritus Nopahtung di yakini oleh masyarakat Suku Dayak Uud Danum memiliki nilai-nilai baik sebagai kearifan lokal yang hidup dan berkembang di masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara jelas mengenai nilai-nilai simbol ritus Nopahtung sebagai bentuk pelestarian budaya lokal masyarakat suku Dayak Uud di kecamatan Ambalau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan  study dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) pelaksanaan ritus Nopahtung adalah tradisi yang masih sering  dilaksanakan masyarakat. 2) nilai makna simbol ritus Nopahtung adalah proses pembersihan dan pemulihan dari hal-hal negatif atau kesialan yang bersumber dari mimpi seseorang. 3) bentuk pelestarian budaya lokal masyarakat suku Dayak Uud Danum dilakukan melalui beberapa cara terutama melalui media sosial seperti membuat literasi, berita google dan dokumentasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah nilai-nilai simbol ritus nopahtung sebagai kearifan lokal Suku Uud Danum Kecamatan Ambalau masih dilaksanakan dan dipercayai masyarakat sebagai tradisi yang perlu dilestarikan sebagai kearifan lokal yang syarat akan nilai dan moral. Kata Kunci : Nilai, Makna Simbol, Ritus Nophatung, Kearifan Lokal
PERAN GENERASI MUDA DALAM MEMBENTUK CIVIC CULTURE MELALUI PEMBUATAN KAIN TENUN PADA SUKU DAYAK IBAN DI DESA BATU LINTANG KABUPATEN KAPUAS HULU Susilawati Sela; Fusnika Fusnika; Sapto Purnomo
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6440

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran generasi muda dalam pembuatan kain tenun, proses pembuatan kain tenun dan keterlibatan generasi muda dalam membentuk civic culture melalui pembuatan kain tenun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung, wawancara, dan studi dokumentasi. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda sangat berperan penting dalam pembuatan kain tenun yang merupakan peninggalan zaman nenek moyang dan harus dilestarikan. Selain itu peran generasi muda sangat penting untuk mewarisi tradisi seperti pembuatan kain tenun, mengembangkan desain motif tenun, mempromosikan kain tenun melalui media sosial. Adapun beberapa alat yang dipelukan dalam Proses pembuatan kain tenun yaitu:(daun sirih, pinang, tuak yang merupakan sesaji yang digunakan untuk diselipkan pada bagian ujung alat tenun), benang, tangga ubong, kayu kecil, lidi bambu, alat pengikat, pemintal benang, ripang dan kepuak yang digunakan untuk mengikat alat tenun. Sesudah menyiapkan bahan dan alat maka selanjutnya yaitu proses pencetakan kain tenun dengan membentang benang pada alat tenun yang memiliki ukuran lebar dan panjang, dan memberikan motif pada kain tenun. Keterlibatan generasi muda dalam membentuk civic culture melalui pembuatan kain tenun memajukan kebudayaannya sendiri dan memberikan ide-ide untuk membuat desain terbaru dalam motif tenun. keterlibatan generasi muda dalam pengembangan identitas budaya yaitu dengan pelestarian tradisi kain tenun.       Kata Kunci: Generasi muda, kain tenun, civic culture 
Implementasi Pendidikan Demokrasi Dalam Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan Fakultas IKIP PGRI Pontianak Muhammad Anwar Rube'i; Fusnika Fusnika
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 1 Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.9133

Abstract

Salah satu wujud nilai demokrasi di perguruan tinggi adalah terjadinya pergantian kekuasaan atau kepemimpinan baik rektor maupun dekan. Namun, realitas yang terjadi saat ini adalah masih terdapat distorsi antara sesuai dan tidak sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuia bagaimana pelaksanaan demokrasi dalam pemilihan dekan dan wakil dekan di IKIP PGRI Pontianak. untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pelaksanaan demokrasi dalam pemilihan Dekan dan Wakil dekan di IKIP PGRI Pontianak. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. alat pengumpul data penelitian adalah pedoman wawancara, pedoman observasi dan dokumen. Teknik anaslis data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa impelementasi pendidikan demokrasi dalam Pemilihan Dekan dan Wakil Dekan di IKIP PGRI Pontianak sudah sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai demokrasi, yaitu kebebasan dalam menyatakan pendapat, kebebasan dalam menentukan pilihan, kebebasan berpartisipasi, kesetaraan dan kesederajatan, kejujuran, saling menghargai dan menghormati.