Muchtar Muchtar
Universitas Negeri Malang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peran Media Komunikasi Pemerintahan Dan Perilaku Birokrasi Dalam Pelayanan Publik (Studi Pada Kecamatan Tarogong Kaler Garut) Muchtar Muchtar; Dody Hermana; Hani Siti Hanifah; Windi Ariesti Anggraeni
Professional: Jurnal Komunikasi dan Administrasi Publik Vol 10 No 1 (2023): Juni
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/professional.v10i1.3932

Abstract

To realize good governance, it is required that there is a commitment from service providers to provide the best service so that the needs of service recipients can be met, but at the regional level, such as in sub-districts, the community is often faced with conditions that are not very good or bad with public services including procedures for processing ID cards, birth certificates, making land certificates and so on. The object of research in Tarogong Kaler District, Garut Regency. The method in this research is descriptive qualitative which analyzes and describes phenomena or research objects through social activities, attitudes and perceptions of people individually or in groups by using literature studies. The results showed that the low quality of public services in Indonesia is greatly influenced by the poor performance of the bureaucracy where every public service delivery must have service standards and be published as a guarantee of certainty for service recipients which is a measure applied in service delivery that must be obeyed by the service provider and or recipient and the need for a communication media strategy and bureaucratic behavior in public services must correlate with empathy, participation, high achievement motivation, mutual cooperation organizational culture, sharing spirit, conflict climate, and human empowerment.
Perbedaan Hasil Belajar Mahasiswa PGSD Menggunakan Model Inkuiri dan Project Based Learning (PJBL) pada Matakuliah Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar Putri Mahanani; Muchtar Muchtar
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 28 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v28i12019p43-49

Abstract

The purpose of the study is to find a comparison between learning outcomes using inquiry and PjBL learning models. The research hypothesis is that there is a difference (Ha) and there is no difference (Ho) in the learning outcomes of PGSD students. This research uses quantitative methods with quasi-experimental research designs. The population studied was all undergraduate students of PGSD Universitas Negeri Malang (UM). Samples were taken by purposive sampling technique. The data analysis technique used the t-test with the help of the SPSS program. The results showed that Ho was accepted so that it could be concluded that there was no difference between learning outcomes using inquiry and PjBL models for PGSD students. Tujuan penelitian untuk menemukan perbandingan antara hasil belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri dan PjBL. Hipotesis penelitian yaitu ada perbedaan (Ha) dan tidak ada perbedaan (Ho) dalam hasil belajar mahasiswa PGSD. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Populasi yang diteliti yaitu semua mahasiswa sarjana PGSD Universitas Negeri Malang (UM). Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho diterima sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan antara hasil belajar menggunakan model inkuiri dan PjBL pada mahasiswa PGSD.
Upaya Guru dalam Mengendalikan Kedisiplinan Belajar Siswa di Kelas V SDN Wadung Kabupaten Malang Erlinda Cahya Fauriza; Muchtar Muchtar; Erlinda Cahya Fauriza; Muchtar Muchtar; Putri Mahanani
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i62022p531-545

Abstract

Abstract: Student learning discipline is very necessary because it can facilitate the learning process in the classroom. This research aims to find out the efforts of teachers and the obstacles faced by teachers in controlling student learning discipline in class V of SDN Wadung Malang Regency. Research methods use descriptive qualitative. The data collection tools in this study used observation, interview, and documentation instruments. Data analysis uses qualitative descriptive analysis with miles and huberman models including data reduction, data presentation, and inference. The results of the study showed that the efforts made by teachers in controlling learning discipline by using classroom management through authoritarian, permissive, democratic, and pseudo-democratic approaches. Teachers also set good example examples, enforcing rules in the classroom, giving negative reinforcement and giving positive reinforcement to students. The obstacles faced by teachers in controlling student learning discipline are the teacher's reluctance to provide negative reinforcement to students. Abstrak: Kedisiplinan belajar siswa sangat diperlukan karena dapat memperlancar proses belajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru serta kendala yang dihadapi guru dalam mengendalikan kedisiplinan belajar siswa di kelas V SDN Wadung Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan model miles dan huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa upaya yang dilakukan guru dalam mengendalikan kedisiplinan belajar dengan menggunakan pengelolaan kelas melalui pendekatan otoriter, permisif, demokratis, dan pseudo demokratis. Guru juga memberikan contoh teladan yang baik, menegakkan peraturan di kelas, pemberian hukuman serta pemberian penghargaan kepada siswa. Kendala yang dihadapi guru dalam mengendalikan kedisiplinan belajar siswa yakni keengganan guru dalam memberikan hukuman kepada siswa.
Implementasi Pendekatan TPACK dalam Pembelajaran Pada Muatan IPS Kelas IV SDN Nadhea Landya Zhafirah; Muchtar Muchtar; Nadhea Landya Zhafirah; Muchtar Muchtar; Yulia Linguistika
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i62022p613-628

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to examine more deeply the implementation of the TPACK approach in learning in social studies class IV at SDN Rampal Celaket 2. This study uses a descriptive qualitative approach through observing, understanding, describing and analyzing data. Data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The research subjects were fourth grade teachers and fourth grade students at SDN Rampal Celaket 2. The results of the research from the aspect of overall learning planning and the results of the overall learning evaluation showed that the implementation of the TPACK approach was carried out in accordance with the research indicators. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mengkaji lebih dalam mengenai implementasi pendekatan TPACK dalam pembelajaran pada muatan IPS kelas IV SDN Rampal Celaket 2. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan mengamati, memahami, menguraikan dan menelaah data. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru kelas IV dan siswa kelas IV SDN Rampal Celaket 2. Hasil penelitian dari aspek perencanaan pembelajaran secara keseluruhan dan hasil dari evaluasi pembelajaran secara keseluruhan menunjukkan bahwa implementasi pendekatan TPACK dilaksanakan sesuai dengan indikator penelitian.
Peran Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa pada Implementasi Aspek 4C’s di Kelas V SD Adelia Nur Aini; Muchtar Muchtar; Adelia Nur Aini; Muchtar Muchtar; Titis Angga Rini
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i92022p856-868

Abstract

Abstract: This study aims to determine the role of teachers in overcoming student learning difficulties in aspects of 4C's (critical thinking, creativity, communication, collaboration) at SDN Ringinrejo 1 Kediri Regency. This study uses the qualitative descriptive method. Data collection techniques used observation, interviews, and documentation. This study was conducted at SDN Ringinrejo 1 Kediri district, consisting of 19 students and 1 class teacher. Based on the results of the analysis, there are 7 Roles of teachers in learning, namely demonstrators, facilitators, managers, mentors, motivators, and evaluators in learning. The role of the teacher arises when there are students who have difficulty in applying aspects of 4C's during learning activities. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar yang terjadi pada siswa dalam aspek 4C’s (critical thinking, creativity, communication, collaboration) di SDN Ringinrejo 1 Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Observasi, wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai teknik dalam pengumpulan data. Penelitian ini dilakukan di SDN Ringinrejo 1 Kabupaten Kediri yang terdiri dari 19 siswa dan 1 guru kelas. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil terdapat 7 peran guru dalam pembelajaran yaitu sebagai fasilitator, demonstrator, motivator, evaluator, pengelola dan pembimbing. Peran guru tersebut muncul ketika terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menerapkan aspek 4C’s pada saat kegiatan pembelajaran.
Keterampilan Memberi Penguatan dalam Pembelajaran di Kelas V SD Hizbullah Hizbullah; Muchtar Muchtar; Hizbullah Hizbullah; Muchtar Muchtar; Putri Mahanani
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i12023p1-11

Abstract

Abstract: The skill of giving reinforcement is one of the basic teaching skills that is very important to be mastered by the teacher. Reinforcement is any form of response that is part of the modification of the teacher's behavior on student behavior, which aims to provide information or feedback for students on the actions of the responses given. as an encouragement or correction. Strengthening skills provided by the teacher, students will feel compelled forever to respond whenever an activity appears from the teacher, or students will try to avoid responses that are considered useless. The purpose of this study was to determine the skills of teachers in providing verbal and non-verbal reinforcement in class V SDN Kotalama 2. This study used descriptive qualitative research. Data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, and instruments. The research subjects were classroom teachers, religion teachers, and fifth grade students at SDN Kotalama 2. The results showed that the skills to provide reinforcement in learning in grade V at SDN Kotalama 2 had been implemented well. The skill of giving reinforcement is carried out by the teacher in every learning that takes place. However, it was also found that several barriers to the skills of providing reinforcement from both classroom and religious teachers were found to be less than optimal. Abstrak: Keterampilan memberi penguatan merupakan salah satu keterampilan dasar mengajar yang sangat penting untuk dikuasai oleh guru, Penguatan adalah segala bentuk respon yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, yang bertujuan untuk memberikan informasi atau umpan balik bagi siswa atas perbuatan responnya yang diberikan sebagai suatu dorongan atau koreksi. Keterampilan penguatan yang diberikan guru, maka siswa akan merasa terdorong selamanya untuk memberikan respon setiap kali muncul kegiatan dari guru, atau siswa akan berusaha menghindari respon yang dianggap tidak bermanfaat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterampilan guru dalam memberi penguatan verbal dan non-verbal dalam pembelajaran dikelas V SDN Kotalama 2. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan instrument. Subjek penelitian adalah guru kelas, guru agama, dan siswa kelas V SDN Kotalama 2. Hasil menunjukan bahwa keterampilan memberi penguatan dalam pembelajaran di kelas V SDN Kotalama 2 sudah dilaksanakan dengan baik. Keterampilan memberi penguatan dilakukan oleh guru disetiap pembelajaran berlangsung. Namun, ditemukan juga beberapa hambatan terhadap keterampilan memberi penguatan baik dari guru kelas maupun guru agama yang kurang maksimal.
Representasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Film Animasi “Battle of Surabaya” Defitasari Novia Anggraeni; Muchtar Muchtar; Defitasari Novia Anggraeni; Muchtar Muchtar; Putri Mahanani
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i12023p39-49

Abstract

Abstract: The film is one of the means of entertainment that is in demand by the public and has many fans from children to adults. A film can be used as a medium of education, especially for children. The purpose of this study is to describe the values of Pancasila contained in the animated film Battle of Surabaya. The research method used is qualitative with descriptive research types using content analysis. The data collection using document studies. Data analysis using three steps, data reduction, data display, and conclusion. The results showed that the value of the first precept appeared nine times, the value of the second precept appeared twenty-three times, the value of the third precept appeared thirty-five times, the value of the fourth precept appeared thirteen times, and the value of the fifth precept appeared six times. Based on the results of the study, it can be concluded that this battle of Surabaya animated film represents the values of Pancasila. Abstrak: Film merupakan salah satu sarana hiburan yang diminati oleh masyarakat dan memiliki banyak penggemar mulai dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Film dapat digunakan sebagai media pendidikan, terutama bagi anak-anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam film animasi Battle of Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif menggunakan analisis konten. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumen. Analisis data yang telah diperoleh dilakukan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan nilai sila pertama muncul sebanyak sembilan kali, nilai sila kedua sebanyak dua puluh tiga kali, nilai sila ketiga sebanyak tiga puluh lima, nilai sila keempat sebanyak tiga belas kali, dan nilai sila kelima sebanyak enam kali. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa film animasi Battle of Surabaya ini merepresentasikan nilai-nilai Pancasila.
Evaluasi Kelayakan Struktur Gedung SDN Cipageran Mandiri 1 Kota Cimahi Jawa Barat Muchtar Muchtar; Riawan Gunadi; Ira Puspitasari; Muhamad Irfan Nurdin; Amirah Zakiyyah; Moch. Imam Muflih
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 1: Maret 2026
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v12i1.44

Abstract

ABSTRAKSDN Cipageran Mandiri 1 Kota Cimahi memiliki gedung bertingkat yang menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan dan kenyamanan pengguna akibat kerusakan struktural maupun arsitektural. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan struktur gedung C melalui inspeksi visual, pengujian non-destruktif (NDT), serta analisis struktur menggunakan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif melalui tahapan studi literatur, pengumpulan data sekunder, pemeriksaan visual, pengujian NDT (Rebound Hammer Test, Ultrasonic Pulse Velocity, Brinell Hardness Test, Liquid Penetrant Test, dan uji vertikalitas), hingga pemodelan struktur 3D. Hasil pengujian menunjukkan variasi mutu beton yang signifikan (29,1–407,4 kg/cm²) serta mutu baja yang tidak seragam (693,3–1432,6 MPa). Selain itu, ditemukan cacat pada sambungan las, korosi pada elemen baja, serta penyimpangan vertikal pada beberapa kolom. Analisis permodelan memperlihatkan stress ratio >1 pada sejumlah elemen balok dan kolom serta deformasi yang melebihi batas standar L/240, sehingga struktur dinyatakan tidak memenuhi persyaratan SNI 1729:2020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa gedung C SDN Cipageran Mandiri 1 memerlukan perbaikan struktural secara menyeluruh untuk menjamin keselamatan, kenyamanan, serta keberlangsungan fungsi bangunan sebagai sarana pendidikan.Kata kunci: evaluasi struktur, gedung sekolah, kelayakan bangunan, keselamatan konstruksi, NDT ABSTRACTSDN Cipageran Mandiri 1 in Cimahi City has a multi-story building that raises concerns regarding the safety and comfort of its users due to both structural and architectural damage. This study aims to evaluate the feasibility of Building C through visual inspection, non-destructive testing (NDT), and structural analysis using finite element software. The research was conducted quantitatively through several stages, including literature review, secondary data collection, visual inspection, NDT (Rebound Hammer Test, Ultrasonic Pulse Velocity, Brinell Hardness Test, Liquid Penetrant Test, and verticality test), and 3D structural modeling. The results indicate significant variations in concrete strength (29.1–407.4 kg/cm²) and non-uniform steel quality (693.3–1432.6 MPa). In addition, defects were found in the welding joints, corrosion in steel elements, and deviations in verticality in several columns. Structural modeling analysis revealed stress ratios greater than 1 in several beam and column elements, as well as deformations exceeding the L/240 limit, indicating that the structure does not comply with the requirements of SNI 1729:2020. This study concludes that Building C of SDN Cipageran Mandiri 1 requires comprehensive structural rehabilitation to ensure safety, comfort, and the continued functionality of the facility as an educational facility.Keywords: structural evaluation, school building, building feasibility, construction safety, NDT