Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Mesin Pemotong Padi (Power rice cutter) pada Kelompok Tani Padi Di Kelurahan Banyorang Kabupaten Bantaeng Salim, Iqbal; Rizal, Muhammad; Azis, Abdul; Achmad, Mahmud; Gemala Hardinasinta; Husnul Mubarak; Mursalim; Junaedi Muhidong; Salengke; Ahmad Munir; Sitti Nur Faridah; Abdul Waris; Daniel Useng; Suhardi; Diyah Yumeina; Olly Sanny Hutabarat; Haerani; Muhammad Tahir Sapsal; Intan Febriana; Hartono; Anugrah Feri Hermanto; Dedianto Pasomba
Abdi Techno Jurnal AbdiTechno, Vol. 4, Nomor 2, Juli 2024
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v4i2.1361

Abstract

Pemotongan padi saat panen secara manual dengan sabit menyebab tingkat kehilangan mendekati 5%. Sekitar 1000 ha persawahan yang ada di kecamatan Tompobulu berada pada ketinggian 500 meter dari permukaan laut (mdpl) dengan petakan-petakan kecil (<0,15 ha) dan berpola sawah terassering. Masalah utama yang dihadapi petani di kecamatan Tompobulu kabupaten Bantaeng dalam penanganan panen padi adalah tingginya susut (losses) baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Permasalahan tersebut berakibat adanya kecenderungan tidak memberikan insentif kepada petani untuk memperbaiki tingkat pendapatannya. Padi atau gabah yang kadar airnya tinggi mempunyai sifat mudah rusak dan akan mengalami susut pada saat penanganan panen. Menurut BPS (2021) angka produksi gabah sebesar 75 juta ton GKG (Gabah Kering Giling) sesungguhnya dapat lebih tinggi lagi apabila dilakukan penanganan yang baik pada saat panen (2). Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS, 2021) menunjukkan bahwa susut hasil panen padi di Indonesia saat ini masih cukup tinggi, yaitu 9,5% yang terjadi pada saat panen dan 4,8% saat perontokan (2). Penanganan panen yang baik dan tepat dapat menekan susut dan menghasilkan kualitas gabah/beras yang tinggi sehingga dapat meningkatkan harga jual gabah/beras petani. Teknologi penekanan kehilangan hasil yang dipilih untuk diterapkan harus teknologi yang sesuai dengan spesifik lokasi. Secara umum metode atau teknologi untuk menekan kehilangan hasil panen dapat ditempuh dengan sistem panen beregu, yang dilengkapi dengan unit alat pemotong dan perontok dengan penerapan proses yang baik. Pada daerah dengan pemilikan lahan sempit, penerapan teknologi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara pengembangan sistem panen yang dilengkapi dengan mesin pemotong padi (power rice cutter) dan perontok padi atau Power Thresher.
Postharvest handling and processing of coffee beans at UKM Akarosta, Tana Toraja Regency Pista; Diyah Yumeina; Ahmad Munir; Gemala Hardinasinta
Salaga Journal Volume 01, No. 2, December 2023
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/salaga.v1i2.1366

Abstract

Postharvest handling and coffee processing must be carried out based on SNI standards to produce good quality and to increase selling value. In Tana Toraja Regency, there are various UKM engaged in the coffee processing industry but not many have analyzed the quality of the coffee produced. The purpose of this research is to know the postharvest handling and processing of coffee bean at UKM Akarosta and compare the proper postharvest handling process of coffee beans based on SNI standards. The results showed that the postharvest method carried out by farmers in Pasang Village, South Makale District, Tana Toraja Regency is a semiwash method which included harvesting, sorting, peeling fruit skins, washing, drying then stripping horn skins, sorting, roasting, grinding and packaging by UKM Akarosta. The postharvest process carried out by farmers has met with SNI. The quality of the coffee beans produced has met the SNI standard quality of coffee beans No. 01-3542-2004.
Pemanfaatan Limbah Kulit Kakao Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Iqbal Salim; Mursalim; Junaedi Muhidong; Khaeril Anwar; Sem Kisley; Satria; Abdul Azis; Muhammad Tahir Sapsal; Husnul Mubarak; Mahmud Achmad; Ahmad Munir; Gemala Hardinasinta; Febriana Intan Permata Hati; Syahrial Sabaniah
Abdi Techno Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Abditechno
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v6i2.2374

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan pengaplikasian teori-teori yang diperoleh di bangku perkuliahan yang diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan hasil observasi di Kecamatan Gantarangkeke banyak masyarakat yang bekerja sebagai petani kakao. Tetapi masih belum bisa mengelola limbah kulit kakao untuk  dimanfaatkan sebagai bahan yang bernilai ekonomi. Salah satu inovasi yang dapat dikembangkan untuk mengurangi limbah kulit kakao ini ialah memanfaatkan limbah kulit kakao sebagai bahan baku pembuatan briket. Tujuan dilakukannya program ini yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada para petani cara pembuatan briket dan memanfaatkan limbah kulit kakao menjadi briket sehingga limbah kulit kakao lebih bermanfaat untuk para petani dan masyarakat. Program ini telah terlaksana dengan baik dan melalui kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan produk briket serta mensosialisasikan kepada masyarakat. Program ini sangat memberikan dampak yang sangat besar sehingga memberikan pengetahuan dan produk baru yang memiliki nilai guna yang menguntungkan bagi para petani dan masyarakat sekitar.