Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis Sirkumstan dalam Teks Terjemahan dengan Pendekatan Sistemic Functional Linguistics (SFL) Irawati; Gusnawaty; Tadjuddin Maknun; Muhammad Hasyim; Asriani Abbas
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1771

Abstract

This research is a descriptive research. In this study, researchers analyzed the circumstantial elements contained in a children's story book entitled The 7 Habits of Happy Kids by Sean Covey and its translation. The approach used in this research is Systemic Functional Linguistic (SFL). The method used in this study is the results showed that the types of circumtances that appear in the bilingual children's story book are 7 types of circumtances consisting of: location, extension, role, matter, manner, accompaniment and cause circumtances. The seven circumstantials are formed by words, groups of words and prepositional phrases. These forms can be grouped into: (1) accompaniment circumstantial formed by prepositional phrases, (2) circumstantial ways include 4 types, namely tools, quality, comparison and degree. The method circumstantial (tool and comparison) is formed by prepositional phrases and word groups while the manner (quality and degree) circumstantial is formed by words and word groups, (3) the location circumstantial includes 3 types, namely time, place and space. Time and place circumstantials are formed by words, groups of words and prepositional phrases while space circumstantials are only formed by prepositional phrases, (4) role circumstantials are formed by prepositional phrases and word groups, (5) external circumstantials are formed by words, groups of words and prepositional phrases, (6) circumstantial matter is formed by prepositional phrases, and (7) circumstantial cause includes 3 types, namely behalf, purpose and reason. The three types of circumstantial cause are only formed by prepositional phrases. Children's stories in the books studied are dominated by circumstantial time and place locations. Keywords: transivity, circumtances, translated text
Kajian Linguistik Fungsional Sistemik: Konkretisasi Makna Ideasional dalam Pidato Cinta Laura pada Malam Peluncuran Moderasi Beragama Syamsurijal; Gusnawaty; Tadjuddin Maknun; Muhammad Hasyim; Asriani Abbas
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1777

Abstract

Penelitian ini fokus pada makna Ideasional. Makna ideasional melingkupi sistem transivitas yang dipahami sebagai proses dan memahaminya berada pada level analisis klausa. Tujuan penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan makna ideasional melingkupi sistem transivitas (proses dan sirkumtans) dalam pidato Cinta Laura pada malam peluncuran moderasi beragama. Penelitian ini bersifat `deksriprif kualitatif dengan menerapkan pendekatan linguistik fungsional sistemik (LFS) sebagai pisau analisis dalam mengkaji pidato Cinta Laura pada malam peluncuran moderasi beragama. Metode dalam peneltian ini menggunakan metode simak dengan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa proses yang muncul antara lain; proses material, mental, relasional, behavioral dan ekstensial. Dari beberapa proses yang muncul, unsur proses mental adalah sangat banyak muncul dengan kemunculan sebanyak 15 (51%), ini menunjukkan bahwa Cinta Laura melalui pidatonya lebih menekankan pada masyarakat agar bisa merasakan, serta sadar akan pentingya akal kritis dalam beragama guna menjadikan agama landasan membentuk akhlak manusia. Sirkumtans yang terdapat dalam pidato Cinta Laura pada malam peluncuran moderasi beragama meliputi; tempat, cara, sebab, peran, sudut pandang/perspektif, rentang/waktu. Dari beberapa kategori sirkumtans yang muncul, sirkumtans berkategori sebab sangat sering muncul dengan kemunculan sebanyak 14 (53%), ini menunjukkan bahwa Cinta Laura lebih menekankan pada tujuan yang ingin diraih bersama dalam hal mewujudkan akhlak manusia yang sehat. Hasil penelitian transivitas dalam pidato Cinta Laura pada malam peluncuran moderasi beragama dapat diketahui bahwa Cinta Laura lebih menekankan kepada masyarakat agar sadar dan mampu berpikir kritis untuk mewujudkan akhlak manusia yang sehat.
Variasi Fonologi dan Leksikon Dialek Lakiung dan Dialek Konjo pada Bahasa Makassar Sulawesi Selatan Dian Astuti; Kaharuddin; Gusnawaty
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1840

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan variasi fonologi dan leksikal antara dialek Lakiung dan dialek Konjo Bahasa Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument penelitian yang menyediakan 200 kosakata dasar Morish Swadesh yang dikelompokkan sesuai dengan medan maknanya, dengan cara teknik cakap dan Teknik simak. Pengambilan data dengan pemilihan empat orang informan dengan memperhatikan kriteria tertentu yang ditetapkan oleh Mahsun. Kemudian mengidentifikasi dan menganalisis berdasarkan variasi fonologi dan leksikon. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan fonologi ditemukan adanya fonem vokal dan fonem konsonan. Vocal pada dialek Konjo dan dialek Lakiung adalah sama yaitu terdapat lima fonem vocal, yaitu : /a, /i/, /u/, /e/, dan /o/. Konsonan pada kedua dialek juga sama, keduanya memiliki delapan belas konsonan, yaitu: /k/, /ɡ/, /ŋ/, /p/, /b/, /m/, /ʦ/, /ʤ/, /ɲ/, /t/, /d/, /n/, /j/, /r/,/l/, /w/, /s/, dan /h/. Adapun variasi leksikal ditemukan beberapa perbedaan pada tiap medan makna. Adapun kedelapan medan makna tersebut, variasi fonologi dan variasi leksikal memiliki perbedaan yang signifikan, yaitu lebih banyak perbedaan kosakata secara variasi leksikal dibandingkan dengan variasi fonologi.
TRANSITIVITAS TEKS PIDATO PRESIDEN RI JOKO WIDODO TENTANG PELONGGARAN PENGGUNAAN MASKER Selviana Putri; Gusnawaty Gusnawaty; Tadjuddin Maknun; Asriani Abbas
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i2.6643

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguraikan transitivitas dalam teks pidato Presiden RI Joko Widodo dengan menggunakan pendekatan Systemic Functional Linguistics (SFL). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan System-Theoretic Functional Linguistics (SFL) dengan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa pidato Presiden RI Joko Widodo tentang pelonggaran masker. Cara pengumpulan data dalam analisis ini adalah dengan menggunakan teknik menyimak dan mencatat. Penerapan metode menyimak adalah menyimak dengan membaca teks pidato. Kemudian Teknik catat yaitu melakukan pencatatan klausa-klausa pada pidato sebelum melakukan analisis setelah itu penulis akan mengklasifikasikan kedalam transivitas yaitu proses dan sirkumstan. Hasil penelitian ini, terdapat 11 klausa terdapat tiga jenis proses pada pidato Presiden RI Joko Widodo yaitu proses material, proses verbal, dan proses behavioral. Proses material memiliki kedudukan tinggi dalam pidatonya daripada proses-proses yang lain karena Presiden RI Joko Widodo lebh cenderung memberikan informasi mengenai pelonggaran masker yang akan diwujudkan dalam aktivitas nyata kepada masyarakat. Sirkumstan yang ditemukan pada pidato Presiden RI Joko Widodo sebanyak lima yaitu sirkumstan sebab, sirkumstan lingkungan, sirkumstan masalah, sirkumstan peran, dan sirkumsan lokasi. Sirkumstan sebab memiliki kedudukan tertinggi dalam pidato Presiden RI Joko Widodo dibandingkan sirkumstan lainnya karena Presiden RI Joko Widodo lebih mementingkan tujuan yang ingin dicapai yakni agar masyarakat dapat merealisasikan informasi yang disampaikan.Kata kunci: Transitivitas, Teks Pidato, Presiden RI
PEMAPARAN PENGALAMAN MELALUI SISTEM TRANSIVITAS DALAM TEKS PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO: KAJIAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL Reski Dewa Agung; Gusnawaty Gusnawaty; Tadjuddin Maknun; Muhammad Hasyim
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i3.7291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap partisipan, proses dan sirkumstan sebagai media pemaparan ide dan pengalaman penutur dalam Pidato Presiden Joko Widodo mengenai rencana persiapan kegiatan KTT G20 Tahun 2022, dan kaitannya dengan konteks situasi yang ada dalam teks tersebut. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori linguistik sistemik fungsional sebagai alat analisis. Sumber data berupa Pidato Presiden Joko Widodo mengenai rencana persiapan kegiatan KTT G20 Tahun 2022 yang diakses melalui laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan membaca secara keseluruhan pidato, dan teknik catat yakni mencatat pidato tersebut sebelum membaginya menjadi potongan klausa. Hasil penelitian dalam pidato tersebut ditemukan tiga unsur yang menjadi pembangun dalam penggambaran ide dan pengalaman penutur, yaitu partisipan, proses dan sirkumstan. Partisipan yang ditemukan berupa partisipan jenis manusia dan partisipan bukan manusia. Partisipan jenis manusia menjadi partisipan yang paling banyak kemunculannya dengan persentase kemunculan sebanyak 87%. Proses yang ditemukan dalam pidato tersebut berupa proses material, mental, verbal dan relasional. Proses verbal menjadi proses yang paling banyak kemunculannya dengan persentase kemunculan sebanyak 60%. Sirkumstan yang ditemukan dalam pidato tersebut berupa sirkumstan sebab, masalah, rentang, lokasi dan peran. Sirkumstan jenis lokasi yang merujuk pada waktu menjadi sirkumstan yang paling banyak kemunculannya dengan persentase sebanyak 38%. Berdasarkan analisis transicitas dan dikaitkan dengan konteks situasi dapat diketahui bahwa Presiden Joko Widodo ingin memberitahukan kepada khalayak umum, baik dalam negeri maupun luar negeri mengenai persiapan yang telah dilakukan oleh Joko Widodo sebagai ketua kegiatan KTT G20 Tahun 2022 dan masalah yang akan dibahas pada kegiatan tersebut.Kata kunci: transivitas, teks pidato, Joko Widodo