Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Kain Perca dan Pakaian Bekas Untuk Pembuatan Keset dan Alas Gelas di Kw.Raudhatul Jannah Rumbai Pekanbaru Elvira Zondra; Usaha Situmeang; Hazra Yuvensius
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v4i2.14914

Abstract

KW.Raudhatul Jannah adalah salah satu kelompok wanita yang berada di kelurahan Sri Meranti Rumbai. Kelompok Wanita ini mulai didirikan pada tahun 2017, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta perekonomian ibu-ibu anggotanya. Kelompok wanita Raudhatul Jannah beranggotakan 14 orang ibu-ibu yang berada di perumahan Griya Palas Mekar Jalan Sri Mersing Rumbai Pekanbaru yang memiliki ketua beralamat di blok A no.7. Pemanfaatan dari limbah kain perca menjadi salah satu solusi dalam mengurangi permasalahan di lingkungan, karena telah dibuat menjadi hasil produk lain yang lebih bermanfaat. Keset dan alas gelas termasuk kepada barang yang selalu kita gunakan dirumah dan dibutuhkan dalam rumah tangga. Keset dan alas gelas ini dapat dijual dan menjadi tambahan penghasilan bagi ibu-ibu anggota KW.Raudhatul Jannah. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu anggota KW.Raudhatul Jannah adalah melalui pemberian pelatihan penggunaan kain perca dan pakaian bekas untuk pembuatan keset dan alas gelas dengan jarum jahit tangan dan mesin jahit listrik portable. Metode yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan dan pelatihan kepada ibu-ibu peserta. Pelaksana melakukan tatap muka memberi materi tentang bahan dan pelatihan cara pembuatan keset dan alas gelas. Selanjutnya telah dilakukan juga evaluasi kepada peserta melalui kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan. Dari hasil evaluasi pre-test diperoleh rata-rata penilaian sebesar 23,2%. Sedangkan setelah dilaksanakan pelatihan, diperoleh nilai post-test rata-rata 92,825%. Dengan hasil penilaian tersebut dapat dikatakan bahwa dengan diberikannya pelatihan ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan terhadap materi yang diberikan dengan baik. Sehingga pelaksana dapat dinyatakan berhasil menuntun dan mengarahkan peserta pelatihan dalam meningkatkan keterampilan dalan pembuatan keset dan alas gelas.
Studi Pengaruh Pembebanan Terhadap Umur Transformator Daya #1 150/20 KV Pada Gardu Induk Teluk Lembu PT. PLN (Persero) UPT Pekanbaru Dwi Ramona Diningsih Saragih; Usaha Situmeang; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 1 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i1.6223

Abstract

Transformator daya merupakan peralatan penting pada sistem tenaga listrik khususnya pada penyaluran energi listrik. Penyaluran energi listrik keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kontinuitas pelayanan. Salah satu faktor yang mempengaruhi umur pemakaian transformator adalah pembebanan yang dilayani oleh transformator tersebut dan suhu sekitar. Suhu rendah terlihat pada beban 70% dengan standar IEC No. 60076 (20˚ C) keadaan siang sebesar 72,724 dan keadaan malam sebesar 71,032 dan suhu tinggi terlihat pada beban 100% dengan standar rata-rata suhu Indonesia (33˚ C) dalam keadaan siang sebesar 94,024. Suhu Indonesia cukup ekstrim harus diseimbangi dengan pembebanan yang rendah agar transformator dapat bertahan lebih lama atau memiliki umur yang lebih panjang. Pembebanan transformator berpengaruh terhadap temperatur minyaknya. Semakin besar bebannya maka semakin tinggi temperaturnya dan semakin rendah kecil bebannya makan semakin rendah temperaturnya. Pembebanan oleh transformator dan suhu sekitar berpengaruh terhadap temperatur, semakin besar beban dan suhu sekitar maka semakin tinggi temperatur pada ransformator tersebut. Perkiraan umur transformator paling lama pada beban 70 % dengan standar IEC No. 60076 (20˚ C) keadaan siang lama pemakaian 8,3 tahun dan keadaan malam 11,7 tahun. Apabila ternyata transformator tidak bisa bekerja dengan beban 70% maka dari itu bisa menerima beban 80% agar menjaga transformator memiliki umur yang lebih panjang. Berdasarkan validasi menggunakan metoda Fuzzy Logic Pada beban 70% prediksi umur 8,3 tahun sedangkan untuk prediksi umur paling buruk pada beban 100% sebesar 4,8 tahun. Kata Kunci : Beban, Life Time, temperatur, transformator, fuzzy logic.
Analisis Profil Tegangan Dan Rugi Daya Jaringan Distribusi 20 kV PT PLN (Persero) Rayon Siak Sri Indrapura Dengan Beroperasinya PLTMG Rawa Minyak Ade Indra; Abrar Tanjung; Usaha Situmeang
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 1 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i1.6251

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan primer yang terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Peningkatan ini perlu diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan akan energi listrik yang merata kepada konsumen yang berada dipelosok daerah terpencil sekalipun, seperti yang berada dikabupaten Siak Sri Indrapura. Untuk meningkatkan kebutuhan akan energi listrik tersebut adalah harus dilakukannya pembangunan pusat pembangkit listrik yang baru dari pihak produsen yaitu PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara). PT. PLN (Persero) Rayon Siak Sri Indrapura merupakan penyuplai energy listrik di wilayah Kabupaten Sri Indrapura menggunakan Pusat Listrik Tenaga Diesel dengan kapasitas daya sebesar 25 MW. Permasalahan utama pada sistem distribusi adalah tegangan terima pada ujung saluran transformator DY 061 sebesar 17,975 kV dan rugi daya menjadi 27,694 kW. Rekonfigurasi dilakukan antara Penyulang Saphire dengan Penyulang Bacan untuk mengatasi tegangan jatuh dan rugi daya. Berdasarkan hasil perhitungan dan diperoleh tegangan terima sebesar 19,027 kV pada transformator DY 061 dan rugi daya aktif sebesar 1,504 kW serta rugi-rugi daya reaktif sebesar 4,049 kVAr
Analisis Pengujian Kualitas Isolasi Transformator Daya di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang Rifky Ondrialdi; Usaha Situmeang; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 2 (2020): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i2.6288

Abstract

Degradasi isolasi/penuaan merupakan salah satu penyebab utama kerusakan transformator. Bagian terlemah dari sistem isolasi adalah kerentanan terhadap kadar air, oksigen, terhadap panas berlebih dan tekanan mekanis. Pemburukan atau kegagalan isolasi dapat menyebabkan kegagalan operasi atau bahkan kerusakan transformator. Salah satu metode untuk mengetahui kondisi isolasi adalah dengan melakukan pengujian pengujian power factor (PF) atau Dissipation factor (DF) isolasi dan pengujian rasio belitan. Pengujian ini dilakukan berdasarkan standart IEEE C57.152-2013 dimana nilai standar pengujian 0,5 % dalam keadaan baik, apabila melebihi dari 0,5 % dianggap mengalami pemburukan. Nilai pengujian PF/DF untuk transformator IP954-T01 adalah 0,243 % masih kecil dari standart 0,5 % yang mengidentifikasi kondisi isolasi masih bagus. Sedangkan untuk pengujian PF/DF transformator IP254-T02 adalah 0,655 % lebih besar dari 0,5 % yang mengidentifikasi terjadinya penurunan kualitas isolasi. Pengujian PF/DF isolasi minyak untuk transformator IP954-T01 hasil uji dari tegangan 10 kV adalah 0,054 % dan IP254-T02 hasil uji dari tegangan 10 kV adalah 0,144 % masih kecil dari 0,5 % yang mengidentifikasi kualitas isolasi minyak masih bagus. Untuk hasil pengujian ratio belitan/tegangan untuk transformator IP954-T01 nilai persen deviasi belitan pada posisi Tap changer 3 bernilai 0,288 %, persen devisiasi masih kecil dari 0,5%. Sedangkan transformator IP254-T02 nilai pada posisi Tap changer 3 bernilai 1,440 % besar dari 0,5 % mengindikasikan adanya masalah pada belitan.
Pengaturan Grouping Proteksi Titik Kontingensi pada Peralatan Switching untuk Menurunkan ENS Ade Nafiarman; Usaha Situmeang; Zulfahri Zulfahri; Arlenny Arlenny
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 5 No. 2 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v5i2.6427

Abstract

Sistem distribusi merupakan bagian terpenting dalam proses penyaluran tenaga listrik, karena merupakan penghubung dari sumber ke konsumen. Gangguan yang mengalami pada sistem tenaga listrik 20 kV di Riau dapat mengakibatkan terputusnya penyaluran tenaga listrik kepada konsumen. Gangguan-gangguan tersebut mengakibatkan tingginya Energy Not Supplied (ENS), PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Riau merupakan unit bagian dari PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Riau & Kepulauan Riau yang mengelola operasi sistem Distribusi 20 kV. Salah satu faktor yang mendapat perhatian adalah gangguan berulang dan lamanya durasi padam sehingga berdampak pada hilangnya potensi dalam penjualan tenaga listrik. Dari 118 penyulang terintegrasi SCADA ada 6 penyulang yang memiliki titik kontingensi pada peralatan Switching. Ke 6 penyulang tersebut mampu menurunkan nilai Energy Not Supplied (ENS) Penyulang Kontingensi di tahun 2017 sebesar 333.206 kWh sedangkan di tahun 2018 nilai ENS turun sebesar 24.892 kWh, dapat dikatakan Pengaturan Grouping Proteksi Titik Kontingensi Pada Peralatan Switching bekerja dengan baik sehingga saat mengalaminya gangguan, pemadaman baik pemadaman terencana maupun tidak terencana, pelanggan tidak mengalami padam dan ENS tidak terlalu besar.
Studi Kuat Medan Listrik Tower 213-214 Section Duri-Bagan Batu Juanda Tarigan; Usaha Situmeang; Monice Monice
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.7142

Abstract

Pemakaian tegangan tinggi pada transmisi daya listrik selain dapat mengurangi rugi-rugi daya, juga menghasilkan kuat medan listrik yang tinggi di sekitar konduktor bertegangan. Kuat medan listrik dipengaruhi oleh jarak titik uji dari konduktor fasa. Semakin dekat jarak antara titik uji dengan konduktor fasa, maka kuat medan yang timbul juga semakin besar. Sebaliknya, semakin jauh titik uji dari konduktor fasa, maka medan listrik yang timbul akan berkurang. Dan hasil analisa manual dengan titik uji 1,7 meter berada dititik nol atau ditengah andongan antara tower 213-214 kuat medan listrik tertinggi dalam fungsi waktu Emax = 0,718 kV/m pada t = 0,020s dan kuat medan listrik total terendah dalam fungsi waktu Emin = 0,103 kV/m di t = 0,015s dengan kuat medan listrik efektif Eeff = 0,495 kV/m. Dari perhitungan Matlab diperoleh kuat medan listrik terendah di posisi titik uji 1 meter vertikal, 18 meter horizontal Emin = 0,386 kV/m dan kuat medan listrik tertinggi di posisi titik uji 13 meter vertikal, 4 meter horzontal Emax = 5,357 kV/m.Hal tersebut memperlihatkan bahwa ketinggian maksimum dari bangunan-bangunan yang berada di bawah saluran transmisi adalah 9 m, dan ruang bebas (clearance) saluran transmisi adalah 6 m.
Analisis Keandalan Sistem Distribusi 20 kV dengan Metode FMEA pada Penyulang Akasia dan Lele PT PLN (Persero) ULP Kota Barat Citra Afri Lestari; Zulfahri Zulfahri; Usaha Situmeang
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 1 (2021): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i1.7408

Abstract

The level of reliability of a distribution system is very important to ensure the continuity of electricity supply to consumers. This final project was made with the aim of calculating the reliability index using the Failure Modes And Effects Analysis (FMEA) method. This research was conducted on Akasia Feeders and Lele Feeders at PT. PLN (Persero) ULP Kota Barat Pekanbaru.The existing condition of the Akasia Feeder in 2019 obtained SAIFI results of 6,419 disturbances/customers and in 2020 it was 2,814 disturbances/customers. While the 2019 Lele Feeder obtained SAIFI results of 5,005 disturbances/customers and in 2020 it was 2,196 disturbances/customers. While the SAIDI Akasia Feeder results in 2019 were 353,329 minutes/customer and in 2020 it was 105,080 minutes/customer. While the 2019 Lele Feeder obtained SAIDI results of 270,191 minutes/customer in 2020 of 111.424 minutes/customer. Considerable savings after maintenance at the Akasia Feeder and Lele Feeder. From the calculation obtained savings of Rp. 41,215,943.94 on Akasia Feeder and Rp. 10,806,099.21 on Lele Feeder for one year. The results obtained after repair efforts by scrounging trees to a safe distance for the network carry out routine network infections, so that they can more quickly map out disturbances to feeders. Limiting the number of customer outages by installing reclosers, LBS and sectionalizers. Based on the evaluation results, these two feeders are categorized as reliable, because they are below the standard value that has been determined.
Analisa Sistem Kelistrikan Gedung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Fajri Aulia Zarni; Usaha Situmeang; Masnur Putra Halilintar
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 7 No. 2 (2023): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v7i2.9606

Abstract

Kapasitas daya listrik di Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad PLN ada tiga yaitu dengan ID No. 181101059392 dengan daya semu 1.730 kVA, daya aktif 1.384 kW, daya reaktif 1.038 kVAr, ID No. 181100147829 dengan daya semu 555 kVA, daya aktif 444 kW, daya reaktif 333 kVAr, ID No. 1811000945963 dengan daya semu 1.385 kVA, daya aktif 1.108 kW sehingga total daya semu 3.670 kVA, daya aktif 2.936 kW, dan daya reaktif 2.202 kVAr. Untuk suplai cadangan dari Diesel Generator ada lima yaitu pada lokasi gedung Utama Perkins 1 daya semu 1.360 kVA, daya aktif 1.088 kW, daya reaktif 816 kVAr, lokasi gedung Central Operation Theatre (COT) Perkins 2 daya semu 1.250 kVA daya aktif 1.000 kW, daya reaktif 750 kVAr, lokasi kantor Instalasi Pemeliharaan Sarana & Prasarana (IPSPRS) Mercy dengan daya semu 800 kVA, daya aktif 640 kW, dara reaktif 480 kVAr, dan lokasi halaman gedung Instalasi Pemulasaran Jenazah (IPJ) Caterpillar 1 dengan daya semu 455 kVA, 364 kW, daya reaktif 273 kVAr dan Caterpillar 2 dengan daya semu 500 kVA, daya aktif 400 kW, daya reaktif 300 kVAr, sehingga total daya semu Diesel Generator 4.255 kVA, daya aktif 3.492 kW dan daya reaktif 2.619 kVAr. Hasil analisa aliran daya pada ETAP adalah total arus 3981 A, total daya aktif 1993,98 KW, total daya reaktif j1495,32 dan total daya semu 2432,36 KVA. Selisih hasil perhitungan daya aktif dan hasil simulasi Software ETAP sebesar 75,864 kW atau 3,66%. Setelah dilakukan analisa besar pemakaian daya listrik pada gedung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru besar kapasitas daya listrik yang tersedia sangat cukup untuk melayani pemakaian daya listrik tersebut.
Analisis Kinerja Motor Induksi 3 Phasa Pada Screw Press Pabrik Kelapa Sawit Di PT. Guna Agung Semesta Maulana Digo; Usaha Situmeang; Elvira Zondra
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 6 No. 2 (2022): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v6i2.9676

Abstract

Motor listrik merupakan peralatan listik vital di industri yang berfungsi sebagai penggerak untuk bermacam-macam keperluan. Luasnya penggunaan motor listrik diberbagai industri disebabkan kemampuan motor listrik yang sangat handal dalam menyediakan daya putar dengan berbagai pilihan daya disertai dengan efficiency yang cukup bagus. Produksi minyak kelapa sawit memerlukan proses pengepresan sebelum menjadi minyak dengan menggunakan screw press dengan penggerak motor tiga phasa. Pada screw press kapasitas 15 ton tersebut akan terjadi perubahan pembebanan tekanan pada saat pengepresan yang mengakibatkan kinerja dari elektromotor terganggu. Fungsi dari screw press adalah untuk memeras berondolan yang telah dicincang, dilumat dari digester untuk mendapatkan minyak kasar. Penelitian ini dilakukan pada motor induksi tiga phasa di PT. Guna Agung Semesta untuk mengetahui kinerja motor terhadap pengaruh tekanan screw press. Dari hasil tugas akhir ini diperoleh bahwa ketika tekanan paling rendah yaitu 30 Bar maka Daya Masuk adalah 696,849 Watt, Arus Stator 2,787 Amper, Arus Rotor 0,868 Amper, Putaran Motor 1473 Rpm, Slip 1,8, Torka Induksi, 3,319 N.m, Torka Beban 3,258 N.m dengan Efficiency 72,1 %. Sedangkan untuk tekanan yang paling tinggi yaitu 80 Bar maka Daya Masuk adalah 889,872 Watt, Arus Stator 2,857 Amper, Arus Rotor 1,190 Amper, Putaran Motor 1462 Rpm, Slip 2,5, Torka Induksi 4,491 N.m, Torka Beban 4,378 N.m dengan Efficiency 75,3 %.
Studi Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Dari Limbah Kelapa Sawit Di PT. Inti Indosawit Subur SP 5 Siak Andika Purba; Usaha Situmeang; Arlenny
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 8 No. 2 (2024): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v8i2.10763

Abstract

Pembangkit listrik tenaga biogas memproduksi energi listrik dari sumber energi yang berasal dari hasil pembakaran biogas, biogas dihasilkan dari gas yang melalui proses dekomposisi senyawa organik oleh secara anaerobik. Ada pun beberarapa keuntungan yaitu energi yang dihasilkan oleh biogas tidak menimbulkan polusi dan bisa mengurangi emisi rumah kaca, biogas merupakan solusi yang tepat untuk menggantikan bahan bakar fosil. Dalam penelitian mengenai studi kinerja pembangkit listrik tenaga biogas dari limbah kelapa sawit di PT. Inti Indosawit Subur di ketahui pembangkit listrik tenaga biogas buatan satu memiliki 2 unit gas engine dalam proses pembangkitan listrik dan masing-masing kapasitas pembangkitnya adalah 1,4 MW, berdasarkan hasil perhitungan efisiensi kinerja pembangkit listrik tenaga biogas buatan satu untuk faktor kapasitas rata-rata nilai efisiensinya adalah 66,881 %, faktor kapasitas netto memperoleh efisiensi 80.578 %, efisiensi termal sebesar 40,021 %, dan faktor produktivitas memperoleh sebesar 66.881 % untuk nilai efisiennya, serta untuk konsumsi bahan bakar pembangkit listrik tenaga biogas buatan satu rata-rata menghabiskan sebesar 0,492 Nm3/kWh untuk konsumsi bahan bakarnya.