Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Potency of Iles-iles for Conserving Forest, and Increasing Revenue and Tourism in Ancient Volcano, Nglanggeran Gunung Kidul Sumarwoto, Sumarwoto; Poerwanto, Mofit Eko
Proceeding International Conference on Global Resource Conservation Vol 4, No 1: Proceeding of 4th ICGRC 2013
Publisher : Proceeding International Conference on Global Resource Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.209 KB)

Abstract

Iles-iles are often referred to as porang or yellow iles or Amorphophallus muelleri blume. The plant is potentially for agro-forestry development and their tubers are used as a functional food, and raw materials of various types of industries. The plant is expected to increase income and welfare of forest communities. The forest around ancient volcano Nglanggeran Gunungkidul has potency as a tourist attraction. The forest is situated at an altitude 400 M asl, with an area of approximately 30 Ha. Tourism potential will increase with the presence of agro-forestry iles-iles. Increased potency is expected to provide added value to the local community in particular and the district government of Gunungkidul in general. In addition, it is hoped that a variety of benefits that have been mentioned, will not decimate the forest as a source of oxygen that contributed as the lungs of the world. This information is expected to be useful for researches and government of Gunungkidul in increasing community’s income, developing agro-forestry, conserving forest, and developing tourism. Key words: ancient volcano, forest conservation, iles-iles, income, tourism 
Fenologi Pembungaan dan Pembuahan Berbagai Macam Berat Umbi Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume) Sumarwoto, Sumarwoto
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2006): February 2006
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.714 KB) | DOI: 10.24002/biota.v11i1.2816

Abstract

The study about fruiting and flowering phenologies on various tuber weights of iles-iles has not been common yet. The fact was emphasized by Lingga et al. (1989) that most biologists and agronomists are not interested in doing research about the iles-iles, so the source is not easy to get. This research was aimed to studying the fruiting and flowering phenologies on various tuber weights of Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume). The experiment was done at Bogor Agricultural Institute experimental field, Darmaga at 250 m sea level height, from February 2000 to August 2002. The experimental design used was Completely Randomized Block Design with six replications. The treatment consist of four level of tuber weights, A = more than 1050 g; B = more than 700-1050 g; C = more than 350-700 g; D = less than or same as 350 g. The results showed that flowering of iles-iles occur on rainy season, after high rain intensity everydays. The higher tuber weights, compared with smaller tuber weights, produce bigger percentage of flower sprout, size of flower parts, flower size and fruit amount, and also total amount of embryo per stem. On the contrary, the percentage of vegetative sprout was produced more by lighter tuber. The flowering and fruiting on iles-iles, seem influenced by the interaction between tuber weight and the growth age of tuber.
Fenologi Pembungaan dan Pembuahan Berbagai Macam Berat Umbi Iles-Iles (Amorphophallus muelleri Blume) Sumarwoto Sumarwoto
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 1 (2006): February 2006
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v11i1.2816

Abstract

The study about fruiting and flowering phenologies on various tuber weights of iles-iles has not been common yet. The fact was emphasized by Lingga et al. (1989) that most biologists and agronomists are not interested in doing research about the iles-iles, so the source is not easy to get. This research was aimed to studying the fruiting and flowering phenologies on various tuber weights of Iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume). The experiment was done at Bogor Agricultural Institute experimental field, Darmaga at 250 m sea level height, from February 2000 to August 2002. The experimental design used was Completely Randomized Block Design with six replications. The treatment consist of four level of tuber weights, A = more than 1050 g; B = more than 700-1050 g; C = more than 350-700 g; D = less than or same as 350 g. The results showed that flowering of iles-iles occur on rainy season, after high rain intensity everydays. The higher tuber weights, compared with smaller tuber weights, produce bigger percentage of flower sprout, size of flower parts, flower size and fruit amount, and also total amount of embryo per stem. On the contrary, the percentage of vegetative sprout was produced more by lighter tuber. The flowering and fruiting on iles-iles, seem influenced by the interaction between tuber weight and the growth age of tuber.
PENYALAHGUNAAN NARKOBA MENURUT HUKUM POSITIP DAN HUKUM ISLAM Sumarwoto Sumarwoto
PROSEDING SEMINAR UNSA 2014: PROSEDING SEMINAR NARKOBA FAKULTAS HUKUM
Publisher : PROSEDING SEMINAR UNSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.232 KB)

Abstract

Penyalahgunaan Narkoba (Narkotika dan obat-obat berbahaya) adalah kejahatan Internasional dan ektra ordinary crime. Pada zaman era globalisasi saat ini masyarakat turut berkembang secara dinamis, yang diikuti proses penyesuaian diri yang terkadang terjadi secara tidak merata, dengan memanfaatkan perkembangan teknologi paling mutakhir dan canggih dalam bidang telekomunikasi dan transportasi, sehingga (akan) memudahkan akses berbagai macam termasuk didalamnya tentang alur masuk dan keluar (transaksi) narkoba.
STATUS HUKUM BAGI KORUPTOR PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Sumarwoto, S.H.I., M.H. Sumarwoto, S.H.I., M.H.
PROSEDING SEMINAR UNSA 2014: PROSEDING SEMINAR KORUPSI FAKULTAS HUKUM
Publisher : PROSEDING SEMINAR UNSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.218 KB)

Abstract

“Virus” korupsi mengganas dan terus menyebar serta menyerang kehidupan sosial Negara kita tercinta-Indonesia. Problem dan tantangan ini harus diatasi, khususnya masyarakat Islam yang merupakan mayoritas warga negara Indonesia. Sebagai mayoritas warga negara Indonesia, umat Islam tidak bisa mengelak bahwa terjadinya banyak korupsi dilakukan oleh orang-orang yang beragama Islam. Ironis memang, negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual ini pernah meraih peringkat pertama sebagai Negara terkorup di Asia dan Negara paling lamban yang keluar dari krisis dibandingkan negara-negara tetangganya; realitas tragis ini menjadi persoalan, beban moral, dan tanggung jawab yang tidak ringan.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP (AKSI) TERORISME Sumarwoto Sumarwoto
RATU ADIL Vol 3, No 2 (2014): RATU ADIL
Publisher : RATU ADIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.904 KB)

Abstract

Prahara kemanusiaan di dunia ini sudah mengisi agenda sejarah sebagai produk manusia yang kehilangan etos keberadabannya. Banyak orang dengan mudahnya melahirkan sebuah persepsi, praduga tak bersalah (presumption of guilt) dan saling mencurigai kalau kekerasan yang terjadi dalam suatu komunitas dan konflik-konflik internal suatu negara adalah identik dengan terorisme. Bahkan negara pun bisa jadi terjebak dalam sifat ketergesa-gesaan untuk memproduk hukum yang mengatur terorisme, meskipun untuk memberikan pemaknaan yang tegas tentang terorisme masih sulit dirumuskan atau masih terdapat perbedaan pendapat yang mendasar. Ironisnya lagi, banyak orang gampang terjebak dalam asumsi yang dibangun masyarakat global, khususnya Barat kalau negara Indonesia identik dengan teroris.Kondisi pluralistik masyarakat Indonesia menjadi salah satu penyebab sulitnya menyatukan visi tentang terorisme, khususnya jika dikaitkan dengan persoalan agama. Eksistensi agama masyarakat Indonesia yang beragam mengandung konsekuensi terjadinya perbedaan “mazhab” yang tidak mungkin atau menyulitkan untuk melakukan unifikasi pemikiran terorisme. Konsep dan doktrin Islam “amar ma’ruf nahi munkar” misalnya oleh suatu komunitas keagamaan tertentu telah ditempatkan sebagai prinsip jihad yang menuntut totalitas kapabilitas dirinya, termasuk menggunakan kekuatan fisik sehingga ketika konsep ini dijadikan ruh dan prinsip perjuangan menegakkan ajaran agama (jihad), maka dampaknya adalah terjadi benturan dengan kekuatan komunitas sesama pemeluk agama dan pemeluk agama lain serta kepentingan-kepentingan politik, sosial, budaya, ekonomi yang dibangun oleh negara, yang pemerintahnya tidak punya keinginan untuk memperbaharui ketimpangan moral-strukturalnya. Akhirnya benturan yang terjadi eskalasinya meluas, yakni negara vis-à-vis dengan agama (komunitas) dan pemeluk agama lain menjadi musuh bagi pemeluk agama lain.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI Sumarwoto Sumarwoto
RECHTSTAAT Vol 8, No 1 (2014): RECHTSTAAT
Publisher : RECHTSTAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.661 KB)

Abstract

Korupsi merupakan permasalahan universal yang dihadapi oleh seluruh negara dan masalah yang pelik yang sulit untuk diberantas, hal ini tidak lain karena masalah korupsi bukan hanya berkaitan dengan permasalahan ekonomi semata melainkan juga terkait dengan permasalahan politik, kekuasaan, dan penegakan hukum.. Pada dasarnya pelaku korupsi merupakan orang-orang yang berpendidikan dan yang memiliki jabatan. Akibat merajalelanya korupsi ini, terciptalah  jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin.. Bahkan trend terbaru korupsi dilakukan tidak lagi secara individu dengan malu-malu dan sembunyi-sembunyi melainkan secara berjama’ah, dan dianggap sebagai sebuah ‘kewajaran”. Korupsi telah mengakar kuat dalam budaya bangsa yang katanya religius ini, sehingga level korupsi di Indonesia sudah termasuk korupsi sistemik. Kalau sudah demikian halnya, maka seharusnya setiap elemen warga bangsa menyatakan perang terhadap tindak korupsi ini demi menyelamatkan nama baik bangsa yang susah payah dirintis oleh para founding fathers bangsa ini dan juga untuk menyelamatkan masa depan generasi yang akan datang. Perang terhadap korupsi harus dilakukan dengan segala upaya mulai dari reformasi birokrasi, penegakan supremasi hukum dan juga memaksimalkan peranan agama. Upaya terakhir adalah dengan (maksimalisasi peranan agama) bisa dilakukan dengan mencoba merombak doktrin-doktrin agama sebagai  ‘senjata pamungkas’ dalam pemberantasan korupsi. Penelitian ini merupakan usaha konkrit dalam rangka merealisasikan usaha tersebut. Oleh karena itu, yang menjadi pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep-konsep hukum Islam tentang korupsi dan bagaimana pula kontribusinya terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut akan digunakan teori hukum pidana Islam yaitu mengenai pembagian dan operasionalisasi jinayah atau jarimah serta penerapan sanksi-sanksinya.. Dengan menggunakan teori tersebut, penulis berkesimpulan bahwa menurut hukum Islam korupsi (dapat) disamakan dengan ghulul, sariqah, khianat, risywah dan ‘uqubah. Untuk memberantas korupsi yang sudah merajalela di Indonesia setidak-tidaknya  ada empat usaha yang harus dilakukan, yakni: pertama, Penegakan Supremasi Hukum. Hukum harus tegak dan diberlakukan adil tanpa pandang bulu termasuk kalaupun korupsi dilakukan oleh para pejabat tinggi yang memiliki power dan pengaruh yang kuat., Memaksimalkan hukuman.. Kedua, Perubahan dan perbaikan sistem. Perubahan dalam sistem birokrasi pemerintahan dan sistem hukum di Indonesia harus segera dilakukan mengingat sistem yang ada sudah bobrok Ketiga, Revolusi Kebudayaan (mental).. Keempat, Hukuman-hukuman dalam bentuk fisik perlu diwacanakan dan kalau bisa diterapkan bahkan sampai hukuman mati 
Deradicalisation to Combat Terrorism: Indonesia and Thailand Cases Sumarwoto Sumarwoto; Mahmutarrom Mahmutarrom; Ifrani Ifrani
Sriwijaya Law Review Volume 4 Issue 2, July 2020
Publisher : Faculty of Law, Sriwijaya University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28946/slrev.Vol4.Iss2.232.pp%p

Abstract

Terrorism is a human-made disaster, which is usually in the form of organised crime. In prevention, terrorism cannot be done only through legal approaches alone but covers all aspects of society. While eradication aimed at combating terrorism, uncovering and addressing criminal cases and perpetrators of terror in the form of the establishment of the measures included in the crime of terror, handling, ranging up to the judicial investigation and threatened sanctions to perpetrators of terror. The method used is doctrinal with the statute approach, the conceptual approach, the historical approach, and the philosophical approach. The result shows that deradicalisation in Indonesia is carried out by BNPT for terrorists, families and sympathisers, while counter-radicalisation is carried out for the general public to increase the deterrent power of radical terrorism. In comparison, Thailand used the application of a curriculum in education as the concept of deradicalisation
AKIBAT HUKUM PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PENIPUAN ATAU SALAH SANGKA ( Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Surakarta Nomor : 0340/Pdt.G/2019/PA.Ska ) Suprayitno Suprayitno; Sumarwoto Sumarwoto; Arie Purnomosidi
RECHTSTAAT NIEUW: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 5 No. 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.038 KB) | DOI: 10.52429/rn.v5i2.71

Abstract

Tujuan penelitian ini membahas faktor terjadinya pembatalan perkawinan karena adanya penipuan atau salah sangka di Pengadilan Agama Surakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukan adanya permohonan pembatalan di Pengadilan Agama Surakarta Nomor : 0340/Pdt.G/2019/PA.Ska. Alasan pemohon (suami) yaitu adanya penipuan atau salah sangka yang dilakukan oleh termohon (istri). Bahwasanya sebelum melaksanakan pernikahan dengan pemohon, termohon telah melakukan hubungan dengan laki- laki lain hingga saat ijab qobul dengan pemohon sudah tidak berstatus perawan lagi dan telah diakui oleh termohon. Adapun putusan hakim, yaitu hakim mengabulkan permohonan terhadap pemohon. Selain itu akibat hukumnya adalah batalnya perkawinan pemohon dan termohon setelah adanya putusan hukum tetap oleh pengadilan.
UJI ZAT PENGATUR TUMBUH DARI BERBAGAI JENIS DAN KONSENTRASI PADA STEK DAUN ILES-ILES (Amorphophallus muelleri Blume) Sumarwoto Sumarwoto
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 15, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.861 KB)

Abstract

This research was aimed  to test whether growth regulator substance could accelerate the growth of leaf cutting iles-iles and expected to be able to get the best type and concentration. The experiment was done on rainy season at experimental house, at 117  m sea level, with temperature average 27-32o C and rain fall about 1412 mm/year. The experiment was done using two factors with three replications using the Complettely Randomized Block Design. The level of kind growth regulator were three level (IAA (J1), IBA (J2), dan NAA (J3)), and concentration of growth regulator were four concentration (0 ppm (K0), 500 ppm (K1), 1000 ppm (K2), dan 1500 ppm (K3). The results showed that there was no interaction on type and concentration of growth regulator substance doses in affecting the growth plant vegetattif parameters. The using of growth regulator substance of resulted in the better viability and vigor of seeding 34% better than control (no growth regulator substance). The alternative  choice  growth regulator substance at first is IBA, whereas concentration of growth regulator substance on 1500 ppm