Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sosialisasi dan Pembuatan Biopori Dian Suwandari, Yunita; Suwandari, Yunita Dian; Mirnayani, Mirnayani; Nabila, Nabila
Jurnal Pengabdian West Science Vol 3 No 06 (2024): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v3i06.1213

Abstract

Sampah dan banjir merupakan hubungan sebab akibat suatu kondisi yang tidak menguntungkan bagi semua pihak, seperti kerugian ekonomi, kerusakan lingkungan, krisis air bersih, banyaknya penyakit yang muncul sampai timbulnya korban jiwa. Pada umumnya banjir terjadi karena selokan sudah tidak dapat lagi menampung volume air yang terjadi akibat curah hujan yang disebabkan antara lain adalah sampah. Banyaknya penduduk dan permukiman baru menghasilkan volume sampah yang besar setiap harinya, perlu dikelola dengan baik. Untuk mengurangi limbah sampah dapat diminimalkan dengan membuat perencanaan kapasitas volume sampah dan sumur resapan Biopori. Resapan Biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan yang memiliki banyak manfaat antara lain meningkatkan muka air tanah, meningkatkan kualitas air tanah sebagai tempat pembuangan sampah, dan dapat mencegah timbulnya bencana banjir terutama di daerah perkotaan.
MEWUJUDKAN SWASEMBADA AIR DAN PANGAN DI PONDOK PESANTREN RIYADHUT TAFSIR MELALUI TEKNOLOGI SUMUR BOR, SISTEM FILTRASI, DAN BUDIDAYA LELE BIOFLOK Mirnayani, Mirnayani; Suwandari, Yunita Dian; Hanum, Bethriza; Novianto, Rizqi Hadi; Fauzi, Alva Azmi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3050

Abstract

Riyadhut Tafsir Islamic Boarding School in Parung Panjang, Bogor, faces limited access to clean water and remains dependent on external food supplies. This condition hampers students’ daily activities, especially during the dry season when water is scarce. The available water was not suitable for consumption due to the absence of filtration. Food problems also emerged since self-sufficiency in cultivation had not been achieved optimally. The aim of this activity is to enhance the self-sufficiency of the boarding school through appropriate technology, namely bore wells, a filtration system, and biofloc catfish cultivation. The methods included needs assessment, system design, implementation of bore well and filtration technology, construction of biofloc ponds, and training students in clean water management and fish farming. In addition, a pre test and post test were conducted to measure participants’ competency improvement. The results showed significant improvements in water availability, with a bore well discharge reaching 1.2 L/s, water quality improvement with turbidity reduced and pH stabilized at 7.1–7.4 after filtration. The boarding school now has 3 biofloc ponds with a capacity of 100 fish each, achieving a catfish survival rate of 95% after two months of cultivation. Knowledge evaluation results showed an average score increase from 25.0 (pre test) to 90 (post test), with all participants achieving the minimum competency standard of ≥75. Students were actively involved in maintenance, which significantly enhanced their technical skills. In conclusion, the application of bore well technology, a filtration system, and biofloc ponds successfully improved water and food self-sufficiency while effectively enhancing students’ competencies through appropriate technology-based training.
The Impact of The Wage System on Estimating Construction Worker Productivity Mirnayani, Mirnayani; Yunita Dian Suwandari
Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan Vol. 27 No. 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jtsp.v27i2.15020

Abstract

A construction project's productivity significantly depends on its workforce's efficiency. This study examines the effect of different wage systems—daily wage and piece-rate (borongan) systems—on the productivity of construction workers, using a neural network model for analysis. Data were collected from workers at the ESP-Control Building Project of PLTU Units 9 & 10 through field observations and questionnaires. Productivity was assessed via the Work Sampling method, while SPSS software was employed to analyze key factors influencing worker performance. The results show that the piece-rate system is more effective in enhancing productivity than the daily wage system, as indicated by higher Labour Utilization Rates (LUR). A neural network model developed for productivity estimation achieved high accuracy, with R² values of 0.815 for the daily wage system and 0.817 for the piece-rate system. Practically, these findings can help project managers improve scheduling efficiency, minimize idle time, and reduce labor costs by adopting an appropriate wage system.
Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Optimalisasi Lahan Pekarangan dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Suwandari, Yunita Dian; Mirnayani, Mirnayani; Hanum, Bethriza; Heriyanto, Muhamad; Siregar, Bertolomeus Yohannes
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2060

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Komunitas Petani Almadera, Desa Parung Panjang, Kabupaten Bogor, dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan penerapan teknologi tepat guna. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi pengelolaan lahan yang masih manual, belum optimalnya pemanfaatan limbah organik, serta ketiadaan sistem drainase yang menyebabkan genangan air dan menurunkan produktivitas tanaman. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan learning methodology yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Rangkaian kegiatan mencakup pembuatan bedengan permanen, lubang biopori, komposter rumah tangga, dan sistem drainase sederhana, disertai pelatihan pemasaran digital untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan lahan dan limbah organik, serta meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif. Berdasarkan hasil evaluasi melalui kuesioner, tingkat kepuasan peserta mencapai 94%, menunjukkan bahwa pelaksanaan program tergolong sangat memuaskan. Kegiatan ini berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian pangan dan ekonomi keluarga yang berkelanjutan.Kata kunci: Biopori, Banjir, Sampah.
Penerapan Teknologi Tepat Guna untuk Optimalisasi Lahan Pekarangan dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Suwandari, Yunita Dian; Mirnayani, Mirnayani; Hanum, Bethriza; Heriyanto, Muhamad; Siregar, Bertolomeus Yohannes
WASANA NYATA Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i2.2060

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan di Komunitas Petani Almadera, Desa Parung Panjang, Kabupaten Bogor, dengan tujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan penerapan teknologi tepat guna. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi pengelolaan lahan yang masih manual, belum optimalnya pemanfaatan limbah organik, serta ketiadaan sistem drainase yang menyebabkan genangan air dan menurunkan produktivitas tanaman. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan learning methodology yang menekankan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Rangkaian kegiatan mencakup pembuatan bedengan permanen, lubang biopori, komposter rumah tangga, dan sistem drainase sederhana, disertai pelatihan pemasaran digital untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan lahan dan limbah organik, serta meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif. Berdasarkan hasil evaluasi melalui kuesioner, tingkat kepuasan peserta mencapai 94%, menunjukkan bahwa pelaksanaan program tergolong sangat memuaskan. Kegiatan ini berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat menuju kemandirian pangan dan ekonomi keluarga yang berkelanjutan.Kata kunci: Biopori, Banjir, Sampah.