Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perencanaan Kapasitas Volume Sampah dan Tahapan dalam Pengolahan Menggunakan Sumur Biopori Mirnayani, Mirnayani; Suwandari, Yunita Dian
WASANA NYATA Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v8i1.1759

Abstract

Data Badan Pusat Statistik, kelurahan Meruya Selatan mempunyai luas wilayah 2,79 km² merupakan wilayah terkecil dari kecamatan Kembangan dengan jumlah penduduk yang terus meningkat sebesar 42,196 jiwa membuat wilayah ini hanya memiliki sedikit tempat terbuka, sedangkan volume sampah yang dihasilkan semakin banyak setiap harinya.  Permasalahan yang dihadapi oleh mitra Kelurahan Meruya Selatan adalah banyaknya produksi sampah setiap harinya yang belum diikuti dengan kesadaran masyarakat serta keterbatasan pengetahuan mengenai proses pengelolaan sampah yang baik menyebabkan permasalahan lingkungan seperti pencemaran dan banjir. Perencanaan kapasitas volume sampah dan pembuatan sumur resapan biopori merupakan salah satu solusi. Resapan Biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan yang memiliki banyak manfaat antara lain meningkatkan muka air tanah, meningkatkan kualitas air tanah sebagai tempat pembuangan sampah, dan dapat mencegah timbulnya bencana banjir terutama di daerah perkotaan. Universitas Mercu Buana memberikan solusi edukasi melalui program pengabdian kepada masyarakat kelurahan Meruya Selatan yang merupakan mitra berupa kegiatan penyuluhan dan pelatihan mengenai perencanaan kapasitas volume sampah dan pembuatan sumur resapan biopori.  Kegiatan pelatihan dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa. Hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan,  mitra merasa sangat puas dengan tingkat harapan sebesar 93% dan kepuasan mencapai 94%.
Evaluation of Building Safety System Aspect Based on Risk (Case Study Building Heritage in Jakarta) Suwandari, Yunita Dian; Amin, Mawardi; Primatama, Muhammad Agus
Asia Pacific Journal of Management and Education (APJME) Vol 4, No 1 (2021): March 2021
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.181 KB) | DOI: 10.32535/apjme.v4i1.1038

Abstract

Modern and cultural heritage buildings’ safety is mandatory. The damage they suffered, especially the heritage buildings, requires the owners and managers to further improve the supervision of the safety aspects. This study aims to identify, assess, and respond to the safety risk of the heritage buildings. This research was conducted in Jakarta utilizing interviews and questionnaires to identify the risks. Experts and other respondents were deliberately chosen were chosen according to their experience. The risks were analyzed by the probability and weight matrices. This study reveals three high risks and provides the solution to reduce the risk. In addition to academic benefits, the findings are beneficial for the owners and suggest the government carry out risk management.
Risk Analysis of Heritage Building in Jakarta Yunita Dian Suwandari; Mawardi Amin; M.Agus Primatama
International Journal of Applied Business and International Management Vol 5, No 2 (2020): August 2020
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v5i2.862

Abstract

The purpose of this study is to identify risk factors that influence building safety. The damage suffered by cultural heritage building requires the owner and manager of the building to further improve the supervision of the building safety aspects. This research was conducted in Jakarta and the methods used to identify risks were interviews and questionnaires. Risk analysis uses probability and weight matrices. Finally, there are 23 high risks and the solution can be identified for reducing the risk. The results of this study are beneficial for owners of heritage buildings and the government. Furthermore, the results of this study are also beneficial for academics studying the heritage building field as a literature review.
Analisis Risiko Keterlambatan Pembangunan Gedung Menggunakan Metode Probability Impact Matrix (PIM) (Studi Kasus Proyek Pembangunan Gedung Office & Apartment ADR PIK) Pambudi, Aji; Suwandari, Yunita Dian
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen risiko adalah proses yang sistematik yang dimulai dari identifikasi, analisis dan pengendalian risiko. Tujuan dari menejemen risiko adalah memaksimalkan peluang dan konsekuensi dari kejadian yang memiliki dampak positif dan meminimalkan peluang dan konsekuensi dari kejadian negatif terhadap sasaran proyek. Untuk mendapatkan hasil penilitian pada pembagunan Gedung ADR PIK maka perlu dilakukan analisis terhadap berbagai risiko yang mungkin akan muncul dalam tahap konstruksi dan finishing. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan risiko dominan serta dapat mengetahui tindakan yang tepat untuk menangani risiko tersebut dimana hal ini dilakukan untuk meminimalisir terjadinya risiko yang berpengaruh terhadap biaya dan waktu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Probability Impact Matrix. Analisis dimulai dari identifikasi risiko melalui survey, wawancara, obeservasi dan studi literatur, kemudian dilakukan penyebaran kuesioner kepada responden atau tenaga ahli pada proyek pembangunan Gedung ADR PIK. Selanjutnya dilakukan penilaian risiko, untuk mengetahui risiko-risiko dominan. Risiko dominan dikendalikan melalui tindakan mitigasi dan pengaplikasian risiko terhadap pihak-pihak yang terlibat langsung pada proyek Konstruksi seperti Pemilik Proyek, Pengawas Teknis, Konsultan Perencana dan Kontraktor. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif
Analisis Kinerja Biaya Dan Waktu Pada Pelaksanaan Proyek Tower Apartemen Menggunakan Metode Analisis Nilai Hasil (Earned Value) Wibisono, Helmi Atallah; Suwandari, Yunita Dian
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2024: Menjembatani Energi Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau melalui Transformasi Riset dan Teknologi T
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The Earned Value method is a way to determine project performance. This combines the components of schedule, costs, and performance of physical construction work that has been carried out in the field so that the costs and time required to complete the project can be estimated. This research aims to detect immediately if costs increase or the project is delayed so that action can be taken to prevent or improve project performance. From the results of research conducted on the Apartment project, at the end of the review, namely in the 241st week, the cumulative Schedule Variance (SV) value at the end of the review showed a delay of 8.275% of the initial project plan (PV) which was planned at 89.52% with realization (EV) of 81.244%. Based on the cumulative Cost Variance (CV) value, it shows that the costs incurred (AC) amounted to Rp. 385,470,936,560.00,- and the results obtained from work in the field (EV) Rp. 387,776,412,557.83,-) so that the Cost Performance Index obtained shows a positive value, namely 1, which means that the actual costs incurred are less than the value of the work obtained. Judging from the Estimate at Completion (EAC) results of IDR. 470,551,320,890.15,- which is smaller than the total cost of the Budget all cost (BAC) project of IDR 473,365,657,000.00,- with a difference of IDR 2,814,336,109.85. Judging from the Estimate all Schedule (EAS), it is estimated that the project will require a total completion time of 1817 days, 11 days longer than the total planned time of 1806 days. Keyword: Cost, Delay, EVM, Performance, Time.  ABSTRAK Metode Earned Value adalah cara untuk mengetahui kinerja proyek. Ini memadukan komponen jadwal, biaya, dan prestasi kerja pembangunan fisik yang sudah dilakukan di lapangan sehingga dapat diperkirakan biaya dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi segera jika biaya meningkat atau proyek tertunda sehingga dapat dilakukan tindakan untuk mencegah atau memperbaiki kinerja proyek. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada proyek Apartemen, pada akhir peninjauan yaitu pada minggu ke-241, kumulatif nilai Schedule Varians (SV) di akhir peninjauan menunjukan keterlambatan sebesar 8,275 % dari rencana awal proyek (PV) yang direncanakan sebesar 89,52% dengan realisasi (EV) sebesar 81,244%. Berdasarkan kumulatif nilai Cost Varians (CV) menunjukan bahwa biaya yang telah dikeluarkan (AC) sebesar Rp. 385.470.936.560,00,- dan hasil yang diperoleh dari pekerjaan dilapangan (EV) Rp. 387.776.412.557,83,-) sehingga perolehan Cost Performance index menunjukan nilai yang positif yaitu 1 yang artinya Biaya aktual yang dikeluarkan lebih kecil dari nilai pekerjaan yang diperoleh. Dilihat dari hasil Estimate at completion (EAC) senilai Rp. 470.551.320.890,15,- yang lebih kecil dari nilai biaya total proyek Budget all cost (BAC) senilai Rp 473.365.657.000,00,- dengan selisih Rp.2.814.336.109,85,. Dilihat dari Estimate all Schedule (EAS) diestimasikan proyek membutuhkan waktu total penyelesaian 1817 hari lebih lama 11 hari dari waktu total rencana yaitu 1806 hari.Kata kunci: Biaya, EVM, Kinerja, Keterlambatan, Waktu.
Pelatihan Tukang Dalam membuat Campuran Beton Untuk Bangunan Rumah Ramah Gempa Mirnayani, Mirnayani; Aseanto, Resi; Suwandari, Yunita Dian; Lutfiansyah, Yopi
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1969

Abstract

Pandeglang, Banten merupakan salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia, di mana sebagian besar rumah dibangun oleh tukang bangunan yang belum memiliki pelatihan teknis dalam pembuatan beton tahan gempa. Rendahnya mutu campuran beton menyebabkan tingginya tingkat kerusakan bangunan saat terjadi gempa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang dalam membuat campuran beton sesuai standar SNI 2847:2019 melalui pelatihan teori dan praktik. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan mengenai prinsip-prinsip konstruksi tahan gempa, praktik pencampuran beton menggunakan concrete mixer, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta sebesar 58%, dengan tingkat kepuasan 82% menyatakan sangat puas. Para tukang juga mampu mengoperasikan alat modern dan memahami teknik pencampuran serta curing beton. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah rawan gempa lainnya guna memperkuat ketahanan konstruksi masyarakat.
Pelatihan Tukang Dalam membuat Campuran Beton Untuk Bangunan Rumah Ramah Gempa Mirnayani, Mirnayani; Aseanto, Resi; Suwandari, Yunita Dian; Lutfiansyah, Yopi
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1969

Abstract

Pandeglang, Banten merupakan salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia, di mana sebagian besar rumah dibangun oleh tukang bangunan yang belum memiliki pelatihan teknis dalam pembuatan beton tahan gempa. Rendahnya mutu campuran beton menyebabkan tingginya tingkat kerusakan bangunan saat terjadi gempa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tukang dalam membuat campuran beton sesuai standar SNI 2847:2019 melalui pelatihan teori dan praktik. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan mengenai prinsip-prinsip konstruksi tahan gempa, praktik pencampuran beton menggunakan concrete mixer, dan evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi peserta sebesar 58%, dengan tingkat kepuasan 82% menyatakan sangat puas. Para tukang juga mampu mengoperasikan alat modern dan memahami teknik pencampuran serta curing beton. Program ini terbukti efektif dan direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah rawan gempa lainnya guna memperkuat ketahanan konstruksi masyarakat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PEKERJAAN ULANG ATAU REWORK PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus : Proyek Apartemen Sky House BSD+ Phase 2): Analysis of Factors Causing Rework on Construction Projects (Case Study: Sky House BSD+ Phase 2 Apartment Project) Afrianti,, Mey Sillvia; Suwandari, Yunita Dian; Noor Aulady, Mohamad Ferdaus
Spektrum Sipil Vol 10 No 2 (2023): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v10i2.327

Abstract

Dalam proses pelaksanaan sebuah proyek seringkali mengalami kendala yang membuat terhambatnya penyelesaian proyek konstruksi. Salah satu yang dapat menghambat suatu proyek konstruksi adalah disebabkan oleh adanya pekerjaan ulang atau rework. Rework dapat terjadi pada setiap proyek konstruksi, hal ini juga terjadi pada proyek Apartemen Sky House BSD+ Phase 2. Proyek ini mengalami penambahan waktu karena terjadinya pekerjaan yang kualitasnya tidak memenuhi standar kriteria yang telah ditentukan sehingga diperlukan pekerjaan rework untuk memperbaiki mutu dan kualitas dari pekerjaan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pekerjaan rework, mengetahui faktor dominan pekerjaan rework serta mengetahui solusi pencegahan terhadap faktor yang menyebabkan terjadinya pekerjaan rework pada proyek Apartemen Sky House BSD+ Phase 2. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan instrumen penelitian kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan program computer SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 6 faktor utama penyebab terjadinya pekerjaan ulang atau rework, yaitu faktor desain dan dokumentasi, faktor manajerial, faktor sumber daya, faktor manajerial dan peralatan dan faktor site conditions. Faktor yang paling dominan penyebab pekerjaan ulang atau rework pada proyek Apartemen Sky House BSD+ Phase 2 adalah faktor desain dan dokumentasi dengan sub variabel perubahan desain (X1.1), tidak ada shop drawing yang matang dari segi detail (X1.6), faktor manajerial dengan sub variabel kurangnya kontrol di lapangan (X2.1), dan faktor sumber daya dengan sub variabel prosedur kerja yang salah (X3.3). Solusi pencegahan pekerjaan rework adalah untuk desain gambar harus diperhatikan perencanaannya, shop drawing harus dibuat dengan tingkat detail yang jelas, melakukan pengawasan extra pada tenaga kerja agar kesalahan kerja dapat diminimalisir dan sering melakukan rapat koordinasi lapangan untuk mengetahui apakah pekerjaan di lapangan sudah berjalan sesuai dengan prosedur pekerjaan.
Evaluation of Building Safety System Aspect Based on Risk (Case Study Building Heritage in Jakarta) Suwandari, Yunita Dian; Amin, Mawardi; Primatama, Muhammad Agus
Asia Pacific Journal of Management and Education (APJME) Vol 4, No 1 (2021): March 2021
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/apjme.v4i1.1038

Abstract

Modern and cultural heritage buildings’ safety is mandatory. The damage they suffered, especially the heritage buildings, requires the owners and managers to further improve the supervision of the safety aspects. This study aims to identify, assess, and respond to the safety risk of the heritage buildings. This research was conducted in Jakarta utilizing interviews and questionnaires to identify the risks. Experts and other respondents were deliberately chosen were chosen according to their experience. The risks were analyzed by the probability and weight matrices. This study reveals three high risks and provides the solution to reduce the risk. In addition to academic benefits, the findings are beneficial for the owners and suggest the government carry out risk management.
Pemodelan Probabilistik untuk Memprediksi Risiko Kerusakan Struktur Beton pada Tahap Konstruksi pada Gedung Bertingkat Mirnayani, M; Suwandari, Yunita Dian
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.717 KB)

Abstract

Kasus kegagalan bangunan sering terjadi pada saat pelaksanaan konstruksi, dari kasus kegagalan ringan sampai kasus kegagalan berat. Contoh dari kasus tersebut adalah terjadinya retakan bahkan ambruknya bangunan. Sehingga kegagalan bangunan menjadi momok besar bagi dunia konstruksi. Penyebab dari kegagalan bangunan salah satunya disebabkan oleh kerusakan struktur beton. Penyebab kerusakan beton dapat terjadi saat sebelum dan sesudah proses pengerasan beton. Kerusakan struktur beton terjadi diakibatkan oleh berbagai faktor, seperti faktor beban struktur, faktor perencanaan, faktor pelaksanaan (pengecoran dan perawatan) dan faktor lingkungan. Kerusakan pada struktur beton terjadi pada struktur kolom, balok, pelat dan dinding beton. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu dengan menggunakan Bayesian Belief Network (BBN). BBN digunakan untuk mengakomodasi hubungan antara variabel penyebab terjadinya kerusakan struktur beton pada konstruksi gedung pada faktor dominan.. Sampel yang dipakai untuk mencari variabel penyebab terjadinya kerusakan struktur beton adalah 16 gedung bertingkat di Jakarta. Analisa hubungan antar variabel dilakukan melalui kuisioner terhadap pakar. Model BBN diperoleh dengan menggabungkan model konseptual dari hasil literatur review dengan model konseptual hasil wawancara pakar. Output dari penelitian ini adalah model yang diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui prosentase terjadinya risiko kerusakan struktur beton pada konstuksi gedung bertingkat yang disebabkan karena variabel dari faktor dominan penyebabnya.