Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Humano: Research Journal

ANALISIS DESTINASI DAN PRODUK PARIWISATA TALIABU UPAYA MENARIK MINAT WISATAWAN PASCA PANDEMI COVID 19 Sunaidin Ode Mulae; Muslim Fadel; Nemat Taher
Humano: Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2023): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v14i2.6922

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi destinasi dan produk potensi wisata kabupaten Pulau Taliabu yang ada di kawasan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pariwisata di dalam pengumpulan dan analisis data. Pengambilan sampling yakni sampling daerah atau teknik random kluster. Penelitian ini menemukan bahwa destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu memiliki bentuk tangible dan intangible yang ada di empat puluh tempat destinasi dengan atraksi daya tarik pada wisata bahari dan panorama alam. Atraksi daya tarik wisata bahari mendominasi dibandingkan panorama alam. Pasca Pandemi covid 19 Destinasi Wisata di Kabupaten Pulau Taliabu sepi pengunjung dibandingkan pada saat Covid. Fakta ini terungkap di tempat salah satu destinasi di Karamat Beach yang memiliki pendapatan saat covid 19 rata-rata perhari Rp.1.000.000 sedangkan pasca covid pendapatan rata-rata Rp. 500.000. Produk wisata kabupaten pulau Taliabu terdiri dari produk produk alam, buatan manusia (man-made), dan seni-buday yang juga belum dikelola secara baik oleh pemerintah daerah. Peneliti dilapangan menemukan kondisi kantor Dinas Pariwisata tidak tertata secara baik dan masih mengontrak rumah warga dengan kondisi didalam kantor tidak memiliki struktur pada destinasi dan ekonomi kreatif pariwisata. Simpulan Destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu belum terlalu serius dikelola oleh Pemerintah Daerah karena hampir sebagian besar tempat destinasi wisata belum punya aksesbilitas jalan yang memadai ke tempat destinasi wisata dan juga belum dilakukan penaatan secara benar terhadap produk  wisata.
ANALISIS SISTEM NILAI BUDAYA RUMAH ADAT HIBUA LAMO UPAYA STRATEGI PEMAJUAN KEBUDAYAAN DALAM MENDORONG PARIWISATA BUDAYA DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA Mulae, Sunaidin Ode; Mansur, Mustafa
Humano: Jurnal Penelitian Vol 15, No 2 (2024): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v15i2.8659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali sistem nilai budaya rumah adat Hibua lamo, tradisi rumah adat Hibua lamo pada masyarakat Halmahera Utara, dan Penelitian ini pun diharapkan mampu memberikan kontribusi penting untuk pemajuan kebudayaan di dalam  menunjang kemajuan sektor pariwisata budaya di kabupaten Halmahera Utara. Permasalahan penelitian yakni  Apa saja sistem nilai budaya rumah adat Hibua lamo dan bagaimana strategi pelestarian nilai-nilai budaya Hibua lamo di dalam mendorong pariwisata budaya di Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan antropologi pariwisata untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian. Metode yang digunakan dalam mengumpukan data adalah metode deskriptif diakronik dan sinkronik yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang budaya, bahasa, atraksi wisata, dan sosial-budaya. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Hibua lamo terdapat lima unsur utama terdapat di dalam Hibua lamo, yaitu Odora bermakna kasih sayang, Ohayangi bermakna sayangi (menyayangi/tolong-menolong, Obaliara bermakna pelihara/peduli/tolong-menolong, Oadili bermakna keadilan/persamaan kesetaraan derajat, dan O diai bermakna kebenaran/kejujuran. Hibua lamo menempatkan nilai-nilai luhur Hibua lamo, terdapat O’dora, O’banari, O’adili, O’leleani, O’tiai, O’doomu, O’baliara, dan O’hayangi. Nilai-nilai luhur Hibua lamo tersebut terpadu dalam lima nilai utama, yakni nilai kasih sayang (O’dora-O’hayangi), nilai kebenaran dan keadilan (O’banari- O’adili), nilai ketulusan dan kepedulian (O’tiai-O’baliara), nilai kepelayanan (O’leleani), dan nilai persekutuan (O’doomu).
ANALISIS DESTINASI DAN PRODUK PARIWISATA TALIABU UPAYA MENARIK MINAT WISATAWAN PASCA PANDEMI COVID 19 Mulae, Sunaidin Ode; Fadel, Muslim; Taher, Nemat
Humano: Jurnal Penelitian Vol 14, No 2 (2023): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v14i2.6922

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi destinasi dan produk potensi wisata kabupaten Pulau Taliabu yang ada di kawasan pesisir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan pariwisata di dalam pengumpulan dan analisis data. Pengambilan sampling yakni sampling daerah atau teknik random kluster. Penelitian ini menemukan bahwa destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu memiliki bentuk tangible dan intangible yang ada di empat puluh tempat destinasi dengan atraksi daya tarik pada wisata bahari dan panorama alam. Atraksi daya tarik wisata bahari mendominasi dibandingkan panorama alam. Pasca Pandemi covid 19 Destinasi Wisata di Kabupaten Pulau Taliabu sepi pengunjung dibandingkan pada saat Covid. Fakta ini terungkap di tempat salah satu destinasi di Karamat Beach yang memiliki pendapatan saat covid 19 rata-rata perhari Rp.1.000.000 sedangkan pasca covid pendapatan rata-rata Rp. 500.000. Produk wisata kabupaten pulau Taliabu terdiri dari produk produk alam, buatan manusia (man-made), dan seni-buday yang juga belum dikelola secara baik oleh pemerintah daerah. Peneliti dilapangan menemukan kondisi kantor Dinas Pariwisata tidak tertata secara baik dan masih mengontrak rumah warga dengan kondisi didalam kantor tidak memiliki struktur pada destinasi dan ekonomi kreatif pariwisata. Simpulan Destinasi wisata kabupaten Pulau Taliabu belum terlalu serius dikelola oleh Pemerintah Daerah karena hampir sebagian besar tempat destinasi wisata belum punya aksesbilitas jalan yang memadai ke tempat destinasi wisata dan juga belum dilakukan penaatan secara benar terhadap produk  wisata.
ANALISIS SISTEM NILAI BUDAYA RUMAH ADAT HIBUA LAMO UPAYA STRATEGI PEMAJUAN KEBUDAYAAN DALAM MENDORONG PARIWISATA BUDAYA DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA Mulae, Sunaidin Ode; Mansur, Mustafa
Humano: Jurnal Penelitian Vol 15, No 2 (2024): PERIODE NOVEMBER
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/humano.v15i2.8659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali sistem nilai budaya rumah adat Hibua lamo, tradisi rumah adat Hibua lamo pada masyarakat Halmahera Utara, dan Penelitian ini pun diharapkan mampu memberikan kontribusi penting untuk pemajuan kebudayaan di dalam  menunjang kemajuan sektor pariwisata budaya di kabupaten Halmahera Utara. Permasalahan penelitian yakni  Apa saja sistem nilai budaya rumah adat Hibua lamo dan bagaimana strategi pelestarian nilai-nilai budaya Hibua lamo di dalam mendorong pariwisata budaya di Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan antropologi pariwisata untuk mendeskripsikan permasalahan dan fokus penelitian. Metode yang digunakan dalam mengumpukan data adalah metode deskriptif diakronik dan sinkronik yang dirancang untuk memperoleh informasi tentang budaya, bahasa, atraksi wisata, dan sosial-budaya. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Hibua lamo terdapat lima unsur utama terdapat di dalam Hibua lamo, yaitu Odora bermakna kasih sayang, Ohayangi bermakna sayangi (menyayangi/tolong-menolong, Obaliara bermakna pelihara/peduli/tolong-menolong, Oadili bermakna keadilan/persamaan kesetaraan derajat, dan O diai bermakna kebenaran/kejujuran. Hibua lamo menempatkan nilai-nilai luhur Hibua lamo, terdapat O’dora, O’banari, O’adili, O’leleani, O’tiai, O’doomu, O’baliara, dan O’hayangi. Nilai-nilai luhur Hibua lamo tersebut terpadu dalam lima nilai utama, yakni nilai kasih sayang (O’dora-O’hayangi), nilai kebenaran dan keadilan (O’banari- O’adili), nilai ketulusan dan kepedulian (O’tiai-O’baliara), nilai kepelayanan (O’leleani), dan nilai persekutuan (O’doomu).