Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Processing of Lanting Production Waste as Economic Strengthening for IKM Lanting, Kuwarasan District, Kebumen: Pengolahan Limbah Produksi Lanting sebagai Penguatan Ekonomi IKM Lanting Kecamatan Kuwarasan, Kebumen Fitri Damayanti; Mashudi Alamsyah; Tulus Widjajanto
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i1.9486

Abstract

Community service activities with partner of lanting SMEs in Kuwarasan District, Kebumen Regency, Central Java. Partner problems were dealing with lanting production waste, namely cassava peel, cassava juice liquid waste, and used cooking oil. Generally, these wastes were thrown away so that was causing environmental problems. Therefore, it was necessary to make efforts to treat waste into a product that has economic value. In this activity, science and technology transfer was carried out to process waste into products of economic value, including: liquid organic fertilizer, chips and beef jerky, and solid soap. This activity was expecting to help lanting SMEs survive and rise during the Covid-19 pandemic. In addition, partners were able to reduce the problem of waste pollution from lanting production, increase the economic value of waste, and create new side entrepreneurs besides lanting as an effort to increase economic strengthening and community empowerment.
PKM PELAYANAN KESEHATAN ANTISIPASI VIRUS CORONA COVID-19 DI KOTA DEPOK Giry Marhento; Martua Ferry Siburian; Mashudi Alamsyah; Rifqi Pratama; Jupriadi Jupriadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Biologi dan Sains
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jpmbio.v2i1.1363

Abstract

Salah satu daerah yang layak menjadi sasaran pelayanan kesehatan adalah Kecamatan Tapos Kota Depok merupakan salah satu wilayah yang terdampak Covid-19. Masyarakat di Kecamatan Tapos ini sebagian besar penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai pegawai swasta, sedang sebagian kecil bekerja sebagai guru, PNS dan wiraswasta. Tingkat ekonomi masyarakat sebagian besar masih berada di tingkat menengah kebawah dengan fasilitas pelayanan masyarakat yang sangat terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan sangat kurang. Perubahan perilaku yang menjadi fokus Germas terkait COVID-19 adalah melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi faktor risiko yang ada pada setiap orang. Pada pertemuan pertama, seluruh warga menyepakati untuk melakukan senam setiap hari minggu pagi. Keputusan ini dibuat sendiri oleh Gerakan Anti Covid Kota Depok (GA-Covid 19) melalui musyawarah yang difasilitasi oleh tim pengabdian. Hal ini telah mencerminkan adanya pemberdayaan masyarakat dalam merencanakan upaya kesehatan bagi mereka sendiri. Selanjutnya anggota dasawisma bersama-sama menetapkan lokasi senam dan bersedia menyediakan waktu untuk bersama-sama melakukan senam setiap hari minggu pagi.
Collection of Literary Ecological Poetry "Works of Biology Education Students" Overview of Physical Intrinsic Elements Yulian Dinihari; Mashudi Alamsyah; Tantry Aghnitya Sari
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.183 KB) | DOI: 10.30998/jh.v6i2.1442

Abstract

Good poetry is poetry that contains intrinsic elements in it. The more fulfilled these intrinsic elements, the more meaningful the content in it will be. Ecolinguistics is one of the studies in linguistics that connects ecosystems with language that is part of human life (ecology). Literature in this poetry-making activity, students are expected to be able to improve their abilities in the field of poetry which tells them the connection between language and the study program they are taking, namely biology. The purpose of this study was to find out what are the physical intrinsic elements in a collection of literary ecology poems by first semester students, Biology Education, Indraprasta University PRGI. The research method used is descriptive qualitative by taking intrinsic elements from fictional elements consisting of diction, rhyme, typography, images, and language style. The data was collected by collecting the results of the student's literary ecology poetry, after the data was collected it was analyzed and described based on the table of physical elements. The results showed that from 28 collections of ecological poetry by students, there were physical intrinsic elements, namely diction, rhyme, typography, imagery, and language style. The most physical intrinsic elements in the collection of ecological poetry are style of language 28 or 31%, then the second most is diction or 28.6%, the third most is imagery as much as 25 or 27.4%, then rhyme 9 or 9.8%, and the last is typography as much as 3 or 3.2%. Language style and diction are the most common in the physical intrinsic elements of a collection of ecological poetry by students.Keywords: Intrinsic element; Physical Elements; Ecology Poetry.
Analisis Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik pada Mata Pelajaran IPA Rifqi Pratama; Mashudi Alamsyah; Martua Ferry Siburian; Giry Marhento; Jupriadi Jupriadi; George Louwis Jonathan; Wirda Susanti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i2.1619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi sains peserta didik pada pembelajaran IPA. Kemampuan literasi sains merupakan bagian dari kemampuan dalam menggunakan pengetahuan sains untuk mengindefikasi suatu pertanyaan, mencoba untuk menjelaskan fenomena sains dengan menggunakan fakta sains yang ada. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen tes berupa soal literasi sains dalam bentuk soal essay. Kemampuan literasi sains di analisis melalui hasil tes soal essay sebanyak 15 soal. Hasil penelitian kemampuan literasi sains masih dalam kategori rendah, hal ini terlihat dari hasil tes dari peserta didik yang ditinjau dari indikator literasi sains, pada aspek mengidentifikasi pendapat ilmiah sebesar 67%, memahami elemen desain peneltian terhadap temuan sebesar 30%, kemampuan dalam menyelesaikan soal sebesar 48%, memahami dan menginterpretasikan statistik sebesar 30%, penarikan kesimpulan 50%. Berdasarkan paparan tersebut disimpulkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik masih rendah.