Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FOULING DAN PENGARUHNYA PADA FINAL SECONDARY SUPERHEATER PLTU TANJUNG JATI B UNIT 2 F Gatot Sumarno; - Wahyono; Ova Imam Adita
Eksergi Vol 10, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1916.576 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v10i1.237

Abstract

Salah satu unit yang paling penting dalam produksi uap pada PLTU Tanjung Jati B adalah boiler. Superheater merupakan salah satu komponen terpenting pada boiler.  Superheater berfungsi untuk memanaskan uap agar kandungan energi panas dan kekeringannya bertambah sehingga menjadi uap superheat.   Permasalahan yang sering terjadi pada superheater khususnya final secondary superheater yaitu penumpukan abu (fouling) yang terjadi pada tube final secondary superheater tersebut. Fouling dapat menyebabkan penurunan laju perpindahan panas antara flue gas dengan steam pada final secondary superheater. Indeks fouling dapat diukur menggunakan suatu persamaan,tetapi persamaan hanya memperhitungkan chemical  composition dari batubara tersebut. Indeks fouling yang didapatkan dari perhitungan yaitu sebesar 0,346 dimana nilai tersebut masuk dalam kategori medium untuk ash bituminous.
Pembuatan Alat Uji Perpindahan Panas Secara Radiasi Wahyono Wahyono; Ilyas Rochani
Eksergi Vol 15, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.195 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v15i2.1506

Abstract

Praktikum perpindahan panas di Program Studi Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Semarang meliputi praktikum konduksi dan konveksi. Untuk itu perlu untuk membuat alat uji perpindahan panas radiasi yang bertujuan untuk melengkapi alat ukur perpindahan panas. Metode yang digunakan yaitu pengukuran suhu dengan alat ukur yang nilainya kemudian diolah dalam persamaan radiasi. Variabel penelitian meliputi jarak antara benda uji, sudut antara benda uji dan suhu sumber panas. Data dari pengujian alat kemudian dibuat tabel dan dibandingkan hasilnya dengan menganalisa grafik. Tahap akhir dari pengujian ini yaitu mendapatkan nilai laju perpindahan panas dengan beberapa variabel yang digunakan. Nilai laju perpindahan panas terbesar didapatkan ketika pengujian pada suhu 150 C sudut 00 pada jarak 5 cm sebesar 18,5457 Watt, sedangkan nilai laju perpindahan panas terendah didapatkan ketika pengujian pada suhu 125 C sudut 300 pada jarak 25 cm sebesar 1,5633 Watt.
Analisis Konsumsi Batubara Spesifik Ditinjau dari Nilai Kalor Batubara Dan Perubahan Beban Di PLTU Tanjung Jati B Unit 2 Bono Bono; Wahyono Wahyono
Eksergi Vol 13, No 2 (2017): MEI 2017
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.134 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v13i2.909

Abstract

PLTU Tanjung Jati B unit 2 merupakan pembangkit listrik tenaga uap yang memiliki daya pembangkitan 710 MW Gross, menggunakan bahan bakar batubara dengan nilai kalori antara 4600 – 6400 kkal/kg. Sebagai pembangkit yang beroperasi secara terus menerus pada beban dan kualitas batubara yang bervariasi, diperlukan manajemen energi yang tepat dalam pengoperasiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh nilai kalori batubara terhadap konsumsi batubara spesifik,dan juga terhadap perubahan beban. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan nilai konsumsi batubara spesifik pada nilai kalori batubara dan beban yang bervariasi. Hasil perhitungan menunjukkan, nilai konsumsi batubara spesifik terendah adalah 0,3443 kg/kWh yang diperoleh pada saat unit pembangkit beroperasi pada beban 625 MW dengan menggunakan batubara dengan nilai kalori 6216 kKal/kg. Demikian juga semakin tinggi nilai kalori batubara, maka semakin rendah konsumsi batubara spesifiknya. Kata Kunci : Spesific Coal Consumption
PEMBUATAN MODUL SISTEM PROTEKSI TENAGA LISTRIK SEBAGAI ALAT PRAKTIKUM DI LABORATORIUM TEKNIK KONVERSI ENERGI - Wahyono; Achmad Syafiruddin Anwar; Ahad Dimas Aditiawarman
Eksergi Vol 10, No 2 (2014): MEI 2014
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2561.495 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v10i2.244

Abstract

Di laboratorium teknik konversi energi Politeknik Negeri Semarang perlu penambahan alat praktikum mata kuliah Sistem Proteksi dengan topik MCB (Mini Circuit Breaker), Sekering Lebur, dan  TOLR (Thermal Over Load Relay). Dimana dalam praktikum tersebut ada beberapa kekurangan yaitu dalam hal pengambilan waktu uji atau timer yang kurang tepat karena masih menggunakan timer manual (stopwatch) yang datanya tidak valid dan ada beberapa alat uji yang sudah menurun kualitasnya. Oleh sebab itu dibuat rancang bangun modul sistem proteksi tenaga listrik yang nantinya digunakan sebagai alat praktikum di laboratorium teknik konversi energi Politeknik Negeri Semarang. Setelah dilakukan pengujian dan didapatkan hasil yang berupa data yang ditabelkan dan masing – masing komponen yang diuji mempunyai data yang berbeda sebagai contoh pada pengujian MCB 1 phasa 1A, MCB  baru trip pada arus sebesar 1,5A dengan lamanya pengujian selama 300 detik sedangkan untuk MCB 1 phasa 2A, MCB baru trip pada arus sebesar 2,7A selama 196 detik dan juga trip pada arus sebesar 3A selama  60 detik. Dari kedua data tersebut dapat disimpulkan pada pengujian MCB ini arus yang digunakan untuk mengetripkan MCB sebesar 150% dari spesifikasi yang tertera pada alat. Untuk pengujian yang dilakukan pada alat ini menggunakan pengujian beban lebih.  Kata kunci : modul, proteksi, tenaga listrik.
Analisis Pengaruh Intensitas Matahari, Suhu Permukaan & Sudut Pengarah Terhadap Kinerja Panel Surya - Suwarti; - Wahyono
Eksergi Vol 14, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.083 KB) | DOI: 10.32497/eksergi.v14i2.1325

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas matahari, suhu permukaan, dan sudut pengarah terhadap daya panel surya. Pengaruh intensitas matahari didapat dengan cara perubahan waktu sehingga intensitasnya bervariasi dengan sudut tetap 90o dan suhu permukaan relatif sama, suhu permukaan didapatkan dengan cara memvariasi suhu dengan sudut pengarah tetap 90o dan intensitas relatif sama, sudut pengarah didapat dengan cara memvariasi sudut pengarah dengan intensitas dan suhunya relatif sama. Pengaruh kinerja panel surya yaitu semakin besar intensitas matahari maka arusnya semakin besar dan tegangannya cenderung tetap. Suhhu permukaan mempengaruhi performa panel surya yaitu semakin besar temperaturenya maka tegangannya semakin kecil dan arusnya cenderung tetap. Sudut pengarah mempengaruhi performa panel surya yaitu semakin mendekati tegak lurus terhadap datangnya cahaya mathari maka tegangan dan arusnya akan semakin besar. Data-data hasil pengujian kemudian diolah untuk mengetahui daya listrik maksimum yang mampu dihasilkan. Hasil tugas akhir ini menunjukkan bahwa pada intensitas matahari 1006 W/m2dengan daya terbesar yang mampu dihasilkan adalah 28,035 watt. Pada temperature permukaan 54,5oC dengan daya terbesar 28,035 watt. Pada sudut pengarah 90odaya terbesar yang dihasilkan adalah 26,7735 watt. Peforma panel surya dipengaruhi oleh intensitas matahari, temperatur permukaan, dan sudut pengarah semakin besar faktor yang mempengaruhinya daya yang dihasilkan juga semakin besar. Kata kunci : Peforma panel surya, Daya yang dihasilkan, Faktor pengaruh.
MODEL TURBIN ANGIN AIRFOIL NACA 4418 TERHADAP VARIASI BUKAAN SUDUT SUDU PADA KECEPATAN ANGIN BERBEDA Yusuf Dewantoro Herlambang; Budhi Prasetiyo; Supriyo Supriyo; Wahyono Wahyono; Teguh Harijono Mulud
JURNAL INTEGRASI Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Integrasi - Oktober 2019
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.529 KB) | DOI: 10.30871/ji.v11i2.1659

Abstract

Penelitian ini mengkaji Turbin Angin Sumbu Vertikal (Vertical Axis Wind Turbine) Aerofoil NACA 4418 yang memiliki diameter rotor 560 mm, panjang sudu 800 mm, jumlah sudu 3 buah, serta bahan sudu terbuat dari fiberglass. Selanjutnya menganalis karakteristik turbin angin rotor vertikal 3-sudu tersebut pada kecepatan angin berbeda 5 m/s, 6 m/s, 7 m/s, 8 m/s, dan 9 m/s dengan 5 buah model turbin angin dengan bukaan sudut sudu (blade pitch angle) bervariasi yaitu 00, 100, 200, 300, dan 400. Hasil pengujian turbin angin diperoleh rasio kecepatan sudu (Tip Speed Ratio) yang optimum sebesar 1,7 pada sudut sudu 100 dengan putaran turbin 321 rpm dan kecepatan angin 5,42 m/s. Daya mekanik optimum yang diperoleh adalah 19,4 W pada bukaan sudut sudu sebesar 200 dengan putaran turbin 381 serta kecepatan angin 6,4 m/s. Turbin menghasilkan koesifien daya (Coefficient of Power) optimum yang dihasilkan sebesar 0,202 dengan bukaan sudut sudu sebesar 100 dan putaran turbin 198 rpm, dan daya mekanik yang dihasilkan 8,5 Watt pada variabel pengujian kecepatan sebesar 5,42 m/s.