Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penatalaksanaan Acute Low-tone Sensorineural Hearing Loss Jenny Tri Yuspita Sari; Jacky Munilson; Rossy Rosalinda
Majalah Kedokteran Andalas Vol 42, No 1 (2019): Published in January 2019
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.769 KB) | DOI: 10.25077/mka.v42.i1.p22-30.2019

Abstract

Acute Low-tone Sensorineural Hearing Loss (ALHL) merupakan ketulian mendadak sensorineural pada nada rendah dengan penyebab yang tidak diketahui secara jelas (idiopatik) dan tidak disertai dengan keluhan vertigo. Tujuan: Melaporkan ALHL sebagai salah satu kegawatdaruratan di bagian telinga hidung tenggorok bedah kepala dan leher (THT-KL) yang memerlukan tindakan penanganan yang cepat. Diagnosis dini dan penatalaksanaan segera pada kasus ALHL dapat meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan risiko ketulian permanen pada pasien. Kasus: Dilaporkan seorang  pasien perempuan 22 tahun dengan diagnosis Acute Low-tone Sensorineural Hearing Loss telinga kanan. Pasien datang dengan keluhan telinga berdengung, telinga terasa penuh, penurunan pendengaran tanpa disertai dengan pusing berputar. Pasien diberikan terapi kombinasi kortikosteroid dengan terapi tambahan lainnya dan menunjukkan perbaikan komplit dalam 2 minggu terapi. Simpulan: Pemberian terapi yang cepat dan tepat (terapi inisial) dapat memberikan perbaikan yang maksimal pada pasien dengan ALHL. Evaluasi  terapi awal sangat berpengaruh terhadap prognosis jangka panjang pasien  ALHL, terutama evaluasi pada satu bulan pertama.
A Case Report Management of Bilateral Sudden Deafness Yunita Wulandari; Jacky Munilson
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v1i1.2

Abstract

Introduction: Sudden deafness or sudden sensorineural hearing loss (SSNHL) is defined as sensorineural hearing loss of more than 30 dB at three consecutive frequencies within 3 days of onset, often unilateral, and only 0,4-3,4 % of patients with bilateral of sudden deafness. The definite cause of sudden deafness is only found in 10-15% cases and most of the cause was unkown (idiophatic). The management of systemic corticosteroid injection is the first choice in the treatment of SSNHL and can be combined with corticosteroid intratympanic injection. One case reported, A 33-year-old male patient with diagnosis of bilateral sudden deafness which is performed systemic corticosteroids and combined with dexamethasone injection intratympanic with the good result. Keywords: Sudden deafness, sensorineural hearing loss, intratympanic injection ABSTRAK Pendahuluan: Tuli mendadak didefinisikan sebagai kehilangan pendengaran sensorineural yang lebih dari 30 dB pada 3 frekuensi berturut-turut dalam onset 3 hari, sering unilateral, hanya sekitar 0,4-3,4% dari pasien yang mengalami tuli mendadak bilateral. Penyebab pasti tuli mendadak hanya ditemukan pada 10–15% kasus, sebagian besar penyebabnya tidak diketahui (idiopatik). Tatalaksana injeksi kortikosteroid sistemik menjadi pilihan utama pada tatalaksana tuli mendadak dan dapat dikombinasikan dengan kortikosteroid injeksi intratimpani. Dilaporkan satu kasus pasien laki-laki, 33 tahun yang didiagnosis dengan tuli mendadak bilateral yang dilakukan terapi kortikosteroid sistemik dan dikombinasikan dengan injeksi deksametason intratimpani dengan hasil yang baik. Kata Kunci: Tuli mendadak, tuli sensorineural, injeksi intratimpani
Peran Audiometri Tutur pada Otitis Media Supuratif Kronis Esmaralda Nurul Amany; Rossy Rosalinda; Jacky Munilson; Yan Edward
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v1i1.8

Abstract

Latar Belakang: Otitis media supuratif kronis adalah infeksi pada telinga tengah berkepanjangan yang ditandai dengan adanya sekret telinga dan perforasi membran timpani yang menetap dengan masalah utama yaitu gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran akibat otitis media supuratif kronis dapat mengganggu perkembangan bahasa, kemampuan komunikasi dan menurunkan kualitas hidup. Pemeriksaan audiometri nada murni merupakan pemeriksaan pendengaran yang rutin dilakukan, tetapi dengan audiometri tutur dapat menilai kemampuan komunikasi pada pasien otitis media supuratif kronis. Tujuan : Mengetahui dan memahami peran pemeriksaan audiometri tutur pada pada pasien otitis media supuratif kronis. Tinjauan Pustaka: Pasien dengan otitis media supuratif kronis biasanya memiliki gambaran audiogram gangguan pendengaran konduktif, namun bisa juga terjadi gangguan pendengaran sensorineural. Audiometri tutur berguna untuk menilai kemampuan komunikasi dan memungkinkan penilaian aspek konduksi dan sensoris pada organ pendengaran serta memberikan gambaran fungsi pendengaran sentral. Pada pasien otitis media supuratif kronis dapat ditemukan gangguan pemahaman percakapan yang tidak dapat digambarkan oleh pemeriksaan audiometri nada murni. Kesimpulan : Otitis media supuratif kronis dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup seseorang. Pemeriksaan audiometri tutur penting dilakukan pada pasien otitis media supuratif kronis karena dapat mengevaluasi pendengaran dengan menilai kemampuan komunikasi, menilai prognosis terapi, dan rehabilitasi setelah dilakukan tindakan operatif. Kata kunci : Audiometri nada murni, audiometri tutur, otitis media supuratif kronis
Hubungan Penurunan Berat Badan dengan Tuba Eustachius Patulous pada Pasien Karsinoma Saluran Cerna di RSUP dr. M. Djamil Padang Elfianto Elfianto; Jacky Munilson; Yan Edward
Jurnal Otorinolaringologi Kepala dan Leher Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jokli.v1i1.24

Abstract

Latar Belakang: Tuba Eustachius patulous (TEP) merupakan suatu keadaan dimana saluran tuba Eustachius (TE) terbuka terus menerus. Terdapat beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab TEP, salah satunya adalah penurunan bantalan lemak Ostmann’s sekitar TE akibat penurunan berat badan drastis yang dapat terjadi pada pasien karsinoma saluran cerna. Diagnosis TEP ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik berupa otoskopi serta pemeriksaan penunjang nasoendoskopi, timpanometri dan tes fungsi tuba. Tujuan: Mengetahui hubungan penurunan berat badan dengan TEP pada pasien karsinoma saluran cerna. Metode: Penelitian dilakukan secara analitik dengan metode potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian adalah 24 pasien karsinoma saluran cerna yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penurunan berat badan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ?15 kg dan >15 kg. Semua data penelitian dilakukan uji perbandingan non parametrik Pearson Chi-Square. Hasil: Dari 24 sampel, didapatkan 1 pasien TEP bilateral dan 1 pasien TEP sinistra. Kedua sampel mengalami penurunan berat badan >15 kg. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan penurunan berat badan dengan TEP pada pasien karsinoma saluran cerna secara statistik.