Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Reception of Choi Siwon’s Transnational Star Image by Indonesian ELF Fandom: An Encoding–Decoding Analysis Basar Ananta Farrel Silitonga; Aprilianti Pratiwi
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v10i2.5909

Abstract

This study aims to analyze the synergy between the Korean entertainment industry’s Star System and fandom reception in shaping and reinforcing the global image of Choi Siwon as a transnational figure within cross-border marketing practices. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews with three informants from the ELF fandom and document studies of promotional materials, media coverage, and commercial data related to brands collaborating with Choi Siwon. The analysis employs Stuart Hall’s Encoding–Decoding framework to trace how audiences interpret the industry-constructed image. Findings reveal that Siwon’s persona—combining roles as an idol, actor, and philanthropist—is the result of a systematic Star System that produces a stable and marketable public identity. ELF fandom generally decodes this image dominantly, interpreting Siwon as charismatic, professional, and morally grounded. This interpretation fosters consumption loyalty, demonstrated by increased engagement and product sales endorsed by Siwon, including the Mie Sedaap campaign, which recorded a significant rise in the Indonesian market. These findings confirm that the synergy between the Star System and fandom reception forms an effective global marketing mechanism through celebrity image reinforcement and active audience participation.
Pelatihan Fotografi dan Videografi untuk Pemasaran Digital Bagi Anggota Komunitas UMKM di Kota Depok Aprilianti Pratiwi; M. Marlin Muhaimin; Maudi -; Winda Haifa; Yolanda Valentia
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 5 No 2: JULI 2024
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/8qpe1z15

Abstract

Sebagai salah satu kontributor penyedia lapangan pekerjaan dan pendapatan masyarakat, penting bagi para pelaku UMKM untuk memiliki keterampilan fotografi dan video. Hal ini tak lepas dari fungsi utama dari foto dan video produk bagi UMKM yaitu membantu meningkatkan penjualan. Terlebih di era digital ini foto dan video produk menjadi senjata andalan bagi pelaku UMKM untuk memvisualisasikan produk mereka. Foto dan video produk yang bagus dan menarik tentunya akan menarik perhatian calon pelanggan dan tergerak untuk membelinya. Namun foto dan video yang dihasilkan oleh pelaku UMKM saat ini masih dapat dikategorikan belum ideal seperti pencahayaan, komposisi dan angel foto yang masih kurang baik. Hal ini dikarenakan pelaku UMKM belum memiliki keterampilan foto dan video yang baik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengembangkan keterampilan anggota komunitas UMKM Gading Bersinar di Perumahan Gading Depok Residence, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kotamadya Depok, Jawa Barat dalam mengambil foto dan video produknya. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pengamatan dan pelatihan. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi oleh anggota komunitas UMKM Gading Bersinar. Pelatihan dibagi menjadi tiga sesi, yaitu sosialisasi, praktik dan evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa semua peserta berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai teknik dasar fotografi dan videografi produk. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan pemahaman mengenai foto dan video produk melalui hasil pre-test dan post-test.
Meme Jomok sebagai Representasi Interseksionalitas Ras dan Gender di Media Sosial Farrell Riskia Putra Sembiring; Aprilianti Pratiwi
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/wartaiski.v8i2.452

Abstract

Abstrak - Media sosial menjadi tempat untuk berkomunikasi dan berinteraksi. Media sosial juga menjadi tempat untuk bertukar informasi serta tempat untuk bertukar pikiran. Akibat adanya proses pertukaran informasi dan pikiran tersebut, muncullah komunitas-komunitas digital yang terdiri atas pengguna yang memiliki kesamaan akan keinginan. Pada zaman ini, meme menjadi alat komunikasi yang praktis. Karena, meme dengan praktisnya memberikan jelemaan tentang kehidupan yang sudah terjadi. Meme merupakan alat komunikasi menghibur, namun sekarang menjadi alat untuk menyampaikan stereotip secara tak langsung. Meme Jomok adalah konten meme yang secara langsung menampilkan laki-laki berkulit hitam yang berotot, maskulin, dan menampilkan pose yang homoerotik. Hal tersebut terjadi pada suatu komunitas yang bernama Sungut Lele. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konten Meme Jomok sebagai konten interseksionalitas di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif digital, wawancara, dan studi dokumen. Teori yang digunakan adalah teori interseksionalitas yang dikemukakan oleh Kimberle Crenshaw. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Sungut Lele secara praktis mengunggah meme yang memiliki visual interseksionalitas terhadap orang kulit hitam. Orang kulit hitam divisualisasikan sebagai pria kulit hitam yang berotot, erotis, dan berorientasikan homoseksual. Konten tersebut senantiasa memberikan stereotip baru terhadap orang kulit hitam yang menimbulkan ketidaknyamanan terhadap suatu individu. Temuan tersebut menunjukkan meme tidak hanya sebagai alat komunikasi yang penuh hiburan, tetapi juga alat untuk menyalurkan stereotip baru secara tak langsung kepada audiens.   Kata kunci: Interseksionalitas; Komunitas Virtual; Meme; Observasi Digital; Stereotip