Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pergerakan dan Pencucian Hara pada Tanah Typic Hapludult di Taman Nasional Bukit Duabelas: Hubungan Kation-anion Putra, Gilang Sukma; Hartono, Arief; Anwar, Syaiful; Murtilaksono, Kukuh
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.9.4.960-969

Abstract

Soil Nutrient are dynamics. Their amount and movement within soil solution can determine its fertility to accomodate plant growth. The dissolved nutrients are moving together in the form of cations and anions. This study aims to determine the amount of dissolved cation-anion in the soil solution and to evaluate its relationship. Field trial was conducted at tropical rainforest of Bukit Duabelas National Park. The Lisymeter was installed on each Typic Hapludult soil horizon to accommodate percolated water. The leached water sample was extracted and each cation (NH4+, Ca2+, Mg2+, K+) and anion (PO43-, Cl-, SO42-, NO3-) concentration were measured. Data were analyzed using independent-t stastical test, Spearman correlation, and stepwise linear regression. The results show that the total amount of cation and anion are significantly higher in the AO horizon than the AB and B horizons. The correlation analysis results show that each cation has a strong correlation to each anion (correlation value > 0.80) except PO43- ( ~ 0.70). Stepwise linear regression model shows that NH4+ has the strongest relation to NO3-, PO43-, and Cl- with R2 adj.= 0.75, Ca2+ to NO3-, PO43-, and SO42- (R2 adj.= 0.856), Mg2+ to NO3- and  PO43- (R2 adj.= 0.815), and K+ to PO43- and Cl-  (R2 adj.= 0.845). It can be concluded that NO3-, Cl-, SO42-, and PO43- are directly involved as cation co-pairing agents in the soil nutrient movement and leaching process.
Dissolved Organic Carbon Flux On Forest Toposequences in Jambi, Indonesia Murtilaksono, Kukuh; Anwar, Syaiful; Hartono, Arief; Sunarti, Sunarti; Kuzyakov, Yakov; Putra, Gilang Sukma; Arifin, Syamsul; Sustama, Achmad Surya Adi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.9.4.970-976

Abstract

DOC fluxes were studied within soil profiles on forest toposequences transect of Bukit Dua Belas National Park and Harapan Forest, Jambi, Indonesia. DOC concentration was determined using NPOC (Non Purgeable Organic Carbon) method.  Amount and DOC flux from soil horizons on the lower slope was significantly higher than that from the middle and the upper slopes. Amount and DOC flux from AO soil horizon was significantly higher than that from AB and B soil horizons.  DOC was maximally accumulated from AO soil horizon of soil profile on lower slope during rainy season.
Pemetaan sebaran erosi tanah prediksi melalui integrasi model USLE ke dalam Sistem Informasi Geografis Murtilaksono, Kukuh; Lawaswati, Dwi Mei; Yusuf, Sri Malahayati
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 10 No 4 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.10.4.594-606

Abstract

Penerapan model USLE pada beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) di Indonesia menunjukkan keragaman proses yang mempengaruhi terjadinya erosi tanah. Integrasi model USLE ke dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) mampu memberikan gambaran spasial dari sebaran kelas erosi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi besarnya erosi tanah pada berbagai tutupan lahan di sub DAS Ciesek dengan mengintegrasikan model USLE ke dalam SIG. Pengambilan sampel tanah utuh dan terganggu dilakukan berdasarkan SPT, disertai pengamatan sifat fisik tanah di lapangan. Prediksi erosi tanah dilakukan menggunakan menu raster calculator dengan input data berbasis raster yang memiliki resolusi spasial tertentu. Analisis sebaran kelas erosi pada berbagai jenis tutupan lahan dan kelas lereng dilakukan dengan metode tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas erosi tanah sangat rendah dominan di lokasi penelitian yaitu pada area dengan tutupan lahan hutan. Erosi tanah prediksi tertinggi dihasilkan dari tutupan lahan terbuka, diikuti oleh lahan tegalan, dan kebun campuran