Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KANDUNGAN TOTAL BAKTERI, Escherichia coli, DAN Salmonella sp. PADA BIOKONVERSI MANURE LAYER UNTUK BAHAN BAKU KONSENTRAT KAMBING Fadillah, Farah; Sujatmiko, Sujatmiko; yulis, Ramai
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 4 No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v4i2.1573

Abstract

Manure layer memiliki kandungan protein kasar tinggi yang bermanfaat bagi mikroba rumen, tetapi penggunaannya dibatasi oleh risiko kontaminasi patogen seperti Escherichia coli dan Salmonella sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total bakteri, keberadaan bakteri Salmonella sp. dan Escherichia coli, serta keberadaan telur cacing pada biokonversi manure layer sebagai bahan baku konsentrat pakan kambing. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan: A) manure layer + T. viride (3 ml) + S. cerevisiae (3 ml); B) manure layer + A. niger (3 ml) + S. cerevisiae (3 ml); C) manure layer + T. viride (2 ml) + A. niger (2 ml) + S. cerevisiae (2 ml); dan D) manure layer + A. niger (2 ml) + T. viride (2 ml) + S. cerevisiae (2 ml). Parameter yang diamati meliputi kandungan bahan organik, Total Plate Count (TPC), uji kualitatif Salmonella sp, uji kualitatif Escherichia coli, dan keberadaan serta total telur cacing. Inokulasi kapang Aspergillus niger dan Saccharomyces cerevisiae, menghasilkan biokonversi manure layer dengan total plate count tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Pada perlakuan ini, tidak ditemukan bakteri Salmonella sp., namun masih ditemukan bakteri E. coli dalam jumlah yang relatif kecil. Telur cacing tidak ditemukan pada biokonversi manure layer pada semua perlakuan.
Pengaruh Pemberian Tanaman Obat Sebagai Feed Additive Dalam Ransum Terhadap Performa dan Organ Pencernaan Ayam Pedaging Amir, Yurni Sari; Noor, Prima Silvia; Sujatmiko; Fati, Nelzi; Malvin, Toni
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 3 No. 2 (2020): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.319 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v3i2.272

Abstract

Penelitian broiler dengan pemberian tanaman obat sebagai feed additive dalam ransum berupa tepung daun salam, daun pepaya, daun jambu biji dan tepung daun miana untuk melihat pengaruhnya terhadap performa broiler. Penelitian dilakukan selama 2 bulan yang dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak dan di kandang broiler Laboratorium Produksi Ternak. Broiler yang digunakan 100 ekor umur satu hari. Pakan yang diberikan ransum adukan yang terdiri dari jagung, bungkil kedele, tepung ikan, tepung mie, minyak, top mix. Perlakuan yang diberikan adalah daun salam (Eugenia polyantha Wight), daun pepaya (Carica papaya Linn), daun jambu biji (Psidium Guava L)  dan  daun miana (Coleus scutellarioides) yang dijadikan tepung. Rancangan yang digunakan adalah  RAL, dengan  5 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu ransum adukan 100% sebagai kontrol (A), penambahan 0,5% tepung daun salam pada ransum adukan (B), penambahan 0,5% tepung daun pepaya pada ransum adukan (C), penambahan 0,5% tepung daun jambu biji pada ransum adukan (D) dan penambahan 0,5% tepung daun miana pada ransum adukan (E). Parameter penelitian adalah menghitung konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian didapatkan bahwa tanaman obat sebagai feed additive dalam ransum memberikan pengaruh yang  tidak berbeda nyata (P besar dari 0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum.
STUDI KASUS: TRANSMISSIBLE VENEREAL TUMOR (TVT) PADA ANJING GOLDEN RETRIEVER DI UPTD PUSKESWAN KOTA BUKITTINGGI Lefiana, Delli
VITEK : Bidang Kedokteran Hewan Vol. 15 No. 1 (2025): VITEK-Bidang Kedokteran Hewan
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jv.v15i1.150

Abstract

Abstract Transmissible venereal tumor (TVT) is a tumor in dogs that originates from a somatic cell line that infects the male and female reproductive organs, caused by environmental factors, weather, temperature, and other factors. inside the animal's body. Clinical symptoms of TVT in dogs include decreased activity, bleeding from the foreskin, serous discharge, discharge, swelling in the penile region, and fleshy growth in the glans penis. The Golden Retriver arrived at UPTD Bukittinggi Puskeswan on March 7, 2022 with bloody urine, frequent stress and a temperature of up to 38.4ºC. In addition to the clinical symptoms, hematological tests, surgical resection of the tumor and histopathological examination of tumor cells were also performed. Histopathological examination results showed that the tumor cells were proliferative lymphocytes of uniform size, surrounded by stromal tissue, with macrophage cells, and lymphocytes with moderate mitotic index with the diagnosis of Tumor venereal transmission (TVT). The results of hematology examination showed that the dog had thrombocytopenia, increased lymphocytes and increased MCHC values.
Identifikasi Ancylostoma spp., dan Trichuris spp. pada Anjing Pemburu di Kenagarian Sungai Kamuyang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Limapuluh Kota, Sumatra Barat Putri, Ilviga Anggraini; Noor, Prima Silvia; Zelpina, Engki; Sujatmiko, Sujatmiko
Media Kedokteran Hewan Vol. 32 No. 3 (2021): Media Kedokteran Hewan
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mkh.v32i3.2021.131-136

Abstract

Anjing (Canis familiaris) adalah hewan yang sangat dekat berinteraksi dengan manusia.  Selain sebagai hewan kesayangan anjing juga sering dimanfaatkan sebagai hewan pemburu. Salah satu penyakit parasitik yang sering menjadi permasalahan pada anjing pemburu adalah penyakit cacingan yang disebabkan oleh nematoda saluran pencernaan (gastrointestinal nematodes) yaitu Ancylostoma spp. dan Trichuris spp. yang dapat menyebabkan ancylostomiasis dan trichuriasis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui infeksi Ancylostoma spp. dan Trichuris spp. serta prevalensi pada anjing pemburu. Penelitian ini merupakan penelitian observasional yang dilakukan secara cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 50 feses anjing pemburu dan diperiksa menggunakan metode uji apung. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa 31 sampel feses anjing pemburu  positif terinfeksi oleh nematoda dengan prevalensi 62% yang terdiri dari Ancylostoma spp. 52%,  Trichuris spp. 6% dan infeksi ganda (Ancylostoma spp. dan Trichuris spp) sebesar 2%.