Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Response of The Addition of Ginseng Leaves (Talinum Paniculatum Gaertn) Mix Supplements in Rations to The Performance of Broiler Production Yurni Sari Amir; Ulva Mohtar Lutfi; Ramond Siregar; Nelzi Fati; Dihan Kurnia
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v12i2.120

Abstract

The aim of this study was to determine the response of adding ginseng leaf supplements (Talinum Paniculatum Gaertn) to the diet on the introduction of meat products, including dietary intake, body weight gain and dietary transformation in broilers. The subjects of the study were 100 broilers with five treatments and four replicates grown from DOC for 33 days. A control treatment was a 100% mixed diet (A), and B was a mixed died with 0.5% ginseng leaf mixture supplement. Treatment C was a mixed died with 1% ginseng leaf mixture supplement, with 1.5% ginseng leaf mixture supplement (D treatment), and with 2% additive to the ginseng leaf mixture (E treatment). The blended diet consisted of corn, palm meal, soybean meal, fishmeal, oil, and top mix. The variables measured were diet intake, weight gain, and diet conversion. The research method used an experiment with a completely randomized design. The results showed that the addition of the ginseng leaf meal feed additive to the diet had no significant effect (P> 0.05) on dietary intake, body weight gain, and diet conversion. The conclusion of this study is that the addition of up to 2% of the ginseng leaf meal feed additive to the diet did not negatively affect the appearance of the product and broilers.
Cattle Health Examination in the Kemuning Nagari Piobang Women Farmer Group, Payakumbuh District Yurni Sari Amir; Engki Zelpina; Delli Lefiana; Prima Silvia Noor; Sujatmiko; Ramond Siregar; Ulva Mohtar Lutfi; Emilda Mita Resmini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 2 No. 3 (2023): March 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v2i3.3463

Abstract

The Kemuning Women Farmers Group (KWT) is a fairly active farmer group in Jorong Ampang, Nagari Piobang, Payakumbuh District, Fifty City District, West Sumatra. KWT Kemuning has group activities in agriculture and animal husbandry. In the field of animal husbandry, he is active in raising cattle which are raised in colonies. The problem found in rearing is the poor growth of the cows. This is seen from the performance of thin cows. The service activities carried out were counseling on cattle rearing patterns, cattle health checks, making complete feed fermentation based on corn plant waste and administering worm medicine. The method of service carried out is in the form of lectures, discussions and direct practice. The results obtained were complete feed fermentation based on corn plant waste liked by cows and there were indications that the cows in the group were infected with worms after a cow health examination.
Analisis Pendapatan Petani Model Usahatani Terpadu Jagung-Sapi di Kecamatan Payakumbuh Mukhlis; Riva Hendriani; Nila Sari; Raeza Firsta Wisra; Siska Fitrianti; Ulva Mohtar Lutfi
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 23 No 2 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v23i2.2793

Abstract

This research is based on the new paradigm of agricultural development is the development of integrated farming. Agricultural development aims to optimize the utilization of natural resources and advanced technology is cheap, simple, and effective accompanied by the arrangement and development of agricultural institutions in rural areas. Integrated farming as a solution to problems in economic development. The purpose of this study is to analyze the income of farmers in the corn-cattle integrated farming model. This study uses a descriptive method, which is carried out in Lima Puluh Kota Regency, precisely in Payakumbuh District. The selection of the research area was carried out in purposive method. The study was conducted in Juli - Oktober 2022. Determination of the research sample using the snowball sampling method. Collecting data using interview method using questionnaires to obtain primary data and documentation method to obtain secondary data. The data analysis method used descriptive analysis using analysis of farm income, and using analysis of R/C ratio and profitability.The results showed that the average production amount of corn produced was 3.48 tonnes /hectare, with total revenues obtained amounting to IDR 11,327,000 and total cost of IDR 8,759,250/hectare. So, the total income obtained from corn integrated farming are IDR 2,567,750. The total revenues obtained from integrated farming of cattle farming are IDR IDR 98,441,500 with a total cost of IDR 78,910,069.57 /head. So the total income obtained from integrated farming of cattle are IDR 19,531,430.43. The value of the R/C ratio of integrated corn farming is 1.26; with a profit rate of 30.54%. Whereas, the R/C ratio for integrated cattle farming is 1.22, with a profit rate of 22.37%. The value of the R/C ratio and the profit level obtained showed that the corn-cow integrated farming model is feasible to be cultivated and developed.
Prevalensi Escherichia coli pada Feses Sapi Simmental di Pasar Ternak Kota Payakumbuh Ii Amelya Putri; Engki Zelpina; Prima Silvia Noor; Ulva Mohtar Lutfi; Suliha
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 6 No. 1 (2023): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v6i1.17

Abstract

Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri yang biasa hidup disaluran pencernaan dan bisa menyebabkan colibacillosis yang biasanya menyerang pada ternak muda dan  dapat ditularkan melalui saluran pencernaan,  pusar yang masih basah, intra uterina serta bersifat patogen apabila berada ditempat yang bukan habitatnya. Escherichia coli yang merupakan bakteri komensal atau flora normal di peritoneum atau usus bagian bawah. Bakteri E. coli dapat memproduksi racun yang dapat menimbulkan penyakit. Salah satu racun yang paling sering teridentifikasi adalah Shiga Toxinproducing Escherichia coli. Sebanyak 60 sampel feses yang terdari dari ( 30 indukan Simmental dan  30 pedet) yang diperoleh di pasar ternak Kota Payakumbuh. Data dianalisis secara deskriptif dengan keberadaan E. coli pada saluran pencernaan sapi di Pasar Ternak Kota Payakumbuh berdasarkan umur, jenis kelamin, dan kondisi ternak diare atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi E. coli pada feses sapi Simmental di Pasar Ternak Kota Payakumbuh adalah 91,6%. Prevalensi pada jenis sampel tertinggi pada sampel indukan sebesar 96,6% dan pedet 86,6%. Sapi berumur 48-60 bulan memiliki prevalensi tertinggi sebesar 100%. Pedet didapatkan hasil prevalensi pedet betina lebih tinggi dibandingkan dengan pedet jantan dengan prevalensi sebesar 92,3%. Prevalensi sampel diare yang terinfeksi  E. coli sebesar 100%.
Penggunaan Sediaan Gel Ekstrak Batang Pohon Pisang Ambon (Musa paradisiaca var sapientum) Dalam Proses Penyembuhan Luka Pada Mencit (Mus musculus) Amany Nabila; Irzal Irda; Ulva Mohtar Lutfi; Sujatmiko
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 6 No. 2 (2023): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v6i2.34

Abstract

Pohon pisang masih memiliki keunggulan berbeda, air perasan batang pisang bisa dipakai sebagai obat luka. Tinjauan ilmiah efektivitas pohon pisang pada penyembuhan luka, menunjukkan hasil yang memuaskan dari pisang ambon (Musa paradisiaca var sapientum) yang digunakan dalam penyembuhan luka mencit percobaan. Pada penelitian ini pengobatan luka pada mencit dilakukan dengan menerapkan teknologi ekstrak batang pisang ambon. Tujuannya adalah untuk mengetahui derajat penyembuhan luka yang diberi sediaan gel batang pisang ambon. Materi yang digunakan adalah mencit putih sebanyak 20 ekor yang dibagi menjadi dua perlakuan perlakuan diberi sediaan gel ekstrak batang pisang ambon, sedangkan kontrol diberi obat komersial yang mengandung neomicyn sulfat dan ekstrak plasenta. Proses monitoring penyembuhan luka dilakukan selama 21 hari dengan mengukur panjang luka pada hari ke 1, 3, 5, 7, 14 dan 21. Hasil penelitian ini menunjukkan penyembuhan luka pada kulit mencit yang diberi perlakuan (10 hari) lebih cepat 4 hari dibandingkan kontrol (14 hari). Namun, kedua pemulihan tersebut tidak melampaui batas pengamatan penyembuhan luka.
Keberadaan Bakteri E. coli dan Salmonella spp. Berdasarkan Bagian-bagian Usus Broiler di Pasar Payakumbuh Sujatmiko; Prima Silvia Noor; Ramond Siregar; Yurni Sari Amir; Ulva Mohtar Lutfi; Delli Lefiana; Engki Zelpina; Suliha
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Animal Science and Technology) Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Indonesia (JITPI) Indonesian Journal of Anim
Publisher : Faculty of Animal Husbandry, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jitpi.v9i2.190

Abstract

Kolibasilosis dan Salmonellosis adalah penyakit bakteri utama yang berdampak pada industri ayam dengan potensi zoonosis karena dapat menular ke manusia. Kolibasilosis disebabkan oleh Escherichia coli sedangkan Salmonellosis disebabkan oleh Salmonella spp. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keberadaan bakteri E. coli dan Salmonella spp. di dalam saluran cerna ayam sebagai referensi untuk pengendalian penyakit dan pencegahan kontaminasi mikroba pada daging atau karkas ayam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan adalah massa di dalam lumen usus ayam broiler yang dibeli di pasar tradisional Payakumbuh. Ayam yang digunakan berjumlah 25 ekor yang diambil secara acak dari lima pedagang berbeda, dengan berat badan berkisar 1,5 - 1,8 kg dan tanpa tampilan klinis sakit. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah keberadaan bakteri E. coli dan Salmonella berdasarkan bagian usus, yang dinyatakan dalam persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan keberadaan bakteri E. coli tertinggi ditemukan pada bagian ileum dan kolon dengan persentase 90%, sedangkan keberadaan bakteri Salmonella tertinggi ditemukan pada bagian sekum dengan persentase 36%.
Introduction of Feed Processing Technology for Goats in the Batang Sinama Farmer Group Engki Zelpina; Yurni Sari Amir; Delli Lefiana; Prima Silvia Noor; Sujatmiko; Ramond Siregar; Ulva Mohtar Lutfi; Rezki Dedi; Hamidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 2 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v2i11.6925

Abstract

This was marked by obtaining goat livestock assistance for the group and the existence of joint land processing activities carried out by the group. One of the group's potentials in raising goats is the existence of corn plants that are managed by the group. In terms of feeding goats, the group still relies on providing forage in the form of field grass or corn straw obtained during harvest. The problem found in raising goats is that there is potential that has not been utilized by the group, namely the use of corn straw as animal feed which is continuously available and the low performance of the goats. The service activities carried out include counseling about feed processing to fulfill goat nutrition, goat health checks, practice of fermenting corn straw, making feed supplements and administering worm medicine. The method of implementing service is through lectures, discussions and direct practice. The results of the service that has been carried out are that the group knows the process of making fermented corn straw and feed supplements, adds to the group's insight into livestock care and knows about cases of worms in goats which can reduce goat performanThis was marked by obtaining goat livestock assistance for the group and the existence of joint land processing activities carried out by the group. One of the group's potentials in raising goats is the existence of corn plants that are managed by the group. In terms of feeding goats, the group still relies on providing forage in the form of field grass or corn straw obtained during harvest. The problem found in raising goats is that there is potential that has not been utilized by the group, namely the use of corn straw as animal feed which is continuously available and the low performance of the goats. The service activities carried out include counseling about feed processing to fulfill goat nutrition, goat health checks, practice of fermenting corn straw, making feed supplements and administering worm medicine. The method of implementing service is through lectures, discussions and direct practice. The results of the service that has been carried out are that the group knows the process of making fermented corn straw and feed supplements, adds to the group's insight into livestock care and knows about cases of worms in goats which can reduce goat performan
Pemanfaatan Jerami Jagung Yang Diinokulasi Fungi Trichoderma sp. Sebagai Pakan Kambing Kacang Dengan Tambahan Daun Gamal Fitriani, Rosi; Lutfi, Ulva Mohtar
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 1 No. 1 (2018): December
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.324 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v1i1.29

Abstract

Produktivitas sebagian besar ditentukan oleh ketersediaan pakan. Populasi ternak terus bertambah karena itu juga dibutuhkan pakan lebih. Pemberian pakan yang berkelanjutan dan kualitas yang memadai adalah salah satu faktor penentu kesuksesan pertanian. Pemanfaatan pakan lokal secara optimal yaitu sebuah teknologi, menggunakan jerami jagung yang diolah dengan bantuan Trichoderma sp. Kambing kontrol diberi pakan jerami jagung 60% dan daun gamal 40% serta penambahan saka dan mineral sebanyak 2%. Kambing perlakuan pakan yang diberikan adalah jerami jagung yang diinokulasi Trichoderma sp. 60 %, daun gamal 40 %. Berdasarkan hasil pengamatan, dengan pemberian jerami jagung fermentasi Gliricidia daun 60% + 40% menghasilkan rata-rata PBB 95,2 g / ekor / hari sedangkan kambing kontrol menghasilkan rata-rata 35,7 gram PBB / ekor / hari. Berdasarkan pelaksanaan penelitian ini, kambing dengan fermentasi R / C ratio 1,34 dan perlakuan kambing dan kontrol 0,9. Ini berarti bahwa perlakuan ini cukup baik untuk dikembangkan dan diimplementasikan untuk menghasilkan keuntungan sebesar 34%.
Pengaruh Pemberian Infusa Daun Bangun-Bangun (Coleus amboinicus, Lour) Terhadap Performa Broiler Fati, Nelzi; Siregar, Ramond; Lutfi, Ulva Mohtar
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 2 No. 1 (2019): February
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.809 KB) | DOI: 10.32530/jlah.v2i1.42

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa daun bangun-bangun terhadap performa ayam pedaging. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 5 (lima) perlakuan dan 4 (empat) ulangan, metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap RAL). Setiap unit percobaan ditempati oleh lima ekor ayam. Penelitian ini menggunakan lima taraf perlakuan infusa daun bangun-bangun (Coleus amboinicus, Lour) dalam air minum dan empat ulangan. Perlakuan A1 = 0% infusa daun bangun-bangun, perlakuan A2 = 0,5% infusa daun bangun-bangun, A3 = 1% infusa daun bangun-bangun, A4 = 1,5% infusa daun bangun-bangun, dan A5 = 2% infusa daun bangun-bangun. Pemberian infusa daun bangun-bangun dalam air minum tidak signifikan (P besar dari 0,05) pada pertambahan bobot badan, konsumsi, dan konversi pakan. Disimpulkan dari penelitian ini: pemberian infusa daun bangun-bangun dapat ditoleransi hingga 2% dalam hal berat badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Penambahan bobot tertinggi diperoleh pada pemberian 2% infusa dalam air minum.
PENAMPILAN ORGAN FISIOLOGIS AYAM PEDAGING DENGAN PENAMBAHAN MIX TEPUNG DAUN GINSENG (Talinum paniculatum Gaertn.) DALAM RANSUM Amir, Yurni Sari; Siregar, Ramond; Lutfi, Ulva Mohtar; Fati, Nelzi; Kurnia, Dihan; Malvin, Toni
LUMBUNG Vol. 21 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.105 KB) | DOI: 10.32530/lumbung.v21i2.569

Abstract

Penelitian dengan penambahan mix tepung daun ginseng (Talinum paniculatum Gaertn.) dalam ransum bertujuan untuk mengetahui responnya terhadap penampilan organ fisiologis dan bursa fabricius ayam pedaging. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan di laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak dan di kandang ayam pedaging Laboratorium Produksi Ternak, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Penelitian ini dimulai sejak DOC sampai umur 33 hari, sebanyak 100 ekor ayam dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah ransum basal 100% sebagai kontrol (A), penambahan mix tepung daun ginseng 0,5% (B), penambahan mix tepung daun ginseng 1% (C), penambahan mix tepung daun ginseng 1,5% (D) dan penambahan mix tepung daun ginseng 2% dalam ransum basal (E). Ransum basal terdiri dari jagung, bungkil sawit, bungkil kedele, tepung ikan, minyak dan top mix. Variabel yang diukur adalah persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Metode penelitian dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum memberikan pengaruh yang  tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap persentase bobot hati, jantung, limpa dan bursa fabricius. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan mix tepung daun ginseng dalam ransum sampai level 2% tidak memberikan respon yang negatif terhadap penampilan organ fisiologis dan bobot bursa fabricius ayam pedaging.