Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Cara Pencegahan Flour Albus Di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri Wati, Susi Erna; Aizah, Siti
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 2 No 1 (2017): volume 2 nomor 1 tahun 2017
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.192 KB) | DOI: 10.29407/judika.v2i1.11807

Abstract

Flour Albus didefinisikan sebagai keluarnya cairan dari vagina. Cairan tersebut bervariasi dalam konsistensi (padat, cair, kental), dalam warna (jernih, putih, kuning, hijau) dan bau (normal, berbau). Remaja Indonesia merupakan kelompok resiko tinggi untuk terkena Flour Albus karena tingkat kelembaban udaranya tinggi. Penelitian menunjukan Flour Albus yang lama walau dengan gejala biasa-biasa saja lama kelamaan dapat merusak selaput dara. Oleh karena itu harus selalu menjaga kebersihan alat reproduksi. Kurang pengetahuan remaja tentang Flour Albus menjadi salah satu sebab terjadinya Flour Albus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja putri tentang Flour Albus dan cara pencegahannya di SMK Ahmad Yani Gurah Kab. Kediri. Desain penelitian ini korelasional. Adapun populasinya adalah semua remaja putri SMK Ahmad Yani Gurah Kediri dengan menggunakan tehnik quota sampling. Dari hasil uji statistik Spearman Rank hubungan tingkat pengetahuan dengan cara pencegahan flour albus di SMK Ahmad Yani Gurah (p value = 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak). Tingkat hubungan termasuk agak rendah dan positif (correlation coefficient = 0,562), artinya semakin baik pengetahuan maka semakin baik pula cara pencegahan flour albus dan sebaliknya. Sedangkan untuk sikap ada hubungan sikap dengan cara pencegahan flour albus di SMK Ahmad Yani Gurah (p value = 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak). Tingkat hubungan termasuk kuat dan positif (correlation coefficient = 0,562), artinya sikap yang semakin mendukung maka semakin baik pula cara pencegahan flour albus dan sebaliknya.
Gambaran Pengetahuan Siswa Tentang Karies Gigi Pada Siswa Sekolah Dasar Di SDN Mojoroto 2 Kota Kediri Wati, Susi Erna
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 4 No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v4i1.15605

Abstract

Karies gigi atau yang biasa dikenal oleh masyarakat dengan istilah gigi keropos dan berlubang adalah proses demineralisasi yang disebabkan oleh interaksi antara produk organisme, ludah, sisa yang berasal dari makanan dan email. Penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang karies gigi pada siswa di SDN Mojoroto 2 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel sebesar 77 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya responden yaitu 66 responden (85%) mempunyai pengetahuan tentang karies gigi dalam kategori cukup,sebagian kecil yaitu 10 responden (14%) memiliki pengetahuan dalam kategori kurang dan sebagian kecil yaitu 1 responden (1%) mempunyai pengetahuan tentang karies gigi dalam kategori baik. Banyaknya responden yang mempunyai pengetahuan dalam kategori cukup tentang karies gigi.Hal ini menunjukkan kesadaran dan kepedulian mereka terhadap kesehatan diri terlebih kesehatan gigi adalah cukup. Perlu memasukkan materi gigi dalam meteri pembelajaran serta membina kerja sama di bidang kesehatan gigi dan mulut dari puskesmas sukorame tentang UKGS (Unit Kesehatan Gigi sekolah).
EDUKASI TENTANG SELFITIS UNTUK MENURUNKAN KECANDUAN SELFI PADA REMAJA DI RT 002 RW 007 KELURAHAN SEMBUNG KABUPATEN TULUNGAGUNG risnasari, norma; Aizah, Siti; Wati, Susi Erna; Oktavia, Erika Violin; Nuur, Awin Latifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 1 No 2 (2022): Vol.1 No.2 (Juni 2022)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v1i2.18286

Abstract

Selfitis is an activity that describes the habit of taking excessive selfies, the uploading them to social media sites. Selfies have become a habit for many people and can indeed fulfill the need for self-actualization. But if done excessively and uncontrollably, the habit of selfie can be a symptom of a mental disorder, in teenagers this can be a time full of social anxiety and depression. Health counseling was held on December 10, 2020 with pre-test and post-test. The results of the pre-test on 15 adolescents, 8 adolescents (53%) said they did not know about meaning of selfitis, 5 adolescents (33,3%) said they did not know the cause of selfitis, 12 adolescents (80%) did not know the signs of selfitis and 10 adolescents (66,7%) did not know the impact of selfiti, and 13 adolescents (86,7 %) did not know about selfisitis treatment. The results of post-test, 15 adolescents (100%) stated that they knew and understood the meaning, causes, and effects of selfitis, while 12 adolescents (80%) stated that they knew and understood the signs and treatment of selfitis. The existence of self-awareness to control the use smartphones wisely is expected to prevent adolescents from falling into the mental disorder selfitis.