Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dampak Bermain Play Station Pada Anak Usia Sekolah (10 – 12 tahun) di SD Gempolan Kec. Gurah Kabupaten Kediri S.Kep.,Ns.M.Kes, Susi Erna Wati
Jurnal Kesehatan Al-Irsyad Vol. 14 No. 1 (2021): Vol. 14 No. 1 (2020): Vol. 14, No. 1 Edisi Maret 2021
Publisher : UPT PPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al Irsyad Al Islamiyyah Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.999 KB) | DOI: 10.36760/jka.v14i1.180

Abstract

Play Station merupakan permainan berbasis komputer dan televisi menggunakan program-program komputer yang banyak sekali jenis permainannya. Bentuk permainan ini sudah termasuk sangat banyak penggemarnya, maraknya play station disatu sisi banyak membantu kecerdasan anak, namun disisi lain dapat menimbulkan dampak negatif bagi anak, diantaranya malas belajar, nilai pelajaran menjadi jelek, bahkan sampai lupa makan dan minum. Tujuan penelitian untuk mengetahui dampak bermain play station pada anak usia sekolah (10 – 12 tahun) di SD Gempolan Kec. Gurah Kab. Kediri. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif dengan jumlah populasi 44 anak, teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, jumlah sampel yang didapat sebanyak 32 anak, dan instrumen yang dipakai dalam penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak negatif bermain play station sebanyak 91 % sedangkan dampak positifnya sebanyak 9 %. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lebih banyak dampak negatif daripada dampak positif, karena permainan Play Station menimbulkan efek ketagihan sehingga kewajiban anak disekolah ataupun dirumah bisa terbengkalai. Berdasarkan hal tersebut diharapkan orangtua membatasi waktu bermain anak, dan selalu mengawasi dan mengontrol anaknya. Bagi tempat penelitian diharapkan mengarahkan anak didiknya untuk mengisi waktu luang dengan hal positif seperti bimbingan belajar maupun kegiatan ekstrakurikuler. Kata kunci : dampak bermain play station, anak usia sekolah.
PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN TALI PUSAT PADA BAYI BARU LAHIR DI DESA SUKOREJO KEC. GURAH KAB. KEDIRI Susi Erna Wati; Qothrunnada Naqiyah Sunarwan; Dhian Ika Prihananto
coba Vol 10 No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v10i2.403

Abstract

Pendahuluan: Tali pusat atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama 9 bulan 10 hari menyuplai zat – zat gizi dan oksigen pada janin. Perawatan tali pusat yang benar hendaknya diperhatikan teknik septik dan aseptik. Umumnya dimasyarakat menggunakan metode basah, yaitu menggunakan alkohol. Padahal perawatan tali pusat yang baik menggunakan metode kering, yaitu menggunakan kasa steril dan kering.Metodologi: Metode sampling penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 138 respoden yaitu semua ibu di RW 5 Desa Sukorejo Kec. Gurah Kab.Kediri, sampel dalam penelitian ini sejumlah 103 responden dengan menggunakan teknik “Purposive Sampling”. Variabel penelitian adalah penetahuan ibu tentang perawatan tali pusat. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner kemudian ditabulasikan dan di beri skor sesuai dengan kunci jawaban. Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan tehnik diskriptif kualitatif. Hasil:. Hasil penelitian diperoleh 44 (42,7%) responden adalah berpengetahuan kurang, 32 (31,1%) responden berpengetahuan cukup, dan 27 (26,2%) responden berpengetahuan baik tentang perawatan tali pusat. Sehingga dapat disimpulkan sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kurang tentang perawatan tali pusat. Diskusi:Perawatan tali pusat sangat penting, tujuannya untuk mencegah infeksi tali pusat, mempercepat proses pengeringan tali pusat, dan mempercepat proses puputnya tali pusat. Untuk itu perlu mendapat informasi dari petugas kesehatan guna sosialisasi tentang perawatan tali pusat untuk menambah informasi dalam melakukan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir.
Pengaruh Pendidikan Paud Terhadap Tingkat Perkembangan Anak Usia Toodler Di Paud Diponegoro Dsn. Pucanganom Ds. Sukorejo Kec. Gurah Kab. Kediri Susi Erna Wati; Siti Aizah
coba Vol 5 No 1 (2016): Nopember 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.22 KB) | DOI: 10.32831/jik.v5i1.124

Abstract

Child development is the increased ability of the structure and function of the body is more complex. 48% of Indonesian children experiencing delays in development. The quality of child development is influenced by several factors, one of which is a stimulation or education. The method used is comparative analytic with cross sectional approach. The population is all children age (1-3 years) .In RW 05 Dsn. Pucanganom Ds. Sukorejo by 41 children. The sample was selected at the time the respondent was at the time of the study a number of 26 children Collecting data using KPSP sheet. Data were analyzed using Mann Whitney U-Test. The results showed that almost all (80%) of children who attend early childhood development that are tailored and most (62.5%) of children who do not follow early childhood development that are dubious. After doing the calculation using the Mann Whitney U-Test values ​​obtained significant asymetri 0,017. So we can conclude there is a difference between the development of children who attend early childhood education and do not follow the Early Childhood Education. Recommendations from this study is expected to hold a health officer introduction of the Early Childhood Education program for the improvement of child development at the Posyandu, polindes and other community activities. Keywords: early childhood education, child development
HUBUNGAN CACAT KONGENITAL DENGAN KEJADIAN SKIZOFRENIA USIA DIBAWAH 25 TAHUN Dhian Ika Prihananto; Muhammad Mudzakkir; Susi Ernawati
Jurnal EDUNursing Vol. 6 No. 2 (2022): September 2022 - Maret 2023
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Schizophrenia is a disease that affects the brain and causes strange and disturbed thoughts, perceptions, emotions, movements, and behaviors. Schizophrenia mental disorder does not just happen by itself, however, there are many factors that cause schizophrenia. The factors that cause schizophrenia are somatogenic, psychogenic, sociogenic factors. Including somatogenic factors, namely heredity, congenital defects, brain abnormalities, temperament, disease and bodily injury. The purpose of this study was to determine the relationship between congenital defects and the incidence of schizophrenia under the age of 25 years. This research is a mixed method research, case-control study design. The study population is sufferers and families with schizophrenia under the age of 25 in the Kepil sub-district, Wonosobo district. The sample consisted of 55 cases and 55 controls which were taken by consecutive sampling. The research instrument was an interview questionnaire. Data analysis was univariate, bivariate (chi-square). The results showed that 1 respondent (1.8%) had congenital defects in the case group and 1 respondent (1.8%) in the control group. The results of the bivariate test (chi-square) obtained p = 1.000 OR = 1.000 95% CI = 0.061-16.401. The conclusion is that there is no relationship between congenital defects and the incidence of schizophrenia under the age of 25 years. Keywords: Congenital defects, Schizophrenia, Age under 25 years
Maternal health literacy and adherence to recommended ANC contact among pregnant women in Indonesian Putri, Anggie Pradana; Irawan AM., Ady; Hanifah, Lilik; Wati, Susi Erna; Lu, Yu Ying
South East Asia Nursing Research Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.5.2.2023.1-11

Abstract

Maternal health literacy (MHL) equips pregnant women to seek timely Antenatal care (ANC). Through ANC, health workers can provide education that contributes to reducing the maternal mortality rate. This research aims to investigate the relationship between MHL and adherence to recommended ANC contacts and explore how mothers experience accessing ANC. The study design was a mixed-method study. A total of 305 pregnant women with various characteristics participated in this study. Quantitative data analysis used simple linear regression, while qualitative used Collaizi's strategy. The research found a positive relationship between MHL and adherence to recommended ANC contact with R2 = 0.18; F(1, 303) = 6.533, p < 0.05. Three themes represented the phenomenon of pregnant women in carrying out ANC: 1) perceptions about ANC, 2) challenges faced by pregnant women in accessing recommended ANC contact, and 3) supporting factors in doing routine ANC contact. Pregnant women with higher MHL have higher adherence to ANC contact. Health workers and policymakers can involve the results of this research in efforts to revise or make policies related to increasing pregnant women's ANC contacts.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Wulaningtyas, Eko Sri; Wati, Susi Erna; Noeraini, Ardina Rezky
Jurnal EDUNursing Vol 7 No 2 (2023): September 2023 - Maret 2024
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/edunursing.v7i2.4460

Abstract

Background: Breastmilk (ASI) is milk produced by humans for consumption by infants and is the main source of nutrition for infants who cannot digest solid food. What is meant by exclusive breastfeeding here is breastfeeding for 6 months without other additional foods such as formula milk, oranges, honey, tea water, water and solid foods such as bananas, papaya,milkporridge, biscuits, rice porridge, and the team from birth to baby. 6 months old. Purpose: To determine the relationship between maternal knowledge and exclusive breastfeeding in Ringinsari Village, Kediri Regency. Methods: The study design was descriptive correlative with a cross sectional approach. The sample of the study was taken with the purposive Sampling technique. The independent variable is Mother's Knowledge. The dependent variable is exclusive breastfeeding. Data collection using a questionnaire. Statistical test using the Chi Square Correlation test. Results: Most of the respondents in Ringinsari Village, Kediri Regency have good knowledge, namely 21 people (39,6%) from a total of 53 people. Half of the respondents who did not provide exclusive breastfeeding were 34 people (64,15%) from a total of 53 people. Conclusion: there is a relationship between maternal knowledge and exclusive breastfeeding. Keywords: Mother's Knowledge, Exclusive Breastfeeding
Anxiety Of School-Age Childre (10 – 12 Years) Face Menarche At Mojoroto Village Kediri City Wati, Susi Erna
Efektor Vol 2 No 2 (2015): Efektor Vol 2 No 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.267 KB) | DOI: 10.29407/e.v2i2.82

Abstract

Child age at ranging Elementary School 6 to 12 years, this term constitute school term. Child those are on SD's early class is child that lies on early age elongation. Early age term constitute child developing term that short but constitutes term that really necessary for its life. Therefore, on this term all proprietary potency child needs to be pushed so will optimal ala amends. Menarche constitute first menstruating that ordinary happening deep age range 10 to 12 years. All this time a portion society perceives taboo to talk about menstruating problem in family, so startup stripling less have science and attitude that passably about physical change and psikologs relates menarche . kesiapan is indispensable mental before menarche since alarm feel and afraid of appearance, besides it also its reducing science about that needful while menstruating. Observational design that is utilized is descriptive with approaching utilizes tech purposive is sampling . Population on observational it is all child school age at Mojoroto's sub-district City to self as much 55 childs and sample that is utilized in this research as much 23 childs. Sampling tech that is utilized is purposive is sampling . Data collecting tech utilizes kuesioner. Data processing by koding, skoring, tabulating, after at tab then made by recapitulating scale. Of research result is gotten as almost the lot respondent experience demulcent alarm as much 20 person (87%), as much 2 person (8,7%) experiencing alarm be, as much 1 person (4,3%) no dread. Seeing observational result to be expected this research result gets to give information about dread zoom school age in faces menarche first, so family gets to know menarche first on its child.
Gerakan Life Saving Dengan Edukasi Mahir Bantuan Hidup Dasar Pada Orang Awam Di Desa Gondang Legi Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk wijaya, endah; Mudzakkir, Muhammad; Wati, Susi Erna; Nurahmawati, Dhewi; Putri, Adilia Karisma; Puspitasari, Dian
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 3 No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v3i2.22716

Abstract

Kasus-kasus kegawatan dapat datang kapan saja dimana saja dan menimpa siapa saja. Hal mendasar yang harus dipahami bahwa kasus kegawatan memerlukan penanganan segera dengan waktu tunggu yang sangat singkat namun tidak semua orang mengerti cara memberikan pertolongan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan sebagai orang awam dalam memberikan pertolongan kasus kegawatan sehari-hari. Kegiatan dilaksanankan pada tanggal 9 November 2023 di Aula Kantor Kepala Desa Gondanglegi yang diikuti 29 peserta. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah, demo, dan role play. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan ditunjukkan dengan rata-rata 63%. Kegiatan berjalan dengan baik dibuktiksn dengan antusiasme peserta yang sangat tinggi. Rekomendasi kegaiatan selanjutnya adalah pelaksanaan kegaiatn pengabdian secara kontinyu serta pembentukan tim respon cepat tanggap di tingkat desa. kata kunci :pertolongan pertama, kegawatan, masyarakat awam
Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi Ibu Pada Masa Kehamilan Dhewi nurahmawati; Mulazimah Mulazimah; Susi Erna Wati
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan Maret 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.1173

Abstract

ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan di suatu negara. Menurut World Health Organization (WHO), persentase tertinggi penyebab kematian ibu adalah perdarahan (28%) dan infeksi, yang dapat disebabkan anemia dan kekurangan energi kronis (KEK) sebesar 17,3% dan anemia sebesar 48,9%. Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi untuk ibu hamil. Masalah gizi berhubungan erat dengan proses pertumbuhan janin dan pertumbuhan berbagai organ tubuhnya sebagai pendukung proses kehamilannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi status gizi ibu selama kehamilan di wilayah kerja Puskemas Pembatu Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan adalah corelation desain dengan pendekatan Cross Sectional. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berjumlah 48 orang ibu hamil. Dari 36 sampel yang diteliti terdapat 11 orang yang mengalami status gizi tidak normal atau lingkar lengan kurang dari 23,5 cm. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik purpose sampling. Analisis penelitian menggunakan uji regresi logistik berganda dengan tingkat kemaknaan p< 0.05. Hasil analisis Regresi Logistik (Multivariat Regretion) pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel umur p= 0,017 (b = 3,11, OR = 6,87), variabel pendidikan menunjukkan p= 0,008 (b = 1,976, OR = 8,83), variabel pekerjaan menunjukkan p= 0,011 (b = 0,936, OR = 2,70) dan veriabel penghasilan keluarga menunjukkan p= 0,012 (b = 1,306, OR = 3,69). Berdasarkan hasil analitik membuktikan bahwa terdapat pengaruh umur, Pendidikan, pekerjaan dan penghasilan keluarga ibu hamil terhadap status gizi ibu pada masa kehamilan.
Gambaran Dukungan Suami Terhadap Mobilisasi Dini Pada Ibu Nifas Di Rsud Simpang Lima Gumul Kediri Mulazimah, Mulazimah; Yanti, Entin Srihadi; Wati, Susi Erna; Febrianti, Amilia
Jurnal Kebidanan Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Kebidanan Maret 2025
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i1.1436

Abstract

Masa nifas merupakan periode kritis bagi ibu pasca melahirkan, dan mobilisasi dini sangat penting untuk mempercepat pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dukungan suami terhadap mobilisasi dini pada ibu nifas di RSUD Simpang Lima Gumul Kediri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan teknik purposive sampling pada 100 responden. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu nifas yang mendapatkan dukungan baik dari suaminya cenderung melakukan mobilisasi dini dengan baik (53%), dibandingkan dengan yang kurang mendapat dukungan suami (47% tidak melakukan mobilisasi dini dengan baik). Mayoritas ibu nifas di rumah sakit ini melakukan mobilisasi dini dengan baik. Namun, dukungan suami tetap menjadi faktor krusial dalam keberhasilan mobilisasi dini. Kesimpulannya, ibu nifas yang mendapatkan dukungan suami yang baik, baik secara emosional, instrumental, maupun informasional, terbukti memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan mobilisasi dini dengan optimal. Temuan ini memperkuat pentingnya peran suami dalam masa nifas, khususnya dalam mendukung mobilisasi dini.