Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Efektor

HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA SUMBER CANGKRING KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI Wijayanti, Endah Tri
Efektor Vol 2 No 2 (2015): Efektor Vol 2 No 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.28 KB) | DOI: 10.29407/e.v2i2.86

Abstract

Tingkat pendapatan seseorang dengan tingkat pendidikan mempunyai keterkaitan erat, yaitu tingkat pendidikan yang tinggi memerlukan dana yang memadai. Tentunya dana sekolah sangat terkait dengan tingkat ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat ekonomi keluarga dengan tingkat pendidikan anak di Desa Sumber Cangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Desain penelitian ini adalah korelasional. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mempunyai anak usia sekolah di desa Sumber Cangkring tahun 2010 dengan jumlah 103 Kepala Keluarga dengan sampel 100 dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan uji korelasi product moment dengan interval kepercayaan r tabel 95% = 0,195. Didapatkan tingkat ekonomi mayoritas berada dalam tingkat ekonomi bawah 54 orang (54 %), tingkat ekonomi menengah 28 orang (28 %) dan tingkat ekonomi atas sebanyak 18 orang (18 %). Sedangkan tingkat pendidikan anak diperoleh tingkat pendidikan anak yang diselesaikan pada tingkat dasar sebanyak 17 orang (17 %), tingkat menengah sebanyak 60 orang (61 %) dan pada tingkat perguruan tinggi sebanyak 22 orang (22 %). Dari pengolahan data dengan uji korelasi product moment menunjukkan bahwa r hitung lebih besar dari r tabel. Didapatkan bahwa r hitung 0,374 > t tabel dengan interval kepercayaan r tabel 95% = 0,195 maka ada hubungan yang signifikan antara tingkat ekonomi keluarga dengan tingkat pendidikan anak di Desa Sumber Cangkring Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Dari hasil penelitian ini diharapkan para kepala keluarga sadar akan pentingnya kelanjutan pendidikan anak untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan menekan jumlah angka pengangguran. Kata Kunci: Tingkat Ekonomi, Keluarga, Tingkat Pendidikan, Anak.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme Koping Mahasiswa Semester II D-III Keperawatan Dalam Menghadapi Praktek Klinik Keperawatan Di Universitas Nusantara PGRI Kediri Wijayanti, Endah Tri
Efektor Vol 3 No 1 (2016): Efektor Nomor 27
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.38 KB) | DOI: 10.29407/e.v3i1.202

Abstract

Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian yang menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai berbagai keluhan fisik. Kecemasan jika tidak terkontrol akan menghambat pencapaian tujuan dari kegiatan yang akan dilakukan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping mahasiswa semester II Prodi D-III Keperawatan dalam menghadapi praktek klinik keperawatan di Universitas PGRI Nusantara Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua mahasiswa semester II Prodi D-III Keperawatan sebanyak 80 orang dan sampel sebanyak 67 orang. Teknik sampling adalah sampling random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan cara coding, scoring, tabulating, setelah ditabulasi kemudian dibuat skala penyimpulan. Hasil uji statistik didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar = 0,034 (p<0,05) artinya H0 ditolak atau H1 diterima, maka kesimpulannya ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping mahasiswa semester II Prodi D III Keperawatan di Universitas PGRI Nusantara Kediri. Melihat hasil penelitian diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi bagi pendidikan tentang usaha peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada mahasiswa tentang kecemasan sebelum menghadapi praktik klinik. Dari data yang didapat menerangkan bahwa mahasiswa dalam menghadapi praktik klinik memiliki tingkat kecemasan sebagai berikut : mahasiswa yang mengatakan sangat cemas, takut dan bingung menghadapi praktik klinik sebanyak 1 orang (10%), mahasiswa yang mengatakan tidak percaya diri dan sulit tidur sebanyak 6 orang (60%), mahasiswa yang mengatakan sedikit gelisah dan tampak tenang sebanyak 2 orang (20%) dan mahasiswa yang mengatakan tidak cemas dan tenang-tenang saja sebanyak 1 orang (10%). Informasi tambahan lainnya yaitu terdapat beberapa hambatan yang ditemui mahasiswa antara lain; kurangnya penguasaan materi, kesulitan menghafal langkah-langkah dalam prosedur, waktu yang diberikan minim, merasa tidak percaya diri dalam menjalankan tugas, takut melakukan kesalahan. Tentunya mahasiswa akan memberikan respon yang beragam, mulai dari koping yang adaptif sampai mal adaptif seperti pelampiasan merokok.