Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS KUAT LENTUR DAN PENGELASAN PADA PEMEGANG KURSI MOBIL Syawaluddin Syawaluddin; Thifty Ardiyansyah
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 2 (2007): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon rendah yang mengandung kadar C = 0,25%. Bahan diberi perlakuan kuat lentur tekan dan pengelasan dengan kecepatan las 80 m/s dengan menggunakan las MIG (metal Inert Gas) dan elektroda jenis kawat kontinu MG-51T berdiameter 1,2 mm. Benda uji dilakukan pengujian kekerasan, foto mikro untuk mengetahui kuat lentur dan penetrasi welding. Nilai kuat lentur pada base metal kekuatan lenturnya memiliki nilai 16,66 N/mm sedangkan untuk momen tahan lentur sebesar 27 mm dan pada momen lentur sendiri mempunyai nilai 450 kN/mm2 dapat dilihat bahwa dari ketiga hal tersebut dapat kita mengetahui bahwa kekuatan lentur sebesar 16,66 dan momen lentur 450 kN/mm2 sehingga base metal tersebut tidak terlalu getas sehingga tidak dapat mudah patah dan kecepatan las 80 m/s terhadap benda akan berpengaruh pada daerah base metal 139,9 HV lebih rendah nilainnya dari logam yang sudah ada perlakuan diarea bending sebesar 165,6 HV, sedangkan nilai kekerasan yang didapat dengan kecepatan las 80 m/s pada daerah HAZ area sebesar 251,0 HV lebih rendah dari pada nilai tertinggi yang telah dilakukan kekerasan dengan kecepatan 80 m/s terdapat pada daerah lasan area sebesar 254,8 HV, hal ini terlihat pada struktur mikronya yang banyak terdapat martensit dan bainit yang cendrung keras karena mengandung karbon dan dapat dilihat dari hasil bendingannya yang terdapat perubahan dari base metal tersebut sehingga menjadi nilainya lebih keras tetapi dibandingkan dari daerah lasan nilainya lebih baik didaerah lasan di karenakan dari hasil pemanasan dan nilai carbon yang lebih tinggi didaerah lasan sehingga cendrung lebih keras. penetrasi weldingnnya pada kecepatan las  80 m/s tembusan lasnya dangkal sebesar 0,473 mm, dikarnakan gerakan elektroda terlalu cepat. Seusai hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pengaruh bending, pengelasan maka didaerah HAZ dan lasannya  terdapat suatu perbedaan nilai yang besar pengaruhnya terhadap material tersebut sehingga dari hasil foto struktur mikro tersebut dapat dilihat pengaruh antara base metal yang belum ada perlakuan dengan yang sudah ada perlakuan terhadap base metal tersebut menghasilkan perubahan struktur dari bahan tersebut sehingga berpengaruh terhadap kekuatan bahan tersebut.
ANALISA PENGARUH ARUS ALIRAN UDARA MASUK EVAPORATOR TERHADAP COEFFICIENT OF PERFORMANCE Syawaluddin Syawaluddin; Muhaemin Muhaemin
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2013): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan peningkatan kecepatan aliran udara pada evaporator maka akan mempengaruhi nilai koefisien prestasi dari AC ruangan 1 HP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi kecepatan aliran udara pada evaporator terhadap unjuk kerja AC ruangan + 9000 Btu, Untuk membuat variasi kecepatan aliran udara pada evaporator dilakukan dengan melakukan variasi putaran blower yang menghembuskan udara ke evaporator. Adapun besar putaran blower yang digunakan adalah 700 rpm, 800 rpm, 900 rpm, 1000 rpm, dan 1100 rpm. Dari hasil pembahasan didapatkan kesimpulan bahwa semakin besar kecepatan aliran udara pada evaporator maka nilai COP akan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena peningkatan kecepatan aliran udara pada evaporator akan mempercepat pertukaran kalor sehingga akan meningkatkan nilai COP.
RANCANG BANGUN MODEL ALAT UJI TERAS REAKTOR NUKLIR SMALL MODULAR REACTOR (SMR) Erwin Dermawan; Ery Diniardi; Anwar Ilmar Ramadhan; Syawaluddin Syawaluddin; Muhammad Arifangga
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja perpindahan panas yang buruk akan berdampak buruk pada sistem reaktor yang selanjutnya dapat berdampak pada pelepasan zat radioaktif ke lingkungan sekitar sehingga dapat membahayakan keselamatan lingkungan dan makhluk hidup yang ada disekitar reaktor. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat atau merancang bangun model alat uji pada teras reaktor nuklir dalam skala laboratorium dengan asumsi panas silinder berasal dari energi listrik sehingga tidak membahayakan lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam penyelesaian rancang bangun model alat uji teras reaktor ialah studi literatur, membuat konsep perancangan alat uji dan selanjutnya merancang bangun. Setelah rancang bangun selesai maka tahap selanjutnya pengoperasian alat uji untuk mengetahui peformansi alat uji tersebut. Hasil perbandingan antara eksperimental dengan simulasi pada kondisi konveksi paksa dengan fluks panas 500000 W/m2 pada kecepatan 0,3 m/s menghasilkan selisih temperatur fluida antara 0,00001 K sampai dengan 0,8 K. Pada konveksi alamiah hasil perbandingan antara eksperimental dengan simulasi pada fluks panas 500000 W/m2 dengan kecepatan 0,3 m/s menghasilkan selisih antara 0,1 K sampai dengan 28 K. Semakin kecil selisih temperatur fluida antara eksperimental dengan simulasi, maka semakin baik performansi alat uji.
Analysis of Steering Wheel Heavy Komatsu Dump Truck Unit (HD) 785-7 Hasan Basri; Ery Diniardi; Kisman H Mahmud; Syawaluddin Syawaluddin; Firmansyah Firmansyah
Journal of Applied Sciences and Advanced Technology Vol 2, No 2 (2019): Journal of Applied Sciences and Advanced Technology
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.562 KB) | DOI: 10.24853/jasat.2.2.49-52

Abstract

Steering system is a system control unit that is used for deflecting the direction of motion straight into to the left or to the right in accordance with the will of the operator. At 785-7 HD unit using the steering system type full hydraulic steering valve, where steering valve serves as a directional control valve to direct the oil flow at the time of engine working (pump work), whereas when the engine died steering valve will serve as a hand pump and directional control valve. Abnormaly steering wheel because there is a scratch on spool demand valve causing internal leakage in the demand valve so oil pressure which served as the pilot sensing to move the spool valve is a pressure demand would drop because there is a leak and could not afford to drive the spool until the full open- as a result the oil flow from the steering pump cannot be fully prioritized to steering valve to be forwarded to the steering cylinder.
ANALISA PERHITUNGAN BEBAN KALOR DAN PEMILIHAN KOMPRESOR DALAM PERANCANGAN AIR BLAST FREEZER UNTUK MEMBEKUKAN ADONAN ROTI Erwin Dermawan; Syawaluddin Syawaluddin; Muhammad Reza Abrori; Nelfiyanti Nelfiyanti; Anwar Ilmar Ramadhan
Teknika: Engineering and Sains Journal Vol 1, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/tesj.v1i2.138.141-144

Abstract

Mesin Air Blast Freezer (ABF) adalah salah satu alat pembeku makanan dalam dunia refrigerasi. Dalam perancangan Air Blast Freezer ini, tahapan yang paling menentukan adalah saat perhitungan beban kalor yang akan menjadi acuan bagi perancang dalam pemilihan kompresor. PT. XYZ dalam hal ini untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk 2 unit ruangan ABF dengan kebutuhan membekukan adonan roti berkapasitas 250 kg/jam di tiap ruangan melakukan perhitungan beban kalor ABF dengan asumsi total beban kalor sebesar 41,5 kW dan menggunakan kompresor 62WBHE 900rpm sebagai penopangnya. Sehingga saat ini terdapat 2 kompresor tipe 62WBHE 900rpm yang berjalan, dan 2 unit kompresor yang sama direncanakan untuk projek 2 ABF selanjutnya. Kondisi aktual yang didapatkan dengan cara observasi dan analisa perhitungan serta pemilihan kompresor, beban kalor ternyata hanya 37,81 kW, dan cukup apabila hanya menggunakan kompresor 42WBHE 900rpm yang ukurannya lebih kecil dan kebutuhan dayanya juga lebih kecil.