Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PENGARUH PENUTUPAN SATU LENGAN SIMPANGAN TERHADAP KINERJA BUNDARAN KAYUTANGI BANJARMASIN Hardiani, Dyah Pradhitya; Ruhaidani, Emma
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2025): Vol 8, No 1 2025 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v8i1.16185

Abstract

Bundaran Kayutangi merupakan salah satu bundaran penting di Kota Banjarmasin yang memiliki empat lengan dan melayani arus lalu lintas dari berbagai arah, yaitu arus lalu lintas yang berasal dari Jl. Adhiyaksa, Jl. Perdagangan, Jl. Brigjend Hasan Basri dan arah Barito Kuala. Tingginya volume lalu lintas yang melewati bundaran menyebabkan terjadinya hambatan atau pertemuan kendaraan yang cukup padat dari berbagai arah jalan. Untuk menanggulangi kemacetan yang terjadi, pemerintah melakukan upaya dengan menutup satu lengan simpangan pada arah Kayutangi ujung. Diharapkan dengan adanya penutupan satu lengan ini dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar arus lalu lintas di bundaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja bundaran Kayutangi setelah dilakukan penutupan pada salah satu lengan. Selain itu, untuk mengetahui kemampuan bundaran dalam melayani arus lalu lintas pada 4 tahun yang akan datang. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode MKJI 1997. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer yang diperlukan adalah ukuran geometrik bundaran dan data lalu lintas harian rata-rata. Pengumpulan data dilakukan selama 3 hari dari pukul 06.00 – 18.00 WITA. Dari hasil analisis data, didapatkan Tingkat Pelayanan Bundaran Kayutangi Kota Banjarmasin yaitu D yang artinya lalu lintas bertambah, hambatan dan tundaan menjadi meningkat. Berdasarkan hasil tersebut perlu dilakukan penanganan agar tingkat pelayanan bundaran tidak memburuk tiap tahunnya.
CEMENT TREATED BASE (CTB) MENGGUNAKAN BOTTOM ASH LIMBAH BATU BARA SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT LOLOS SARINGAN NO. 4 Ruhaidani, Emma; Hardiani, Dyah Pradhitya; Nugraha, Muhammad Firda
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2025): Vol 8, No 1 2025 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v8i1.16186

Abstract

Metode Cement Treated Base (CTB) atau "Base yang Diperkuat dengan Semen" adalah metode konstruksi jalan yang melibatkan penggunaan campuran bahan agregat dan semen untuk menciptakan lapisan dasar yang kuat dan stabil. Jumlah sumber daya alam yang terbatas untuk menyediakan material pembentuk beton menimbulkan sejumlah masalah yang signifikan. Bottom ash adalah limbah yang berasal dari sisa pembakaran batubara. Karena mengandung logam berat, limbah dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Salah satu upaya memperbaiki kerusakan pondasi jalan raya adalah dengan  pengembangan teknologi recycling terhadap perkerasan yang rusak menjadi pondasi dan stabilisasi tanah dasar dengan semen. CTB memiliki kekuatan tekan sebesar 45-55kg/cm². Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kuat tekan antara CTB normal dengan CTB yang menggunakan bottom ash sebagai substitusi agregat. Pada pengujian ini menggunakan kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% dan menggunakan variasi kadar air sebesar 6%, 7%, dan 8%. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Kadar Air 6% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 42,42kg/cm², 43,37 kg/cm², 52,79 kg/cm², dan 38,65 kg/cm². Kadar Air 7% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 45,25kg/cm², 47,14kg/cm², 50,91 kg/cm², dan 35,82 kg/cm². Kadar Air 8% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 39,60kg/cm², 41,48kg/cm², 44,31 kg/cm², dan 32,05 kg/cm². Pada penelitian ini di dapat nilai kuat tekan tertinggi pada Kadar Air 7% dan Kadar Subtitusi Bottom ash 25% dengan nilai 50,91 kg/cm².
Evaluasi Kondisi Perkerasan dengan Metode Pavements Condition Index (PCI) pada Ruas Jalan Kapuas - Batas Kalimantan Selatan Ruhaidani, Emma; Hardiani, Dyah Pradhitya; Norassyifa, Desy
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya arus lalu lintas kendaraan barang dan jasa yang melintas di Ruas Jalan Kapuas - Batas Kalimantan Selatan dapat dilihat dari ruas jalan yang mengalami kerusakan seperti jalan berlobang, retak dan bergelombang. Kendaraan barang dengan beban berlebih yang melalui ruas jalan, diduga mempengaruhi kinerja perkerasan jalan yang mengakibatkan kerusakan jalan lebih awal dari umur rencana. Tujuan dari penelitian itu adalah untuk mengetahui kondisi perkerasan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan mengetahui nilai sisa umur rencana menggunakan metode Bina Marga 2017. Data primer yang digunakan berupa data perhitungan volume lalu lintas harian, jenis kerusakan yang teridentifikasi dan luas kerusakan yang diperoleh dengan melakukan survei secara langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder berasal dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengetahui jenis perkerasan pada ruas Jalan Jalan Kapuas-Batas Provinsi Kalimantan Selatan. Dari hasil analisis menggunakan metode Bina Marga 2017 diperoleh nilai sisa umur rencana pada tahun 2023 adalah sebesar 93,012 %. Berdasarkan analisis nilai kondisi perkerasan pada perkerasan lentur pada Jalan Kapuas - Batas Provinsi Kalimantan Selatan STA 17+100 s/d 22+800 tergolong pada kondisi sangat baik (Very good) dengan nilai PCI sebesar 74,23 nilai tertinggi sebesar 90 kondisi sempurna dan nilai terendah sebesar 52 kondisi sedang.
Evaluasi Teknis Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Menuju Bandara Syamsudin Noor: Geometric Road Evaluation on Syamsudin Noor Airport Road Emma Ruhaidani; Amelia Faradila; Dyah Pradhitya Hardiani
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2026): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v14i1.12089

Abstract

Syamsudin Noor Airport is located in Landasan Ulin District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. The geometric condition of the road on the new road to Syamsudin Noor Airport has a horizontal arrangement of several bends that are not comfortable for road users. The corners reviewed there are 2 corners at STA 3+140 and STA 3+580. The purpose of this study is to evaluate the existing conditions using the 1997 Bina Marga standard and Re-design using the 2021 Bina Marga standard. The research method used in this study is an analysis method of existing conditions using the 1997 Bina Marga standard and Re-design using the 2021 Bina Marga standard. As for the data on field speed, road width, shoulder width, road traffic and visibility are obtained through direct measurements and observations. Based on the results of research conducted in the field, the existing geometric conditions of the road were obtained, in the existing conditions the speed from the observation results was used 64 Km / Hour. The condition at turn 1 has a value of Rc > Rmin so that it meets the requirements of the 1997 Bina Marga standard, while at turn 2 it does not meet because Rc < Rmin. The superelevation at turns 1 and 2 did not meet the 1997 Bina Marga standard of en = 2%.
Audit Keselamatan Jalan Sebagai Penanganan Kawasan Rawan Kecelakan Pada Ruas Trikora KM 2 - 4 Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan: Road Safety Audit As A Measure For Handling Accident-Prone Areas On The Trikora Road Section KM 2–4, Banjarbaru City, South Kalimantan Dyah Pradhitya Hardiani; Rizkan Maulidi Ansyari; Emma Ruhaidani
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2026): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mits.v14i1.12091

Abstract

The Trikora Road section at Km 2–Km 4 in Banjarbaru City is one of the locations with a high rate of traffic accidents, making a road functional feasibility assessment necessary to evaluate road conditions and identify factors contributing to non-compliance with technical standards. This study aims to assess road functional feasibility based on the Regulation of the Minister of Public Works Number 11/PRT/M/2010 concerning Procedures and Requirements for Road Functional Feasibility. The research method was conducted through a field survey by comparing existing road conditions with technical standards for each road component and subcomponent, which were then classified into functional feasibility categories. The results indicate that 42.86% of the Trikora Road section falls into the Conditional Functional Feasibility (***) category, indicating that some technical requirements have been fulfilled and the road is still able to provide safety for road users. In addition, 42.86% of the section is categorized as Downgraded Functional Feasibility (**), indicating that several road components do not meet technical standards and require improvement. Meanwhile, the functional feasibility assessment of road facilities directly related to road users shows a Not Functionally Feasible (T) category of 14.29%, indicating the need for immediate corrective actions. The recommended improvements focus on enhancing road facilities and improving traffic management to reduce accident risk and increase road user safety and comfort.
STUDI EFEKTIVITAS PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) PADA SIMPANG BERSINYAL JALAN A.YANI KOTA BANJARMASIN Emma Ruhaidani; Irwandy Muzaidi; Elia Anggarini; Dyah Pradhitya Hardiani; Muhammad Fitriansyah
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i1.566

Abstract

Pertumbuhan penduduk memiliki hubungan linier dengan pertumbuhan sepeda motor. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk maka semakin meningkat pula pertumbuhan sepeda motor. Pertumbuhan sepeda motor akan menimbulkan penumpukan di simpang bersinyal dan menimbulkan kemacetan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mulai menerapkan RHK di beberapa simpang bersinyal di Kota Banjarmasin, seperti pada Jalan A.Yani Km 2.0 Kota Banjarmasin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana efektivitas penerapan RHK jika dilihat dari perilaku pengguna jalan dan dimensi RHK. Dari hasil penelitian ini nantinya bisa menjadi bahan referensi bagi pemerintah dalam penerapan RHK di Kota Banjarmasin. Pengumpulan data dilaksanakan hari Sabtu, Senin, dan Rabu pukul 07.00 – 18.00 WITA. Data yang diperlukan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer meliputi dimensi RHK dan volume sepeda motor di area RHK, sedangkan data sekunder yaitu luasan dari sepeda motor rencana. Berdasarkan analisis didapatkan nilai presentase pengendara patuh RHK terendah adalah 62,42% yang memiliki arti tingkat efektivitas berdasarkan perilaku patuh pengguna sepeda motor tergolong efektif. Sedangkan jika dilihat dari tingkat keterisian sepeda motor terhadap dimensi RHK didapatkan nilai rata-rata < 60% yang artinya RHK kurang berhasil diterapkan. Masih adanya perilaku menyimpang menyebabkan tingkat keterisian RHK tidak maksimal, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat dan upaya pemerintah dalam menerapkan RHK
STUDI EFEKTIFITAS PENERAPAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) PADA SIMPANG BERSINYAL JALAN A.YANI KOTA BANJARMASIN Dyah Pradhitya; Emma Ruhaidani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v5i2.701

Abstract

Pertumbuhan penduduk memiliki hubungan linier dengan pertumbuhan sepeda motor. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk maka semakin meningkat pula pertumbuhan sepeda motor. Pertumbuhan sepeda motor akan menimbulkan penumpukan di simpang bersinyal dan menimbulkan kemacetan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mulai menerapkan RHK di beberapa simpang bersinyal di Kota Banjarmasin, seperti pada Jalan A.Yani Km 2.0 Kota Banjarmasin. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana efektivitas penerapan RHK jika dilihat dari perilaku pengguna jalan dan dimensi RHK. Dari hasil penelitian ini nantinya bisa menjadi bahan referensi bagi pemerintah dalam penerapan RHK di Kota Banjarmasin. Pengumpulan data dilaksanakan hari Sabtu, Senin, dan Rabu pukul 07.00 – 18.00 WITA. Data yang diperlukan yaitu data primer dan data sekunder. Data primer meliputi dimensi RHK dan volume sepeda motor di area RHK, sedangkan data sekunder yaitu luasan dari sepeda motor rencana. Berdasarkan analisis didapatkan nilai presentase pengendara patuh RHK terendah adalah 62,42% yang memiliki arti tingkat efektivitas berdasarkan perilaku patuh pengguna sepeda motor tergolong efektif. Sedangkan jika dilihat dari tingkat keterisian sepeda motor terhadap dimensi RHK didapatkan nilai rata-rata < 60% yang artinya RHK kurang berhasil diterapkan. Masih adanya perilaku menyimpang menyebabkan tingkat keterisian RHK tidak maksimal, sehingga diperlukan kesadaran masyarakat dan upaya pemerintah dalam menerapkan RHK
OPTIMALISASI WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN MENGGUNAKAN METODE PDM DAN PERT PADA PROYEK JEMBATAN SUNGAI MUNDAM Emma Ruhaidani; Dyah Pradhitya Hardiani; Yudi Pamil
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v6i1.845

Abstract

Jembatan merupakan salah satu bangunan infrastruktur yang sangat penting dalam menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan oleh perairan. Contohnya adalah Jembatan Sungai Mundam yang terletak di Sungai Ulin, Banjarbaru Utara, Kalimantan Selatan. Dengan dilakukannya penjadwalan proyek menunjukkan hubungan setiap pekerjaan konstruksi dengan pekerjaan yang lain sehingga pekerjaan pada tiap itemnya lebih mudah unutk diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui durasi waktu normal dari gambar rencan Proyek Pembangunan Jembatan Mundam, mengetahui berapa durasi dari penjadwalan PDM, mengetahui kegiatan kritis apa saja yang terjadi pada Proyek Pembangunan Jembatan Mundam, mengetahui probabilistik pembangunan Proyek Pembangunan Jembatan Mundam. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah menggunakan metode PDM dan PERT. Dengan menggunakan metode PDM (Jaringan Kerja) diperoleh durasi 126 hari dan. dari hasil wawancara diperoleh durasi optimis 270 hari, pesimis 390 hari. Dengan menggunakan metode PERT didapatkan nilai waktu yang diharapkan (te) selama 335 hari. Selama 335 hari dan waktu normal 338 hari didapatkan nillai deviasi standar 0,63. Dari tabel distribusi normal kumulatif z didapatkan nilai probabilitas sebesar 0,7357 atau 73,57% yang artinya sangat besar kemungkinan bisa dilaksanakan dengan total biaya normal pada jalur kirits adalah Rp 7.065.765.392,26 sedangkan pada jalur kritis yang mengalami lembur adalah Rp 15.173.166.621,24. Untuk mencapai waktu optimis maka dibuat alternatif dengan menambahkan waktu kerja waktu lembur selama 3 jam
ANALISIS KINERJA LALU LINTAS RUAS JALAN KH. MANSUR, PELAIHARI, KABUPATEN TANAH LAUT, KALIMANTAN SELATAN Muhammad Yogi Indra Rukmana; Dyah Pradhitya Hardiani; Emma Ruhaidani
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i1.1204

Abstract

Jl. K.H Mansur merupakan salah Ruas Jalan penting di Kecamatan Pelaihari yang melayani arus lalu lintas dari luar kabupaten maupun dalam kabupaten,salah satunya yaitu arus lalu lintas yang berasal dari Banjarbaru Melalui Jl. Ahmad Yani Menuju Arah Kabupaten Tanah Bumbu. Pada Tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melaksanakan Pembangunan Pedestrian Pada Ruas jalan tersebut sehingga merubah struktur geografi Jalan pada ruas jalan tersebut, juga terdapatnya Pusat Kuliner di Kawasan Ruas Jalan tersebut mempengaruhi Tingginya volume lalu lintas yang melewati ruas jalan tersebut menyebabkan terjadinya hambatan atau pertemuan kendaraan yang cukup padat dari berbagai arah jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa volume lalu lintas yang melewati dan mengetahui kinerja Ruas Jalan Kh. Mansur menggunakan metode MKJI 1997, serta mengetahui dampak Pembangunan Pedestrian jalan pada kinerja ruas jalan. Untuk melakukan analisis diperlukan data berupa data primer dan sekunder. Data primer yang diperlukan adalah data geometrik jalan dan data lalu lintas harian rata-rata. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan pengambilan data dilapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas jalan KH. Mansur mengalami tingkat kejenuhan tertinggi di hari selasa pada jam 12.00 - 13.00 dengan nilai derajat kejenuhan mencapai 1,23 yang artinya jalan tersebut jenuh dan padat. Analisis ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi lalu lintas di lokasi tersebut serta implikasi terhadap pengelolaan lalu lintas di masa depan
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH PEDESAAN (STUDI KASUS: DESA LOKRAWA) Ekawati Laily Ramadhani; Elia Anggarini; Irwandy Muzaidi; Emma Ruhaidani; Dyah Pradhitya Hardiani; Ichwan Setiawan; Nazwal Aqli
Density (Development Engineering of University) Journal Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/deuj.v7i2.1468

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia untuk keperluan rumah tangga, industri, dan sektor publik. Desa Lokrawa, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala memiliki sumber air dari Sungai Lokrawa, namun distribusinya belum merata sehingga sebagian wilayah belum terlayani. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ketersediaan air baku, memproyeksikan kebutuhan hingga tahun 2040, serta merumuskan rekomendasi pengelolaan. Data primer diperoleh dari pengukuran debit sesaat sungai menggunakan metode pelampung dan penampang melintang, sedangkan data sekunder meliputi jumlah penduduk dan peta desa. Hasil pengukuran menunjukkan debit sesaat Sungai Lokrawa sebesar 40,41 m³/detik. Proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2040 mencapai 1.132 jiwa dengan kebutuhan air domestik 60 liter/orang/hari, ditambah kebutuhan non-domestik (5%) dan kehilangan air (15%), sehingga total kebutuhan diperkirakan 1,941 liter/detik. Nilai ini jauh lebih kecil dibandingkan kapasitas sumber air, menunjukkan potensi pasokan yang sangat mencukupi. Rekomendasi meliputi konservasi daerah imbuhan, edukasi masyarakat tentang perlindungan sumber air, serta pembentukan kembali lembaga pengelola sistem air bersih untuk menjamin kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan. Dengan pengelolaan tepat, Sungai Lokrawa mampu memenuhi kebutuhan air bersih desa secara berkelanjutan.