Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PENUTUPAN SATU LENGAN SIMPANGAN TERHADAP KINERJA BUNDARAN KAYUTANGI BANJARMASIN Hardiani, Dyah Pradhitya; Ruhaidani, Emma
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2025): Vol 8, No 1 2025 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v8i1.16185

Abstract

Bundaran Kayutangi merupakan salah satu bundaran penting di Kota Banjarmasin yang memiliki empat lengan dan melayani arus lalu lintas dari berbagai arah, yaitu arus lalu lintas yang berasal dari Jl. Adhiyaksa, Jl. Perdagangan, Jl. Brigjend Hasan Basri dan arah Barito Kuala. Tingginya volume lalu lintas yang melewati bundaran menyebabkan terjadinya hambatan atau pertemuan kendaraan yang cukup padat dari berbagai arah jalan. Untuk menanggulangi kemacetan yang terjadi, pemerintah melakukan upaya dengan menutup satu lengan simpangan pada arah Kayutangi ujung. Diharapkan dengan adanya penutupan satu lengan ini dapat mengurangi kemacetan dan memperlancar arus lalu lintas di bundaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja bundaran Kayutangi setelah dilakukan penutupan pada salah satu lengan. Selain itu, untuk mengetahui kemampuan bundaran dalam melayani arus lalu lintas pada 4 tahun yang akan datang. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode MKJI 1997. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer yang diperlukan adalah ukuran geometrik bundaran dan data lalu lintas harian rata-rata. Pengumpulan data dilakukan selama 3 hari dari pukul 06.00 – 18.00 WITA. Dari hasil analisis data, didapatkan Tingkat Pelayanan Bundaran Kayutangi Kota Banjarmasin yaitu D yang artinya lalu lintas bertambah, hambatan dan tundaan menjadi meningkat. Berdasarkan hasil tersebut perlu dilakukan penanganan agar tingkat pelayanan bundaran tidak memburuk tiap tahunnya.
CEMENT TREATED BASE (CTB) MENGGUNAKAN BOTTOM ASH LIMBAH BATU BARA SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT LOLOS SARINGAN NO. 4 Ruhaidani, Emma; Hardiani, Dyah Pradhitya; Nugraha, Muhammad Firda
Jurnal Kacapuri : Jurnal keilmuan Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2025): Vol 8, No 1 2025 JURNAL KACAPURI : JURNAL KEILMUAN TEKNIK SIPIL (Edisi Juni 2025
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jk.v8i1.16186

Abstract

Metode Cement Treated Base (CTB) atau "Base yang Diperkuat dengan Semen" adalah metode konstruksi jalan yang melibatkan penggunaan campuran bahan agregat dan semen untuk menciptakan lapisan dasar yang kuat dan stabil. Jumlah sumber daya alam yang terbatas untuk menyediakan material pembentuk beton menimbulkan sejumlah masalah yang signifikan. Bottom ash adalah limbah yang berasal dari sisa pembakaran batubara. Karena mengandung logam berat, limbah dapat mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan. Salah satu upaya memperbaiki kerusakan pondasi jalan raya adalah dengan  pengembangan teknologi recycling terhadap perkerasan yang rusak menjadi pondasi dan stabilisasi tanah dasar dengan semen. CTB memiliki kekuatan tekan sebesar 45-55kg/cm². Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kuat tekan antara CTB normal dengan CTB yang menggunakan bottom ash sebagai substitusi agregat. Pada pengujian ini menggunakan kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% dan menggunakan variasi kadar air sebesar 6%, 7%, dan 8%. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa Kadar Air 6% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 42,42kg/cm², 43,37 kg/cm², 52,79 kg/cm², dan 38,65 kg/cm². Kadar Air 7% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 45,25kg/cm², 47,14kg/cm², 50,91 kg/cm², dan 35,82 kg/cm². Kadar Air 8% dengan Kadar Subtitusi Bottom ash 0%, 10%, 25%, dan 50% didapatkan nilai kuat tekan sebesar 39,60kg/cm², 41,48kg/cm², 44,31 kg/cm², dan 32,05 kg/cm². Pada penelitian ini di dapat nilai kuat tekan tertinggi pada Kadar Air 7% dan Kadar Subtitusi Bottom ash 25% dengan nilai 50,91 kg/cm².
Evaluasi Kondisi Perkerasan dengan Metode Pavements Condition Index (PCI) pada Ruas Jalan Kapuas - Batas Kalimantan Selatan Ruhaidani, Emma; Hardiani, Dyah Pradhitya; Norassyifa, Desy
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2024: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya arus lalu lintas kendaraan barang dan jasa yang melintas di Ruas Jalan Kapuas - Batas Kalimantan Selatan dapat dilihat dari ruas jalan yang mengalami kerusakan seperti jalan berlobang, retak dan bergelombang. Kendaraan barang dengan beban berlebih yang melalui ruas jalan, diduga mempengaruhi kinerja perkerasan jalan yang mengakibatkan kerusakan jalan lebih awal dari umur rencana. Tujuan dari penelitian itu adalah untuk mengetahui kondisi perkerasan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) dan mengetahui nilai sisa umur rencana menggunakan metode Bina Marga 2017. Data primer yang digunakan berupa data perhitungan volume lalu lintas harian, jenis kerusakan yang teridentifikasi dan luas kerusakan yang diperoleh dengan melakukan survei secara langsung di lapangan. Sedangkan data sekunder berasal dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengetahui jenis perkerasan pada ruas Jalan Jalan Kapuas-Batas Provinsi Kalimantan Selatan. Dari hasil analisis menggunakan metode Bina Marga 2017 diperoleh nilai sisa umur rencana pada tahun 2023 adalah sebesar 93,012 %. Berdasarkan analisis nilai kondisi perkerasan pada perkerasan lentur pada Jalan Kapuas - Batas Provinsi Kalimantan Selatan STA 17+100 s/d 22+800 tergolong pada kondisi sangat baik (Very good) dengan nilai PCI sebesar 74,23 nilai tertinggi sebesar 90 kondisi sempurna dan nilai terendah sebesar 52 kondisi sedang.
Evaluasi Teknis Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Menuju Bandara Syamsudin Noor: Geometric Road Evaluation on Syamsudin Noor Airport Road Ruhaidani, Emma; Faradila, Amelia; Hardiani, Dyah Pradhitya
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2026): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syamsudin Noor Airport is located in Landasan Ulin District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. The geometric condition of the road on the new road to Syamsudin Noor Airport has a horizontal arrangement of several bends that are not comfortable for road users. The corners reviewed there are 2 corners at STA 3+140 and STA 3+580. The purpose of this study is to evaluate the existing conditions using the 1997 Bina Marga standard and Re-design using the 2021 Bina Marga standard. The research method used in this study is an analysis method of existing conditions using the 1997 Bina Marga standard and Re-design using the 2021 Bina Marga standard. As for the data on field speed, road width, shoulder width, road traffic and visibility are obtained through direct measurements and observations. Based on the results of research conducted in the field, the existing geometric conditions of the road were obtained, in the existing conditions the speed from the observation results was used 64 Km / Hour. The condition at turn 1 has a value of Rc > Rmin so that it meets the requirements of the 1997 Bina Marga standard, while at turn 2 it does not meet because Rc < Rmin. The superelevation at turns 1 and 2 did not meet the 1997 Bina Marga standard of en = 2%.
Audit Keselamatan Jalan Sebagai Penanganan Kawasan Rawan Kecelakan Pada Ruas Trikora KM 2 - 4 Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan: Road Safety Audit As A Measure For Handling Accident-Prone Areas On The Trikora Road Section KM 2–4, Banjarbaru City, South Kalimantan Hardiani, Dyah Pradhitya; Ansyari, Rizkan Maulidi; Ruhaidani, Emma
Media Ilmiah Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2026): Media Ilmiah Teknik Sipil
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Trikora Road section at Km 2–Km 4 in Banjarbaru City is one of the locations with a high rate of traffic accidents, making a road functional feasibility assessment necessary to evaluate road conditions and identify factors contributing to non-compliance with technical standards. This study aims to assess road functional feasibility based on the Regulation of the Minister of Public Works Number 11/PRT/M/2010 concerning Procedures and Requirements for Road Functional Feasibility. The research method was conducted through a field survey by comparing existing road conditions with technical standards for each road component and subcomponent, which were then classified into functional feasibility categories. The results indicate that 42.86% of the Trikora Road section falls into the Conditional Functional Feasibility (***) category, indicating that some technical requirements have been fulfilled and the road is still able to provide safety for road users. In addition, 42.86% of the section is categorized as Downgraded Functional Feasibility (**), indicating that several road components do not meet technical standards and require improvement. Meanwhile, the functional feasibility assessment of road facilities directly related to road users shows a Not Functionally Feasible (T) category of 14.29%, indicating the need for immediate corrective actions. The recommended improvements focus on enhancing road facilities and improving traffic management to reduce accident risk and increase road user safety and comfort.