Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Moluccas Health Journal

Peningkatan Pelaksanaan Identifikasi Pasien Risiko Jatuh oleh Petugas Kesehatan melalui Supervisi Pimpinan dan Sarana Prasarana di Puskesmas Manuhutu, Feby; Tomasoa, Valensya Yeslin
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 6, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v6i1.1278

Abstract

Pengurangan risiko pasien jatuh merupakan salah satu sasaran keselamatan pasien, dimana keselamatan pasien menjadi perhatian organisasi kesehatan di dunia maupun di Indonesia. Pengurangan risiko pasien jatuh dapat dilakukan salah satunya dengan assesmen awal yang tepat. Peran pemimpin terkait ketersediaan fasilitas dan pembinaan staf dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja staf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan supervisi pimpinan dan sarana prasarana dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh oleh tenaga kesehatan di puskesmas. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yaitu 95 responden. Didapatkan hasil yaitu mayoritas responden menyatakan supervisi pimpinan baik dengan pelaksanaan identifikasi risiko pasien jatuh baik 48 responden (50,5%), dan sebagian kecil responden yang menyatakan supervisi pimpinan kurang dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh baik 2 responden (2,1%). Serta mayoritas responden menyatakan sarana prasarana di puskesmas kurang memadai sehingga pelaksanaan identifikasi risiko pasien jatuh kurang sebanyak 49 responden (51,8%), dan tidak ada responden yang menyatakan sarana prasarana kurang memadai dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh baik (0.0%). Berdasarkan uji chi square antara supervisi pimpinan dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh p=0,001, serta antara sarana prasarana dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh p=0,004. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara supervisi pimpinan dan sarana prasarana dengan pelaksanaan identifikasi pasien risiko jatuh oleh petuhgas kesehatan di puskesmas. Rekomendasi penelitian ini yaitu konsistensi dan kontiunitas pimpinan dalam melakukan supervisi terhadap kinerja petugas kesehatan, rerta  pemimpin rumah sakit perlu untuk memfasilitasi petugas kesehatan terkait kesidiaan sarana prasarana memberikan dampak positif terhadap peningkatan sasaran keselamatan pasien di puskesmas.Kata kunci : Identifikasi Pasien Risiko Jatuh; Supervisi Pimpinan; Sarana Prasarana; Puskesmas.
Hubungan Pengetahuan Lansia dan Peran Kader Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Kelurahan Kudamati Puskesmas Air Salobar. Tomasoa, Valensya Yeslin
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 6, No 3 (2024): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v6i3.1480

Abstract

Pelayanan kesehatan kepada lansia dilakukan mulai dari tingkat keluarga, tingkat masyarakat melalui posyandu lansia/posbindu, dan pelayanan di sarana pelayanan kesehatan dasar. Posyandu Lansia merupakan salah satu bentuk pemberian pelayanan kesehatan bagi lansia sebagai mempertahankan kualitas hidup mereka. Namun, pelayanan kesehatan di Posyandu Lansia belum terlaksana secara optimal di sejumlah daerah karena program posyandu yang dilakukan jarang dimanfaatkan oleh lansia. Adapun faktor yang mempengaruhi kurangnya pemanfaatan posyandu lansia antara lain pengetahuan lansia yang masih rendah tentang pentingnya pemanfaatan posyandu lansia maupun peran kader lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan lansia dan peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia Di Kelurahan Kudamati, Wilayah Kerja Puskesmas Air Salobar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 65 orang responden lansia. Dengan hasil uji chi square antara pengetahuan lansia dengan pemanfaatan posyandu lansia p-value= 0.005, serta antara peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia p-value = 0.003. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan lansia dan peran kader  dengan pemanfaatan posyandu lansia. Rekomendasi penelitian ini yaitu untuk petugas Kesehatan di puskesmas maupun dinas kesehatan kota Ambon untuk dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang manfaat posyandu dan mempertahankan peran agar dapat meningkatkan kepatuhan lansia mengunjungi posyandu lansia. Kata Kunci: Pemanfaatan Posyandu Lansia; Pengetahuan Lansia; Pengetahuan Kader.