Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Pseudocode

Implementasi Item Based Collaborative Filtering Dalam Pemberian Rekomendasi Agenda Wisata Berbasis Android Yudi Setiawan; Angga Nurwanto; Aan Erlansari
Jurnal Pseudocode Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Februari 2019
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.605 KB) | DOI: 10.33369/pseudocode.6.1.13-20

Abstract

Terbatasnya pengetahuan seseorang tentang daerah yang dituju, menjadi kendala tersendiri bagi para pelancong ataupun para eksekutif yang sedang melakukan perjalanannya ke suatu daerah dengan demikian perlu adanya pemandu yang bisa menuntun dan menunjukkan posisi dimana saat ini seseorang itu berada. Penelitian ini membangun sebuah Aplikasi Android yang mampu merekomendasikan pariwisata yang ada di Kota Bengkulu berbasis Android. Penelitian ini menggunakan metode item based collaborative filtering dimana sistem merekomendasikan pariwisata berdasarkan item-item yang disukai oleh user. Metode ini bertujuan memprediksi item tertentu untuk seorang pengguna berdasarkan preferensi pengguna sebelumnya dan opini dari pengguna lain yang mirip. Penelitian ini menghasilkan sistem informasi rekomendasi Pariwisata Bengkulu berbasis Android yang di uji menggunakan metode pengujian blackbox dengan hasil 100% berhasil dan memperoleh nilai user experience sangat baik yaitu sebesar 90,752% pada pengujian usability testing.Kata Kunci: Agenda Pariwisata, Sistem Rekomendasi, Item Based Collaborative Filtering, Android.
Identifikasi Citra Digital Kura-Kura Sumatera Dengan Perbandingan Ekstraksi Fitur GLCM Dan GLRLM Berbasis Web Julia Purnama Sari; Aan Erlansari; Endina Putri Purwandari
Jurnal Pseudocode Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Februari 2021
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.881 KB) | DOI: 10.33369/pseudocode.8.1.66-75

Abstract

Kura-kura merupakan hewan yang sangat mudah dikenali karena mempunyai bentuk tubuh yang khas. Ciri khas yang dimiliki oleh kura-kura adalah adanya karapaks yang sering disebut dengan cangkang. Dalam mengidentifikasi kura-kura tidak bisa sembarangan, dibutuhkan seorang pakar yang benar-benar paham dengan spesies tersebut. Identifikasi keanekaragaman spesies kura-kura sumatera melalui pengolahan citra digital ini menggunakan metode ekstraksi fitur tekstur  berbasis website.  Salah satu cara mengidentifikasi jenis kura-kura yaitu dengan menggunakan sistem identifikasi secara otomatis berbasis pemrosesan citra digital. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan dua ekstraksi ciri yaitu Gray Level Co-Occurrence Matrix (GLCM) dan Gray Level Run Length Matrix (GLRLM). Ekstraksi ciri GLCM dan GLRLM yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan sudut 0°, 45°, 90°, 135°. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil akurasi identifikasi dengan menggunakan ekstraksi ciri GLRLM lebih baik dibandingkan GLCM. Hasil Akurasi tertinggi pada GLRLM 79,5% sementara dengan GLCM menghasilkan akurasi sebesar 75%.Kata Kunci: Identifikasi, Kura-kura, Karapaks, Gray Level Run length Matrix, Gray Level Co-Occurrence Matrix.
PROTOTIPE INTEROPERABILITAS LEARNING TECHNOLOGY SYSTEM ARCHITECTURE (LTSA) PADA KONSEP M-LEARNING Aan Erlansari
Jurnal Pseudocode Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 September 2016
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.611 KB) | DOI: 10.33369/pseudocode.3.2.153-162

Abstract

Standar pembelajaran e-learning yang telah beralih ke sistem yang modern menjadi pilihan berbagai pusat pembelajaran. Standar teknologi pembelajaran diperlukan agar sistem pembelajaran yang dibangun mempunyai kemampuan dalam Interoperability, Re-usability,  Manageability, Accessibility dan Durability. LTSA merupakan salah satu standar yang dikeluarkan oleh IEEE, menetapkan standar arsitektur tingkat tinggi untuk mendukung sistem pembelajaran, pendidikan dan pelatihan. Pada paper ini dibahas interoperabilitas e-learning menggunakan standar LTSA dan penerapannya pada aplikasi open source Moodle. Konsep LTSA sebagai arsitektur tingkat tinggi juga dapat diintegrasikan ke bentuk standar lainnya
PENERAPAN ALGORITMA WINNOWING PADA SISTEM PENGELOLAAN KERJA PRAKTIK DENGAN PENDEKATAN HUMAN-CENTERED DESIGN (STUDI KASUS : PROGRAM STUDI S-1 INFORMATIKA UNIVERSITAS BENGKULU): (Studi Kasus: Program Studi S-1 Informatika Universitas Bengkulu) Rizky Amanah Putra; Ferzha Putra Utama; Aan Erlansari
Jurnal Pseudocode Vol 10 No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Februari 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pseudocode.10.1.30-44

Abstract

Kerja praktik adalah mata kuliah wajib berbasis praktik yang ditempuh oleh setiap mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Bengkulu. Program kerja praktik secara mandiri dilakukan setiap mahasiswa sebagai salah satu syarat skripsi. Pengelolaan kerja praktik sejauh ini masih dilakukan secara manual, sehingga terdapat keterbatasan dalam pemeriksaan kesamaan dari program kerja praktik terdahulu. Kami mengusulkan sebuah sistem untuk dapat mengelola program kerja praktik dengan lebih baik. Sistem ini menerapkan algoritma Winnowing untuk mengetahui tingkat kesamaan program kerja praktik yang ditinjau dari aspek judul, lokasi, dan uraian singkat. Lebih lanjut, pengembangan sistem ini berdasarkan metode Human-Centered Design untuk memenuhi kebutuhan UI/UX calon penggunanya. Pengukuran sistem dilakukan dengan dua metode, secara fungsional dan persepsi pengguna ahli. Pengujian fungsional sistem dengan blackbox menghasilkan keberhasilan sebesar 100% dari 93 skenario, sedangkan heuristic evaluation oleh lima responden ahli menghasilkan total rata-rata skor keseluruhan 80,8% (sangat baik). Algoritma winnowing cukup efektif dalam melakukan similarity check yang dibuktikan dari pengujian sampel dihasilkan kemiripan 3,92% hingga 16,67%.