Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Improving Employee Retention Based on Job Satisfaction in Human Resources at PT. BPR Restu Artha Makmur, Semarang City Arel Dela Oktareka; Mutamimah Mutamimah
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3470

Abstract

This study aims to analyze the influence of career development and reward systems on employee retention with job satisfaction as a mediating variable at PT BPR Restu Artha Makmur, Semarang City. Using quantitative analysis methods with PLS-SEM on 65 respondents, the results of the study showed that career development had a significant positive effect on job satisfaction (0.480; t=4.478; p=0.000) and employee retention (0.417; t=3.400; p=0.001), while the reward system had a significant effect on job satisfaction (0.477; t=5.411; p=0.000) but a significant negative effect on employee retention (–0.282; t=1.992; p=0.046). In addition, job satisfaction had a significant positive effect on employee retention (0.478; t=3.139; p=0.002). Mediation testing shows that career development (0.229; t=2.500; p=0.012) and reward systems (0.228; t=2.722; p=0.007) have a significant indirect effect on employee retention through job satisfaction. The Q² test also shows a strong predictive relevance for job satisfaction (0.661) and quite strong for employee retention (0.349), so this study emphasizes the importance of career development, fair reward systems, and increasing job satisfaction as key strategies in strengthening employee retention.
Peningkatan Keputusan Pembelian Berbasis Product Quality, Service Quality, dengan Trust Sebagai Mediasi Pada Produk Samsung di Kota Semarang Ahmad Yusron; Mutamimah Mutamimah
eCo-Fin Vol. 8 No. 1 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i1.3642

Abstract

Kajian ini bertujuan menjelaskan peran product quality dan service quality dalam pembentukan keputusan pembelian smartphone Samsung dengan trust sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif tipe explanatory diterapkan untuk menguji hubungan antarvariabel melalui analisis Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares. Data diperoleh dari 125 responden pengguna smartphone Samsung di Kota Semarang yang memenuhi kriteria domisili dan pengalaman penggunaan produk. Evaluasi model dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas konstruk, diikuti pengujian model struktural. Hasil uji t memperlihatkan seluruh jalur langsung dan tidak langsung melampaui batas kritis 1,96 dengan p-value < 0,05, sehingga seluruh hipotesis diterima. Uji simultan melalui kelayakan model struktural memperkuat konsistensi hubungan antarvariabel dalam model. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas produk dan kualitas layanan berperan penting dalam membangun kepercayaan konsumen, yang selanjutnya memperkuat proses pengambilan keputusan pembelian. Kesimpulan menekankan pentingnya pengelolaan kualitas produk dan layanan secara terpadu untuk memperkuat trust sebagai fondasi utama keputusan pembelian pada industri smartphone yang kompetitif.
Dampak Employee Well-Being dan Work Environment Terhadap Employee Turnover Dengan Job Satisfaction Sebagai Mediasi Pada PT. Intidaya Rajawali Mulia Andhini Rahma Nouvellia; Mutamimah Mutamimah
eCo-Fin Vol. 8 No. 1 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i1.3688

Abstract

Kajian ini menelaah keterkaitan employee well-being dan work environment dengan employee turnover melalui job satisfaction sebagai variabel mediasi. Analisis bertumpu pada pendekatan kuantitatif menggunakan model struktural berbasis Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data primer bersumber dari kuesioner terstruktur yang diisi oleh 100 karyawan tetap PT Intidaya Rajawali Mulia. Evaluasi model mencakup pengujian outer model dan inner model guna menilai kualitas pengukuran serta hubungan antarkonstruk. Temuan utama memperlihatkan kontribusi signifikan employee well-being dan work environment dalam pembentukan job satisfaction. Kontribusi langsung employee well-being dan work environment dengan employee turnover tidak bersifat signifikan. Job satisfaction memiliki kontribusi signifikan dalam menjelaskan variasi employee turnover dengan arah hubungan positif. Analisis tidak langsung menegaskan peran job satisfaction sebagai mediator yang menghubungkan kondisi kesejahteraan dan lingkungan kerja dengan dinamika turnover. Kesimpulan menekankan bahwa pengendalian employee turnover lebih efektif melalui penguatan job satisfaction yang dibangun dari kesejahteraan dan lingkungan kerja, serta perlu diimbangi kebijakan retensi lain agar mobilitas karier karyawan dapat dikelola secara lebih seimbang.