Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Karakteristik Membran sPEEK-Kitosan dengan Bahan Pengisi Silika-carbon nanotube untuk Sel Bahan Bakar Metanol Muhammad Zulfikar; Nur Hidayati; Muhammad Mujiburahman; Herry Purnama
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.112 KB)

Abstract

Sel bahan bakar metanol atau Direct methanol fuel cell (DMFC)merupakan penyedia energi listrik yang berpotensi untukdikomersialkan. Membran Poli eter eter keton tersulfonasi (sPEEK)yang memiliki memiliki stabilitas kimia dan mekanik yang baik sertacrossover metanol yang rendah terus dikembangkan agar layakmenjadi membran untuk DMFC. Penyilangan sPEEK dengan kitosan(CS) dapat meningkatkan stabilitas dimensi membran. PengisiansPEEK-CS dengan silika yang dilapisi carbon nanotube (SCNTS)ditujukan untuk meningkatkan karakteristik membran. Penelitian inibertujuan untuk mengkaji pengaruh muatan SCNTS dengan variasi(0,3,6,9,12,15)% pada sPEEK-CS yang menggunakan rasio 80:20terhadap sifat water uptake, swelling degree dan kapasitas penukarion. Hasil menunjukkan bahwa sifat membran sPEEK-CS/SCNTSyang diuji dipengaruhi oleh banyaknya muatan SCNTS dalammembran dan memiliki karakter yang lebih baik sebagai membranDMFC.
Pengaruh Ukuran Partikel dan Metode Hidrolisis pada Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Kopi Arabika Anindita Dyah Palupi; Herry Purnama
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.826 KB)

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif dari sumber daya alam yang ramah lingkungan. Salah satu limbah pertanian di Indonesia yang jarang dimanfaatkan adalah limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan bioetanol karena mengandung selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besar kecilnya ukuran bahan baku kulit kopi serta metode hidrolisis yang digunakan dalam pembuatan bioetanol. Variabel ukuran yang digunakan adalah 20, 40, dan 60 mesh. Sedangkan variabel metode hidrolisis yang digunakan adalah hidrolisis asam menggunakan HCl dan enzimatik menggunakan enzim α-amylase dan glucoamylase. Pada tahap fermentasi dilakukan pada suhu ruang selama 7 hari menggunakan Zymomonas mobilis. Cairan hasil fermentasi kemudian didistilasi. Distilasi dilakukan dua kali, yaitu distilasi sederhana dan distilasi ekstraktif menggunakan solven dietilen glikol. Hasil distilat diuji kadar etanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit kopi dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dengan proses hidrolisis dan fermentasi, dengan kondisi terbaik pada ukuran kulit kopi 60 mesh, metode hidrolisis enzimatik, dengan rendemen sebesar 24,90% dan kadar etanol mencapai 64,32%.
Pembuatan Bioetanol dari Limbah Kulit Kopi Arabika dan Robusta dengan Variasi Waktu Fermentasi Narisa Nur Aini Said; Herry Purnama
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.688 KB)

Abstract

Bioetanol adalah salah satu bahan bakar terbarukan yang dibuat dari tumbuhan maupun limbah perkebunan yang mengandung pati, glukosa dan serat selulosa dari fermentasi gula yang bersumber dari karbohidrat dengan bantuan mikroorganisme. Kandungan glukosa pada limbah kulit buah kopi arabika sebesar 852,36 mg/100mL sedangkan kandungan glukosa pada limbah kulit buah kopi robusta sebesar 673,76 mg/100mL. Bioetanol didapatkan dari proses fermentasi dimana proses fermentasi gula hasil hidrolisis kulit kopi menjadi bioetanol menggunakan bakteri zymomonas mobilis. Zymomonas mobilis mempunyai kemampuan untuk mencapai konversi yang lebih tinggi, tahan terhadap kadar etanol yang tinggi dan pH yang rendah. Suhu optimum proses fermentasi dengan menggunakan bakteri zymomonas mobilis pada kisaran pH sebesar 4 – 7. Bioetanol hasil fermentasi masing – masing selama 5 hari, 7 hari dan 9 hari dapat dimurnikan lagi dengan proses destilasi ekstraktif pada suhu 80oC, selanjutnya hasil distilat diuji kadar etanolnya menggunakan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit kopi dapat digunakan sebagai bahan baku alternatif pembuatan bioetanol dengan proses fermentasi. Hasil fermentasi limbah kulit kopi arabika selama 9 hari sebesar 63,81% dan hasil fermentasi limbah kulit kopi robusta selama 9 hari sebesar 60,00%.
Catalysis of glycerol acetylation on solid acid catalyst: a review Nur Hidayati; Rahmah Puspita Sari; Herry Purnama
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 12 (2020): Volume 23 Issue 12 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4532.588 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.12.414-423

Abstract

Biodiesel is a substitute fuel that is environmentally friendly, biodegradable, and sustainable. The need for biodiesel continues to increase. Biodiesel is made through the process of transesterification of triglycerides and alcohol. Glycerol is a side-effect of biodiesel products with a capacity of 10% of the total weight of its production. Glycerol is the simplest glyceride compound and has several functions as a primary ingredient in chemical production. Through acetylation, glycerol is converted to a material that has a higher sale value. Both homogeneous and heterogeneous catalysts are the acetylation approach to achieve the desired product, namely acetyl glycerol esters (mono-, di- and triacetin). However, in the process, the catalyst’s type and characteristics significantly affect the yield and conversion of the product and the deactivation or reusability of the catalyst, which can inhibit the catalyst’s utilization and effectiveness; therefore, it must be studied further. Besides, the parameters that affect the reaction will also be assessed.
Indikator pH Dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Untuk Praktikum Kimia Di SMAN 1 Wonosari Klaten Herry Purnama; Kholisoh Hayati; Claudia Candra Setyaningrum
Abdi Teknoyasa Volume 4, No.1, Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abditeknoyasa.v4i1.1907

Abstract

Saat ini indikator sintetik adalah pilihan titrasi asam-basa, tetapi karena alasan polusi lingkungan, ketersediaan, dan biaya, pencarian senyawa alami sebagai indikator asam basa telah dimulai. Indikator membantu menentukan titik ekivalen dalam titrasi asam basa (titrasi netralisasi). Indikator menunjukkan perubahan warna yang signifikan akibat perubahan pH. Pigmen berwarna yang diperoleh dari berbagai jenis tumbuhan telah ditemukan menunjukkan perubahan warna dengan variasi pH. Saat ini berbagai ekstrak tumbuhan digunakan sebagai indikator asam basa, salah satunya adalah kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Wonosari, Klaten, dengan mengambil topik indikator titrasi asam basa untuk memberikan alternatif penggunaan ekstrak kulit buah naga dalam pembelajaran praktikum kimia. Umumnya penggunaan indikator asam basa antara lain adalah kertas lakmus dan indikator berbentuk larutan seperti metil orange dan phenolftalein. Penggunaan indikator alami dapat menjadi alternatif pendukung dalam pemilihan indikator yang ramah lingkungan. Ekstrak kulit buah naga ini selanjutnya dibuat menjadi bentuk kertas pH sehingga dapat digunakan sebagai indikator asam basa.
Glycerol Acetylation: Effect of Graphene Oxide Catalyst Mass Percentage on Glycerol Conversion and Acetin Selectivity Nur Hidayati; Eggy Juan Prasetyo; Wahyu Annisa Mega Brilianti; Herry Purnama; Malik Musthofa; Anisa Ur Rahmah
CHEMICA: Jurnal Teknik Kimia Vol 10, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/chemica.v10i2.25909

Abstract

Glycerol, a byproduct of the transesterification reaction has a wide range of applications. Acetylation is a promising method for converting surplus glycerol into mono-, di-, and tri-acetin, which is used in the cosmetic, pharmaceutical, polymer, and fuel additive sectors. The kind of catalyst and reaction conditions influence glycerol conversion and acetylation selectivity. Acetylation of glycerol was performed in this study by reacting acetic acid and glycerol with a graphene oxide catalyst produced using the Hummers method. The amount of graphene oxide catalyst (3%, 5%, and 7%) in the reaction mixture was adjusted to see how it affected glycerol conversion and reaction product selectivity. Other variables such as the glycerol:acetic acid mole ratio of 1:9, reaction temperature of 120oC, stirring speed of 1000 rpm, and reaction time of 120 minutes were held constant. Glycerol conversion improves with increasing catalyst mass in the reaction mixture, with the highest conversion (92.1%) achieved when employing a 7% catalyst mass, with its selectivity to monoacetin, diacetin, and triacetin being 70.2%, 4.2%, and 25.6%, respectively.
Synthesis of Solid Acid Catalyst from Fly Ash for Eugenol Esterification Nur Hidayati; Titik Pujiati; Elfrida B. Prihandini; Herry Purnama
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2019: BCREC Volume 14 Issue 3 Year 2019 (December 2019)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.14.3.4254.683-688

Abstract

A series of fly ash-based heterogeneous acid catalysts were prepared by chemical and thermal treatment. Fly ash was chemically activated using sulfuric acid and followed by thermal activation. Characterization methods of XRD, BET, SEM-EDX, and the performance in esterification of eugenyl acetate production was carried out to reveal the physical and chemical characteristics of prepared catalysts. Activated catalyst showed high silica content (96.5%) and high BET surface area of 70 m2.g-1. The catalyst was proven to be highly active solid acid catalyst for liquid phase esterification of eugenol with acetic acid yielding eugenyl acetate. A yield of 43-48% was obtained with activated fly ash catalysts for 90 minutes reaction. These catalysts may replace beneficially the conventional homogenous liquid acid to the eco-friendly heterogeneous one.