Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MEDICATION SAFETY USES IN MALAYSIAN COMMUNITY Syifa, Nailis; Ratna Hidayati, Ika; Juni Astuti, Engrid; Rahmasari, Dyah; Ismahanisa Ismail, Wan; Tazkia Azizid, Nala; Zalmi, Syakinatul; Dini Fitri Mudhakir, Ainuzahra; Cahyanang Putria Widianto, Regita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.2218-2223

Abstract

Obat adalah bahan atau campuran bahan biologi yang digunakan untuk mengubah atau mempelajari sistem fisiologis atau keadaan patologi untuk menentukan diagnosis, pencegahan, dan pemulihan penyakit. Saat ini, Ikatan Apoteker Indonesia menggunakan istilah DaGuSiBu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) untuk mengawasi obat-obatan. Ini dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat. Apoteker mempunyai peran penting dalam memberikan edukasi tentang obat sehingga menjadi tanggungjawab profesi untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada masyarakat. Tujuan sosialisasi dan pelatihan ini yaitu memberikan edukasi dan pengenalan obat kepada Masyarakat secara internasional yaitu di Penang, Malaysia sehingga bisa menjangkau luas dan dapat mengenalkan program Apoteker di Indonesia ke dunia luar. Kegiatan pelatihan ini bisa terlaksana dengan baik terlihat dari respon peserta dan antusiasnya dalam berdiskusi dan menjawab pertanyaan yang di design dengan fun game.
Studi Penggunaan Antihipertensi Golongan Calcium Channel Blocker pada Pasien Stroke Iskemik Amanda, Anita Tria; Syifa, Nailis; Hasmono, Didik; Badriyah, Rani Nur
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i2.8108

Abstract

Abstract. Ischemic stroke is a leading cause of disability and death in Indonesia, with hypertension as the biggest risk factor. Blood pressure control is key to therapy, one of which is through the use of Calcium Channel Blockers (CCBs) that work by arterial vasodilation. This study aims to determine the pattern of CCB use in ischemic stroke patients at Dr. Saiful Anwar Regional Hospital, including drug type, dose, route, frequency, duration of therapy (>3 days), and length of hospitalization (>7 days). The study used a retrospective descriptive design based on medical records data from 2024. The results showed Amlodipine (1 × 10 mg) po as the most common single therapy (71 patients; 40%). Combinations of two drugs, such as Amlodipine and Valsartan, were used in 23 patients (15%), while combinations of three and four drugs were used in 6 (3%) and 2 patients (1%), respectively. In addition, there were 73 cases (41%) of regimen changes during treatment. These findings emphasize the importance of adjusting antihypertensive therapy based on clinical conditions and evaluating the rationality of drug use to improve therapeutic outcomes. Abstrak. Stroke iskemik merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia, dengan hipertensi sebagai faktor risiko terbesar. Pengendalian tekanan darah menjadi kunci terapi, salah satunya melalui penggunaan Calcium Channel Blocker (CCB) yang bekerja dengan vasodilatasi arteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola penggunaan CCB pada pasien stroke iskemik di RSUD Dr. Saiful Anwar, meliputi jenis obat, dosis, rute, frekuensi, durasi terapi (>3 hari), serta lama rawat inap (>7 hari). Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif berdasarkan data rekam medis tahun 2024. Hasil menunjukkan Amlodipin (1 × 10 mg) po sebagai terapi tunggal terbanyak (71 pasien; 40%). Kombinasi dua obat, seperti Amlodipin dan Valsartan, digunakan pada 23 pasien (15%), sedangkan kombinasi tiga dan empat obat pada 6 (3%) dan 2 pasien (1%). Selain itu, terdapat 73 kasus (41%) perubahan regimen selama perawatan. Temuan ini menegaskan pentingnya penyesuaian terapi antihipertensi berdasarkan kondisi klinis serta evaluasi rasionalitas penggunaan obat untuk meningkatkan luaran terapi.