Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Agrotek UMMat

ANALISIS KANDUNGAN BORAKS DAN FORMALIN PADA BEBERAPA PEDAGANG BAKSO DI KOTA MATARAM Adi Saputrayadi; Asmawati Asmawati; Marianah Marianah; Suwati Suwati
Jurnal Agrotek Ummat Vol 5, No 2 (2018): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.481 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v5i2.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui apakah terdapat  kandungan boraks dan formalin pada bakso yang dijual oleh pedagang yang memiliki warung bakso permanen di Kota Mataram melalui uji di Laboratorium Universitas Muhammadiyah Mataram. Hasil penelitian dapat menggambarkan penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya oleh pedagang bakso yang ada di kota mataram. Lokasi  pengambilan sampel penelitian adalah beberapa tempat pedagang  bakso  di Kota Mataram dengan kriteria pedagang bakso  yang menetap bukan pedagang kaki lima dan bukan pedagang keliling. Metode penelitian ini adalah metode eksprimental dengan melakukan uji di laboratorium. Tahapan penelitian terdiri dari: (1) proses pengumpulan sampel dari 12 pedagang bakso di kota mataram, masing-masing kecamatan diwakili 2 pedagang bakso, (2) Uji kandungan boraks dan formalin, (3) analisis sifat organoleptik bakso. Berdasarkan hasil analisis, dari 12 sampel yang dikumpulkan menunjukkan bahwa tidak ada yang mengandung boraks (0%), tetapi 100 % mengandung formalin. Keberadaan formalin pada bakso tidak mempengaruhi sifat kadar air bakso. Pada penilaian terhadap sifat organoleptik bakso  terhadap parameter  aroma dan rasa menunjukkan bahwa keberadaan formalin tidak memberikan pengaruh nyata, sedangkan untuk parameter warna sampel dengan skor nilai warna terendah pada perlakuan B2 yaitu 1.87 dengan penggunaan formalin pada bakso tersebut sangat tinggi, sedangkan skor nilai warna tertinggi pada perlakuan B3 yaitu 3.67 dengan penggunaan formalin agak sedikit, sehingga dapat diketahui bahwa keberadaan formalin pada pedagang bakso diwilayah kota Mataram berpengaruh terhadap warna bakso. Parameter tekstur sampel dengan skor nilai tekstur terendah pada perlakuan B2 yaitu 2.00 dengan penggunaan formalin sangat tinggi, sedangkan skor nilai tekstur tertinggi pada perlakuan B11 yaitu 3.47 dengan penggunaan formalin agak sedikit. Sehingga dapat diketahui bahwa keberadaan formalin pada pedagang bakso diwilayah kota mataram berpengaruh terhadap tekstur bakso.
EVALUASI SISTEM IRIGASI TERSIER PADA DAERAH IRIGASI MENINTING DI DESA JATISELA KECAMATAN GUNUNG SARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Budy Wiryono; Suwati Suwati; Marianah Marianah
Jurnal Agrotek Ummat Vol 6, No 2 (2019): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.838 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v6i2.1215

Abstract

Penelitian  yang berjudul “Evaluasi Sistem Irigasi Tersier pada Daerah Irigasi Meninting Di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat”  bertujuan untuk mengetahui dampak teknis, ekonomi, dan sosial dari jaringan irigasi serta mengetahui kondisi jaringan irigasi tersier di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan metode survey dengan melakukan pengamatan langsung. Penelitian dilaksankan pada bulan Agustus - Nopember 2015. Penelitian deskriptif  yang bersifat kualitatif  ini dilakukan di lapangan dengan mengamati secara langsung proses Evaluasi Sistem irigasi dan drainase pada daerah irigasi meninting yang selanjutnya hasilnya dianalisis secara tabulasi.Hasil penelitian ini menunjukkan Secara teknis dilokasi penelitian tidak ada bangunan pembagi air irigasi, debit air sangat rendah sebesar 0,101m/s, dan terdapat sistem distirbusi air yang dilakukan oleh P3A. Hasil lain, dampak ekonomi sebesar 57% responden mengakui memperoleh keuntungan dengan keberadaan irigasi. Keuntungan yang di peroleh mencapai 11 juta dalam setiap panen. Selanjutnya secara sosial terdapat peran petani dalam memelihara saluran, kelembagaan petani sangat kuat, dan tingkat partisipasi meningkat. Akhirnya, ditemukan distribusi air yang tidak merata disebabkan karena adanya jaringan irigasi yang rusak dan pemeliharaan yang kurang baik.
EVALUASI SISTEM IRIGASI TERSIER PADA DAERAH IRIGASI MENINTING DI DESA JATISELA KECAMATAN GUNUNG SARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Budy Wiryono; Suwati Suwati; Marianah Marianah
Jurnal Agrotek Ummat Vol 4, No 2 (2017): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.91 KB) | DOI: 10.31764/agrotek.v4i2.978

Abstract

Penelitian  yang berjudul “Evaluasi Sistem Irigasi Tersier pada Daerah Irigasi Meninting Di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat”  bertujuan untuk mengetahui dampak teknis, ekonomi, dan sosial dari jaringan irigasi serta mengetahui kondisi jaringan irigasi tersier di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan metode survey dengan melakukan pengamatan langsung. Penelitian dilaksankan pada bulan Agustus - Nopember 2015. Penelitian deskriptif  yang bersifat kualitatif  ini dilakukan di lapangan dengan mengamati secara langsung proses Evaluasi Sistem irigasi dan drainase pada daerah irigasi meninting yang selanjutnya hasilnya dianalisis secara tabulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan Secara teknis dilokasi penelitian tidak ada bangunan pembagi air irigasi, debit air sangat rendah sebesar 0,101m/s, dan terdapat sistem distirbusi air yang dilakukan oleh P3A. Hasil lain, dampak ekonomi sebesar 57% responden mengakui memperoleh keuntungan dengan keberadaan irigasi. Keuntungan yang di peroleh mencapai 11 juta dalam setiap panen. Selanjutnya secara sosial terdapat peran petani dalam memelihara saluran, kelembagaan petani sangat kuat, dan tingkat partisipasi meningkat. Akhirnya, ditemukan distribusi air yang tidak merata disebabkan karena adanya jaringan irigasi yang rusak dan pemeliharaan yang kurang baik.