Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Thermal Comfort Evaluation of Low-Cost Rental Flats in a Coastal Tropical Area Rizka Felly; Andina Syafrina; Reza Arlianda
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 24, No 1 (2026): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v24i1.115978

Abstract

Low-cost rental flats in Indonesia face significant thermal discomfort challenges due to high humidity and reliance on natural ventilation. This study evaluates the thermal environment of Kampung Nelayan II Sungailiat low-cost rental flat to understand housing quality in humid tropical coastal areas. Using a quantitative approach, measurements of air temperature, humidity, and wind speed were conducted in 11 residential units. Data were analyzed using the Thermal Humidity Index (THI) and CBE Adaptive Method. Results reveal a discrepancy: THI categorized all units as uncomfortable, while CBE simulations identified eight units as comfortable. Discussion suggests that while THI is a useful indicator of heat stress, it is limited in accounting for human physiological adaptation and airflow. The study concludes that the CBE Adaptive Model is more suitable for evaluating local thermal tolerance. Design strategies must prioritize passive cooling, specifically optimized building orientation and cross-ventilation.
Pengaruh Badan Air pada Iklim Mikro di Kota Pontianak Andina Syafrina; Mochamad Donny Koerniawan
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2018): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.4.209

Abstract

Badan air merupakan salah satu potensi softscape pada lingkungan perkotaan yang dapat mempengaruhi ligkungan termal disamping fungsi hidrologis. Beberapa penelitian terdahulu telah mengukur sejauh mana badan air mempengaruhi iklim mikro, sehingga keberadaan badan air dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan suatu kawasan di perkotaan. Namun, saat ini belum banyak diteliti untuk iklim tropis lembab khususnya di Indonesia. Penelitian ini mengambil Kota Pontianak sebagai studi kasus. Penelitian menggunakan metode kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan pengumpulan data melalui pengukuran lapangan dan observasi. Data pengukuran lapangan dan observasi kemudian dianalisis menggunakan analisis anova dan regresi. Hasil analisis menunjukkan jarak terhadap badan air, orientasi koridor badan air dan zona waktu memiliki pengaruh yang berbeda terhadap iklim mikro di koridor jalan yang terdapat badan air. Temuan juga menunjukkan pengaruh badan air pada koridor jalan menimbulkan nilai temperatur udara yang bervariasi (dapat lebih tinggi dan lebih rendah).