Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Ternak Tropika

Persentase Karkas, Bagian Karkas dan Lemak Abdominal Broiler dengan Suplementasi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) di Dalam Ransum Pajri Anwar; Jiyanto Jiyanto; Melia Afnida Santi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2019.020.02.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat persentase karkas, potongan komersial karkas dan lemak abdominal broiler dengan suplementasi andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) di dalam ransum. Penelitian menggunakan 80 ekor DOC broiler strain CP 707 produksi Chareon Pokhpan Indonesia. Ransum perlakuan diberikan umur 3 hari (bobot rata-rata 71.63±3.12 g/ekor) dipelihara sampai umur 30 hari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan 5 ekor broiler setiap ulangan. Ransum perlakuan yang diberikan adalah: P1= ransum kontrol + 0% andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); P2= ransum kontrol + 0.25% andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); P3= ransum kontrol + 0.50% andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); P4= ransum kontrol + 0.75% andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Peubah yang diamati adalah persentase karkas, persentase potongan karkas dan persentase lemak abdominal broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi andaliman di dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap persentase karkas dan potongan komersial karkas. Suplementasi andaliman sampai 0.75% menghasilkan persentase karkas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ransum kontrol. Persentase karkas yang dihasilkan pada penelitian adalah 57.83±3.72% sampai 60.03±1.77%. Namun suplementasi andaliman dalam ransum berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap persentase lemak abdominal. Persentase lemak abdominal penelitan adalah 0.46±0.06% sampai 0.83±0.06%. Kesimpulan hasil penelitian adalah suplementasi andaliman dalam ransum sampai 0.75% menghasilkan persentase karkas yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol dan meningkatkan persentase lemak abdominal broiler.
Tingkat Keberhasilan Program Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab) dalam Upaya Peningkatan Angka Kelahiran di Kabupaten Kuantan Singingi Harmesi Nurpika; Pajri Anwar; Jiyanto Jiyanto; Andi Alatas
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan program sapi induk wajib bunting (SIWAB) di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling dan wawancara langsung kepada inseminator dan peternak. Data primer di peroleh dari responden tentang pemahaman reproduksi dan data sekunder di peroleh dari recording inseminator tahun 2018-2019 di Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi. Variabel penelitian yang diukur yaitu Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Calving Rate (CvR), Pengetahuan Aceptor dan peternak tentang pemahaman reproduksi dalam mendukung program SIWAB. Data disampaikan secara deskriptif dengan menampilkan persentase variabel yang diukur. Untuk membaca nilai tingkat keberhasilan pelaksanaan program SIWAB, maka di bandingkan dengan skor keberhasilan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angka S/C Tahun 2018 sebesar 1,15 servis dan di tahun 2019 sebesar 1,12 servis dengan tingkat keberhasilan optimal. Persentase CR tahun 2018 sebesar 86,29% dan di tahun 2019 sebesar 89,05% dengan tingkat keberhasilan optimal. Persentase CvR tahun 2018 sebesar 50,14% dan tahun 2019 sebesar 70,22% dengan tingkat keberhasilan optimal. Sedangkan peternak sudah paham reproduksi ternak sebesar 84,75% dan petugas insemator sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa program SIWAB di Kuantan Singingi sudah terlaksana dengan optimal berdasarkan data angka recording inseminator. Keberhasilan program SIWAB di dukung secara mendasar dari tingkat pemahaman peternak tentang reproduksi, deteksi birahi, keterampilan inseminator, ketepatan waktu IB, performan sapi betina, kesehatan ternak dan kualitas semen beku yang di gunakan.
Performa Pertumbuhan Broiler Dengan Suplementasi Adaliman (Zanthoxylum Acanthopodium DC) Sebagai Zat Aditif Dalam Ransum Pajri Anwar; Jiyanto Jiyanto; Melia Afnida Santi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2020.021.02.8

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan performa pertumbuhan broiler dengan suplementasi andaliman dalam ransum. Andaliman mengandung senyawa aditif (alkaloida, fenol hidrokuinon, flavonoida, steroida/triterpenoida, tannin, glikosida, terpenoid dan minyak atsiri ) yang mampu menekan pengaruh stress oksidatif pada ternak dan diharapkan akan mampu memperbaiki performa broiler. Penelitian menggunakan 200 ekor day old chick (DOC) strain CP 707 yang diberi ransum perlakuan umur 15 hari dengan rata-rata bobot badan 465±1.50 g/ekor dan dipelihara sampai umur 35 hari. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan berisi 10 ekor broiler. Suplementasiandaliman dalam ransum penelitian adalahR1= ransum basal (0% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); R2= ransum + 0.25% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); R3= ransum + 0.5% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); R4= ransum + 0.75% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.); dan R5= ransum + 1% Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Peubah yang di amati adalah performa broiler yang terdiri dari jumlah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepung andaliman di dalam ransum tidak signifikan (P>0.05) mempengaruhi performa broiler. Kesimpulan hasil penelitian adalah suplementasi tepung andaliman sebagai zat aditifdalam ransum broiler sampai 1% tidak mempengaruhi performa pertumbuhan broiler.
Tingkat Keberhasilan Program Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) dalam Upaya Peningkatan Angka Kelahiran di Kabupaten Kuantan Singingi Nurpika, Harmesi; Anwar, Pajri; Jiyanto, Jiyanto; Alatas, Andi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2022.023.01.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat keberhasilan program sapi induk wajib bunting (UPSUS SIWAB) di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling dan wawancara langsung kepada inseminator dan peternak. Data primer di peroleh dari responden tentang pemahaman reproduksi dan data sekunder di peroleh dari recording inseminator tahun 2018-2019 di Dinas Pertanian Kabupaten Kuantan Singingi. Variabel penelitian yang diukur yaitu Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Calving Rate (CvR), Pengetahuan Aceptor dan peternak tentang pemahaman reproduksi dalam mendukung program UPSUS SIWAB. Data disampaikan secara deskriptif dengan menampilkan persentase variabel yang diukur. Untuk membaca nilai tingkat keberhasilan pelaksanaan program UPSUS SIWAB, maka di bandingkan dengan skor keberhasilan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angka S/C Tahun 2018 sebesar 1,15 servis dan di tahun 2019 sebesar 1,12 servis dengan tingkat keberhasilan optimal. Persentase CR tahun 2018 sebesar 86,29% dan di tahun 2019 sebesar 89,05% dengan tingkat keberhasilan optimal. Persentase CvR tahun 2018 sebesar 50,14% dan tahun 2019 sebesar 70,22% dengan tingkat keberhasilan optimal. Sedangkan peternak sudah paham reproduksi ternak sebesar 84,75% dan petugas insemator sebesar 100%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa program UPSUS SIWAB di Kuantan Singingi sudah terlaksana dengan optimal berdasarkan data angka recording inseminator. Keberhasilan program UPSUS SIWAB di dukung secara mendasar dari tingkat pemahaman peternak tentang reproduksi, deteksi birahi, keterampilan inseminator, ketepatan waktu IB, performan sapi betina, kesehatan ternak dan kualitas semen beku yang di gunakan.