Wahid Nashihuddin
Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Gedung A PDII-LIPI, Jalan Jenderal Gatot Subroto No. 10, Jakarta 12710

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Lentera Pustaka

Dokter Pustaka: Layanan Informasi Online Bidang Kesehatan Alumni Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Mustar, Maniso; Nashihuddin, Wahid
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 5, No 2 (2019): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v5i2.25944

Abstract

Dokter Pustaka merupakan brand dan media literasi digital untuk para alumni FKKMK (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan) UGM yang telah bekerja sebagai dokter, perawat, dan residen. Melalui layanan Dokter Pustaka, alumni dapat berdiskusi, berkonsultasi, dan meminta referensi bidang kesehatan secara online kepada pustakawan tanpa dibatasi ruang dan waktu. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil pengguna layanan; pemahaman alumni terhadap literasi kesehatan; dan pemanfaatan layanan Dokter Pustaka Perpustakaan FKKMK UGM. Data kajian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus Sumber data kajian yaitu studi literatur, diskusi WhatsApp-Group, dan kuesioner. Responden kajian sejumlah 84 orang alumni FKKMK UGM yang telah bekerja sebagai dokter, perawat, dan residen di berbagai wilayah di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagai besar responden bekerja sebagai dokter spesialis (76 orang) di rumah sakit di seluruh Indonesia. Mereka berpendapat bahwa literasi kesehatan merupakan pengetahuan dan kompetensi seseorang terhadap bidang kesehatan yang berguna untuk pengambilan bahan keputusan medis dan klinis sesuai dengan prosedur, standar pelayanan medis dan evidance based medicine (EBM) melalui penyediaan literatur/referensi mutakhir di perpustakan atau database online. Melalui layanan Dokter Pustaka, alumni memperoleh literatur ilmiah dan informasi mutakhir bidang kesehatan dengan mudah, cepat, gratis tanpa harus datang ke perpustakaan.
Manajemen Layanan Produk Kemas Ulang Informasi Digital di PDII LIPI Nashihuddin, Wahid; Tupan, Tupan
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 2, No 2 (2016): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.987 KB) | DOI: 10.14710/lenpust.v2i2.13477

Abstract

Di era globalisasi ini, pengguna jasa perpustakaan, dokumentasi, dan informasi sangat tergantung pada internet dan aplikasi teknologi digital untuk mendapatkan informasi. Begitu juga halnya dengan pengguna jasa di PDII, yang mana mereka lebih sering memesan informasi secara online dan meminta petugas untuk mengemas ulang dalam satu topik informasi. Hal tersebut guna mempermudah dan mempercepat pemanfaatan literatur untuk kegiatan penelitian atau koleksi lembaga. Secara umum, kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengelolaan produk kemas ulang informasi digital di PDII, yang dilihat dari aspek: (1) karakteristik pengguna jasa informasi; (2) kegiatan kemas ulang informasi; (3) jenis produk kemas ulang informasi; dan 4) proses kemas ulang informasi di PDII. Data kajian ini dijabarkan secara deskriptif, melalui hasil observasi, studi literatur, dan dokumentasi. Kesimpulan kajian ini, yaitu: (1) kemas ulang informasi digital disediakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna PDII, baik digital immigrants maupun digital natives; (2); fungsi kegiatan kemas ulang informasi adalah untuk preservasi dan diseminasi informasi ilmiah; (3) kemasan informasi digital yang dikelola PDII adalah paket informasi  full text terseleksi dalam satu topik, dalam bentuk e-book dan pohon industri digital; dan (4)  kegiatan kemas ulang informasi digital dilakukan secara cermat dan sistematis berdasarkan permintaan pengguna.
Kesiapan Pustakawan dalam Kolaborasi Penelitian di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Nashihuddin, Wahid
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 7, No 2 (2021): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/lenpust.v7i2.39506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kondisi dan potensi kesiapan pustakawan dalam kolaborasi penelitian; (2) mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat kesiapan pustakawan dalam kolaborasi penelitian; (3) mendeskripsikan mekanisme pelaksanaan kolaborasi penelitian pustakawan di lembaga litbang Kemenristek/BRIN. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif – kualitatif. Analisis data menggunakan faktor-faktor kontekstual kesiapan organisasi untuk perubahan dari Weiner (2009), yaitu: budaya organisasi, kebijakan dan prosedur, pengalaman masa lalu, sumber daya organisasi, dan struktur organisasi. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi secara online via-WhatsApp, Zoom, dan email. Informan penelitian ini yaitu pustakawan di lembaga litbang Kemenristek/BRIN, yaitu LIPI (7 orang), BPPT (6 orang), BATAN (6 orang), dan LAPAN (6 orang). Teknik analisis dan uji keabsahan data menggunakan triangulasi dan member checking. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) lembaga litbang Kemenristek/BRIN (LIPI, BPPT, BATAN, LAPAN) memiliki kemampuan terbatas dalam mendukung kolaborasi penelitian pustakawan, khususnya di kebijakan & prosedur, dan struktur organisasi; (2) pustakawan mengalami hambatan kolaborasi penelitian, seperti kurangnya dukungan organisasi dan faktor situasional (beban penugasan pekerjaaan rutin pustakawan, ego-penulis, kurangnya kompetensi riset, kurangnya kerjasama penelitian dengan pihak eksternal, dan wabah pandemi Covid-19; (3) LIPI merupakan organisasi yang memiliki potensi kesiapan paling tinggi sehingga potensi kesiapan pustakawannya “sangat siap” untuk melakukan kolaborasi penelitian; (4) kolaborasi penelitian pustakawan dilakukan secara bebas karena kebijakan dan prosedur penelitian bidang kepustakawaan belum ada secara tertulis. Penelitian ini bermanfaat untuk bahan intropeksi diri pustakawan dan bahan evaluasi organisasi dalam implementasi kolaborasi penelitian bidang kepustakawanan di lembaga litbang Kemenristek/BRIN.