Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Sabun Cair Pembersih Kewanitaan Ekstrak Daun Iler (Coleus scutellariodes L.) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Jumain Jumain; Asmawati Asmawati
Media Farmasi XXX Vol 17, No 2 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i2.2281

Abstract

Leucorrhoea is one of the many disorders of the reproductive organs in women caused by a fungus which is characterized by excessive discharge of fluid in the female organs, causing an unpleasant odor. The fungus Candida albicans is a normal flora found in the female genitalia that causes vaginal discharge. Iler leaves (Coleus scutellariodes L) contain active components, including: flavonoids, tannins, triterpenoids, steroids and volatile oils that have antimicrobial properties. The purpose of this study was to determine the effect of giving female cleansing liquid soap containing slobber leaf extract on the growth of the fungus Candida albicans and to determine the optimal concentration that can inhibit / kill the growth of the fungus Candida albicans. The type of research carried out was a laboratory experiment. , the material used as the active substance is slobber leaves then extracted by maceration using a liquid extract, namely 96% v/v alcohol, the liquid extract obtained was stiffened by evaporation to obtain a thick extract. The active substance of slobber leaf extract is used in the manufacture of liquid soap for feminine hygiene with varying levels of 1%, 2%, and 4%. The feminine cleansing soap that has been made is then tested for the quality of the preparations, including pH and organoleptic testing, while testing its antifungal power against the growth of the fungus Candida albicans using the disk diffusion method (Test Kirby and Bauer). Based on the results of the study, it was shown that female cleansing liquid soap containing the active substance of Iler leaf extract at a concentration of 4% could inhibit/kill the growth of the Candida albicans fungus optimally when compared to concentrations of 1% and 2%, but the effect was still lower than of  positive control ( p<0.05). Keputihan adalah  satu dari sekian banyak gangguan pada  organ reproduksi pada wanita diakibatkan  oleh jamur seperi Candida albicans. Daun Iler (Coleus scutellariodes L) mengandung komponen zat aktif antara lain flavonoid, tanninum, triterpenoide, steroida dan minyak-minyak menguap yang berkhasiat sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sabun cair pembersih kewanitaan yang mengandung Ekstrak Daun Iler terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dan untuk mengetahui konsentrasi optimal yang dapat menghambat / membunuh pertumbuhan jamur Candida albicans. Adapun jenis penelitian yang dilakukan ini adalah eksperimen laboratorium, bahan yang digunakan sebagai bahan uji adalah Daun Iler yang diekstraksi secara  maserasi menggunakan alkohol 96% v/v, ekstrak cair  yang diperoleh dilakukan penguapan hingga diperoleh ekstrak kental. Zat aktif Ekstrak Daun Iler digunakan dalam pembuatan sabun cair pembersih kewanitaan dengan variasi kadar yaitu 1%, 2%, dan 4%. Sabun pembersih kewanitaan yang sudah dibuat kemudian dilakukan pengujian kualitas sediaan antara lain pengujian pH, dan organoleptis sedangkan pada pengujian daya antijamurnya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans dengan memakai  metode disk diffusion (Test Kirby dan Bauer). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair pembersih kewanitaan yang mengandung zat aktif Ekstrak Daun Iler konsentrasi 4% dapat menghambat/membunuh pertumbuhan jamur Candida albicans secara optimal jika dibandingkan dengan konsentrasi 1 % dan 2% , tetapi efeknya masih lebih rendah dibanding dengan  sebagai kontrol positif (p<0,05).Kata kunci : Sediaan, Sabun Cair, Ekstrak, Daun Iler dan Candida albicans
Formulasi Pasta Gigi Berbahan Aktif Herbal Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Dan Ekstrak Daun Mint (Mentha piperita) Sebagai Anti Mikroba Pada Gigi Dan Mulut Jumain Jumain; Syamsuddin Abubakar; Asmawati Asmawati
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2584

Abstract

Formulation Of Dental Pass With Active Herbal Leaf Extract Combination Of Red Betel Leaf (Piper crocatum Ruiz & Pav.) and Mint (Mentha piperita) Leaf Extract As Anti-Microbial On The Tooth And MouthBacteria are normal flora in the oral cavity, including Streptococcus mutans, when there is an increase in population, it causes the formation of dental caries. Various ways are done to prevent the formation of dental caries, namely the use of toothpaste to inhibit the bacteria that cause dental caries. This study aims to make a toothpaste with the active ingredients of red betel leaf extract in combination with mint leaf extract. The research sample was red betel leaf and mint leaf obtained in Lajoa Kab. Soppeng and Makassar city, the extract was obtained by means of sample extraction by Maceration using 70 %v/v ethanol. The extracts were tested for heavy metal contamination, moisture content, total ash content and acid insoluble ash content. Toothpaste is made with a variety of active ingredients formulas: F1 (Ex. SM 20 %), F2 (Ex. DM 20 %), F3 (Ex. SM 10% and Ex. DM 10 %), F4 (Ex. SM 15% ) and Ex. DM 5 %), F5 (Ex. SM 5 % and Ex. DM 15 %) and F6 (+). Physical Quality Testing: Organoleptic, Homogeneity, pH, and Viscosity. The results showed that the quality of the extract met the requirements of FH. Physical quality test Toothpaste, statistically analyzed showed no significant difference with variations in sample concentration and storage time (p>0.05) meaning all formulas met the physical quality requirements.Keywords: Red betel leaf, Mint leaf, Toothpaste, dental and oral disease.Bakteri merupakan flora normal di rongga mulut antara lain Streptococcus mutans, bila terjadi peningkatan populasi menyebabkan terbentuknya karies gigi. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah terbentuknya karies gigi yaitu penggunaan pasta gigi untuk menghambat bakteri penyebab karies gigi.  Penelitian ini bertujuan untuk membuat pasta gigi dengan bahan aktif ekstrak daun Sirih merah kombinasi ekstrak daun Mint. Sampel penelitian adalah daun sirih merah dan daun mint diperoleh di Lajoa Kab. Soppeng dan kota Makassar, ekstrak diperoleh dengan cara ekstraksi sampel secara Maserasi menggunakan etanol 70 %v/v.  Ekstrak diuji cemaran logam berat, kadar air, kadar abu total dan kadar abu yang tidak larut asam. Pasta gigi di buat dengan variasi bahan aktif formula: F1 (Eks. SM 20 %), F2 ( Eks. DM 20 % ), F3 (Eks. SM 10 % dan Eks. DM 10 %), F4 (Eks. SM 15 % dan Eks. DM 5 %),F5 (Eks. SM 5 % dan Eks. DM 15 %) dan F6 (+). Pengujian Mutu fisik : Organoleptis, Homogenitas,  pH, dan Viskositas. Hasilnya menunjukkan bahwa kualitas ekstrak memenuhi syarat FH. Pengujian mutu fisik Pasta gigi,dianalisis statistik  menunjukkan tidak ada perbedaan  bermakna dengan Variasi konsentrasi sampel dan lama penyimpanan (p>0.05) berarti semua formula memenuhi syarat mutu fisik.Kata Kunci : Daun sirih merah, Daun mint, Pasta gigi, penyakit gigi dan mulut.
Pelatihan Membuat Sediaan Masker Gel “peel off “ Dengan Bahan Alam Daun Kelor Sebagai Kosmetik Untuk Mencegah Penuaan Dini Pada Kulit muka Jumain Jumain; Asmawati Asmawati
Jurnal Pengabdian Kefarmasian Vol 3, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN KEFARMASIAN
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jpk.v3i1.2642

Abstract

Today the role of family members (mothers) in increasing income is still very small, housewives can help support family income, although now many have jobs outside the home, but many more stay at home, including young girls who drop out of school . Various skill activities that can be done by housewives and young women to increase family income, including making products made from raw materials that are cheap and easy to obtain and easy to produce. The results of the study of fresh Moringa leaves showed that the antioxidant power was 7 times stronger than Vitamin C. Rizkayanti's research, 2017 showed that the antioxidant activity of Moringa leaf extract IC50 = 22.18 bpj in the category of very strong antioxidant activity. Based on this, the community service team tried to apply it, so that Moringa can be used as a raw material for cosmetic products, namely "Feel Off" gel masks. The implementation of the activity begins with making an MOU on the kelurahan side, reviewing the area where the activity is carried out. A socialization was held on April 9, 2021 and the implementation of community service on April 10, 2021 was attended by 20 participants. Before giving the material and practice of making masks, a pre-test was conducted with the aim of seeing the participants' knowledge of the material provided, from the results of the Fre-test that 7 people (35%) participants had the knowledge and skills in the low category. After the training and practice, conducted a post test, 18 people (90%) knew the material was given and were skilled in making the "Peel Off" mask product which was categorized as good.Keywords: “Peel Off” Gel Mask, Moringa leaf extract, premature aging.Dewasa ini peranan anggota keluarga (ibu)   dalam meningkatkan penghasilan masih sangat kecil, Ibu  rumah tangga dapat membantu menopang penghasilan keluarga, walaupun sekarang  sudah banyak  memiliki pekerjaan diluar rumah, tetapi masih lebih banyak lagi tinggal di rumah saja, termasuk para remaja putri yang putus sekolah. Berbagai kegiatan keterampilan yang dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga dan remaja putri untuk menambah penghasilan keluarga, diantaranya membuat produk berbahan baku murah dan mudah didapatkan serta mudah diproduksi. Hasil penelitian  daun kelor segar menunjukkan kekuatan antioksidan 7 x lebih kuat di banding Vitamin C. Penelitian Rizkayanti, 2017 menunjukkan aktivitas antioksidant ekstrak daun kelor IC50 = 22.18 bpj kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Berdasar hal tersebut, maka  tim pengabmas  mencoba mengaplikasikannya, sehingga dapat dimanfaatkan  Kelor sebagai bahan baku  produk kosmetik yaitu  Masker gel “Feel Off”. Pelaksanaan kegiatan diawali  membuat MOU pada pihak kelurahan, Meninjau daerah tempat  kegiatan. Diadakan sosialisai pada tgl 9 April  2021 dan pelaksanaan kegiatan  tgl 10 April 2021 diikuti 20 orang peserta. Sebelum  pemberian materi dan praktek pembuatan Masker, terlebih dahulu dilakukan pre-test dengan tujuan tmelihat pengetahun peserta mengenai materi yang diberikan, dari hasil Fre-test bahwa 7 orang  (35 %)  peserta mempunyai pengetahuan dan  keterampilan termasuk  kategori  rendah. Setelah dilakukan pelatihan dan  praktek, dilakukan melakukan post tes di peroleh 18 orang ( 90%)  mengetahui  materi diberikan dan terampil dalam  membuat produk Masker “Peel Off “dikategorikan baik.Kata Kunci : Masker Gel “Peel Off”,  ekstrak daun Kelor, penuaan dini.