Articles
ANALISA WAKTU PEMANASAN CPO DI PT. SARANA AGRO NUSANTARA BELAWAN
Mora Yoga Daniel Ambarita;
Muslih Nasution;
M. Rafiq Yanhar
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 7, No 1 (2022): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada penelitian ini telah ditunjukkan analisa waktu pemanasan CPO (Crude Palm Oil / Minyak Kelapa Sawit). Dengan menggunakan metode pengukuran temperatur berupa perendaman termometer berjenis Cup Termometer di dalam pertengahan cairan CPO yang di dalam Tangki Timbun Darat (Storage Tank)selama ± 10 menit dan diperoleh temperatur dari CPO tersebut. Pengukuran temperatur CPO dilakukan untuk mengetahui panas dari CPO tersebut, dimana akan digunakan sebagai Density dari CPO tersebut, lalu digunakan untuk menghitung atau mengkalibrasi volume CPO di dalam tangki timbun berdasarkan tinggi dari CPO tersebut. Adapun pengukuran temperatur CPO tersebut lebih baik dilakukan sewaktu CPO dipanaskan. Tujuan lain dari pemanasan CPO adalah untuk mengurangi kekentalan CPO guna meringankan kinerja pompa dalam pemompaan
PERANCANGAN KOLEKTOR SURYA PEMANAS AIR UNTUK KEBUTUHAN RUMAH TANGGA DENGAN KAPASITAS 600 L/JAM
Muslih Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Matahari pada posisinya sedangkan bumi berputar pada sumbunya sambil bergerak mengelilingi matahari dalam suatu orbit yang berbentuk elips yakni hampir berupa lingkaran. Radiasi surya merupakan suatu bentuk radiasi termal yang mempunyai distribusi panjang gelombang yang khusus, karena radiasinya terkonsentrasi pada panjang gelombang pendek (berlawanan dengan yang lebih panjang untuk kebanyakan radiasi termal di bumi). Kolektor disebut juga sebagai pengumpul panas atau kalor. Secara umum kolektor surya adalah suatu peran khusus alat penukar kalor yang berfungsi untuk menyerap surya dan mentransfer masukan radiasi tersebut menjadi energi termal yang berguna melalui suatu medium fluida kerja. Kolektor yang akan direncanakan adalah kolektor surya pemanas air
ANALISA KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 1020 TERHADAP PERLAKUAN CARBURIZING DENGAN ARANG BATOK KELAPA
Muslih Nasution;
Rini Halila Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 2 (2020): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada baja AISI 1020 dilakukan proses penambahan karbon (Carburizing) untuk memperoleh sifat kekerasan yang tinggi dengan proses Carburizing pada variasi Quenching dengan media pendingin air, air larutan garam dan oli. Setiap baja mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, seperti sifat-sifat fisis, sifat mekanis dan sifat kimia. Oleh sebab itu perlu suatu penanganan khusus yang diharapkan memiliki umur yang lebih lama dari perencanaannya, maka ketahanan terhadap dari bahan tersebut dapat dilakukan melalui perlakuan panas dengan cara Carburizing dengan variasi Quenching dengan media pendingin air, air larutan garam dan oli yang bertujuan meningkatkan kekerasan. Dari hasil pengujian vickers pada baja AISI 1020 (asli) memiliki nilai kekerasan rata-rata 191.3336 VHN sedangkan baja yang mengalami proses Carburizing pada suhu 9000C selama 7 jam yang didinginkan dengan air, air garam dan oli mendapatkan nilai kekerasan rata-rata 395.3990 VHN, 674.8970 VHN, 621.2040 VHN
KARAKTERISTIK BAJA KARBON TERKOROSI OLEH AIR LAUT
Muslih Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 14, No 1 (2018): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Korosi adalah sebagai peristiwa alamiah yang terjadi disebabkan rusaknya permukaan suatu material terutama material dari baja. Jika korosi dibiarkan akan menimbulkan kerugian yang cukup besar dan harus ditanggulangi untuk mengatasi kerugian tersebut, korosi ini merupakan efek dari proses-proses elektrokimia yang terjadi secara alamiah pada material logam. Dalam pemakaian baja sering mengalami gangguan dari lingkungannya berupa serangan korosi, dimana korosi merupakan suatu proses alamiah yang akan menurunkan kemampuan kinerja suatu konstruksi maupun komponen mesin-mesin. Proses korosi ini terjadi dalam waktu yang lama, hal ini bergantung pada lingkungannya. bahwa semakin tingi kadar karbon suatu baja menunjukkan bahwa kekuatannya terhadap korosi semakin baik, dengan kata lain bahwa semakin sedikit kandungan karbon suatu baja, maka semakin banyak kandungan besinya (Fe). Dengan terjadinya korosi tersebut atom-atom besi Fe terlepas dari ikatannya oleh proses korosi tersebut terutama oleh air larut yang mengandung unsur Natrium Clorida (NaCl.)
APLIKASI BOILER SEBAGAI PEMBANGKIT UAP DALAM MENENTUKAN EFISIENSI
Muslih Nasution;
Suhardi Napid
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 3 (2022): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengambilan panas dari bahan bakar melalui media uap digunakan boiler, panas yang diperoleh dibawa oleh uap tergantung laju pembangkitan uap, tekanan dan temperatur uap. Boiler adalah sebagai alat pembangkit uap atau penghasil uap harus selalu siap dalam menjalankan fungsinya. Efisiensi boiler selalu berubah-ubah sesuai dengan beban operasinya, efisiensi yang berubah-ubah terjadi karena banyaknya panas yang hilang dari hasil pembakaran, maka dari itu untuk dapat mengurangi terjadinya energi panas yang tidak efisien perlu dilakukan peningkatan performa dari suatu boiler dengan cara memantau setiap unit boiler agar dapat beroperasi dengan baik dan menurunkan kerugian kalornya. Maka perlu dilakukan pengevaluasian prestasi kerja terhadap efisiensi pada boiler. Perhitungan efisiensi boiler dengan kapasitas uap 7 ton/jam dilakukan perbandingan hasil perkalian laju massa uap dan entalpi dengan laju massa bahan bakar dan nilai panas tinggi yang mana nilai entalpi uap diperoleh hasil dari interpolasi entalpi. Untuk menganalisa besaran efisiensi dalam 7 hari diperoleh efisiensi terbesar pada hari ke 6 yaitu 65,61 % namun perbedaan tidaklah signifikan dengan nilai efisiensi lainnya.
AMBANG BATAS KEBISINGAN LINGKUNGAN KERJA AGAR TETAP SEHAT DAN SEMANGAT DALAM BEKERJA
Muslih Nasution
Buletin Utama Teknik Vol 15, No 1 (2019): Edisi September
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bising merupakan media pengganggu dalam lingkungan kerja, sehingga perlu penanganan yang lebih baik agar tidak mengganggu aktifitas kehidupan sehari-hari, kemampuan setiap orang dalam menerima suara bising tidak sama, apa lagi diterima dalam waktu yang lama dan frequensi yang tinggi dalam seharian dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan menimbulkan rasa pekak yang berkepanjangan, dan dapat mengganggu kesehatan, sehingga perlu penanganan serius untuk membuat lingkungan kerja jadi nyaman dalam seharian dengan Kata-Kata Kunci : Ambang Batas, Bising, Lingkungan, Suara,
MANFAAT PERLUNYA MANAJEMEN PERAWATAN UNTUK BENGKEL MAUPUN INDUSTRI
Muslih Nasution;
Ahmad Bakhori;
Wirda Novarika
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 3 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Manajemen Perawatan (Maintenance Management) adalah pengelolaan pekerjaan perawatan dengan melalui suatu proses perencanaan, pengorganisasian serta pengendalian operasi perawatan untuk memberikan performasi mengenai fasilitas industri. Gagasan yang muncul mengenai pokok-pokok pikiran dalam perencanaannya, Pada industri maupun bengkel-bengkel otomotif dilakukan dengan metode dan prinsip jika ada mesin/peralatan yang sudah rusak, perawatan dilakukan sesegera mungkin. Hingga akhirnya para insinyur pemeliharaan tidak punya waktu untuk memberikan ide-ide yang baik bagi pengembangan mendasar dalam usaha untuk meminimalkan kerusakan tersebut karena mereka semua sibuk dengan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat rutin seperti pekerjaan pekerjaan perbaikan perbaikan lainnya (repair work). Konsep dasar pemeliharaan adalah menjaga atau memperbaiki mesin atau pabrik hingga kalau boleh dapat kembali ke keadaan aslinya dengan waktu yang relative singkat dan biaya yang murah. Tujuan pemakaian metode ini adalah untuk mendapatkan penghematan waktu dan biaya perbaikan yang dilakukan pada keadaan yang benar-benar perlu. Pada pemeliharaan sistim ini pekerja-pekerja pemeliharaan hanya akan bekerja setelah terjadi kerusakan pada mesin atau pabrik
PENGUJIAN TURBIN ANGIN DARRIEUS DI PANTAI MATEMATIK DELI SERDANG DENGAN VARIASI JUMLAH BLADE
Muslih Nasution;
M. Rafiq Yanhar;
Rusdian Tri Putra
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 3 (2023): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Salah satu faktor yang mempengaruhi efisiensi energi yang dibangkitkan adalah jumlah bilah angin. Penelitian ini dapat memberikan reverensi kepada masyarakat secara umum dan khususnya kepada peerancang turbin angin darrieus dengan rumitnya perhitungan dari konstruksi turbin tersebut, mereka dapat memilih konstruksi yang tepat. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dperhitungan didapat bahwa turbin dengan sudu 3 buah mampu menghasilkan efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan turbin dengan sudu berjumlah 2 dan 4. Maka dapat dilihat bahwa semakin banyak jumlah sudu turbin tidak menjadi acuan besarnya tingkat efisiensi yang dihasilkan, sebab semakin banyak sudu, maka aliran angina juga dapat terganggu, serta massa dari sudu turbin tersebut juga akan mempengaruhi putaran poros ke generator.Pada grafik Performa Turbin Darrius 2 sudu memperoleh daya masikum sebesar 11,32 watt, pada turbin performa turbin darrius 3 sudu memperoleh daya maksimum sebesar 65 watt, dan pada turbin performa turbin darrius 4 sudu memperoleh daya sebesar 11,92 watt. Pada perbandingan performa turbin Darrius berdasarkan besar kuat arus yang dihasilkan. Kuat arus maksimum ihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 3 buah, dan kuat arus minimum dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah. Perbandingan performa turbin Darrius berdasarkan besar voltase yang dihasilkan. Voltase maksimum ihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah, dan voltase minimum juga dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah.Namun dapat dilihat performa turbin yang menghasilkan voltase rata-rata terendah adalah turbin Darrius dengan 2 sudu. Perbandingan performa turbin Darrius berdasarkan besar daya yang dihasilkan. Daya maksimum dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 3 buah, dan daya minimum juga dihasilkan oleh turbin Darrius dengan sudu berjumlah 4 buah.
PENGARUH JUMLAH VARIASI SUDU TERHADAP DAYA OUTPUT YANG DIHASILKAN TURBIN PELTON PADA PLTMH
Suhardi Napid;
Muslih Nasution;
Rizky Maulana Sibarani
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 2 (2023): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Turbin air merupakan penggerak yang mengubah energi kinetik dan aliran fluida dengan kecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa putaran roda turbin. Dalam hal tersebut air memiliki energi potensial. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro yang memanfaatkan tenaga (PLTMH) adalah pembangkit listrik berskala kecil yang memanfaatkan tenaga aliran air sebagai sumber penghasil energi. PLTMH termasuk sumber energi terbarukan dan layak disebut clean energy karena ramah lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh yang dihasilkan dari jumlah variasi sudu yang digunakan pada turbin pelton. Pada variasi sudu 12 Rpm yang didapat yaitu 1015 Rpm dan daya output t yang dihasilkan 1.8 watt. Pada variasi 14 sudu Rpm yang didapat 1085 dan output yang dihasilkan 4.02 watt. Pada variasi 16 sudu Rpm yang didapat 1078 dan output yang dihasilkan 2.52 watt. Pada turbin pelton jumlah sudu yang digunakan mempunyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap daya output yang dihasilkan oleh sebuah turbin, maka dari itu sangat penting untuk memilih berapa jumlah sudu yang akan digunakan dalam merancang sebuah turbin.
SOSIALISASI K-3 BAGI TEKNISI BENGKEL PENGELASAN SMAW DI KECAMATAN MEDAN TIMUR KOTA MEDAN
Ahmad Bakhori;
Abdul Haris Nst;
Muksin R Harahap;
Muslih Nasution;
Suhardi Napid;
Bonar Harahap
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 1, No 2 (2022): Edisi Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30743/jurpammas.v1i2.5112
Electrode shielded arc welding or better known as Shielded Metal Arc Welding (SMAW) is welding using an electric arc as a metal melt heater. An electric arc is formed between the shielded electrode and the base metal. Because of the heat from the electric arc, the base metal and the tip of the electrode melt and freeze together (Wryosumarto, 2004). With the ability of reason, humans are able to use metal as a very vital life aid. Various kinds of machine construction, buildings and others can be created in the presence of metal. The metal raises the need for assembly or joining technology. One such connection technology is by welding (welding). The purpose of the Occupational Health and Safety Counseling for SMAW Welding Workshop Operators in Gang Buntu Village, Medan Timur District, Medan City are: So that the welding company makes procedures and rules for occupational health and safety in the workplace. Welding industry companies provide Personal Protective Equipment (ADP) for welding operators. Because the issue of occupational health and safety is very important to get attention because it is directly related to the productivity and efficiency of workers.