Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Synthesis and characteristic bioadditive of rubber seed oil as low pour point biodiesel CPO . Misdawati; Muslih Nasution; . Syafiruddin
Proceedings of The Annual International Conference, Syiah Kuala University - Life Sciences & Engineering Chapter Vol 3, No 1 (2013): Life Sciences
Publisher : Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.685 KB)

Abstract

The bigest point from CPO biodiesel is the high pour point, which is if used at low temperature will cause blockage the filter and fuel lines that make some problem in machine. To solve this problem was using pour point lowering additive, the widely used additive now was chemical commercial additive,which is have highest prices. Methyl ester that made form rubber seed oil have high free fatty acid needed two step reaction, esterification reaction to lowering the free fatty acid to £ 2% and transesterification reaction. The reaction variable was temperature, rubber seed oil/methanol ratio mol and concentrations ofKOH catalyst. Response Surface Methodology was used at transesterificstion reaction, first to know interaction variables effect in reaction, and seconded to get the optimum point. Optimum yield was obtained at 1/6 oil/methanol ratio mol, 1% concentration KOH catalyst and temperature 60°C with time reaction was 90 minutes. Reaction at the optimum condition obtains 99.61% conversion methyl ester (bioadditive) rubber seed oil.
ANALISA PENGARUH SUDUT MASUK TERHADAP JUMLAH SUDU PADA SUDU POMPASENTRIFUGAL Amirsyam Nasution; Muslih Nasution; Muhammad Rohim
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa sentrifugal yang digunakan sebagai alat transformasi fluida cair, memiliki komponen yang disebut impeller. Impeller dilengkapi dengan sudu – sudu pompa mempunyai pengaruh yang sangat vital pada kinerja pompa  sehingga dengan menentukan sudut masuk dan keluar pada sudu pompa, akan  diperoleh jumlah sudu yang tepat sehingga akan mempengaruhi kinerja perpindahan fluida cair yang dipompakan, untuk menghasilkan kapasitas pompa yang lebih baik. Dari hasil analisa penentuan sudut masuk dengan variasi sudut 18 1,2,3 o o , 20, dan 25 o terlihat pengaruh yang cukup signifikan seperti pada jumlah  sudu kapasitas yang dihasilkan, dan efisiensi yang optimal. Dan dari hasil analisa ini dipilih sudut masuk impeler 20 o dan sudut keluar 27 o dengan diperoleh efesiensi  pompa 77%, 78%  dan 76%  dengan daya pompa 15,32 KW.
ANALISA BAHAN BAKAR KETEL UAP DENGAN KAPASITAS 30 TON/JAM PADA PKS PTPN IV KEBUN ADOLINA Amirsyam Nasution; Muslih Nasution; Pradana Rizal
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketel uap merupakan alat penghasil uap yang mampu mengkonversi energi kimia dari bahan bakar menjadi energi potensial. Uap yang dihasilkan dari ketel uap dapat digunakan untuk pengolahan buah kelapa sawit dan sebagai pembangkit energi listrik di pabrik kelapa sawit. Uap tersebut merupakan gas yang timbul akibat perubahan fase cairan menjadi uap atau gas melalui cara pendidihan yang memerlukan sejumlah energi dalam pembentukannya. Beberapa faktor yang mempengaruhi efisiensi ketel uap adalah temperatur uap, produksi uap yang dihasilkan, jumlah konsumsi bahan bakar, kadar air dan nilai kalor pembakaran bahan bakar. Ketel uap yang digunakan pada pabrik kelapa sawit biasanya memakai bahan bakar cangkang dan serabut. Proses pembakaran terjadi pada ruang bakar dan bahan bakar tersebut juga memiliki nilai HHV serta nilai LHV.
PENGARUH KARBONISASI TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIS BAJA KRUPP 1191 Muslih Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 1, No 1 (2016): Piston November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.77 KB)

Abstract

Karbonisasi adalah cara pengerasan permukaan yang telah dikenal sejak dahulu, memanaskan baja pada temperatur antara 8160C sampai 10930C dalam lingkungan yang mengandung karbon baik dalam bentuk padat, cair atau gas. Pemanasan baja pada daerah temperatur tersebut mempunyai daya absorbsi (affinitas) yang tinggi terhadap karbon. Pengerasan kulit menyebabkan permukaan menjadi keras dan tahan aus sedangkan bahagian dalam (inti) tetap ulet. Pack carburizing adalah salah satu pelapisan yang banyak digunakan karena mudah dan murah, dengan menempatkan baja pada sebuah kotak, kemudian ditaburi dengan campuran bubuk karbon dan barium karbonat, seterusnya dipanaskan dalam daerah temperatur 8160C s/d 10930C, sehingga karbon berdiffusi lebih kedalam. Pada lapisan permukaan tersebut akan terjadi tegangan sisa berupa tegangan tekan, hal ini menjadikan baja lebih tahan terhadap kelelahan dan fatik batasnya menjadi naik. Kekerasan mencapai 34,80 HRc, kekuatan tariknya naik menjadi 49,07 kg/mm2. Mikrostrukturnya terdiri dari lapisan ferit dan perlit yang lebih tebal pada lapisan kulit terluarnya. Perlakuan karbonisasi pada 8000C tebal karbonisasi dapat mencapai 0,6 milimeter, perlakuan karbonisasi pada 9000C tebal karboninya 1,2 milimeter dan perlakuan karbonisasi pada 10000C tebal karbon 2,0 milimeter. Mikrostrukturnya ferit dan perlit yang kaya dengan karbon.
ANALISA SIFAT- SIFAT BAJA HARDENING YANG DIGUNAKAN DALAM INDUSTRI OTOMOTIF Muslih Nasution
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 2, No 1 (2017): PISTON NOVEMBER
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1251.735 KB)

Abstract

Baja st 60 adalah baja karbon menengah tanpa dipanaskan kekerasannya adalah HRc 15,65. Kemudian dipanaskan pada temperatur 8000C 9000C, dan 10000C dan tahan 0.5 jam. Baja tersebut dikuenching dengan  media pendingin air (H2O) kekerasannya masing-masing 77,75 HRc, 94,00 HRc dan 112,73 HRc, dengan media pendingin air garam (NaCl) kekerasannya masing-masing 45,6 HRc, 65,00 HRc dan 88,50 HRc, sedangkan media pendingin oli diperoleh kekerasannya masing-masing32,25 HRc, 49,50 HRc dan 75,24 HRc. Kemudian ditemper pada temperature 3000C, kemudian dicelup kembali dengan air (H2O) kekerasannya masing-masing 68,36 HRc, 80,11 HRc dan 98,75 HRc. Dicelup dengan air garam (NaCL) kekerasannya masing-masing adalah 40,60 HRc, 55,50 HRc dan 79,90 HRc. Pendinginan dengan oli kekerasannya masing-masing 29,73 HRc, 43,36 HRc dan 67,18 HRc. Dalam hal ini tempering dengan 3000C Dari keseluruhan pengujian tempering terjadi penurunan kekerasan 8% s.d 20%. dengan tempering pada 4000C. Akibatnya terjadi penurunan kekerasan, Pendinginan dengan air kekerasannya adalah 61,40 HRc, 75,13 HRc dan 87,40 HRc, Pendinginan air garam (NaCl) kekerasannya 41,60 HRc, 50,39 HRc, 68,60 HRc, pendinginan dengan oli kekerasannya menjadi 32,27 HRc, 45,36 HRc dan 58,93 HRc. Ternyata terjadi penurunan kekerasan 18% s.d 25%. Setelah dilakukan tempering pada 5000C maka terjadi penurunan kekerasan, pendinginan dengan air kekerasannya 59,36 HRc, 65,22 HRc, 72,57 HRc, air garam kekerasannya 55,60 HRc, 59,20 HRc, 63,90 HRc dan pendinginan dengan oli kekerasan nya menjadi 36,60 HRc, 40,36 HRc, 52,18 HRc. Jika dibandingkan Harga kekerasan sebelum di tempering dan sesudah ditempering tejadi penurunan kekerasannya 24% s.d 30%. Annealing pada temperature 8000C didinginkan dapur kekerasan 15,65 HRc.
ANALISA KINERJA AIR CONDITIONER (AC) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DAN KECEPATAN PUTARAN KOMPRESSOR PADA MOBIL XENIA TYPE R Muslih Nasution; Amirsyam Nasution; M. Maulana Putra
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 4, No 2 (2020): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengendarai mobil sudah pasti butuh yang namanya pendingin ruang kabin alias Air Conditioner (AC) mobil. Apalagi negara tropis seperti Indonesia ini, bayangkan saja naik mobil siang hari tidak menggunakan AC, rasanya pasti seperti masuk oven. Untuk itu kondisi Air Conditioner (AC) mobil harus selalu dirawat. Secara umum pengertian dari AC ( Air Conditioner ) yaitu suatu rangkaian mesin yang memiliki fungsi sebagai pendingin udara yang berada di sekitar mesin pendingin tersebut. Secara khusus pengertian dari AC ( Air Conditioner ) adalah suatu mesin yang digunakan untuk mendinginkan udara dengan cara mensirkulasikan gas refrigerant berada di pipa yang di tekan dan dihisap oleh kompressor. Kompresor AC Mobil berfungsi untuk mengalirkan media pendingin yang disebut Refrigerant atau Freon untuk bersirkulasi di dalam sistem AC mobil. Selain itu kompresor juga memberikan tekanan sesuai dengan kebutuhan. Kompresor ac mobil menghisap gas refrigerant dari evaporator yang bertekanan dan bersuhu rendah kemudian memampatkan gas tersebut menjadi cairan  yang bertekanan dan bersuhu tinggi.
PENGARUH KECEPATAN PEMAKANAN POTONG TERHADAP KEAUSAN SISI MATA PAHAT INSERT LAMINA TNMG160404NN Muslih Nasution; Ahmad Bakhori
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.34 KB)

Abstract

Keausan pahat merupakan hal yang harus diperhatikan dalam perencanaan proses pemesinan. Keausan terjadi akibat adanya gesekan antara pahat dan benda kerja maupun antara pahat dengan geram. Pembubutan kering merupakan proses pembubutan yang masih tren sejak pertengahan 1990 untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan dari pada cairan pemotongan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kecepatan potong dan kecepatan pemakanan terhadap keausans isi mata pahat karbida PVD berlapis pada proses CNC turning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Variasi kecepatan potong yang digunakan adalahv=100m/min, dengan 3variasi kecepatan pemakanan di setiap satu kecepatan potongnya yaitu f = 0,1 mm/rev,f = 0,15 mm/revf = 0,2 mm/rev. Dan kedalaman yang digunakan 0,5 mm.dan pengukuran keausan pahat menggunakan mikroskop dino lite. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar kecepatan pemakanan, maka semakin besar pula keausan sisi mata pahat (besar), sedangkan semakin lambat kecepatan pemakanan, maka semakin kecil pula keausan sisi  mata pahat
KAJIAN TENTANG HUBUNGAN DERET VOLTA DAN KOROSI SERTA PENGGUNAANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Muslih Nasution
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.376 KB)

Abstract

Korosi adalah suatu reaksi redoks antara  logam dengan berbagai zat yang ada di lingkungannya sehingga menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki. Dalam kehidupan sehari-hari korosi kita kenal dengan sebutan perkaratan. Deret Volta dan hukum Nernst akan membantu untuk dapat mengetahui kemungkinan terjadinya korosi. Kecepatan korosi sangat tergantung pada banyak faktor, seperti ada atau tidaknya lapisan oksida, karena lapisan oksida dapat menghalangi beda potensial terhadap elektroda lainnya yang akan sangat berbeda bila masih bersih dari oksida. Dari tabel potensial elektrode jika diurutkan dari kiri ke kanan dimana semakin ke kanan nilai Eo reduksi semakin besar (oksidator kuat) maka akan terbentuk sebuah deret yang dikenal dengan nama deret volta. Logam yang berada di sebelah kiri dapat mendesak logam yang berada di sebelah kanan. Pada contoh reaksi redoks sebelumnya terlihat bahwa Al dapat mendesak logam Fe2+ sehingga reaksi bisa berlangsung. Jadi ketika ada reaksi dimana logam di sebelah kiri dapat mendesak logam di sebelah kanannya maka reaksi tersebut dapat terjadi.
ANALISA EFISIENSI KETEL UAP KAPASITAS 7 TON/JAM PADA PT CHAROEN POKPHAND INDONESIA KIM II MABAR Habibul Haj Ritonga; Muslih Nasution; Suhardi Napid
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 7, No 1 (2022): Edisi November
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketel uap mempunyai peranan yang sangat penting dalam kelangsungan kinerja dari sebuah pabrik pakan ternak dengan kata lain bisa dikatakan sebagai jantung dari pabrik pakan ternak. Fungsi dari ketel uap adalah menghasilkan uap yang digunakan untuk kebutuhan proses produksi pakan ternak.PT Charoen Pokphand Indonesia menggunakan Ketel Uap berbahan cangkang kelapa sawit dengan jenis Ketel Uap Pipa Api dengan spesifikasi produksi uap 7 Ton/Jam, tekanan uap rata-rata 8,2 Bar dan temperatur uap rata-rata 2710C.Dengam menggunakan Analisa metode langsung untuk mencari nilai Efisiensi dari Ketel Uap kapasitas 7 Ton/Jam dari tanggal 03 Mei 2021 sampai 09 Mei 2021. Maka didapat nilai Efisinsi masing-masing 03 Mei 2021 : 64,51 % ; 04 Mei 2021 : 62,34 % ; 05 Mei 2021 : 64,60 % ; 06 Mei 2021 : 62,44 % ; 07 Mei 2021 : 64,31 % ; 08 Mei 2021 : 64,31% ; 09 Mei 2021 : 64,50%. Dengan hasil efisiensi tertinggi pada tanggal 07 Mei 2021 dan Efisiensi terendah pada tanggal 04 Mei 2021.
PENGARUH VARIASI KATUP TERHADAP DAYA TURBIN PELTON PADA PEMBANGKIT LISTRIKTENAGA MIKROHIDRO Muhammad Fadly; Muslih Nasution; Muksin R Harahap
PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU) Vol 6, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : PISTON (Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Fakultas Teknik UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi potensial air sudah banyak dimanfaatkan masyarakat secara luas dan digunakan untuk pembangkit listrik. Potensi air sebagai sumber utama sebagai penyedia energi listrik tenaga air ataupun mikrohidro.  Energi listrik merupakan sumber energi yang paling dibutuhkan karenaenergi listrik berperan penting bagi masyarakat di era moderen dan digital. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yang diperlukan dalam penulisan penelitian skripsi ini adalah dengan menggunakan metode studi literatur dan studi observasi. Substansi yang banyak dibahas dalam laporan ini adalah mengenai Turbin Pelton pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Didalam penelitian Turbin Pelton ini, bagian utama yang dibahas adalah efisiensi, rancangan, dan perporma pada turbin pelton.