Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM Dwi Rahayu; Yunarsih Yunarsih
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.376 KB) | DOI: 10.5281/j ners community.v9i1.628

Abstract

Rendahnya cakupan ASI eksklusif dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu, faktor sosial budaya, kurangnya informasi tentang ASI eksklusif dan konseling laktasi dari tenaga kesehatan serta kuatnya promosi susu formula (Ambarwati, Muis, & Susantini, 2013). Kegagalan Ibu dalam memberikan ASI Eksklusif, akan berdampak pada angka kesakitan bayi yang semakin meningkat. Hal ini berkaitan dengan pemberian makan pada bayi yang terlalu dini. (Juanita, 2013). Oleh karena itu diperlukan tindakan untuk meningkatkan produksi ASI untuk keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah pijat Oksitosin. Pijatan ini berfungsi untuk meningkatkan hormonoksitosin yang dapat meningkatkan kenyamanan ibu menyusui, sehingga ASI pun otomatis keluar (Rahayu, Yunitasari, & Santoso, 2015). Tujuan penelitian ini membuktikan pijat oksitosin dalam meningkatkan kenyamanan dan produksi ASI.Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test design with control group. Sampling yang digunakan adalah consecutive sampling, sebanyak 18 Responden, dibagi 2 kelompok. Kenyamanan diukur dengan GCQ (General Comfort Questionarre), Produksi ASI diukur dengan Weighing Test. Data diukur sebelum dan sesudah dilakukannya tindakan, kemudian dianalisis dengan ANOVA dengan α ≤ 0,05.Hasil analisis untuk kenyamanan didapatkan nilai p=0,035 yang berarti ada perbedaan kenyamanan yang signifikan antara pijat Oksitosin dan Kelompok kontrol. Hasil pengukuran produksi ASI didapatkan nilai p=0,013 yang berarti ada perbedaan produksi ASI yang signifikan antara pijat oksitosin dan Kelompok kontrol.Pijat oksitosin dapat meningkatkan enyamanan dan produksi ASI pada ibu postpartum. Untuk itu perlu digunakan sebagai intervensi alternatif dalam melakukan perawatan pada ibu postpartum terutama terkait masalah laktasi, dan perawat perlu mengajarkan teknik pijat oksitosin ini kepada pasien dan keluarga, supaya keluarga lebih berperan serta dalam mendukung program ASI Eksklusif. Kata Kunci: Pijat Oksitosin, Kenyamanan, ASI.The low practice of exclusive breastfeeding is due to a lack of mother's knowledge, socio-cultural factors, lack of information on exclusive breastfeeding and lactation counseling from health personnel and strong promotion of infant formula in modern / private health care facilities (Ambarwati, Muis, & Susantini, 2013). The absence of an increase in the number of successful breastfeeding mothers will have an impact on the responsibilities of health workers and local community units on increasing rates of infant morbidity. This is related to infant feeding too early, where it plays an important role in the incidence of disease in infants. It will also have an impact on raising the national budget on health financing (Juanita, 2013). Therefore action is required to increase milk production for the success of Exclusive Breastfeeding. One of the actions that can be done is an oxytocin massage. This massage serves to increase the hormone oxytocin that can improve mother’s comfort, so breastmilk is also automatically out (Rahayu, Yunitasari, & Santoso, 2015). This study purpose was to prove the oxytocin massage in improving Comfort and Production of Breastmilk in Postpartum Mother.The Research design was quasi experimental with the design of pre-post test design with control group. The sampling technique is consecutive sampling, as many as 18 Responden, divided by 2 groups. Comfort is measured by GCQ (General Comfort Questionarre), Breastmilk Production is measured by Weighing Test. The data were measured before and after the action, then analyzed with ANOVA with α≤ 0.05. Result of analysis for convenience obtained p value= 0.035 which means there is difference Comfort significantly between oksitosin massage and control group. The results of breast milk production measurement obtained p value=0.013 which means there is a significant difference in milk production between oxytocin and control group massage. Oxytocin massage can improve comfort and production of breast milk in postpartum mother. It is therefore necessary to be used as an alternative intervention in the care of the Postpartum mother, especially on the issue of lactation, and the nurse needs to teach this oxytocin massage technique to the patient and family, so that the family is more involved in supporting the Exclusive Breastfeeding Program. Keywords: Oxytocin massage, Convenience, Breast milk production.DOI: 10.5281/zenodo.1405371  
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PELAKSANAAN SENAM HAMIL PADA IBU PRIMIGRAVIDA Dwi Rahayu; Yunarsih Yunarsih
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.015 KB) | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.855

Abstract

Senam hamil dilaporkan dapat mengurangi terjadinya berat badan bayi lahir rendah, penurunan kelainan denyut jantung janin, gangguan tali pusat dan mekonium,penurunan tenaga saat persalinan, berkurangnya nyeri persalinan,mengurangi terjadinya persalinan prematur, mengurangi resiko sectio caesar, serta memperbaiki Apgar skor dan psikomotor janin (Januarahmawati, 2008) akan tetapi tidak semua ibu hamil  mengerti bahwa senam hamil berguna bagi kesehatannya selama proses kehamilan dan persalinan (Charla & Bingan, 2018).Desain penelitian yang digunakan metode correlational dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil di Kelurahan Bujel Wilayah Kerja Puskesmas Sukorame Kota Kediri berjumlah 36, dengan teknik simple random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 33 ibu hamil. Pengukuran variabel dianalisa dengan menggunakan analisa data Kendall Tau.Hasil dari penelitian menunjukkan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil (52 %) cukup baik, pelaksanaan senam hamil (68 %) cukup baik. Berdasar uji statistik Kendall Tau diperoleh tingkat signifikasi p = 0,039 dan koefiesien korelasi r = 0,407.Ada hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan senam hamil. Untuk itu diharapkan agar petugas kesehatan memberikan penyuluhan serta latihan senam hamil sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil serta mampu melakukan latihan senam hamil secara rutin untuk mempertahankan kesehatan dan kebugaran selama proses kehamilan dan kelancaran dalam proses persalinan..Kata Kunci: Pengetahuan, Primigravida, Senam HamilDOI: 10.5281/zenodo.3561909
PEER SUPPORT GROUPS DALAM PENINGKATAN PERILAKU PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Dwi Rahayu; Yunarsih Yunarsih
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.52 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v5i2.3789

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian pada wanita. Diperkirakan 10 dari 100.000 penduduk terkena kanker payudara dan 70% dari penderita memeriksakan dirinya pada keadaan stadium lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Peer Support Groups dengan Peningkatan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Desain yang digunakan adalah korelasional pendekatan Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yaitu Consecutive sampling sebanyak 79 Responden. Analisa data yang digunakan adalah dengan uji statistik Spearman Rank Corelation. Hasil uji statistik dengan Spearman Rank Correlation didapatkan ada Hubungan antara Peran Sebaya (Peer Support) dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan nilai signifikansi p = 0,010 (p 0,05) yang berarti Hubungan Antara Peran Sebaya dengan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa Peran Sebaya (Peer Support) sangat penting dalam meningkatkan Perilaku Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang sangat berguna untuk Deteksi dini Ca Mammae. Untuk itu perlu dukungan dari masyarakat dan Petugas Kesehatan untuk meningkatkan Peran Sebaya dalam Keberhasilan tindakan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sebagai upaya untuk deteksi dini Ca Mammae.
Faktor Pendukung Terjadinya Pre Eklampsia Dwi Rahayu; Yunarsih Yunarsih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.206 KB) | DOI: 10.32583/pskm.v10i1.644

Abstract

Pre eklampsia sampai sekarang masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian ibu dan bayi di seluruh dunia, namun penyebab pasti dari pre eklampsia masih belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor pendukung terjadinya pre eklampsia di RSUD Kabupaten Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan rancangan case control study secara retrospektif. Sampel penelitian ini adalah Ibu Hamil yang menderita pre eklampsia sesuai dengan diagnosis dari dokter yang memeriksakan kandungannya di Poli Kandungan RSUD Kabupaten Kediri sebanyak 25 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah Faktor-faktor pendukung terjadinya Pre eklampsia dalam kehamilan yang meliputi usia, Gravida, Jumlah Paritas, Riwayat Abortus, Usia Kehamilan, Riwayat Hipertensi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Dari hasil penelitian didapatkan faktor-faktor yang terdapat hubungan yang signifikan dengan kejadian pre eklampsia pada ibu hamil adalah Usia ibu hamil (p value : 0,009), Riwayat Abortus pada Ibu (p value: 0,026), Berat Badan Ibu sebelum hamil atau Obesitas yang terjadi pada Ibu (p value: 0,026) serta riwayat keluarga dengan hipertensi ataupun pre eklampsia (p value : 0,043). Sedangkan faktor – faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian pre eklampsia pada Ibu hamil antara lain status gravida (p value : 0,19), Usia Kehamilan (p value : 0,072), serta status pekerjaan Ibu (p value: 0,351). Kata kunci : faktor pendukung, pre eklampsia PREDISPOSING FACTORS OF THE PRE EXLAMPSIA ABSTRACT One cause of maternal and fetal morbidity and mortality is pre-eclampsia. Pre-eclampsia is still one of the main causes of maternal and infant morbidity and death worldwide, but the exact cause of pre-eclampsia is still unknown. The purpose of this study was to analyze the factors supporting the occurrence of pre-eclampsia in the District Hospital of Kediri. The research design used was descriptive analytic with a retrospective case control study design. The sample of this study was Pregnant Women who suffer from pre-eclampsia according to the diagnosis from doctors who examined the content in the obstetric clinic of Kediri District Hospital as many as 25 respondents. The variables in this study are the factors supporting the occurrence of Pre-eclampsia in pregnancy which include age, Gravida, Number of Parities, Abortion History, Pregnancy Age, History of Hypertension. Data collection using a questionnaire. Data analysis used Chi-Square test with α = 0.05. From the research results obtained factors that have a significant relationship with the incidence of pre-eclampsia in pregnant women are the age of pregnant women (p value: 0.009), history of abortion in mothers (p value: 0.026), maternal weight before pregnancy or obesity that occurs in mothers (p value: 0.026) and family history of hypertension or pre-eclampsia (p value: 0.043). While the factors that are not related to the incidence of pre-eclampsia in pregnant women include gravida status (p value: 0.19), gestational age (p value: 0.072), and the occupational status of the mother (p value: 0.351). Keywords: predisposing factors, pre eclampsia
Improvement of Postpartum Mother Comfort with Oxytosin Massage Colcaba Comfort Teory Approach Dwi Rahayu; Yunarsih Yunarsih
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.312 KB)

Abstract

Postpartum discomfort can cause significant physical distress. Discomfort factor that the mother feels often causes the mother to stop breastfeeding. By stopping breastfeeding, the baby's sucking stimulation will decrease so that the milk production will decrease. The purpose of this study is to prove the Increased Comfort of Postpartum Mothers after Oxytocin Massage. The design of this study was a quasi-experimental design with pre-post test design with control group. The sampling technique was consecutive sampling, totaling 18 primiparous Postpartum mothers, divided into 2 groups (Oxytocin Massage Group and control group). The independent variable in this study is oxytocin massage and the dependent variable: maternal postpartum comfort. Data collection using a questionnaire: GCQ (General Comfort Questionarre) for the Comfort of Postpartum Mothers. The measurement of the validity of the GCQ instrument uses the product moment correlation formula, while the instrument reliability measurement uses the Cronbach alpha coefficient formula. From the results of statistical tests with the Analysis of Variance (ANOVA) parametric statistical tests, there were differences between the oxytocin massage group and the untreated group with a p value of 0.035 (p <0.05), which means that there was a significant difference in the group undergoing oxytocin massage, where an increase in comfort in postpartum mothers who do oxytocin massage.
Analisa Penerapan Perawatan Luka Ganggren pada Penderita Ulkus Diabetes: Literatur Review Puguh Santoso; Dwi Rahayu; Hengky Irawan
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.88 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.40

Abstract

Jumlah penderita diabetes mellitus dengan luka diabetic terus meningkat dengan komplikasi yang beragam pula.  Perawatan luka yang  efektif serta pemilihan metode perawatan luka yang tepat mampu  meningkatkan keberhasilan proses penyembuhan luka serta dapat menurunkan angka morbiditas dan biaya yang harus dikeluarkan pasien. Tujuan dilakukannya literature review ini adalah untuk menganalisa  penerapan perawatan luka ganggren  pada penderita ulkus diabetes   Metode: pencarian Literature dari berbagai search engine antara lain SINTA,  PUBMED,  Garuda  dan  google  scholar.  Hasil pencarian artikel didapatkan 10 artikel yang memenuhi kriteria yang ditentukan peneliti, antara lain desain yaitu deskriptif eksploratif, cross sectional, deskriptif cross sectional study, case-control, deskriptif analitik, deskriptif dari tahun 2010-2021 kemudian dilakukan analisa PICO framework. Hasil: Mayoritas hasil penelitian menunjukan peningkatan penyembuhan luka ganggren.  Kesimpulan: Perawatan luka   menunjukan pengaruh yang  signifikan dalam mempercepat penyembuhan luka diabetik.
Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Lansia Dwi Rahayu; Hengky Irawan; Puguh Santoso; Erna Susilowati; Didik Susetiyanto Atmojo; Heny Kristanto
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Maret 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i1.449

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah salah satu yang merupakan penyebab kematian di dunia. Indonesia merupakan salah satu Negara yang menghadapi masalah baik penyakit menular ataupun Penyakit Tidak Menular (PTM). PTM ini biasanya muncul tanpa gejala serta tidak menunjukkan adanya tanda klinis tertentu, sehingga sebagian besar masyarakat tidak menyadari tentang adanya bahaya penyakit tidak menular tersebut. Jika masyarakat tahu akan deteksi dini penyakit tidak menular ini, maka upaya pencegahan terjadinya penyakit ini akan segera dilakukan. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan tentang penyakit tidak menular serta melakukan pemeriksaan tekanan darah rutin, pemeriksaan gula darah, asam urat serta kolesterol untuk melakukan deteksi dini adanya penyakit tidak menular. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan dan dilanjutkan dengan pemberian konsultasi bagi lansia yang membutuhkan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Posyandu Lansia “Dharma Husada Insan Mandiri” Kelurahan Balowerti Kota Kediri dengan jumlah lansia yang datang yaitu sebanyak 50 lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat mampu meningkatkan pengetahuan Lansia sehingga mereka memiliki motivasi untuk melakukan pencegahan penyakit tidak menular serta mengetahui hasil pengukuran tekanan darah, gula darah, asam urat dan pemeriksaan kolesterol yang bisa digunakan untuk mengurangi faktor resiko penyebab terjadinya penyakit tidak menular. Pada pemeriksaan kesehatan yang dilakukan didapatkan ada beberapa lansia yang mengalami peningkatan tekanan darah, ada yang mengalami kenaikan kadar gula darah, asam urat ataupun kolesterol.
Optimalisasi Pencegahan dan Penganggulangan Covid 19 dengan Peran Serta sebagai Vaksinator Dwi Rahayu; Dyah Ika Krisnawati; Erna Susilowati; Yunarsih Yunarsih; Puguh Santoso; Moh. Alimansur
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i4.682

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia dan seluruh dunia telah menimbulkan dampak yang sangat signifikan pada seluruh bidang kehidupan masyarakat seperti ekonomi, kesehatan, sosial dan budaya. Melihat pesatnya penyebaran COVID-19 dan bahaya yang akan muncul jika tidak segera ditangani, salah satu cara yang sangat mungkin untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan mengembangkan vaksin. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut maka tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Indonesia menjadikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi COVID-19. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mempercepat terlaksananya kegiatan vaksinasi Covid 19 di Kota Kediri. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi dan rencana tindak lanjut pelaksanaan vaksinasi Covid 19. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Polsek Kota Kediri dengan sasaran masyarakat umum yang bersedia datang ke lokasi kegiatan. Pengabdian masyarakat dalam pemberian vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat kelompok sasaran masyakat umum yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 25 September 2021 jam 08.00 sampai jam 15.00 WIB di Polsek Kota Kediri telah berhasil memberikan vaksinasi pada 300 orang. Kegiatan pemberian vaksin COVID-19 kepada masyarakat dapat meningkatkan imunitas tubuh dengan mengaktifkan antibodi dalam tubuh supaya dapat mengurangi dampak dari penularan Penyakit COVID-19 dan sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit COVID-19.
Edukasi Vaksinasi Covid 19 Dwi rahayu; Elfi Quyumi Rahmawati; Sucipto Sucipto; Fajar Rinawati; Puguh Santoso; Didik Susetiyanto Atmojo
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 4 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Desember 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i4.762

Abstract

Pemutusan penyebaran Covid 19 tidak cukup hanya dengan pencegahan penularannya saja tetapi juga harus dibantu agar masyarakat memiliki imunitas tubuh yang baik untuk memerangi risiko virus Covid-19. Peningkatan imunitas tubuh bisa dengan mengonsumsi vitamin, pemanfaatan energi matahari di pagi hari dan aktivitas ringan selama beberapa menit, serta melakukan vaksinasi. Vaksin banyak sekali manfaatnya, selain untuk melindungi diri dari paparan virus, juga dapat mengurangi penyebaran virus tersebut. Minimnya pengetahuan masyarakat akan vaksinasi Covid 19 dan kurangnya informasi tentang vaksinasi Covid 19 menjadi salah satu faktor penyebab masyarakat takut akan vaksin. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan edukasi tentang vaksinasi covid 19. Penyuluhan dilakukan melalui metode paparan, tanya jawab. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Polsek Kota Kediri dengan sasaran masyarakat umum yang bersedia datang ke lokasi kegiatan. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2021 jam 08.00 sampai jam 10.00 WIB di Polsek Kota Kediri. Kegiatan ini diikuti 50 peserta, pada pelaksanaan penyuluhan, pemateri sekaligus melakukan evaluasi dengan cara melakukan sesi tanya jawab dengan peserta penyuluhan. Pemberian edukasi tentang vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya vaksinansi covid 19 untuk memutus rantai penyebaran penyakit Covid 19.
Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 di Polsek Kota Kediri: Implementation of Covid 19 Vaccination at Kediri City Police Dwi Rahayu Rahayu; Hengky Irawan; Puguh Santoso; Dyah Ika Krisnawati; Erna Susilowati; Elfi Quyumi Rahmawati; Fajar Rinawati; Yunarsih; Sucipto; Didik Susetiyanto Atmojo; Heny Kristanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.004 KB)

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 yang terjadi  saat ini telah menimbulkan berbagai dampak yang sangat signifikan pada seluruh bidang kehidupan masyarakat. Salah satu cara yang sangat mungkin untuk mencegah penyebaran virus ini adalah dengan mengembangkan vaksin. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu. Indonesia menjadikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 sebagai bagian dari strategi penanggulangan pandemi COVID-19. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mempercepat terlaksananya kegiatan vaksinasi Covid 19 di Kota Kediri. Metode Pengabdian masyarakat ini dilakukan mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi dan rencana tindak lanjut pelaksanaan vaksinasi Covid 19. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Polsek Kota Kediri dengan sasaran masyarakat umum yang bersedia datang ke lokasi kegiatan. Pengabdian masyarakat dalam pemberian vaksinasi COVID-19 bagi masyarakat kelompok sasaran masyakat umum yang dilakukan pada hari Sabtu tanggal 5 Maret 2022 jam 08.00 sampai jam 15.00 WIB di Polsek Kota Kediri telah berhasil memberikan vaksinasi pada 350 orang. Kegiatan pemberian vaksin COVID-19 kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan mengaktifkan antibodi dalam tubuh supaya dapat mengurangi dampak dari penularan Penyakit COVID-19 dan sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit COVID-19. Abstract: The current COVID-19 pandemic had  very significant impact on people's lives. One very possible way to prevent the spread of this virus is to develop a vaccine. Vaccination aims to provide specific immunity against a particular disease. Indonesia has made the implementation of the COVID-19 vaccination part of its strategy for dealing with the COVID-19 pandemic. The purpose of this action is to accelerate the implementation of Covid 19 vaccination in Kediri. This action method is carried out starting from planning to evaluation and follow-up plans for the implementation of the Covid 19 vaccination. This action is carried out at the Kediri City Police Station with the target of the general public. Community service in the provision of COVID-19 vaccination for the target group of the general public which was carried out on Saturday, March 5, 2022, 08.00 to 15.00 WIB at the Kediri City Police, has succeeded in vaccinating 350 people. The activity of giving the COVID-19 vaccine to the community aims to increase the body's immunity by activating antibodies in the body in order to reduce the impact of the transmission of COVID-19 disease and as an effort to break the chain of spread of the COVID-19 disease.