Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Duta Remaja Anti Anemia melalui Pemanfaatan Media Ular Tangga dan Tumpeng Nutrisi Azwar, Azwar; Rahmadiyah, Dwi Cahya; Nursasi, Astuti Yuni; Fitri, Fitri
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.2413

Abstract

Anemia merupakan gangguan yang dapat mengancam perempuan khususnya remaja putri di masa yang akan datang. Salah satu kelompok yang berpotensi terdampak adalah remaja putri pada jenjang pendidikan menengah. Pengabdian ini bertujuan untuk membentuk dan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan duta anti anemia pada remaja putri di SMP Yappa Kota Depok. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Oktober 2024 hingga 21 Mei 2024. Jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 20 orang. Pengabdian dilakukan mulai dari pengkajian analisis masalah, pemberian penyuluhan kesehatan, pelatihan mengenai peran dan tugas dari duta anti anemia, pemberian games edakatif ular tangga dan tumpeng nutrsi serta evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rerata pengetahuan anak-anak terkait anemia pada remaja putri meningkat, yang menandakan efektivitas promosi kesehatan berbasis permainan dalam meningkatkan pemahaman mereka. Selain itu, terjadi peningkatan rerata sikap anak-anak terhadap anemia, menunjukkan bahwa metode intervensi ini berhasil membentuk pola pikir yang lebih positif dalam pencegahan anemia.
Efektivitas Pendidikan Sebaya Berbasis Digital dalam Mendukung Berhenti Merokok pada Remaja: Tinjauan Sistematis Kelrey, Dina Setya Rahmah; Permatasari, Henny; Widyatuti, Widyatuti; Rahmadiyah, Dwi Cahya
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2372

Abstract

Smoking behavior among adolescents in Indonesia is increasingly alarming, with the number of active smokers reaching 70 million and a significant rise observed in the 13–15 age group. Early initiation of smoking increases the risk of nicotine addiction, non-communicable diseases, and the economic burden on both families and the nation. This study aims to evaluate the effectiveness of digital peer education in enhancing adolescents’ motivation to quit smoking. Methods: This systematic review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Article searches were performed in Scopus, ScienceDirect, and ProQuest databases between March and April 2025. Inclusion criteria were developed based on the PICO framework and focused on quantitative studies involving adolescents aged 10–19 years who participated in digital peer education interventions. A total of 10 studies (4 randomized controlled trials, 2 quasi-experimental studies, 2 cohort studies, and 2 cross-sectional studies) met the inclusion criteria and were critically appraised using the JBI Critical Appraisal Checklist. Results: The review revealed that digital peer-based interventions significantly improved adolescents’ self-efficacy, knowledge, and intention to quit smoking. The interventions included online peer education, digital games, social media messaging, and school-based modules. Most studies demonstrated positive outcomes, although variations in evidence strength were noted due to methodological differences, limited follow-up, and reliance on self-reported data. Conclusion: Digital peer education has strong potential as an effective strategy to enhance adolescents’ motivation to quit smoking. Further studies with more rigorous designs and longer follow-up periods are recommended to strengthen the generalizability of these findings.
Peran Ayah Terhadap Frekuensi Kunjungan ke Posyandu dan Status Gizi Balita Mardani; Dwi Cahya Rahmadiyah
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran seorang ayah menjadi salah satu faktor tidak langsung permasalahan gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ayah terhadap kunjungan ke posyandu dan status gizi balita usia 2-5 tahun di Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan pengambilan sampel sebanyak 121 ayah dengan balita usia 2-5 tahun di wilayah kerja Posyandu Puskesmas Pangkalan Karawang menggunakan instrument Fatherhood Scale (FS) dan Standar Antropometri Kementerian Kesehatan RI. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan hasil p-value 0,006 terdapat hubungan yang signifikan antara peran ayah dengan kunjungan ke posyandu dan tidak terdapat hubungan yang signifikan peran ayah terhadap status gizi pada balita usia 2-5 tahun dengan p value=0.062. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat peran ayah maka semakin baik juga kunjungan ke posyandu dan peran ayah yang baik tidak berdampak secara langsung terhadap status gizi balita. Hal ini menjadi penting melibatkan ayah dalam pengasuhan gizi balita sebagai bentuk upaya preventif masalah status gizi anak dengan meningkatkan peran serta ayah dalam kunjungan ke posyandu.
The Effect of Culturally-Based Interventions on Stunting Prevention Efforts in Children Aged 0–5 Years: A Systematic Literature Review Zubair, M. Abdul Hamid; Rekawati, Etty; Rahmadiyah, Dwi Cahya; Sari, Indah Permata
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. SI1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.ISI1.2026.176-182

Abstract

Background: The high rate of stunting is closely linked to cultural influences within local communities. Therefore, health promotion intervention strategies need to be adapted to align with the cultural context of each community. Objective: This study aims to analyze culturally based interventions for preventing stunting in children aged 0–5 years. Methods: This literature review was conducted systematically using the PRISMA 2020 guidelines. Searches across five databases (ProQuest, ScienceDirect, Taylor & Francis, Scopus, and Google Scholar) yielded seven articles involving 352 participants who received culturally based stunting prevention interventions. Results: Seven articles were analyzed in depth, including three experimental studies without control groups. Five studies reported that culturally based health education interventions effectively improved knowledge, attitudes, and stunting prevention practices among caregivers of toddlers (p<0.05). The remaining two studies found that culturally grounded supplementary feeding interventions improved toddlers’ nutritional status (p<0.05). Conclusion: Culturally based interventions are effective in strengthening stunting prevention efforts for children aged 0–5 years. Integrating cultural approaches enhances community acceptance and can serve as a strategic option for governments to accelerate stunting reduction programs.
The Implementation of Grew-Deal Nursing Interventions to Achieve Ideal Body Weight in High School Students Andi Pranata; Astuti Yuni Nursasi; Dwi Cahya Rahmadiyah
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 6 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i6.3788

Abstract

The number of cases of excess weight among teenagers is still high. This places teenagers in a group at high risk of experiencing long-term health problems. The aim of writing a scientific paper is to analyze the application of GREW-DEAL innovation in family and community nursing. This study is a case study. The sample used was 10 managed families and 90 private high school students in Depok City. The results of 10 families showed an increase in the average knowledge from 15.6 to 19.0, then attitudes from 13.9 to 16.8 and skills from 21.2 to 29.2, then there was a decrease in the average BMI from 21.58. to 20.28 and increased family independence (100%) between pre and post scores. The application of GREW-DEAL to adolescents at school also shows an increase in average knowledge, attitudes and skills. Apart from that, there has been an improvement in healthy eating patterns, increased activity and physical exercise. The GREW-DEAL innovation is a recommendation for community nurses in preventing and controlling excess weight in adolescents and is the basis for developing other innovations within the scope of family and community nursing care.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Dwi Cahya Rahmadiyah; Widyatuti Widyatuti; Azwar Azwar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30242

Abstract

Abstrak. Peran keluarga dalam penanganan stunting dapat dilakukan melalui memberdayakan keluarga melalui pemberian informasi kesehatan dan kunjungan rumah oleh kader kesehatan. Pelatihan dan pendampingan kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberdayakan keluarga balita sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat balita stunting. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan peran dan fungsi kader kesehatan masyarakat dalam rangka meningkatkan kemampuan keluarga dalam mencegah terjadinya stunting pada balita. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam dua kegiatan yaitu pemberian pelatihan kepada kader kesehatan dalam mencegah terjadinya stunting pada balita dan kegiatan selanjutnya adalah pendampingan kepada kader kesehatan masyarakat dalam memberdayakan keluarga balita untuk mencegah terjadinya stunting. Setelah dilaksanakan pengabdian didapatkan peningkatan, pengetahuan, sikap dan perilaku kader dengan persentase 80% kader dinyatakan lulus dalam pelatihan.Abstract: The role of families in handling stunting can be done through empowering families through providing health information and home visits by health cadres. Training and mentoring of health cadres as an extension of health workers in empowering families of toddlers is needed to improve the ability of families to care for stunted toddlers. The purpose of this service is to optimize the role and function of community health cadres in order to improve the ability of families to prevent stunting in toddlers. The implementation of community service is carried out in two activities, namely providing training to health cadres in preventing stunting in toddlers and the next activity is assistance to community health cadres in empowering families of toddlers to prevent stunting. After the service was carried out, an increase in knowledge, attitudes and behavior of cadres was obtained with a percentage of 80% of cadres passing the training.
Pemberdayaan Keluarga untuk Meningkatkan Pengasuhan Balita Stunting melalui Pendekatan Ketahanan Keluarga Dwi Cahya Rahmadiyah; Hafizs Nasirun; Mega Hasanul Huda; Avliya Quratul Marjan; M. Abdul Hamid Zubair1; Azwar Azwar; Dina Setya Rahmah Kelrey; Ganar Rajni Fathariq
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i3.19361

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi pada balita di Indonesia. Survei tahun 2024 di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok menunjukkan 82% balita mengalami stunting dan 18% sangat pendek. Program TAHAN (Tumbuh Anak Hebat Aman Nutrisi) dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan keluarga melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan kader Posyandu selama Oktober–Desember 2025. Intervensi meliputi komunikasi kesehatan, gizi dan stunting, praktik pemberian makan aktif-responsif, ketahanan keluarga, serta kunjungan rumah. Evaluasi menggunakan desain pretest–posttest menunjukkan peningkatan pada seluruh aspek. Nilai pengetahuan meningkat dari 7,8 menjadi 8,4, praktik menyusui dari 8,4 menjadi 9,6, praktik pemberian makan dari 48,5 menjadi 74,8, pemberian PMT dari 29,7 menjadi 67,4, komunikasi kesehatan dari 31,4 menjadi 54,3, dan ketahanan keluarga dari 49,7 menjadi 79,9. Hasil ini menunjukkan bahwa Program TAHAN efektif meningkatkan kapasitas keluarga dalam mencegah dan menangani stunting serta berpotensi menjadi model intervensi berbasis komunitas untuk percepatan penurunan stunting.
The Effectiveness of Community-Based Nutrition Education in Reducing Stunting in Remote Areas: A Systematic Review Nasirun, Hafizs; Rekawati, Etty; Rahmadiyah, Dwi Cahya; Wiarsih, Wiwin
Journal of Islamic Nursing Vol 11 No 1 (2026): Journal of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/join.v11i1.63930

Abstract

Abstract Community-based nutrition education is a key strategy for addressing stunting in geographically isolated regions, yet synthesized evidence on its effectiveness in these specific high-constraint environments remains limited. This systematic review evaluates the impact of community-based nutrition education on stunting and child nutrition outcomes in remote and rural areas. We searched six major databases (ProQuest, ScienceDirect, Scopus, SAGE, SpringerLink, Taylor & Francis) for randomized controlled trials and quasi-experimental studies published between 2014 and 2024. Following PRISMA guidelines, twelve studies (N=53,570) from Asia, Africa, and Latin America were included for qualitative synthesis. Interventions combining nutrition counseling, cooking demonstrations, and home visits significantly improved complementary feeding practices, dietary diversity, and hygiene behaviors. While all studies reported improvements in caregiving, significant reductions in stunting prevalence (ranging from 4.9% to 35%) were primarily observed in multi-year programs that integrated educational components with targeted nutritional supplementation and growth monitoring. In isolation, education improved dietary diversity but had modest, statistically insignificant effects on linear growth. Community-based nutrition education is most effective in reducing stunting when implemented as a multifaceted, long-term intervention linked to social support and supplementation. Policy design for remote areas must prioritize culturally adapted, resource-integrated models to achieve measurable anthropometric gains. Keywords: adolescents, assertive training, boarding school, Islamic values, interpersonal communication.
Efektivitas Edukasi Berbasis Video terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Pencegahan Demam Berdarah pada Anak Sekolah: Tinjauan Sistematik Ganar Rajni Fathariq; Henny Permatasari; Widyatuti; Dwi Cahya Rahmadiyah
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 11 No 3 (2025): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2382

Abstract

Dengue fever (DF) is a significant global health burden with steadily increasing incidence, especially in Indonesia, which reported 88.593 cases from January until May 2024. School-aged children constitute a key population, as the school environment effective setting for implementing prevention and control programs. This systematic review aims to compare the effectiveness of video-based education with conventional teaching methods in improving knowledge, attitudes, and preventive practices (KAP) related to dengue fever among school children. The review was conducted in accordance with the PRISMA 2020 guidelines, with searches performed across seven major databases between March and April 2025. Inclusion criteria were developed using the PICO framework, encompassing quantitative studies involving children aged 12–15 years who received video-based dengue prevention education. Seven studies met the criteria, comprising seven quasi-experimental designs, all of which were appraised using the JBI Critical Appraisal Checklist. The findings demonstrate that video-based educational interventions consistently improve children’s KAP regarding dengue prevention. These results provide an important foundation for community health nursing practice, highlighting the potential of video media as an effective educational tool in dengue prevention efforts. Future research should employ cluster RCT designs with extended follow-up periods and objective behavioral measurements to capture sustained behavioral change. The application of theoretical frameworks, such as the Health Promotion Model, should be emphasized to clarify the mechanisms underlying behavior change. Multisite studies that incorporate social support from teachers, parents, and peers are also needed to enhance the generalizability and sustainability of dengue prevention interventions.